Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

74 Calon Paskibraka Bojonegoro Ikuti Pemusatan Diklat

Iki Radio - 74 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 resmi mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan sebagai persiapan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pembukaan pendidikan berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (23/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memberikan motivasi kepada para peserta agar terus menanamkan semangat belajar, menjaga akhlak, serta memiliki cita-cita besar demi meraih masa depan yang lebih baik.

"Kelas XI adalah modal untuk menentukan masa depan. Setelah lulus nanti, pilihan hidup ada di tangan kalian sendiri. Jika ingin sukses, kuncinya adalah belajar dengan sungguh-sungguh, terus berikhtiar, serta selalu berbakti dan memohon doa kepada orang tua. Keberhasilan bukan berada di tangan orang lain, tetapi berada di tangan kita sendiri," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, kerja keras, dan ketangguhan. Teguran dari guru maupun pembina, lanjutnya, harus dipandang sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Selain memberikan motivasi, Wakil Bupati turut memperkenalkan berbagai program beasiswa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai bentuk investasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program tersebut meliputi Beasiswa Desa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, Beasiswa Prestasi, Beasiswa Gus dan Ning bagi santri, hingga bantuan penyelesaian tugas akhir bagi mahasiswa.

"Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berinvestasi pada sumber daya manusia melalui berbagai program beasiswa. Kami ingin semakin banyak anak-anak Bojonegoro yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi, meraih cita-cita, dan kelak menjadi kebanggaan orang tua serta daerahnya," ungkapnya.

Di akhir arahannya, Nurul Azizah mengajak seluruh peserta Paskibraka untuk tetap optimistis dan terus memperjuangkan mimpi mereka.

"Jangan pernah kehilangan semangat. Bermimpilah setinggi-tingginya dan perjuangkan mimpi itu dengan kerja keras. Jadilah anak-anak Bojonegoro yang sukses, membanggakan orang tua, serta membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Amir Syahid melaporkan bahwa 74 peserta yang mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan merupakan hasil seleksi ketat dari 551 pelajar SMA/SMK sederajat di Kabupaten Bojonegoro. Mereka telah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan dan Pancasila, Tes Intelegensi Umum, pemeriksaan kesehatan, parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan, hingga penilaian kepribadian dan rekam jejak media sosial. 

Prestasi Paskibraka Bojonegoro juga terus menunjukkan peningkatan. Dalam empat tahun terakhir, Kabupaten Bojonegoro berhasil meloloskan satu peserta menjadi Paskibraka tingkat nasional, yakni Reihan Nifan Arkana dari SMA Negeri Taruna Bojonegoro, serta dua peserta lainnya Sandya dan Satriya terpilih sebagai Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.

Ombudsman Gorontalo Soroti Tingginya Harga Bahan Pokok

Iki Radio - Tingginya harga pangan di Provinsi Gorontalo pada 20 - 22 Juli 2026  dipandang sebagai persoalan serius pelayanan publik yang menuntut perhatian nyata dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

Wahiyudin Mamonto, Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Gorontalo

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga minyak goreng di pasar tradisional Gorontalo tercatat Rp27.000 per kilogram pada 20 Juli 2026 dan meningkat menjadi Rp27.100 per kilogram pada 22 Juli 2026, serta berada pada posisi tertinggi dibanding provinsi lain dalam data yang tersedia.

Pada komoditas beras di pasar modern, Gorontalo tercatat Rp20.250 per kilogram pada 20 Juli 2026, 21 Juli 2026, dan 22 Juli 2026, dan pada ketiga tanggal tersebut juga berada pada posisi harga tertinggi secara nasional.

"Fakta ini menunjukkan bahwa masyarakat Gorontalo menanggung beban harga kebutuhan pokok yang lebih berat dibanding banyak daerah lain, padahal beras dan minyak goreng merupakan komoditas yang sangat mendasar dalam kehidupan sehari-hari," kata  Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman  Perwakilan Provinsi Gorontalo, Wahiyudin Mamonto, Kamis (23/7/2026).

