Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Layak Tampil di Piala Dunia 2030, Presiden Prabowo Minta PSSI Susun Blueprint Timnas Indonesia

Iki Radio — Presiden Prabowo Subianto menilai Tim Nasional Indonesia sudah sangat layak untuk tampil di panggung Piala Dunia 2030. Untuk mewujudkan mimpi besar tersebut, Kepala Negara meminta PSSI segera menyusun cetak biru (blueprint) sebagai panduan pembangunan sepak bola nasional yang terarah dan berkelanjutan dari kelompok usia dini hingga level senior.

Pesan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo melalui sambutan yang dibacakan oleh Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam Kongres Biasa PSSI 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

Meski menembus Piala Dunia 2030 bukanlah pekerjaan mudah, Presiden menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa besar harus berani memasang target tinggi.

“Saya memandang Indonesia layak tampil di Piala Dunia 2030. Bukan hal yang mudah, tetapi kita harus berupaya semaksimal mungkin,” ujar Erick Thohir saat membacakan amanat Presiden Prabowo.

Target besar ini sejalan dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo saat menerima Erick Thohir dan Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, di Hambalang pada 19 Juni 2026 lalu.

Pemerintah memastikan dukungan total menjelang bergulirnya Kualifikasi Piala Dunia 2030, yang mencakup pengalokasian dana serta peningkatan fasilitas pendukung secara memadai. Pembinaan usia dini dan SDM, dengan melakukan pencarian bakat merata di seluruh daerah agar setiap anak bangsa mendapat kesempatan membela Garuda. Dan kebijakan strategis untuk memperkuat ekosistem sepak bola nasional.

Presiden mengingatkan bahwa prestasi kelas dunia tidak bisa dibangun secara instan.

“Tidak ada kemenangan tanpa disiplin. Tidak ada prestasi tanpa pengorbanan, dan tidak ada kejayaan tanpa kerja sama. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi kemajuan sebuah bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa misi menuju Piala Dunia 2030 tidak bisa hanya menjadi beban pemerintah dan PSSI semata. Seluruh ekosistem—mulai dari klub, akademi, pelatih, pemain, suporter, pemda, dunia usaha, hingga media—harus bergerak selaras.

Bagi Presiden, sepak bola bukan sekadar urusan skor pertandingan, melainkan alat pemersatu bangsa yang merekatkan seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang suku, agama, dan latar belakang.

“Saya yakin dengan persatuan, kerja keras, disiplin, dan semangat gotong royong, Indonesia mampu mencapai cita-cita besar tersebut. Bukan hanya lolos ke Piala Dunia 2030, tetapi untuk membangun Indonesia yang semakin kuat dan disegani dunia,” tutupnya.

Ancaman Kekeringan Mengintai, Bupati Madiun Optimis Pertanian Daerah Tetap Unggul

Iki Radio — Potensi kekeringan mulai mengancam kawasan lahan pertanian di Kabupaten Madiun. Meski dibayang-bayangi tantangan cuaca ekstrem, Pemerintah Kabupaten Madiun tetap optimis terhadap ketahanan dan potensi sektor pertanian setempat sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur.

Bupati Madiun menegaskan bahwa potensi pertanian di daerahnya masih sangat besar untuk terus berkembang.

Saat ini, rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Madiun telah mencapai 7 ton per hektar—sebuah capaian yang tergolong kuat, namun dinilai masih bisa ditingkatkan lebih jauh.

“Kami berharap produktivitasnya bisa terus ditingkatkan. Saya pernah berkunjung ke beberapa daerah lain yang produktivitasnya bisa mencapai 10 ton per hektar. Insyaallah, Kabupaten Madiun juga bisa menyusul,” ujar Bupati Madiun, usai pertemuan dengan sejumlah petani, di Puspem Caruban Madiun, Senin (3/8/2026)..

Guna memitigasi dampak musim kemarau dan ancaman kekurangan air pasokan irigasi, Bupati mengimbau para petani untuk lebih bijak dalam mengelola sumber daya air yang ada.

