Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Remaja 17 Tahun Asal Meksiko Sabet Emas di ISIF 2026 Depok Lewat Alat Pemadam Api Gelombang Suara "Vortex Tech"

DEPOK, Iki Radio — Prestasi membanggakan ditorehkan oleh seorang remaja berusia 17 tahun asal Tamaulipas, Meksiko, Ángela Karime Venegas Hernández. Ia berhasil meraih medali emas dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, pada 13–17 Oktober 2026.

Ángela sukses mencuri perhatian juri internasional setelah menciptakan inovasi alat pemadam api berbasis gelombang suara frekuensi rendah bernama Vortex Tech. Di ajang ini, ia harus bersaing dengan para inovator muda dari 25 negara setelah sebelumnya lolos dari seleksi tingkat regional hingga nasional di negaranya.

Ide inovatif ini bermula ketika Ángela menyaksikan video meriam sonik (sonic cannon) berukuran sekitar 4 meter milik Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) Amerika Serikat yang memanfaatkan gerakan udara untuk memadamkan api. Dari tayangan tersebut, ia terinspirasi untuk merancang versi yang jauh lebih kecil dan efisien.

Dalam mewujudkan gagasannya, Ángela dibantu oleh sang paman, José Arturo Hernández Muñoz, yang berlatar belakang pendidikan magister sains. Proses pengembangan alat ini memakan waktu sekitar satu tahun hingga menghasilkan lima prototipe yang disempurnakan dari eksperimen-eksperimen sebelumnya.

Vortex Tech bekerja dengan memancarkan gelombang suara yang memicu getaran di udara, sehingga mampu mengganggu dan memutus suplai oksigen yang dibutuhkan api untuk menyala. Perangkat ini dibangun menggunakan komponen yang relatif sederhana, meliputi:

Baterai berukuran 12 volt

Generator frekuensi berukuran 30 hertz

Penguat daya (amplifier)

Pengeras suara (speaker)

Saat ini, Vortex Tech mampu memadamkan api berukuran kecil dalam hitungan detik pada jarak dekat. Kendati demikian, alat ini belum dirancang untuk menggantikan peran alat pemadam kebakaran konvensional yang dapat menangani skala kebakaran besar.

Meski demikian, pencapaian di kancah internasional ini menjadi bukti nyata atas dedikasi dan kerja keras Ángela dalam dunia sains.

"Mendapatkan medali emas ini tak cuma menunjukkan pengakuan [atas penemuan ini], melainkan menjadi hasil dari kerja keras tanpa menyerah, mempercayai ide kami, serta usaha untuk mewujudkannya menjadi kenyataan," ujar Ángela, dikutip dari El País.

Geser Juara Bertahan, Riang Galantrang Bawa MTsN 3 Madiun Puncaki Festival Dai Cilik 2026

MADIUN, Iki Radio — Atrium Plaza Madiun menjadi sakai digelarnya Grand Final Festival Dai Cilik 2026 tingkat SMP/MTs se-Madiun Raya, Sabtu (24/10/2026). 

Sebanyak 30 finalis terbaik dari enam daerah di wilayah Madiun Raya, bersaing ketat menunjukkan kepiawaian retorika dakwah, penguasaan materi, di hadapan dewan juri.

Penampilan Riang Galantrang Setra, siswa MTsN 3 Madiun

Dalam ajang bergengsi tersebut, Riang Galantrang Setra, siswa dari MTsN 3 Madiun, keluar sebagai juara pertama setelah berhasil mengumpulkan total nilai 94,4 poin. 

Keberhasilannya sekaligus menggeser posisi Denting Alunan Mendayu, siswi SMPN 2 Madiun, yang merupakan juara pertama pada edisi tahun 2025 lalu. Pada gelaran tahun ini, Denting harus puas menduduki peringkat kedua dengan perolehan nilai 93,5 poin.

Tidak berhenti disitu, sporter MTsN 3 Madiun, juga berhasil meraih Juara 1 lomba Yel-Yel dengan total nilai 86,5 poin.

Direktur Jawa Pos Radar Madiun sebagai penyelenggara, Ockta Prana Lagawira, menyampaikan rasa bangganya atas kualitas seluruh peserta yang tampil luar biasa di babak puncak.

"Ini anak-anak hebat semua, calon dai dan daiyah masa depan," ungkap Ockta.

Ockta turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Pendidikan se-Madiun Raya, serta para sponsor dan mitra kerja yang konsisten mendukung suksesnya festival syiar pelajar tersebut.

"Ajang ini untuk jenjang SD sudah lima kali digelar, sedangkan untuk jenjang SMP/MTs ini merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya. Ke depan, Festival Dai Cilik akan terus dikembangkan menjadi lebih baik lagi," tuturnya.