Wahiyudin mengatakan, disparitas harga bahan pokok tersebut terlihat jelas dari data pembanding. Pada komoditas beras pasar modern, Jawa Tengah tercatat Rp16.900 per kilogram pada 20 Juli 2026, Rp16.900 per kilogram pada 21 Juli 2026, dan Rp16.950 per kilogram pada 22 Juli 2026.

Dengan demikian, selisih harga beras antara Gorontalo dan Jawa Tengah berada pada kisaran Rp3.300 sampai Rp3.350 per kilogram.

Pada komoditas minyak goreng pasar tradisional, Sulawesi Barat tercatat Rp23.250 per kilogram pada 20 Juli 2026 dan 22 Juli 2026, sedangkan Kalimantan Utara berada pada angka Rp23.300 per kilogram pada dua tanggal yang sama. Artinya, harga minyak goreng di Gorontalo lebih tinggi sekitar Rp3.700 sampai Rp3.850 per kilogram.

"Selisih ini bukan angka kecil, melainkan gambaran konkret bahwa masyarakat Gorontalo harus membayar lebih mahal untuk kebutuhan pokok yang sama," ujar Wahiyudin.

Dalam perspektif Ombudsman, persoalan harga pangan tidak cukup dilihat semata sebagai dinamika pasar. Ketika dua komoditas strategis menempati posisi harga tertinggi secara nasional selama beberapa hari berturut-turut, kondisi itu patut dibaca sebagai indikator bahwa pelayanan publik pada sektor yang sangat mendasar belum berjalan secara optimal.

Negara tidak cukup hanya memantau data harga, tetapi juga berkewajiban menghadirkan respons yang cepat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan ketika keterjangkauan kebutuhan dasar masyarakat terganggu.

Dalam kerangka pelayanan publik, keterjangkauan pangan merupakan bagian penting dari pemenuhan hak warga atas layanan dasar yang layak.

Beras dan minyak goreng memiliki dampak langsung terhadap rumah tangga.

Tingginya harga dua komoditas ini dapat menambah pengeluaran bulanan, mempersempit daya beli, dan memperberat beban kelompok masyarakat yang paling rentan.

"Karena itu, persoalan harga pangan harus ditempatkan bukan hanya sebagai isu ekonomi, tetapi sebagai isu pelayanan publik yang menyentuh kepentingan luas masyarakat," ucap Wahiyudin.

Dari sudut pengawasan pelayanan publik, posisi Gorontalo sebagai daerah dengan harga tertinggi menunjukkan perlunya evaluasi atas efektivitas pengendalian harga, stabilisasi pasokan, koordinasi antarinstansi, dan pengawasan tata niaga komoditas strategis.

Ombudsman berpandangan bahwa kualitas pelayanan publik tidak boleh diukur hanya dari ada atau tidaknya program, rapat, atau langkah administratif, tetapi dari hasil nyata yang dirasakan masyarakat. Bila harga pangan tetap tinggi, maka wajar apabila publik mempertanyakan efektivitas kebijakan yang telah dijalankan, ketepatan waktu intervensi, serta sejauh mana masyarakat memperoleh penjelasan yang jujur dan memadai mengenai keadaan tersebut.

"Semakin mendasar kebutuhan yang terdampak, semakin besar pula kewajiban negara untuk memberikan jawaban yang cepat, terbuka, dan berbasis tindakan nyata," tutur Wahiyudin.

Dari sudut kepatutan pelayanan publik, masyarakat berhak mengetahui mengapa harga pangan di daerahnya berada pada posisi tertinggi dibanding wilayah lain.

Penjelasan itu penting agar masyarakat tidak hanya menerima akibat berupa harga tinggi, tetapi juga memahami penyebab, langkah yang telah ditempuh pemerintah, dan arah perbaikannya.

Dalam prinsip pelayanan publik yang baik, masyarakat tidak cukup diberi imbauan untuk bersabar, melainkan harus diberi kepastian bahwa penyelenggara negara bekerja secara serius dan bertanggung jawab.

Konsistensi harga beras Gorontalo yang tetap berada pada angka Rp20.250 per kilogram selama tiga hari berturut-turut menunjukkan bahwa persoalan ini bukan fluktuasi harian yang sempit.

