Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Program SEMANIS MADU Condongcatur Diserbu Ratusan Warga

Iki Radio - Program Selasa Melayani Semua, Mudah dan Terpadu (SEMANIS MADU) yang digagas Pemerintah Kalurahan Condongcatur kembali diserbu warga di kompleks Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (4/8/2026).

Sebanyak 14 layanan publik terpadu yang menggandeng lintas instansi pemerintah, lembaga hukum, perbankan, hingga pelaku UMKM hadir memfasilitasi kebutuhan administrasi masyarakat dalam satu lokasi.

Antusiasme tinggi tidak hanya datang dari warga Sleman, tetapi juga dari Kota Yogyakarta, Bantul, hingga Kulon Progo.

Beberapa layanan favorit yang dimanfaatkan masyarakat antara lain SAMSAT Si Jelita, SAMSAT Tahunan, Perpanjangan SIM A dan C Ditlantas Polda DIY, BPJS Kesehatan, Dispensasi PBG/IMB, hingga Konsultasi Hukum LBH SIKAP.

Data sementara mencatat perpanjangan SIM melayani sekitar 63 pemohon, sedangkan SAMSAT memproses perpanjangan pajak kendaraan bagi 110 pemohon.

Koordinator Program SEMANIS MADU Condongcatur Wasana menjelaskan, konsep pelayanan terpadu ini dirancang untuk mempermudah aksesibilitas serta efisiensi waktu masyarakat.

"Masyarakat cukup datang ke Kalurahan Condongcatur untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi, kesehatan, hukum, pendidikan, perbankan, hingga UMKM agar layanan lebih cepat dan efisien," ujar Wasana.

Selain urusan birokrasi, program ini turut menggerakkan perekonomian lokal dengan menghadirkan lapak UMKM unggulan seperti Thiwul Ayu Aneka Rasa "Mbok Sum Mangunan", "Omah Besi", serta bursa batu akik.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berkomitmen mempertahankan SEMANIS MADU sebagai inovasi pelayanan publik yang inklusif dan cepat.

OJK Minta Perbankan Blokir 36.735 Rekening Terindikasi Judi Online

Iki Radio - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya pemberantasan perjudian online dengan meminta perbankan melakukan pemblokiran terhadap 36.735 rekening yang terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang tercatat sebanyak 36.191 rekening, berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan pengawasan sektor perbankan dalam memutus aliran dana yang berkaitan dengan aktivitas perjudian daring.

"Yang pertama adalah meminta perbankan untuk melakukan enhanced due diligence atau EDD dan atau pemblokiran atas kurang lebih 36.735 rekening, sebelumnya tercatat 36.191 rekening yang terindikasi melakukan aktivitas perjudian berdasarkan data disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital," kata Dian dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Juli 2026 pada Selasa (4/8/2026).

Selain memblokir puluhan ribu rekening tersebut, OJK juga menginstruksikan perbankan untuk memperluas penelusuran dengan menutup rekening lain yang memiliki kesesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan pihak-pihak yang terindikasi terlibat dalam perjudian online.

Untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, OJK meminta bank melakukan enhanced due diligence (EDD) terhadap rekening-rekening tersebut. Proses EDD dilakukan melalui pemeriksaan mendalam terhadap identitas nasabah, sumber dana, serta pola transaksi guna mendeteksi aktivitas keuangan yang mencurigakan.

"Serta melakukan perluasan atas laporan tersebut dengan meminta perbankan melakukan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian dengan nomor identitas kependudukan atau NIK dari masing-masing pihak yang terindikasi perjudian daring serta melakukan enhanced due diligence atau EDD," ujar Dian.

Sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor, OJK juga telah menyelenggarakan OJK Banking Forum 2026 bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta industri perbankan nasional pada 14 Juli 2026. Forum tersebut mengusung tema penguatan tata kelola teknologi informasi perbankan sekaligus peningkatan upaya pemberantasan kejahatan keuangan dan perjudian online di era digital.

Melalui langkah pemblokiran rekening, penelusuran rekening terkait, serta penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan, OJK menegaskan komitmennya untuk mempersempit ruang gerak pelaku perjudian online dan menjaga integritas sistem keuangan nasional.

Cegah Korupsi, Bupati Madiun Hadiri Rakor Penguatan Integritas di Surabaya

Iki Radio – Komitmen Pemerintah Kabupaten Madiun dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas korupsi terus diperkuat. 

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi Dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dan Bali yang digelar di Ruang Singasari Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ini diikuti oleh 32 kepala daerah se-Jawa Timur beserta jajaran Forkopimda. 

