Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

14 Oktober, Hari Lahir Hoegeng Iman Santoso: Simbol Kejujuran, Integritas, dan Keberanian dalam Kepolisian Indonesia

Iki Radio — Nama Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Iman Santoso senantiasa terpatri dalam sejarah bangsa sebagai wujud nyata dari kejujuran, ketegasan, dan integritas tinggi. 

Di tengah dinamika pemerintahan dan penegakan hukum, kisah perjalanan hidup mantan Kepala Staf Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) ini terus menjadi penuntun moral bagi jajaran kepolisian dan masyarakat luas.


Perjalanan Karier dan Pengabdian

Lahir di Pekalongan pada 14 Oktober 1921 dengan nama lahir Iman Santoso, Hoegeng mengawali ketertarikannya pada dunia kepolisian sejak masa muda. Selepas menyelesaikan pendidikan di Rechtshoogeschool te Batavia (RHS) serta berbagai kursus kepolisian di masa pendudukan Jepang, Hoegeng aktif berperan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Karier kepolisiannya membentang di berbagai wilayah dan instansi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala DPKN di Surabaya (1952), Kepala Bagian Reserse Kriminal di Medan (1956), hingga dipercaya memimpin Jabatan Imigrasi sebagai Kepala Djawatan Imigrasi pada 1960. Karier birokrasinya pun merambah ke tingkat kabinet saat dipercaya menjadi Menteri Iuran Negara (1965) dan Sekretaris Kabinet (1966).

Pada 5 Mei 1968, Hoegeng resmi dilantik menjadi Kepala Kepolisian Negara menggantikan Soetjipto Joedodihardjo. Di bawah kepemimpinannya, reorganisasi besar-besaran dilakukan untuk memodernisasi dan mendinamiskan struktur kepolisian. Pada masa jabatannya pula, istilah Panglima Angkatan Kepolisian RI (Pangak) secara resmi diubah menjadi Kepala Kepolisian RI (Kapolri) berdasarkan Keppres No. 52 Tahun 1969. Hoegeng juga memperkuat kiprah Polri di kancah internasional melalui pembentukan Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol di Jakarta.


Sosok Berani dan Menolak Korupsi

Sepanjang masa pengabdiannya—terutama saat menjabat sebagai Kapolri hingga tahun 1971—Hoegeng dikenal gigih memberantas praktik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Keberaniannya dalam membongkar berbagai kasus besar menjadikannya salah satu figur pejabat publik yang paling dihormati dan disegani dalam sejarah Indonesia.


Sisi Humanis dan Seni

Di luar seragam kepolisiannya, Hoegeng adalah sosok yang sederhana dan berjiwa seni. Ia gemar memainkan ukulele dan memimpin grup musik The Hawaiian Seniors, yang sempat mengudara di TVRI dan Radio Elshinta. Selain bermusik, Hoegeng juga menggemari seni lukis dengan aliran naturalis. Setelah purna tugas dari kepolisian, ia menghabiskan banyak waktunya untuk melukis dan berkebun di kawasan Bogor, Jawa Barat.


Warisan Pengabdian

Hoegeng wafat pada 14 Juli 2004 di usia 82 tahun dan dimakamkan di TPBU Giritama, Kabupaten Bogor. Atas jasa-jasa besarnya bagi negara dan bangsa, ia dianugerahi berbagai penghargaan tertinggi, termasuk Bintang Republik Indonesia Utama dan Bintang Mahaputera Utama, serta sejumlah tanda jasa dari negara-negara sahabat seperti Thailand, Belanda, dan Malaysia.

Kisah hidup Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso tetap menjadi warisan berharga serta tolok ukur utama kejujuran dan dedikasi bagi segenap aparat penegak hukum di Indonesia.


Raline Shah Resmi Mundur dari Jabatan Staf Khusus Menkomdigi

Iki Radio — Aktris sekaligus model Raline Shah secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi). Keputusan ini mengakhiri masa pengabdiannya di Kementerian Komunikasi dan Digital yang telah diemban sejak Januari 2025.

Raline Shah (Foto : Liputan 6)

Pengunduran diri tersebut berlaku efektif mulai Selasa, 13 Oktober 2026.

"Saya sangat bersyukur atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengabdi," ujar Raline dalam siaran pers resmi, Selasa (13/10/2026) malam.

Raline mengungkapkan bahwa pengalamannya menjabat di kementerian memberikan arti tersendiri bagi dirinya. Namun, ia merasa saat ini adalah momen yang tepat untuk mengalihkan fokus pada karier profesionalnya di industri hiburan.