Pemkot Madiun Siap Jadi Sponsor Utama di Edisi 2027

Apresiasi senada dilontarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, yang hadir langsung sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemenang di Plaza Madiun. Menurut Bagus, Festival Dai Cilik 2026 bukan sekadar ajang perlombaan biasa, melainkan wadah strategis dalam mencetak generasi penerus yang berdaya saing tinggi dan berkarakter.

"Ajang ini merupakan wadah yang sangat luar biasa dalam membangun mutu sumber daya manusia (SDM) lewat panggung kompetisi dakwah yang mendidik dan berkarakter. Saat ini kami terus gencar membangun mutu SDM. Atensi pendidikan kami berikan secara utuh, mulai dari jenjang PAUD hingga pendidikan tinggi," terang Bagus.

Melihat tingginya dampak positif acara ini, Bagus menyatakan kesiapan Pemkot Madiun untuk memberikan dukungan yang lebih besar pada penyelenggaraan mendatang.

"Semoga ke depan acaranya bisa terselenggara lebih meriah lagi. Pemerintah Kota Madiun siap menjadi sponsor utama di Festival Dai Cilik tahun depan," tegas Bagus, yang disambut tepuk tangan riuh para peserta dan pengunjung mal.

Daftar Peraih Juara Festival Dai Cilik 2026 (Tingkat SMP/MTs)

Setelah melalui penilaian ketat dan musyawarah dewan juri, panitia resmi mengumumkan nama-nama peserta terbaik:

Kategori Dai / Daiyah:

Juara 1: Riang Galantrang Setra – MTsN 3 Madiun (94,4 poin)

Juara 2: Denting Alunan Mendayu – SMPN 2 Madiun (93,5 poin)

Juara 3: Allvian Cakti Naufal – MTsN Kota Madiun (92,0 poin)

Juara Harapan 1: Syafa Aulia – MTsN 1 Ponorogo (90,9 poin)

Juara Harapan 2: Muhammad Oziel – SMPN 1 Kauman Ponorogo (88,5 poin)


Kategori Yel-Yel:

Juara 1 Yel-Yel: MTsN 3 Madiun (86,5 poin)

Juara 2 Yel-Yel: MTsN 1 Madiun (86,0 poin)

Juara 3 Yel-Yel: SMPN 2 Madiun (84,0 poin)

Selamat kepada para pemenang yang sukses mengukir prestasi gemilang. Semoga momentum ini terus menjadi inspirasi dan penabur pesan kebaikan bagi generasi muda di era digital.

Serentak, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 26 Oktober–8 November 2026, Lawan Arus Jadi Sasaran Utama

JAKARTA, Iki Radio — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersiap menggelar Operasi Patuh 2026 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai Senin, 26 Oktober hingga Minggu, 8 November 2026. Selama 14 hari pelaksanaan, pihak kepolisian akan memperketat pengawasan terhadap berbagai jenis pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan.


Operasi ini mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan” dengan mengedepankan pendekatan humanis, edukasi keselamatan, serta pengawasan internal yang ketat.


Kepala Korlantas Polri, Brigjen Pol. Aries Syahbudin, menegaskan bahwa indikator keberhasilan operasi tahun ini bukan didasarkan pada seberapa banyak pengendara yang ditilang, melainkan pada tingkat kesadaran masyarakat.


“Kita tidak mengukur keberhasilan dari besarnya jumlah penindakan, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” ujar Aries di Jakarta, Jumat (23/10/2026).


Jadwal Penyesuaian dan Penindakan Berbasis Daerah

Sebelumnya, Operasi Patuh 2026 sempat dijadwalkan pada 8–21 Juni 2026. Namun, Korlantas Polri memutuskan untuk menggeser jadwal pelaksanaan ke akhir Oktober setelah mengevaluasi serangkaian agenda nasional, termasuk pengamanan Hari Bhayangkara serta persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru.


Meskipun digelar secara nasional, pelaksanaan teknis serta fokus prioritas pelanggaran disesuaikan dengan dinamika dan karakteristik lalu lintas di masing-masing Polda dan Polres.


Sasaran Prioritas Pelanggaran

Salah satu pelanggaran yang menjadi sorotan utama Korlantas Polri adalah tindakan melawan arus, karena dinilai sangat berbahaya dan berisiko tinggi memicu tabrakan fatal.