Dalam agenda strategis tersebut, Bupati Madiun didampingi oleh Sekretaris Daerah Sigit Budiarto, Ketua DPRD Feri Sudarsono, Inspektur Kabupaten Madiun Joko Lelono, serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis.

Rangkaian acara berlangsung intensif sejak pagi hingga malam hari, menghadirkan deretan pejabat dan pemateri tingkat nasional melalui beberapa sesi diskusi panel. 

Materi yang dibahas mencakup penguatan budaya integritas, pencegahan korupsi berbasis risiko pada area strategis, penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), hingga manajemen risiko tata kelola keuangan daerah.

Dalam acara ini dismpaikan juga pemaparan dari BPKP mengenai implementasi pengawasan berbasis risiko dan penguatan APIP, yang disusul oleh arahan pencegahan korupsi dari KPK.

Puncak rangkaian rapat koordinasi ditutup dengan Keynote Speech Menteri Dalam Negeri, Jend. Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Tito Karnavian, yang hadir bersama Kepala BPKP Dr. Muhammad Yusuf Ateh dan Ketua KPK Komjen. Pol. (Purn.) Setyo Budiyanto. 

Mendagri menekankan pentingnya kepemimpinan kepala daerah yang berintegritas sebagai fondasi utama mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Melalui keikutsertaan aktif dalam forum ini, Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan kesiapannya untuk terus memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta bersinergi dengan lembaga pengawas pusat demi menghadirkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(ir)

Menjadi Pamong, Raihanah Wariskan Nilai Kebersamaan kepada Generasi Paskibraka

Iki Radio - Tiga tahun setelah mengemban tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat 2023, Raihanah Az Zahra kini kembali ke lingkungan Paskibraka dengan peran berbeda. Perwakilan Provinsi Aceh itu dipercaya menjadi pengasuh atau pamong bagi para Calon Paskibraka (Capaska) 2026.


Raihanah mendampingi mereka menjalani proses pembentukan karakter hingga menjelang pengibaran bendera pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi Raihanah, suasana yang dirasakan saat menjadi pamong tidak jauh berbeda dengan ketika ia menjadi peserta. Rasa bangga, antusias, dan kesempatan bertemu dengan anak-anak terbaik dari seluruh Indonesia kembali ia rasakan, meski kini berada di sisi pembimbing.

"Kurang lebih pengalaman dan perasaannya mirip. Rasanya seru, senang bisa bertemu banyak teman, kenalan dengan orang-orang baru, dan belajar banyak hal yang sebelumnya tidak saya ketahui. Saya bersyukur bisa mendapat pengalaman yang tidak mudah diakses oleh kebanyakan anak SMA," ujar Raihanah di Pemusatan Pembinaan Paskibraka Tingkat Pusat 2026 di Depok, Selasa (4/8/2026).

Pengalaman tersebut, menurut Raihanah, menjadi bekal berharga untuk membimbing para Capaska. Ia pun mengingatkan generasi muda agar memanfaatkan setiap kesempatan yang datang, bukan hanya di Paskibraka, tetapi dalam berbagai bidang kehidupan.

"Setiap kesempatan emas harus dinikmati. Baik suka maupun dukanya, semuanya akan memberikan pelajaran yang berharga," katanya.

Sebagai pamong, Raihanah mengakui tantangan yang dihadapi berbeda dengan saat menjadi Capaska. Selain harus menyesuaikan diri dengan lokasi pendidikan dan pelatihan yang baru, ia juga memperhatikan waktu istirahat peserta yang menjadi lebih terbatas karena jarak antarfasilitas yang lebih jauh dibandingkan lokasi pelatihan sebelumnya di Cibubur.

Namun, tantangan terbesar justru datang dari proses membangun kebersamaan di antara para peserta yang berasal dari latar belakang, budaya, dan karakter yang berbeda.

Raihanah mengenang, saat menjadi Capaska 2023, ia juga harus belajar menyatukan berbagai perbedaan agar seluruh anggota mampu bergerak sebagai satu tim yang solid pada hari pelaksanaan pengibaran bendera.

"Tantangannya adalah bagaimana menyatukan semuanya menjadi satu hati, satu raga, satu jiwa, padahal setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Kami memiliki target waktu yang sama menuju 17 Agustus, sehingga semuanya harus kompak," tuturnya.