"Ini merupakan pengalaman yang sangat berarti, dan saya merasa bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melangkah ke babak berikutnya dalam perjalanan profesional saya," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Raline turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada Menkomdigi Meutya Hafid atas amanah yang dipercayakan kepadanya selama bertugas di pelayanan publik.

Meski telah mengundurkan diri, Raline menegaskan komitmennya untuk membantu proses transisi tanggung jawab dan memastikan berbagai program kerja yang tengah berjalan di lingkungan Kementerian tetap berkelanjutan.

Apresiasi dari Menkomdigi Meutya Hafid

Menanggapi keputusan tersebut, Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaannya atas dedikasi serta kontribusi Raline selama masa jabatannya.

"Kami mengapresiasi kontribusi Raline selama menjalankan tugasnya di Kementerian dan menghormati keputusannya untuk melanjutkan perjalanan profesionalnya," kata Meutya dalam siaran pers yang sama. "Kami tetap berterima kasih atas dukungan Raline terhadap agenda transformasi digital Indonesia."

Selama kurun waktu menjabat, Raline mencatatkan sejumlah peran penting, di antaranya memperkuat kemitraan global serta mendorong program edukasi dan literasi digital di Tanah Air. Ia juga aktif dalam berbagai inisiatif terkait keamanan digital dan perlindungan anak.

Salah satu fokus kebijakan penting kementerian selama masa tugas Raline adalah pengawalan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, yang menjadi tonggak utama dalam memperkuat ruang digital yang aman bagi anak-anak di Indonesia.

Perkuat Pelayanan Publik, Polri Resmi Luncurkan Logo dan Posko "Polisi Bersama Masyarakat"

Iki Radio — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi meluncurkan logo dan meresmikan Posko Polisi Bersama Masyarakat pada Senin (12/10/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen Polri dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus mempererat kedekatan serta kemitraan antara kepolisian dan masyarakat.

Kehadiran posko ini dirancang untuk mendukung koordinasi, pemantauan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program prioritas Kapolri agar berjalan lebih terarah, terukur, dan akuntabel.


Menjawab Visi Kapolri dan Filosofi Logo

Semangat Polisi Bersama Masyarakat ini sejalan dengan visi yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR RI pada 1 Oktober 2026 lalu. Dalam pemaparannya, Suyudi menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan hubungan kemitraan, serta keterbukaan Polri terhadap kritik dan masukan demi perbaikan institusi secara berkelanjutan.


Semangat kemitraan tersebut juga dituangkan secara simbolis melalui Logo Polisi Bersama Masyarakat. Simbol jabat tangan pada logo menggambarkan kepercayaan (trust) dan kerja sama yang erat, sementara siluet anggota polisi bersama warga merepresentasikan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Melalui pendekatan ini, mewujudkan keamanan tidak lagi hanya bertumpu pada tindakan penegakan hukum semata, melainkan juga didorong oleh komunikasi yang efektif, partisipasi aktif masyarakat, serta kolaborasi dalam memecahkan berbagai dinamika persoalan sosial di lapangan.

Fungsi Strategis Posko: Dari Koordinasi Hingga Pengawasan

Posko Polisi Bersama Masyarakat memiliki serangkaian fungsi vital dalam mendukung kinerja kepolisian, di antaranya:

Koordinasi dan Integrasi Data: Mengoordinasikan pelaksanaan program prioritas Kapolri, memantau perkembangan kegiatan, serta menghimpun dan memverifikasi data sebagai bahan evaluasi berkala.

Pengawalan Kebijakan: Memastikan setiap arahan dan kebijakan pimpinan ditindaklanjuti secara akurat oleh satuan pelaksana sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Evaluasi Berkala: Mengidentifikasi pencapaian dan area perbaikan guna menyusun rekomendasi langkah konkret agar program kepolisian semakin efektif dan selaras dengan kebutuhan warga.

Pengawasan & Akuntabilitas: Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kebijakan, akuntabilitas personel, hingga penggunaan anggaran. Apabila ditemukan dugaan pelanggaran, mekanisme penanganannya akan diteruskan secara tegas kepada fungsi pengawasan internal serta Profesi dan Pengamanan (Propam) sesuai ketentuan yang berlaku.

Komitmen Pelayanan yang Nyata

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa peresmian logo dan posko ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan wujud nyata komitmen Polri dalam melayani masyarakat.