Penghematan dan pengaturan distribusi air dinilai menjadi kunci utama agar aktivitas tanam tidak terganggu.

Pemanfaatan air irigasi harus dilakukan secara efektif dan efisien, pengaturan pola tanam dan jadwal pengairan harus terukur agar air tidak muspro (terbuang sia-sia), serta manajemen air yang disiplin saat musim kering adalah faktor penentu keberhasilan panen.

“Pemanfaatan air harus diefektifkan dan diefisienkan supaya air tidak muspro. Manajemen air saat musim kering adalah kuncinya,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan para petani dalam menjaga efisiensi irigasi, Kabupaten Madiun diharapkan tidak hanya mampu bertahan dari ancaman kekeringan, tetapi juga terus meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan pangan regional maupun nasional.(ir)

 

Tiap KPM Akan Terima 30 Kg, Bulog Madiun Siap Salurkan Beras Bantuan Pangan

Iki Radio – Perum Bulog Kantor Cabang Madiun menyatakan kesiapannya untuk menyalurkan Program Bantuan Pangan beras kepada masyarakat penerima manfaat.

Penyaluran bantuan tersebut rencananya akan diluncurkan pada momen peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026 mendatang.

Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, memastikan bahwa dari segi ketersediaan pasokan dan fisik, Bulog Madiun sudah siap 100 persen untuk mendistribusikan bantuan tersebut.

"Kalau persiapan dan lain-lain insya Allah sudah siap. Kemasan insya Allah juga sudah cukup. Stok aman dan sangat mencukupi," ujar Agung, Senin (3/8/2026).

Meskipun kesiapan gudang, stok beras, hingga kemasan telah rampung, Agung menyampaikan bahwa saat ini pihak Bulog Madiun masih menunggu regulasi administrasi serta data final penerima dari pemerintah pusat.

"Data Penerima Bantuan Pangan kan kami belum dapat, dan surat penugasan resmi dari Bapanas (Badan Pangan Nasional) ke kami juga masih kita tunggu," terangnya.

Agung menjelaskan bahwa komoditas bantuan pangan yang diturunkan oleh pemerintah pusat pada periode kali ini murni berupa beras, tanpa menyertakan komoditas lain seperti MinyakKita.

Adapun alokasi bantuan ini mencakup program untuk tiga bulan sekaligus, yakni alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026.

"Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima jatah 10 kilogram beras per bulan. Karena ini mencakup alokasi tiga bulan (Juli, Agustus, September), maka total yang diterima masing-masing KPM sebanyak 30 kilogram," jelas Agung.

Terkait dengan peluncuran (launching) penyaluran bantuan pangan tersebut, Bulog Madiun telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Madiun.

Rencananya, kegiatan launching akan dihadiri dan diresmikan Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Lokasi peluncuran perdana penyaluran bantuan pangan ini diproyeksikan bakal digelar di Desa Balerejo Kebonsari.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati Hari Wuryanto. Sewaktu-waktu surat penugasan turun, launching penyaluran akan dilaksanakan bersama Pak Bupati, rencananya di Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari," pungkas Agung.

Dengan kesiapan stok dan kemasan di gudang Bulog, masyarakat penerima manfaat diharapkan dapat menerima bantuan pangan beras ini tepat waktu.

Indonesia Open Taekwondo 2026 Resmi Bergulir

Iki Radio - Indonesia kembali menegaskan kapasitasnya sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional dengan dibukanya 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (2/8/2026). Sebanyak 531 atlet dari 36 negara ambil bagian dalam kejuaraan level G2 World Taekwondo yang masuk dalam perhitungan poin kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Pembukaan kejuaraan dihadiri Duta Besar Korea Selatan Yoon Soon-Gu, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu selaku Chef de Mission Asian Games 2026, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, sejumlah gubernur, Presiden Asian Taekwondo Union (ATU) Kim Sang-jin, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari, serta jajaran pengurus olahraga nasional.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon mengatakan penyelenggaraan Indonesia Open 2026 menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah taekwondo nasional. Kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI.