Pengalaman itu kini menjadi bekal untuk mendampingi Capaska 2026. Menurutnya, dinamika antarpeserta merupakan hal yang wajar. Sejak hari pertama pelatihan, perbedaan sifat dan kebiasaan kerap memunculkan gesekan di antara mereka.

Alih-alih langsung mengambil alih penyelesaian persoalan, para pamong justru mendorong peserta untuk belajar menyelesaikan konflik secara mandiri melalui musyawarah.

"Kami menyediakan perangkat yang dipimpin oleh peserta sendiri untuk membantu menyelesaikan persoalan di antara mereka. Sebelum pamong turun tangan, kami ingin mereka belajar bermusyawarah dan mencari solusi bersama," jelasnya.

Pendekatan tersebut dilakukan agar para Capaska tidak hanya berhasil menjalankan tugas sebagai pengibar bendera, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang matang ketika kembali ke daerah masing-masing.

"Kami ingin setelah keluar dari sini mereka benar-benar siap menghadapi tantangan kehidupan, mampu menyelesaikan masalah dengan baik, dan menjadi teladan bagi teman-teman di sekolah maupun masyarakat," katanya.

Menutup wawancara, Raihanah menyampaikan pesan optimistis kepada seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, masa depan bangsa berada di tangan rakyat yang terus menjaga semangat persatuan dan tidak kehilangan harapan terhadap Indonesia.

"Jangan pernah putus asa terhadap negara kita. Kemajuan dan tetap merdekanya Indonesia ada di tangan kita sendiri sebagai rakyat," pungkasnya.

 

Dorongan Senior Bawa Angelica Ukir Sejarah Bondowoso di Paskibraka Nasional

Iki Radio - Sebuah kalimat sederhana dari kakak-kakak senior menjadi titik balik perjalanan Angelica Theona Putri. Saat itu, siswi SMAN 1 Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, belum pernah membayangkan akan berdiri bersama calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) terbaik dari seluruh Indonesia.

Angelica Theona Putri, siswi SMAN 1 Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.


"Coba saja ikut dulu di kabupaten," kata Angelica saat di temui di Pemusatan Pembinaan Paskibraka Tingkat Pusat 2026 di Depok, Selasa (4/8/2026).

Ajakan itulah yang akhirnya mengubah mimpi menjadi kenyataan. Angelica kini menjadi Calon Paskibraka tingkat nasional, sekaligus mencatat sejarah sebagai salah satu putri pertama dari Kabupaten Bondowoso yang berhasil menembus seleksi nasional.

"Tentunya saya sangat senang, karena ini merupakan pengalaman paling berharga dalam hidup saya. Dan juga baru pertama kali di kabupaten saya, Paskibraka belum ada yang tembus sampai nasional," ujar Angelica.

Sebelum berani mengikuti seleksi, Angelica hanyalah seorang siswi yang mengagumi penampilan Paskibraka setiap peringatan Hari Kemerdekaan melalui layar televisi. Kekaguman itu membuatnya mulai berlatih di tingkat kecamatan hingga dipercaya menjadi pembawa baki dalam upacara.

Namun, menurutnya, langkah menuju seleksi kabupaten tidak lahir dari keyakinannya sendiri. Justru kakak-kakak senior di lingkungan Paskibra yang melihat potensinya dan terus mendorongnya agar berani mencoba.

"Awalnya saya latihan Paskibra dari kecamatan. Saat itu sempat menjadi pembawa baki juga. Lalu kakak-kakak kelas bilang, 'coba saja ikut di kabupaten.' Akhirnya saya mencoba, dan ternyata perjalanan itu membawa saya sampai di sini," tuturnya.

Bagi Angelica, dorongan tersebut menjadi bukti bahwa kepercayaan dari orang lain terkadang mampu menumbuhkan keberanian yang belum dimiliki seseorang.

Keberanian itu semakin ditempa selama hampir dua pekan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka nasional. Di lingkungan baru yang mempertemukannya dengan peserta dari seluruh Indonesia, ia belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.

Mulai dari bangun pukul 03.30 WIB, berolahraga pagi, hingga menjalani seluruh aktivitas dengan disiplin waktu. "Di sini saya belajar lebih mandiri. Bangun lebih pagi, olahraga, makan juga harus tepat waktu. Biasanya kalau di rumah saya suka molor," katanya sambil tersenyum.

Tak hanya soal disiplin, Angelica juga merasakan hangatnya persaudaraan dengan teman-teman dari berbagai provinsi. Perbedaan budaya, bahasa, dan kebiasaan justru menjadi pengalaman berharga yang memperluas wawasannya.