Sebagai gambaran umum sasaran penindakan di daerah (seperti yang diterapkan Polda Sulawesi Selatan melalui Operasi Patuh Pallawa 2026), terdapat sembilan prioritas pelanggaran yang menjadi perhatian khusus:

  • Pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm standar (SNI).
  • Pengemudi dan penumpang mobil tidak memakai sabuk keselamatan (seatbelt).
  • Menggunakan ponsel saat berkendara.
  • Berkendara melawan arus lalu lintas.
  • Pengendara di bawah umur atau tidak memiliki SIM.
  • Menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong).
  • Mengemudikan kendaraan di bawah pengaruh alkohol atau narkoba.
  • Sepeda motor berpenumpang lebih dari satu orang (berboncengan tiga atau lebih).
  • Menggunakan pelat nomor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan.

Selain itu, kelengkapan surat-surat administratif seperti SIM dan STNK yang masih berlaku juga tetap menjadi bagian utama dari pemeriksaan.


Pengoptimalan ETLE dan Transparansi Penindakan

Dalam pelaksanaannya, kepolisian mengoptimalkan penegakan hukum berbasis elektronik melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik kamera statis maupun perangkat seluler petugas. Kendati demikian, masyarakat diimbau tidak menganggap penindakan hanya mengandalkan kamera otomatis.


Skema penindakan manual dan teguran simpatik tetap diberlakukan sesuai kebijakan masing-masing wilayah. Sebagai contoh, Polda Jawa Timur berencana menerapkan tilang manual mulai pekan kedua Operasi Patuh Semeru 2026, sementara Polda Kalimantan Tengah lebih mengutamakan ETLE dan teguran persuasif tanpa tilang di tempat.


Guna menjaga profesionalisme dan mencegah penyimpangan di lapangan, Korlantas Polri menginstruksikan agar setiap tindakan tilang didampingi oleh personel Provos. Petugas juga diimbau untuk selalu bersikap santun, responsif, dan memberikan solusi yang baik saat melayani pengendara.


Imbauan Bagi Pengguna Jalan

Menjelang dimulainya Operasi Patuh 2026, seluruh pengguna jalan diimbau untuk memeriksa kembali kelayakan kendaraan serta kelengkapan dokumen berkendara. Pengendara diharapkan senantiasa mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas secara konsisten, bukan hanya saat ada petugas atau kamera pengawas di jalan raya.

Sah! Plt Walikota Madiun Bagus Panuntun Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

MADIUN, Iki Radio — Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Madiun, Bagus Panuntun, resmi menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.) setelah dilantik dalam Wisuda Sarjana ke-71 dan Ahli Madya ke-47 Universitas Merdeka (Unmer) Madiun, Sabtu (24/10/2026).

Acara yang berlangsung di Graha Sumiarto Laksono Unmer Madiun tersebut meluluskan sebanyak 339 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program studi.

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Piek Budyakto, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian para lulusan.

"Selaku Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka dan secara pribadi, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan di kampus ini," ujar Pangdam dalam amanatnya.

Pangdam menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras, kesungguhan para wisudawan, serta dukungan penuh dari orang tua. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Yayasan Pendidikan Tinggi Merdeka Madiun (Yapertimma), Rektor, para dosen, serta seluruh sivitas akademika yang telah berdedikasi mendidik dan menanamkan nilai-nilai keilmuan serta kebangsaan.

Lebih lanjut, Pangdam berharap para lulusan Unmer Madiun mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan iklim yang kondusif di tengah masyarakat.

Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung mengingatkan para wisudawan agar tidak larut dalam euforia kelulusan. Menurutnya, wisuda merupakan awal dari tantangan baru di dunia nyata.

"Harapan kami nantinya para wisudawan dan wisudawati tidak terlena dengan suasana euforia yang berlebihan, karena tantangan ke depan tidaklah mudah. Mereka harus terus mengasah kemampuan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi," tegas Erwin.

Ia menambahkan, keberhasilan di masa depan sangat ditentukan oleh kemauan untuk terus belajar dan berinovasi.

"Barang siapa yang mau terus belajar dan berinovasi, serta mampu menangkap peluang usaha dengan mengolaborasikan keilmuan, maka merekalah yang akan berhasil," pungkasnya.


Aktivitas Gunung Merapi Sepekan: Kubah Lava Bertambah, Suplai Magma Masih Berlangsung

YOGYAKARTA, Iki Radio — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan adanya peningkatan volume kubah lava barat daya Gunung Merapi sebanyak 9.400 meter kubik selama periode pengamatan 16–22 Oktober 2026. Dengan penambahan tersebut, total volume kubah lava di puncak Merapi kini mencapai 4.187.400 meter kubik.

Sementara itu, untuk kubah lava tengah, pengamatan visual terkendala oleh asap tebal. Pihak BPPTKG masih menggunakan acuan volume pekan sebelumnya, yaitu sebesar 2.369.600 meter kubik.