"Kejuaraan ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dalam sejarah taekwondo di Indonesia karena setelah hampir dua dekade, akhirnya Indonesia kembali menyelenggarakan kejuaraan taekwondo sebesar ini," ujar Richard.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah merupakan hasil proses bidding yang kompetitif melawan Malaysia dan India. Kepercayaan yang diberikan Asian Taekwondo Union menjadi bukti meningkatnya reputasi Indonesia dalam penyelenggaraan event olahraga internasional.

Richard menilai kehadiran peserta dari Asia, Eropa, hingga Australia menunjukkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia sekaligus membuka peluang memperkuat sport tourism dan meningkatkan citra Indonesia di tingkat global.

Presiden Asian Taekwondo Union Kim Sang-jin memberikan apresiasi atas kesiapan Indonesia dalam menggelar kejuaraan tersebut. Ia memuji dukungan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua PBTI Richard Tampubolon, serta seluruh panitia yang dinilai berhasil menghadirkan penyelenggaraan bertaraf internasional.

"Indonesia telah menunjukkan penyelenggaraan luar biasa. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan keramahtamahan yang hangat untuk mewujudkan Indonesia Open yang sukses," kata Kim.

Dalam kesempatan itu, Presiden ATU bersama Ketua Umum PBTI juga menyematkan sabuk hitam DAN Kukkiwon kehormatan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebagai bentuk penghargaan atas dukungan terhadap pengembangan olahraga taekwondo.

Sementara itu, hingga Minggu siang, kontingen Indonesia berhasil mengoleksi enam medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Salah satu penyumbang emas, Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy, mengaku bangga dapat meraih prestasi di hadapan publik sendiri.

Menurut Hafizh, Indonesia Open menjadi pengalaman berharga karena menghadirkan persaingan yang sangat kompetitif sekaligus memberikan peluang mengumpulkan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

"Terima kasih kepada PBTI yang sudah membawa turnamen level G2 ke Indonesia. Ini sangat bagus karena menjadi kesempatan mengumpulkan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028," ujarnya.

Pada kejuaraan ini, Indonesia menurunkan 31 atlet pelatnas, terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae. Nomor poomsae dipertandingkan pada 1–2 Agustus 2026, sedangkan nomor kyorugi berlangsung 3–5 Agustus 2026.

Kejuaraan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional, memperkuat diplomasi olahraga, serta mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sumber daya manusia unggul dan meningkatkan daya saing Indonesia melalui prestasi di tingkat internasional.

Mulai 17 Agustus, Pemerintah Salurkan Hampir 1 Juta Ton Beras bagi KPM

Iki Radio - Pemerintah kembali memperkuat perlindungan sosial melalui program bantuan pangan beras. Melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah menugaskan Perum Bulog menyalurkan 997,2 ribu ton beras kepada 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai 17 Agustus 2026.



Program yang mencakup alokasi Juli hingga September 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat, memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga di seluruh Indonesia.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan setiap penerima akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram. Penyaluran dilakukan sekaligus untuk tiga bulan alokasi agar bantuan dapat segera diterima masyarakat.

"Pemerintah menugaskan Bulog untuk menyalurkan cadangan pangan pemerintah kepada 33.244.408 penerima masing-masing sebanyak 10 kilogram untuk alokasi Juli hingga September 2026," ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2026).

Pemerintah juga memilih momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai waktu dimulainya penyaluran bantuan. Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, mengatakan langkah tersebut menjadi simbol kehadiran negara dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan.

Penyaluran bantuan akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai 17 Agustus 2026. Pemerintah berharap distribusi dapat berlangsung cepat dan menjangkau seluruh penerima sesuai target.

Untuk memperluas akses masyarakat, pemerintah tidak hanya mengandalkan jaringan Perum Bulog, tetapi juga mengoptimalkan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai titik penyaluran. Koperasi yang memiliki fasilitas memadai dan berada dekat dengan lokasi penerima bantuan akan dimanfaatkan agar distribusi lebih mudah, cepat, dan efisien.