“Logo Polisi Bersama Masyarakat dan peresmian posko ini harus dimaknai sebagai komitmen bersama untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat. Kepercayaan publik dibangun melalui komunikasi yang terbuka, pelayanan yang responsif, serta kehadiran anggota Polri yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Johnny pada Senin (12/10/2026).

Johnny menambahkan bahwa keberadaan posko diharapkan mampu menyerap berbagai aspirasi dan informasi dari warga untuk dijadikan bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan. Dukungan dan partisipasi masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Karena itu, semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan, sinergi, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” tambahnya.

Melalui penguatan langkah-langkah ini, Polri berkomitmen untuk terus berbenah, responsif terhadap pengaduan masyarakat, serta mengedepankan akuntabilitas. Dengan demikian, Polisi Bersama Masyarakat tidak hanya menjadi slogan atau identitas, tetapi benar-benar terwujud dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.


Dukung Produktivitas Sektor Pertanian, Pemkab Madiun Luncurkan Program KRETA Bagi 80 Petani Milenial

Iki Radio — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi meluncurkan program Kredit Tanpa Agunan (KRETA) yang ditujukan bagi 80 orang petani milenial di wilayah Kabupaten Madiun. Program ini hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong regenerasi sektor pertanian serta meningkatkan produktivitas para petani muda.

ilustrasi (Ai)

Program pembiayaan ini disalurkan langsung melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Madiun (Bank Madiun). Melalui program KRETA, para petani milenial mendapatkan fasilitas pinjaman tanpa jaminan dengan plafon hingga Rp10 juta dan tenor pembayaran selama 1 tahun. Menariknya, penerima manfaat tidak dibebani bunga sama sekali alias bunga 0%, karena seluruh bunga pinjaman ditanggung oleh APBD Kabupaten Madiun.

 

Persyaratan dan Ketentuan Penerima

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Paryoto, menyampaikan usai ditemui di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Selasa (13/10/2026), bahwa terdapat kriteria dan persyaratan khusus bagi para penerima manfaat.

"Persyaratan verifikasi tetap dilakukan oleh BPR Madiun untuk menentukan layak dan tidaknya. Namun, syarat utamanya penerima harus terdaftar resmi sebagai anggota Petani Milenial Madiun. Mengenai plafon pinjaman, sesuai dengan SK Bupati, maksimal adalah Rp10 juta dengan tenor satu tahun," ujar Paryoto.

Paryoto menambahkan, untuk memastikan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran, Pemkab Madiun telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pendampingan bersama BPR.

"Kami membentuk tim pendampingan di sektor pertanian maupun peternakan. Secara berkala kami akan turun ke lapangan untuk memantau perkembangan komoditas serta mengukur sejauh mana dampak ekonomi yang dirasakan petani setelah mendapatkan fasilitasi pembiayaan ini, termasuk memastikan ketertiban pengembalian," jelasnya.

 

Mekanisme Operasional dan Subsidi Bunga

Sementara itu, Direktur BPR Kabupaten Madiun, Velly Murdianto, menjelaskan bahwa secara prinsip operasional, penyaluran KRETA sama dengan produk kredit BPR pada umumnya. Namun, keunggulan utama program ini terletak pada kemudahan tanpa agunan serta adanya subsidi bunga dari pemerintah daerah.

"Dari sisi operasional BPR tidak ada bedanya dengan kredit nasabah lain. Bedanya ada pada agunan yang dibebaskan, serta bunga kredit sebesar 1 persen seluruhnya disubsidi oleh pemerintah daerah," kata Velly.

Ia menambahkan, pihak BPR telah melakukan proses verifikasi ketat terhadap para calon penerima sebelum bantuan modal disalurkan. Diharapkan program KRETA ini dapat menjadi dorongan stimulus yang mampu memicu produktivitas serta daya saing petani milenial di Kabupaten Madiun.(ir)

Harga Emas Kompak Naik di Pegadaian Hari Ini, Selasa 13 Oktober 2026: UBS dan Galeri 24 Makin Berkilau

Iki Radio — Harga emas batangan yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) tercatat kompak mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, Selasa (13/10/2026). Kenaikan harga terpantau terjadi pada seluruh jenis emas batangan yang ditawarkan, baik cetakan UBS maupun Galeri 24.

Berdasarkan data dari laman resmi Pegadaian, harga emas cetakan UBS ukuran 1 gram kini dibanderol seharga Rp2.562.000, naik sebesar Rp6.000 dibandingkan harga pada hari sebelumnya.

Sementara itu, harga emas batangan cetakan Galeri 24 untuk pecahan 1 gram dijual pada level Rp2.537.000, alias menguat Rp5.000 dari posisi kemarin.