Demikian pula minyak goreng yang naik dari Rp27.000 per kilogram menjadi Rp27.100 per kilogram dalam dua tanggal pengamatan memperlihatkan bahwa harga di Gorontalo bukan hanya tinggi, tetapi juga bergerak naik ketika daerah lain masih berada pada level yang lebih rendah.

Keadaan ini menandakan perlunya respons yang lebih serius, karena data yang tersedia telah memberikan sinyal yang cukup jelas mengenai beban yang dihadapi masyarakat.

Dalam kerangka pengawasan Ombudsman, kondisi ini layak menjadi bahan evaluasi atas responsivitas penyelenggara pelayanan publik. Responsivitas berarti kemampuan pemerintah membaca persoalan masyarakat, mengenali risiko, dan mengambil tindakan yang tepat sebelum beban warga menjadi semakin berat.

Jika data menunjukkan harga kebutuhan pokok berada pada posisi tertinggi, maka tindakan korektif seharusnya tidak ditunda atau dibiarkan berjalan tanpa penjelasan. Keterbukaan informasi juga menjadi unsur penting, karena masyarakat berhak mengetahui kebijakan apa yang sedang ditempuh, pihak mana yang bertanggung jawab, dan kapan perbaikan diharapkan terjadi.

Ombudsman memandang bahwa pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah, dan instansi teknis terkait perlu segera menyampaikan penjelasan resmi kepada publik mengenai kondisi harga beras dan minyak goreng di Gorontalo sebagaimana tercermin dalam data PIHPS.

Penjelasan itu perlu memuat keadaan aktual, langkah yang sudah dilakukan, rencana intervensi berikutnya, dan ukuran keberhasilan yang dapat dipantau oleh masyarakat.

Wahiyudin mengungkapkan pengawasan terhadap tata niaga komoditas strategis perlu diperkuat agar tidak terdapat hambatan yang menyebabkan masyarakat menanggung harga lebih tinggi tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penyampaian informasi harga dan langkah penanganannya juga harus dilakukan secara berkala, jelas, dan mudah diakses sebagai bagian dari kewajiban pelayanan publik.

Persoalan ini juga harus dilihat dalam kerangka keadilan pelayanan publik antarwilayah. Ketika masyarakat di daerah lain dapat memperoleh komoditas yang sama dengan harga yang jauh lebih rendah, sedangkan masyarakat Gorontalo harus membayar lebih mahal, maka muncul persoalan kesetaraan manfaat dari kebijakan publik.

Pelayanan publik yang baik menuntut agar perbedaan kondisi wilayah tidak berujung pada melemahnya perlindungan terhadap hak masyarakat atas kebutuhan dasar yang terjangkau. Karena itu, tingginya harga pangan di Gorontalo tidak boleh dinormalisasi sebagai keadaan biasa, tetapi harus dijadikan dasar untuk memperkuat evaluasi, akuntabilitas, dan tindakan korektif.

Pada akhirnya, data PIHPS yang menunjukkan Gorontalo berada pada posisi tertinggi secara nasional untuk minyak goreng pasar tradisional dan beras pasar modern pada 20 - 22 Juli 2026 merupakan sinyal kuat bahwa negara perlu hadir lebih efektif dalam melindungi kepentingan dasar warga.

Ombudsman berpandangan bahwa temuan ini harus dijadikan dasar evaluasi dan tindakan nyata agar masyarakat tidak terus menanggung beban harga kebutuhan pokok yang tinggi tanpa kepastian penyelesaian. Dengan demikian, persoalan harga pangan harus diperlakukan sebagai ukuran konkret kualitas pelayanan publik, akuntabilitas kebijakan, dan keberpihakan negara kepada masyarakat. 

HAN 2026: Veronica Tan Ajak Daerah Bangun Ruang Aman dan Inklusif untuk Anak

Iki Radio - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mendorong pemerintah daerah menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang generasi Indonesia. Hal itu disampaikannya saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).

Menurut Veronica, anak-anak membutuhkan ruang yang tidak hanya aman untuk bermain, tetapi juga mendukung mereka belajar, berkreasi, berolahraga, dan mengembangkan minat serta bakat. Penyediaan ruang tersebut, sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia.