Dalam memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi terbaru yang telah diperbarui pada 10 Juli 2026. Basis data tersebut disusun melalui kerja sama antara Bapanas, Kementerian Sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga penyaluran diharapkan semakin akurat.

Pemerintah juga meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Perum Bulog di masing-masing wilayah untuk memastikan seluruh proses distribusi berjalan lancar. Targetnya, penyaluran bantuan pangan tahap kedua dapat terealisasi 100 persen.

Program bantuan pangan beras tahap kedua merupakan salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat jaring pengamanan sosial. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp17,52 triliun untuk mendukung penyaluran hampir satu juta ton beras kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat.

Sebelumnya, penyaluran bantuan pangan tahap pertama untuk alokasi Februari dan Maret 2026 telah menjangkau 33,14 juta keluarga atau sekitar 99,7 persen dari target. Sebanyak 664,88 ribu ton beras dan 132,97 ribu kiloliter minyak goreng telah berhasil disalurkan kepada masyarakat.

Ribuan Jemaah Hadiri Haul Akbar di Pendopo Ronggo Djumeno

Iki Radio — Suasana khidmat dan penuh keberkahan mewarnai Pendopo Ronggo Djumeno, Kabupaten Madiun. Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati lokasi untuk mengikuti gelaran Haul Akbar yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458.

Majelis zikir dan doa bersama ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan Perangkat Daerah, para habaib, masyayikh, serta alim ulama dari berbagai daerah seperti Kediri, Trenggalek, Tuban, dan Surabaya.

Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Jemaah Al Khidmah Jawa Timur, K.H. Abdul Rahman, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya majelis zikir ini. Ia mengucapkan terima kasih khusus kepada Pemerintah Kabupaten Madiun atas dukungan dan izin pemanfaatan pendopo megah sebagai pusat kegiatan spiritual masyarakat.

"Sekali lagi terima kasih kepada semua pihak, khususnya kepada Bapak Bupati Madiun yang telah memberikan izin untuk diadakan Haul di pendopo yang megah ini. Semoga ini merupakan awal yang berkah untuk Kabupaten Madiun," ujar K.H. Abdul Rahman.

Sementara itu, Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-458 yang dirangkai dengan Haul Akbar ini merupakan momentum penting untuk mensyukuri berbagai nikmat dan pencapaian pembangunan daerah.

"Semua keberhasilan tentu tidak terlepas dari kerja keras, kebersamaan, doa, dan dukungan seluruh elemen masyarakat," ungkap Bupati Hari Wuryanto.

Bupati juga menjelaskan alasan pemilihan lokasi majelis di Pendopo Ronggo Djumeno ketimbang Pendopo Muda Graha. Menurutnya, kapasitas Ronggo Djumeno jauh lebih memadai untuk menampung antusiasme jemaah yang mencapai 2.000 hingga 3.000 orang. Ia berharap agenda keagamaan ini dapat terus berjalan secara rutin setiap tahunnya.

Di hadapan para ulama dan jemaah, Bupati Madiun turut memohon doa restu agar jajaran pemerintah daerah senantiasa diberikan kekuatan dan kemudahan dalam mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

"Kami memohon doa dari seluruh alim ulama dan jemaah agar Kabupaten Madiun selalu diberikan keamanan, ketenteraman, keberkahan rezeki, serta dijauhkan dari segala bentuk musibah dan perpecahan, menuju daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," pungkasnya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian mau'idhoh hasanah oleh Dewan Penasihat Jemaah Al Khidmah Pusat, Romo K.H. Dr. Abdul Rosyid, serta doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bangsa.

Menag: Zikir Kebangsaan Perkuat Persatuan Menuju Indonesia Berdaulat

Iki Radio - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan modal strategis dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. 

Pesan itu disampaikan saat membuka Zikir dan Doa Kebangsaan bertema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.



Menag mengatakan zikir dan doa kebangsaan merupakan bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia yang, sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, diraih atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa. 

