IkiRadio - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat kinerja positif penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, ditandai dengan peningkatan jumlah penumpang angkutan umum serta penurunan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua Posko Harian Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan Shift Satu, Hananto Prakoso, menyampaikan bahwa secara agregat periode H-8 hingga H+7 menunjukkan tren yang membaik di berbagai sektor transportasi.
“Terjadi peningkatan jumlah penumpang sekitar tujuh hingga delapan persen dibandingkan tahun 2025. Artinya tren angkutan umum, baik darat, laut, udara, maupun kereta api menunjukkan kinerja yang positif,” ujarnya di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Selain itu, data dari Korps Lalu Lintas Polri menunjukkan angka kecelakaan lalu lintas selama periode tersebut mengalami penurunan sekitar 17 persen secara agregat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi angkutan laut, pertumbuhan penumpang tercatat sebesar 10,55 persen atau meningkat sekitar 199.549 penumpang dibandingkan tahun 2025. Pelabuhan dengan jumlah penumpang tertinggi antara lain Batam dan Makassar, dengan total pergerakan mencapai lebih dari 10 ribu penumpang.
Sementara itu, program stimulus transportasi berupa diskon tiket juga menunjukkan realisasi tinggi. Dari alokasi 445.594 tiket diskon, sebanyak 96,9 persen atau sekitar 430.705 tiket telah dimanfaatkan masyarakat. Adapun program tiket gratis juga mencatat tingkat realisasi yang signifikan.
Pada sektor angkutan udara, meskipun terjadi penurunan pergerakan harian akibat distribusi waktu perjalanan, secara kumulatif jumlah penumpang tetap mengalami peningkatan sekitar tiga persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total mencapai lebih dari 3,4 juta penumpang.
Kementerian Perhubungan menilai capaian ini merupakan hasil sinergi lintas sektor dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan transportasi selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Ke depan, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penguatan layanan transportasi guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran di tahun-tahun mendatang.




