Rincian Harga Emas Pegadaian Hari Ini (Selasa, 13 Oktober 2026)

Bagi masyarakat atau investor yang berniat melakukan transaksi investasi emas, berikut adalah daftar lengkap harga emas batangan di Pegadaian untuk UBS dan Galeri 24:

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp1.384.000
  • 1 gram: Rp2.562.000
  • 2 gram: Rp5.083.000
  • 5 gram: Rp12.561.000
  • 10 gram: Rp24.990.000
  • 25 gram: Rp62.352.000
  • 50 gram: Rp124.449.000
  • 100 gram: Rp248.799.000
  • 250 gram: Rp621.813.000
  • 500 gram: Rp1.242.000.000

Harga Emas Galeri 24

  • 0,5 gram: Rp1.331.000
  • 1 gram: Rp2.537.000
  • 2 gram: Rp5.013.000
  • 5 gram: Rp12.439.000
  • 10 gram: Rp24.813.000
  • 25 gram: Rp61.697.000
  • 50 gram: Rp123.297.000
  • 100 gram: Rp246.472.000
  • 250 gram: Rp614.666.000
  • 500 gram: Rp1.229.000.000
  • 1.000 gram: Rp2.458.000.000

 

BMKG: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Semeru Terdeteksi hingga Malang dan Blitar

Iki Radio — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pemantauan sebaran abu vulkanik dari sejumlah gunung api aktif di Indonesia pada Selasa pagi (13/10/2026). Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar gunung api terpantau nihil sebaran abu vulkanik, kecuali Gunung Semeru di Jawa Timur.

Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9 per pukul 07.00 WIB, sebaran debu vulkanik dari beberapa gunung api aktif lainnya—seperti Gunung Lewotolo, Gunung Ibu, dan Gunung Dukono—tidak terdeteksi.

"Gunung Semeru teramati ke arah Barat, mencakup sebagian Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar," tulis keterangan resmi BMKG dalam rilisnya, Selasa (13/10/2026).


Potensi Cuaca dan Imbauan Masyarakat

BMKG memprakirakan kondisi cuaca di sekitar area gunung api yang dipantau cukup bervariasi, mulai dari cerah berawan, berawan tebal, hingga hujan ringan. Khusus untuk wilayah di sekitar Gunung Semeru, cuaca diprakirakan akan diselimuti asap pada malam hari.

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak diimbau untuk tetap waspada, tenang, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dipastikan kebenarannya. Warga diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), maupun pemerintah daerah setempat.


Kewaspadaan Dampak Bahaya Abu Vulkanik

Selain merilis data sebaran, BMKG membagikan peringatan mengenai sejumlah bahaya paparan abu vulkanik yang berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari.

Partikel debu vulkanik berisiko memicu iritasi pada mata dan kulit, memicu batuk, serta menimbulkan gangguan saluran pernapasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi memperburuk kesehatan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan bawaan seperti asma.

Paparan dan tumpukan abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang secara drastis serta membuat permukaan jalan menjadi licin, sehingga membahayakan keselamatan berkendara. Selain itu, partikel abu berpotensi merusak mesin, mengganggu sistem navigasi, hingga memicu penundaan atau penghentian operasional angkutan darat, laut, dan udara.

Masyarakat di wilayah terdampak disarankan untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menutup penampungan air bersih untuk menghindari kontaminasi abu vulkanik.

 

Buka Peluang Pasar Ekspor hingga Arab Saudi, Pemkab Madiun Dorong Petani Beralih ke Padi Organik

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) terus memacu pengembangan pertanian organik di wilayahnya. Langkah ini dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan pendapatan petani di tengah melandainya produktivitas pertanian non-organik akibat serangan hama.

Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto menyampaikan bahwa peluang pasar untuk produk pertanian organik, khususnya beras, masih sangat terbuka lebar. Bahkan, potensi permintaan dari luar negeri sangat signifikan.

"Peluang pasar terbuka lebar, salah satunya permintaan beras organik untuk kebutuhan di Arab Saudi yang mencapai 200 ton per bulan. Ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi para petani di Kabupaten Madiun," ujarnya usai Sarasehan Petani Milenial, di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Selasa (13/10/2026).

Bebas HET dan Produktivitas Tinggi

Salah satu keunggulan utama pengembangan beras organik atau beras khusus ini adalah tidak adanya batasan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemerintah. Petani memiliki keleluasaan menentukan harga jual sesuai kesepakatan dengan konsumen.