"Melalui zikir dan doa bersama ini, kita meneguhkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus memohon keberkahan agar Indonesia terus maju dan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan," ujarnya.

Menurut Nasaruddin, di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat peradaban dunia. Selain ditopang stabilitas ekonomi, kondisi sosial dan politik nasional juga dinilai relatif kondusif dibandingkan sejumlah negara yang masih dilanda konflik.

Ia menilai pelaksanaan zikir dan doa kebangsaan menjadi bukti nyata bahwa kerukunan antarumat beragama hidup dan tumbuh di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. 

"Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," katanya.

Menag mengungkapkan, upaya menjaga harmoni antarumat beragama menunjukkan hasil yang positif. Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, merupakan capaian tertinggi sejak indikator tersebut diukur sekaligus melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025.

Selain itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada 2025. Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari peran tokoh agama yang secara konsisten membina umat dan menjaga persatuan bangsa. 

"Kerukunan adalah modal dasar pembangunan. Karena itu kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama yang terus menjaga harmoni di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia menekankan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi, teknologi, atau politik, tetapi juga oleh kekuatan moral, doa, dan persatuan. "Dengan zikir kita meneguhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja nyata kita membangun bumi. Bangsa yang besar dibangun oleh keluhuran akhlak dan kokohnya kerukunan," tutup Nasaruddin.

Sekitar 100 ribu peserta dari berbagai daerah dan lintas agama mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas. Kehadiran para tokoh agama, pimpinan umat, menteri-menteri kabinet merah putih dan masyarakat dari berbagai latar belakang menjadi simbol kuat semangat persatuan menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ratusan Ribu Warga Padati Monas, Zikir dan Doa Kebangsaan Sambut HUT Ke-81 RI

Iki Radio - Ratusan ribu masyarakat dari berbagai daerah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan bertema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menghadirkan doa bersama lintas agama sebagai ikhtiar memperkuat persatuan bangsa dan mendoakan Indonesia agar semakin maju.

Sejak siang, peserta dari berbagai provinsi berdatangan ke Monas. Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari tokoh agama, pendidik, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum yang mengikuti doa bersama menjelang peringatan 17 Agustus.

Salah seorang peserta, Idah Baridah, guru yang tergabung dalam rombongan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, mengatakan kehadirannya bersama rombongan bertujuan mendoakan bangsa agar tetap aman, sejahtera, dan terus berkembang. "Kami datang untuk mengikuti zikir dan doa bersama agar negara semakin aman, sejahtera, dan maju dalam berbagai bidang," ujar Idah, Sabtu (1/8/2026).

Ia menyebut rombongan dari Kabupaten Bogor mengerahkan sekitar 39 bus, dengan masing-masing bus mengangkut sekitar 54 hingga 55 peserta, sehingga jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari dua ribu orang.

Semangat serupa disampaikan Paulus, perwakilan Perkumpulan Keluarga Besar Guru Agama Jakarta Barat. Bersama rombongannya, ia mengikuti doa kebangsaan sebagai bentuk harapan agar Indonesia memiliki kepemimpinan yang semakin berintegritas dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Menurut Paulus, peserta dari organisasinya dibagi ke dalam sejumlah kelompok yang masing-masing beranggotakan sekitar 20 orang sebelum bersama-sama memasuki kawasan Monas.

Ia berharap doa bersama lintas agama dapat menjadi momentum memperkuat persaudaraan nasional sekaligus memohon agar para pemimpin bangsa diberikan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah.

"Kami berdoa agar Indonesia semakin adil, jujur, dan terbuka. Semoga para pemimpin diberi keberanian untuk mengambil keputusan yang benar demi kepentingan masyarakat, serta bangsa ini semakin diberkahi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan," katanya.

Penyelenggaraan Zikir dan Doa Kebangsaan tidak hanya menjadi agenda spiritual, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah, profesi, dan latar belakang agama dalam satu semangat persatuan.

Melalui doa bersama tersebut, masyarakat berharap nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan gotong royong terus menjadi fondasi dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, serta semakin kuat menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

close
Pasang Iklan Disini