Untuk mewujudkannya, Veronica Tan mendorong pemerintah daerah membangun fasilitas publik secara terintegrasi melalui kolaborasi dengan arsitek, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat. Fasilitas yang dibangun dapat berupa perpustakaan, amfiteater, ruang olahraga, hingga ruang berkegiatan di tingkat RW yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Ia juga meminta Forum Anak dan Forum Perempuan dilibatkan dalam proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) agar fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pembangunan ruang publik tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan dirancang secara berkelanjutan.

Selain itu, dia mengusulkan pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membangun fasilitas percontohan yang selanjutnya dapat dipelihara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia berharap Kota Depok dapat menjadi daerah percontohan dalam pembangunan ruang aman dan inklusif bagi anak yang nantinya dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Veronica juga mengingatkan pentingnya pembentukan karakter anak melalui penguatan akal dan budi. Menurutnya, akal diperoleh melalui pendidikan dan ilmu pengetahuan, sedangkan budi menjadi landasan moral dalam memanfaatkan pengetahuan, termasuk di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). 

"Jangan banyak lihatin yang aneh-aneh. Kita harus bisa memastikan apa yang adik-adik lihat," pesannya.

Ia juga mengingatkan anak-anak untuk berani mengatakan "tidak" terhadap berbagai bentuk ancaman di ruang digital, termasuk praktik grooming maupun percakapan yang melanggar privasi pribadi dan keluarga.

Untuk itu, Veronica Tan berharap penyediaan ruang aman yang dibarengi dengan penguatan karakter dan literasi digital dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia yang berkualitas.

Blak-blakan, Jelang Penyaluran Bapang Pinca Bulog Madiun Bongkar Kualitas Cadangan Beras Pemerintah

Iki Radio — Menjelang penyaluran kembali Bantuan Pangan (Bapang) untuk tiga alokasi dari pemerintah, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Cabang Madiun secara terbuka membongkar kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di wilayah kerjanya.

Transparansi ini ditunjukkan lewat aksi uji tanak dan pengecekan fisik beras secara langsung di Kompleks Pergudangan Jeruk Gulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Kamis (23/7/2026).

Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Madiun, Agung Sarianto, memimpin langsung pengecekan stok tersebut dengan didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Paryoto, serta Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop dan UM) Kabupaten Madiun, Indra Setyawan.

"Kegiatan uji tanak ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan bahwa beras Cadangan Beras Pemerintah yang akan disalurkan kepada masyarakat benar-benar memiliki kualitas yang baik dan layak konsumsi," ujar Agung Sarianto di lokasi.

Agung menambahkan, pengelolaan beras di seluruh gudang Bulog Madiun terus dipantau secara ketat setiap hari guna merespons permintaan pasar maupun program pemerintah.

"Pengecekan kualitas rutin dilakukan setiap hari. Kami memastikan proses pengelolaan beras dilakukan dengan standar yang baik, mulai dari penyimpanan hingga sebelum beras disalurkan. Kami ingin menyampaikan ke masyarakat bahwa beras yang tersimpan ini, meskipun banyak, tetap kami rawat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto, menegaskan bahwa kehadiran pihak Pemkab Madiun adalah untuk melakukan uji organoleptik guna memastikan beras yang akan disalurkan pada  Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam kondisi aman dan layak konsumsi.

"Kita datang di sini untuk meyakinkan uji organoleptik terhadap beras yang akan disalurkan, mulai dari warna hingga persentase butir patah. Setelah dicek langsung, warnanya masih sangat bagus dan tergolong beras baru, bukan beras lama. Beras ini aman dikonsumsi, bebas kutu, dan tidak ada masalah lain," tegas Paryoto.

Ia juga memberikan jaminan perlindungan bagi konsumen. Apabila saat pendistribusian ditemukan beras yang kualitasnya menurun atau tidak layak konsumsi, masyarakat diimbau tidak ragu melapor.

"Ketika ada hal itu saat pendistribusian, penerima manfaat bisa langsung melakukan komplain dan akan segera kami ganti sesuai SOP yang berlaku," tambahnya.

Dari sisi perdagangan, Kepala Disdagkop dan UM Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, menilai ketersediaan beras berkualitas dengan harga terjangkau sangat krusial dalam menekan laju inflasi serta menjaga daya beli masyarakat.