"Karena mereka dari berbagai daerah, saya jadi mengetahui banyak hal baru dan belajar dari teman-teman," ujarnya.

Perjalanan Angelica juga tidak lepas dari dukungan keluarga. Ia mengaku pernah merasa kurang percaya diri, bahkan sempat hampir menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan selama proses seleksi.

Di saat itulah kedua orang tuanya menjadi penyemangat terbesar. "Orang tua selalu bilang, apa pun yang kamu jalani jangan sampai putus asa," ujar Angelica.

Saat Angelica merasa usahanya belum membuahkan hasil, orang tuanya kembali menguatkan bahwa rezeki tidak akan tertukar.

"Kalau memang itu rezekimu, tidak akan ke mana. Yang penting kamu sudah sampai di nasional, mama dan papa sudah bangga," ucap Angelica meniru petuah orang tuanya.

Kini, meski belum mengetahui akan bertugas di pasukan mana saat Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan nanti, Angelica memilih menikmati setiap proses yang dijalani. Baginya, kesempatan mengenakan seragam Paskibraka nasional sudah menjadi kebanggaan tersendiri.

Ia pun berharap kisahnya dapat menjadi penyemangat bagi adik-adik di Bondowoso yang memiliki mimpi serupa. "Semangat terus, jangan pantang menyerah. Coba semua hal baru. Tetap punya mimpi dan terus berusaha mewujudkannya," pesannya.

Bagi Angelica, perjalanan menuju Paskibraka nasional membuktikan bahwa sebuah mimpi besar terkadang bermula dari dorongan sederhana. Kepercayaan yang diberikan kakak-kakak senior telah membuatnya berani melangkah, sementara dukungan keluarga membuatnya tetap bertahan hingga akhirnya mengharumkan nama Bondowoso di tingkat nasional.

 

Layak Tampil di Piala Dunia 2030, Presiden Prabowo Minta PSSI Susun Blueprint Timnas Indonesia

Iki Radio — Presiden Prabowo Subianto menilai Tim Nasional Indonesia sudah sangat layak untuk tampil di panggung Piala Dunia 2030. Untuk mewujudkan mimpi besar tersebut, Kepala Negara meminta PSSI segera menyusun cetak biru (blueprint) sebagai panduan pembangunan sepak bola nasional yang terarah dan berkelanjutan dari kelompok usia dini hingga level senior.

Pesan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo melalui sambutan yang dibacakan oleh Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam Kongres Biasa PSSI 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

Meski menembus Piala Dunia 2030 bukanlah pekerjaan mudah, Presiden menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa besar harus berani memasang target tinggi.

“Saya memandang Indonesia layak tampil di Piala Dunia 2030. Bukan hal yang mudah, tetapi kita harus berupaya semaksimal mungkin,” ujar Erick Thohir saat membacakan amanat Presiden Prabowo.

Target besar ini sejalan dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo saat menerima Erick Thohir dan Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, di Hambalang pada 19 Juni 2026 lalu.

Pemerintah memastikan dukungan total menjelang bergulirnya Kualifikasi Piala Dunia 2030, yang mencakup pengalokasian dana serta peningkatan fasilitas pendukung secara memadai. Pembinaan usia dini dan SDM, dengan melakukan pencarian bakat merata di seluruh daerah agar setiap anak bangsa mendapat kesempatan membela Garuda. Dan kebijakan strategis untuk memperkuat ekosistem sepak bola nasional.

Presiden mengingatkan bahwa prestasi kelas dunia tidak bisa dibangun secara instan.

“Tidak ada kemenangan tanpa disiplin. Tidak ada prestasi tanpa pengorbanan, dan tidak ada kejayaan tanpa kerja sama. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi kemajuan sebuah bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa misi menuju Piala Dunia 2030 tidak bisa hanya menjadi beban pemerintah dan PSSI semata. Seluruh ekosistem—mulai dari klub, akademi, pelatih, pemain, suporter, pemda, dunia usaha, hingga media—harus bergerak selaras.

Bagi Presiden, sepak bola bukan sekadar urusan skor pertandingan, melainkan alat pemersatu bangsa yang merekatkan seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang suku, agama, dan latar belakang.

“Saya yakin dengan persatuan, kerja keras, disiplin, dan semangat gotong royong, Indonesia mampu mencapai cita-cita besar tersebut. Bukan hanya lolos ke Piala Dunia 2030, tetapi untuk membangun Indonesia yang semakin kuat dan disegani dunia,” tutupnya.