"Beras organik masuk kategori beras khusus, jadi tidak ada batasan HET. Jika beras medium biasa HET-nya di kisaran Rp11.000, beras organik dari petani lokal kita ada yang sudah bisa tembus diserap pasar Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Ini menjadi solusi konkret jika petani ingin mendapatkan hasil dan pendapatan yang lebih tinggi," jelasnya.

Dari segi produktivitas, pertanian organik juga membuktikan keunggulannya dibanding konvensional. Saat produktivitas padi non-organik cenderung menurun dan sulit mencapai 7–7,5 ton per hektar akibat Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) seperti hama tikus, lahan organik justru mampu bertahan dan menghasilkan panen lebih tinggi.

"Hasil laporan dari petani organik kita di Nglames, produktivitasnya mampu menembus 8 hingga 9 ton per hektar. Menariknya lagi, saat lahan non-organik di sekitarnya terserang hama tikus, lahan padi organik ini relatif tidak terserang. Ini bukti nyata keunggulan pola organik," tambahnya.

Pasar Lokal dan Rencana Perluasan Lahan

Saat ini, beberapa titik embrio pertanian organik telah berkembang di Kabupaten Madiun, salah satunya di wilayah Kecamatan Nglames yang dikelola oleh Pak Karno. Meski garapannya masih relatif terbatas sekitar 3 hingga 4 kotak sawah (menghasilkan sekitar 2 ton beras), produknya telah memiliki pelanggan dan segmen pasar loyal di tingkat lokal.

Beras organik ini dinilai memiliki keunggulan kualitas, seperti hasil olahan makanan (seperti lontong) yang dapat bertahan hingga tiga hari tanpa basi.

Untuk memperluas areal pertanian organik, DKPP Kabupaten Madiun berencana menyelaraskan program agar pengembangan tidak hanya berhenti di tataran konsep.

"Salah satu upaya perluasan lahan yang sedang kita fasilitasi adalah dorongan bagi desa untuk memanfaatkan aset tanah bengkok desa sebagai percontohan kawasan pertanian organik penuh," pungkasnya.(ir)

Warga Terdampak Banjir di Padang Mulai Diserang Penyakit, Puskesmas Belimbing Dirikan Posko Kesehatan

Iki Radio — Sejumlah warga terdampak banjir di Kampung Guo dan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, mulai mengeluhkan gangguan kesehatan pascabencana. Menanggapi situasi tersebut, puluhan tenaga kesehatan dari Puskesmas Belimbing bergerak cepat mendirikan posko pelayanan kesehatan di lokasi terdampak pada Senin (12/10/2026).

Sejak posko dibuka, warga dari berbagai lapisan usia—mulai dari anak-anak, orang dewasa, lansia, hingga ibu menyusui—tampak berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk memeriksakan diri. Langkah penanganan medis ini dilakukan guna mendeteksi penyakit secara dini sekaligus mengantisipasi timbulnya krisis kesehatan masyarakat pascabanjir.

Kepala Puskesmas Belimbing, Siana, menyampaikan bahwa tim medis saat ini memfokuskan pelayanan pada pemeriksaan fisik dan penanganan psikologis warga yang mulai terdampak.

"Saat diperiksa, banyak yang ditemukan batuk, flu, stres karena melihat rumah yang hancur. Ada pula yang tekanan darahnya rendah dan tinggi," ungkap Siana saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).

Berdasarkan data pemeriksaan sementara, penyakit saluran pernapasan seperti batuk dan flu menjadi keluhan yang paling dominan. Selain itu, petugas kesehatan menemukan ketidakstabilan tekanan darah pada sejumlah warga. Tak hanya masalah fisik, tekanan emosional dan trauma psikologis juga membayangi warga akibat menyaksikan kerusakan parah pada tempat tinggal dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Banjir bandang yang menerjang kawasan Kuranji pada Sabtu (10/10/2026) lalu diakui masyarakat setempat sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Selain harus menanggung kerugian material dan membenahi rumah yang rusak, warga kini harus berjuang memulihkan kesehatan fisik dan mental mereka.

Kehadiran posko kesehatan ini diprioritaskan untuk mengawal kondisi kelompok rentan, khususnya anak-anak, lansia, serta ibu menyusui agar mendapatkan akses pengobatan medis sedini mungkin. Penanganan cepat dari Puskesmas Belimbing diharapkan mampu mencegah memburuknya kondisi kesehatan warga terdampak selama masa pemulihan pascabencana.

 

close
Pasang Iklan Disini