"Ketersediaan pasokan beras yang berkualitas dan terjangkau merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di masyarakat. Program SPHP Beras diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan sehingga harga beras tetap terkendali," paparnya.

Untuk mendukung seluruh program penyaluran Bapang maupun pasar murah, Bulog Cabang Madiun memastikan ketersediaan pasokan dalam posisi yang sangat aman. Total stok yang dikuasai saat ini mencapai 97.000 ton setara beras yang tersebar di beberapa pergudangan di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi.

"Khusus untuk yang tersimpan di Gudang Balerejo ini saja, totalnya mencapai 20.000 ton beras," pungkas Agung Sarianto. (ir)

 

Musim Kemarau, PDAM Kabupaten Madiun Siapkan Layanan Ekstra Bagi Pelanggan

Iki Radio – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, atau yang lebih dikenal dengan PDAM Kabupaten Madiun, menyiapkan layanan ekstra untuk menjamin pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga selama musim kemarau tahun ini.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PDAM Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto, di sela-sela kegiatan "Baha Bersahaja" yang berlangsung di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Rabu (22/7/2026).

Imansyah mengungkapkan bahwa seiring memasukinya musim kemarau, tingkat pemakaian air bersih oleh pelanggan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Meski demikian, pihaknya belum merinci secara detail besaran persentase maupun volume kenaikan konsumsi air tersebut.

Guna memastikan pasokan air tetap terdistribusi dengan baik dan pelayanan masyarakat tidak terganggu, PDAM Kabupaten Madiun telah menyiagakan armada mobil tangki yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.

"Mobil tangki ini disiagakan untuk membantu suplai air bersih secara langsung kepada para pelanggan yang membutuhkan penanganan darurat selama musim kemarau," ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pelanggan setia PDAM Kabupaten Madiun, untuk tetap bijak dan melakukan penghematan dalam penggunaan air sehari-hari guna menjaga kestabilan pasokan selama kemarau berlangsung.(ir)

Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Presiden Pastikan tak Ada Kekosongan Kepemimpinan

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Pelantikan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pelaksanaan program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pelantikan tersebut dilakukan setelah Nanik Sudaryati Deyang secara resmi mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala BGN kepada Presiden karena alasan kesehatan.  

"Ibu Nanik mengajukan permohonan pengunduran diri dalam kapasitas beliau selaku Kepala BGN kepada Bapak Presiden oleh karena alasan kesehatan yang saat ini beliau ingin memohon untuk fokus terlebih dahulu mengatasi masalah kesehatan beliau. Nah secara resmi beliau juga sudah mengirimkan surat pengunduran diri," kata Prasetyo.

Menurutnya, Presiden segera menunjuk pengganti agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di Badan Gizi Nasional mengingat tugas lembaga tersebut tidak dapat ditunda.  

"BGN adalah sebuah institusi yang jenis pekerjaannya tidak bisa ditunda, maka dalam waktu sesingkat-singkatnya Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari beliau. Kemudian sesegera mungkin beliau memutuskan menunjuk penggantinya yang akan direncanakan untuk dilantik hari ini juga agar supaya proses atau tugas yang diemban BGN tidak terjadi kevakuman," jelasnya.

Prasetyo mengungkapkan, penunjukan Sudaryono didasarkan pada sejumlah pertimbangan. Selain mengikuti proses perumusan Program Makan Bergizi Gratis sejak awal, Sudaryono juga dinilai memahami konsep dan mekanisme pelaksanaan program tersebut secara menyeluruh.  

"Beliau juga sejak awal mengikuti dan bersama-sama dengan kami semua berdiskusi, menggagas, dan mengonsep bagaimana teknis pelaksanaan makan bergizi gratis ini," ungkapnya.

Ia menambahkan, pengalaman Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian menjadi nilai tambah dalam memimpin BGN. Menurutnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada ketersediaan bahan pangan yang selama ini didukung oleh sektor pertanian.

"Bagaimanapun juga sumber-sumber bahan baku, sumber-sumber bahan pangan yang kemudian diolah menjadi makanan bergizi gratis bagi para penerima manfaat selama ini memang didukung dan ditopang dalam satu ekosistem oleh Kementerian Pertanian, tempat Pak Sudaryono bertugas sebagai Wakil Menteri Pertanian," pungkasnya.  