Ancaman Kekeringan Mengintai, Bupati Madiun Optimis Pertanian Daerah Tetap Unggul

Iki Radio — Potensi kekeringan mulai mengancam kawasan lahan pertanian di Kabupaten Madiun. Meski dibayang-bayangi tantangan cuaca ekstrem, Pemerintah Kabupaten Madiun tetap optimis terhadap ketahanan dan potensi sektor pertanian setempat sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur.

Bupati Madiun menegaskan bahwa potensi pertanian di daerahnya masih sangat besar untuk terus berkembang.

Saat ini, rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Madiun telah mencapai 7 ton per hektar—sebuah capaian yang tergolong kuat, namun dinilai masih bisa ditingkatkan lebih jauh.

“Kami berharap produktivitasnya bisa terus ditingkatkan. Saya pernah berkunjung ke beberapa daerah lain yang produktivitasnya bisa mencapai 10 ton per hektar. Insyaallah, Kabupaten Madiun juga bisa menyusul,” ujar Bupati Madiun, usai pertemuan dengan sejumlah petani, di Puspem Caruban Madiun, Senin (3/8/2026)..

Guna memitigasi dampak musim kemarau dan ancaman kekurangan air pasokan irigasi, Bupati mengimbau para petani untuk lebih bijak dalam mengelola sumber daya air yang ada.

Penghematan dan pengaturan distribusi air dinilai menjadi kunci utama agar aktivitas tanam tidak terganggu.

Pemanfaatan air irigasi harus dilakukan secara efektif dan efisien, pengaturan pola tanam dan jadwal pengairan harus terukur agar air tidak muspro (terbuang sia-sia), serta manajemen air yang disiplin saat musim kering adalah faktor penentu keberhasilan panen.

“Pemanfaatan air harus diefektifkan dan diefisienkan supaya air tidak muspro. Manajemen air saat musim kering adalah kuncinya,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan para petani dalam menjaga efisiensi irigasi, Kabupaten Madiun diharapkan tidak hanya mampu bertahan dari ancaman kekeringan, tetapi juga terus meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan pangan regional maupun nasional.(ir)

 

Tiap KPM Akan Terima 30 Kg, Bulog Madiun Siap Salurkan Beras Bantuan Pangan

Iki Radio – Perum Bulog Kantor Cabang Madiun menyatakan kesiapannya untuk menyalurkan Program Bantuan Pangan beras kepada masyarakat penerima manfaat.

Penyaluran bantuan tersebut rencananya akan diluncurkan pada momen peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026 mendatang.

Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, memastikan bahwa dari segi ketersediaan pasokan dan fisik, Bulog Madiun sudah siap 100 persen untuk mendistribusikan bantuan tersebut.

"Kalau persiapan dan lain-lain insya Allah sudah siap. Kemasan insya Allah juga sudah cukup. Stok aman dan sangat mencukupi," ujar Agung, Senin (3/8/2026).

Meskipun kesiapan gudang, stok beras, hingga kemasan telah rampung, Agung menyampaikan bahwa saat ini pihak Bulog Madiun masih menunggu regulasi administrasi serta data final penerima dari pemerintah pusat.

"Data Penerima Bantuan Pangan kan kami belum dapat, dan surat penugasan resmi dari Bapanas (Badan Pangan Nasional) ke kami juga masih kita tunggu," terangnya.

Agung menjelaskan bahwa komoditas bantuan pangan yang diturunkan oleh pemerintah pusat pada periode kali ini murni berupa beras, tanpa menyertakan komoditas lain seperti MinyakKita.

Adapun alokasi bantuan ini mencakup program untuk tiga bulan sekaligus, yakni alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026.

"Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima jatah 10 kilogram beras per bulan. Karena ini mencakup alokasi tiga bulan (Juli, Agustus, September), maka total yang diterima masing-masing KPM sebanyak 30 kilogram," jelas Agung.

Terkait dengan peluncuran (launching) penyaluran bantuan pangan tersebut, Bulog Madiun telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Madiun.

Rencananya, kegiatan launching akan dihadiri dan diresmikan Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Lokasi peluncuran perdana penyaluran bantuan pangan ini diproyeksikan bakal digelar di Desa Balerejo Kebonsari.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati Hari Wuryanto. Sewaktu-waktu surat penugasan turun, launching penyaluran akan dilaksanakan bersama Pak Bupati, rencananya di Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari," pungkas Agung.

Dengan kesiapan stok dan kemasan di gudang Bulog, masyarakat penerima manfaat diharapkan dapat menerima bantuan pangan beras ini tepat waktu.

close
Pasang Iklan Disini