Iki Radio - Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik
(Bulog) Jawa Timur mencatatkan rekor penyerapan gabah petani tertinggi secara
nasional pada triwulan pertama tahun 2026.
Sampai hari ini, penyerapan gabah petani oleh Bulog Jatim
telah mencapai 387 ribu ton.
 |
| Pimpinan Perum Bulog Wilayah Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho saat di Desa Dolopo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, Selasa (31/3/2026) |
“Sampai hari ini penyerapan di Jawa Timur untuk gabah tertinggi
se-Indonesia. Jadi sebentar lagi kita akan mencapai 50 persen dari target,”
ujar Pimpinan Wilayah Bulog Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho, di Madiun, Selasa
(31/3/2026).
Kata Langgeng, petani sangat terbantu karena memang harga
Gabah Kering Panen (GKP) yang di beli Bulog, yakni Rp 6.500 per kilo.
“Itu di pinggir sawah, sudah dalam bentuk gabah yang
sudah dipanen,” lanjutnya.
Keberhasilan dalam capaian serapan gabah tertinggi secara
nasional ini, juga hasil dari sinergitas Bulog bersama sejumlah pihak lain.
“Strateginya kita memang kebetulan kita sangat dibantu
dari Bapak-Bapak TNI, Babinsa, kemudian Babinkamtibmas, kemudian PPL juga
seperti itu. Kemudian Dinas Pertanian juga sangat intens. Dan memang kebetulan
tahun ini kan cuaca juga sangat mendukung,” terangnya.
Selain itu, Langgeng juga mengingatkan potensi terjadinya
El Nino yang dimungkinkan juga akan membawa pengaruh pada hasil pertanian.
“Kita berharap makanya betul-betul program dari pemerintah
dimanfaatkan. Harga Rp 6.500 juga sangat menguntungkan petani. Jadi itu memang
identik, inline dengan kesejahteraan petani yang semakin meningkat, dan
sekarang petani juga akan semakin bersemangat untuk menanam padinya,”
lanjutnya.
Selain padi, Bulog juga melakukan penyerapan untuk
komoditi jagung. Dimana saat ini, penterapannya di Bulog Jatim juga tertinggi
secara nasional.
“Kita sudah 56 ribu ton dari target 100 ribu ton. Jawa
Timur sekarang sudah separuh lebih. Jadi Alhamdulillah berkat dukungan semuanya
TNI - Polri, kemudian Pemerintah Daerah, hal-hal yang ditargetkan oleh
Pemerintah ke Perum Bulog Jawa Timur insyaallah bisa terpenuhi,” imbuhnya.
Sedangkan untuk minyak goreng (Minyak Kita), Bulog Jatim
masih mempunyai stok hampir 1 juta liter.
“Untuk mengisi stok di pasar-pasar, di luar minyak yang disalurkan
untuk bantuan pangan,” jelasnya.
Sementara itu krisis energi global, akibat terjadinya
geopolitik di kawasan Timur Tengan, sangat dimungkinakan akan membawa pengaruh
terhadap kondisi perekonomian dalam negeri. Dikhawatirkan, akan membawa dampak
pada kondisi pangan nasional.
Namun, Bulog Jatim juga memastikan stok pangan di gudang
Bulog seluruh Jawa Timur, aman hingga 14 bulan kedepan.
“Masyarakat Jawa Timur tidak usah panik karena stok (pangan)
yang dikuasai oleh Perum Bulog Jawa Timur di seluruh Jawa Timur 1.093.000 ton,”
jelas Langgeng.
Selain itu justru Bulog Jawa Timur juga mengirimkan beras
di 16 provinsi lain yang defisit.
“Kita memang wilayah surplus jadi kita membantu
wilayah-wilayah lain. Seperti Papua, NTT, Maluku, kemudian Bali, Kalimantan.
Itu, jadi kita sudah 16 provinsi yang dikirim berasnya dari Jawa Timur,” katanya.
Bahkan untuk untuk wilayah Asia Tenggara, stok pangan
Bulog salah satu yang tertinggi sekarang.
“Dan memang terbukti tahun 2025 sama sekali tidak ada
impor sama sekali, satu butir beras pun enggak ada impor. Jadi kita bisa
swasembada berkat pemerintahan ini,” pungkasnya.(sw/IR)