Presiden Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN, Program MBG Masuki Babak Baru

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026). Foto: BPMI Setpres

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di BGN untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengangkatan Sudaryono didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.

Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo secara langsung memimpin pengambilan sumpah jabatan Kepala BGN.

"Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ucap Presiden saat mendiktekan sumpah jabatan.

Usai mengucapkan sumpah jabatan, Sudaryono menandatangani berita acara pengambilan sumpah sebagai tanda resmi dimulainya tugas sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Rangkaian pelantikan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming kepada Sudaryono, yang kemudian diikuti para tamu undangan yang hadir di Istana Negara.

Sudaryono Pastikan Sinergi MBG dan Pertanian Perkuat Kesejahteraan Petani

Iki Radio - Menjelang pelantikannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus memberikan manfaat bagi sektor pertanian.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat door stop sebelum dilantik Presiden di Istana Negara, Rabu (22/7/2026). (Dok. Kementan)

Menurutnya, program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat rantai pasok pangan serta menciptakan pasar yang besar bagi petani, peternak, dan nelayan.

Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar mengatakan bahwa kedekatan Kementerian Pertanian (Kementan) dengan program MBG sudah terbangun sejak awal karena sektor pertanian menjadi pemasok utama berbagai kebutuhan pangan dalam program tersebut.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian terus mengawal kesiapan produksi agar kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari dalam negeri.

"Kalau dari sisi pertanian kan kita juga adalah pihak yang sangat berkepentingan dalam MBG ini, bagaimana rantai pasok, kemudian bagaimana ini juga berefek kepada petani-petani kita, peternak-peternak kita, nelayan-nelayan kita kan. Itu kita juga ngikutin, kita memastikan termasuk kalau ada harga telur lah, harga ayam lah, efek terhadap MBG kan, dan semua bisa menilai semua," kata Sudaryono saat doorstop di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut Sudaryono, besarnya kebutuhan pangan dalam program MBG menjadi peluang bagi sektor pertanian untuk terus meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar hasil pertanian. Karena itu, Kementerian Pertanian telah mengantisipasi peningkatan kebutuhan berbagai komoditas, terutama protein hewani.

"Program MBG ini kan seperti Pac-Man, dia emerging market. Dia punya satu besaran konsumsi yang cukup besar. Nah, tentu saja kita sudah antisipasi. Salah satunya misalnya kita respons dengan bagaimana defisit telur, ayam, kemudian di daerah-daerah di luar Jawa direspons dengan rencana investasi Danantara, yang Kementan ikut terlibat di situ, di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan," ujarnya.

Ia mengatakan, meningkatnya permintaan pangan melalui MBG juga memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya ketika sebagian hasil produksi tidak terserap secara optimal.

"Kementan dan petani ini orang yang happy ya, karena dulu kita sering lihat ada mandi susu lah, ada orang buang-buang wortel, buang-buang apa. Nah, saat ini kan sampai sejauh ini alhamdulillah kan itu tidak terjadi," katanya.

Terkait amanah barunya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono menyatakan siap menjalankan tugas yang diberikan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai MBG merupakan program prioritas pemerintah yang telah dipersiapkan secara matang dan membutuhkan dukungan seluruh pihak agar berjalan optimal.

"Program MBG ini kan sebetulnya adalah program prioritas Presiden yang dibahas jauh sebelum kampanye, kemudian menjadi materi kampanye, setelah kemudian beliau dilantik jadi Presiden kemudian itu dilaksanakan. Artinya, ya kalau ditanya ke saya, saya tahu persis," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi dan menyelesaikan berbagai tantangan dalam pelaksanaan MBG agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pertanian nasional.

"Kalau memang ada satu-dua permasalahan, kita bereskan lah. Saya kira fokusnya adalah kita selesaikan persoalan. Karena memang tugas pemerintah adalah mencari persoalan, kemudian kita mencari jawabannya, mencari solusinya, yang kemudian solusinya itu bisa berdampak baik untuk seluruh masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Sudaryono.

close
Pasang Iklan Disini