"Kami kemudian menganggap volumenya masih sama dengan volume pekan sebelumnya," ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santosa, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan hasil analisis foto termal, suhu pada kubah lava barat daya tercatat mencapai 295,7 derajat Celsius, sedangkan suhu kubah lava tengah berada pada angka 296,3 derajat Celsius.

Selama sepekan pengamatan, BPPTKG mencatat telah terjadi 32 kali guguran lava yang mengarah ke beberapa hulu sungai:

Sungai Boyong: 3 kali guguran (jarak luncur hingga 2.000 meter).

Sungai Krasak: 10 kali guguran (jarak luncur hingga 2.000 meter).

Sungai Bebeng: 1 kali guguran (jarak luncur hingga 1.800 meter).

Sungai Sat/Putih: 18 kali guguran (jarak luncur hingga 2.000 meter).

Selain guguran lava, teramati pula asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang bertekanan lemah, membumbung setinggi 25 hingga 375 meter dari puncak. Cuaca di area puncak umumnya cerah pada pagi dan malam hari, namun cenderung berkabut di sore hari.

Dari segi kegempaan, BPPTKG merekam 53 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 418 kali gempa fase banyak (MP), 1 kali gempa frekuensi rendah (LF), 17 kali gempa tremor, 469 kali gempa guguran (RF), dan 13 kali gempa tektonik (TT). Meski intensitas kegempaan sepekan terakhir tercatat lebih rendah dibanding periode sebelumnya, suplai magma dinilai masih terus berlangsung.

Atas pertimbangan kondisi tersebut, BPPTKG masih mempertahankan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III (Siaga).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran yang mengancam sektor selatan–barat daya, meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km). Pada sektor tenggara, potensi ancaman meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km). Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 km dari puncak.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi serta mematuhi seluruh rekomendasi pencegahan di area zona potensi bahaya.

Atasi Kekurangan Pegawai Akibat Pensiun, Bupati Madiun Ajukan Tambahan PPPK ke Pusat

MADIUN, Iki Radio — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus berupaya mengoptimalkan penataan dan pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan pemerintahan daerah. 

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi berkurangnya jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) akibat purna tugas atau pensiun yang mencapai rata-rata 280 orang setiap tahunnya.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa untuk menutupi kekurangan tenaga kerja tersebut, pihak Pemkab Madiun melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah mengajukan usulan penambahan pegawai ke pemerintah pusat, khususnya melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Setiap tahun ada sekitar 280 pegawai yang purna tugas. Kita sudah mengajukan ke pusat melalui BKD untuk mendapatkan tambahan tenaga, salah satunya memanfaatkan penerimaan PPPK yang diharapkan dapat membantu roda pelayanan," ujar Hari Wuryanto, Sabtu (24/10/2026).

Meski demikian, Hari menegaskan bahwa proses rekrutmen dan penerimaan tenaga PPPK tetap memperhitungkan kemampuan APBD daerah. Pemkab Madiun menerapkan sistem seleksi yang ketat dan disesuaikan dengan kebutuhan prioritas organisasi.

"Karena adanya keterbatasan anggaran, kita mengambilnya betul-betul selektif dan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan," jelasnya.

Selain rekrutmen pegawai baru, Pemkab Madiun juga fokus pada penataan jabatan pimpinan melalui implementasi Manajemen Talenta. Metode ini diterapkan dalam penunjukan kepala atau pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga pejabat tingkat kecamatan.

Menurut Hari, penerapan manajemen talenta bertujuan agar penempatan pejabat dilakukan secara obyektif berdasarkan kompetensi yang dimiliki masing-masing ASN, sehingga tidak lagi memerlukan uji kompetensi yang berulang.

"Manajemen talenta ini kita pakai untuk penetapan pimpinan OPD maupun pimpinan wilayah di kecamatan. Dari hasil pemetaaan kompetensi, mereka bisa langsung ditunjuk untuk mengisi jabatan yang sesuai. Penempatannya dipastikan sesuai dengan kompetensi masing-masing," pungkasnya.

Top

Dari Komunitas Semara Budaya hingga WYC 2026: Misi Lifia Membumikan Aksara Bali dan Literasi

JAKARTA, Iki Radio — Di tengah pesatnya tren digital dan budaya populer yang digandrungi generasi muda, Ni Made Lifia Kristina (21) justru memilih jalan pemuda yang berbeda. Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 asal Bali ini mendedikasikan dirinya untuk menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan oleh anak muda di tanah kelahirannya.

Bagi Lifia, aksara Bali bukan sekadar deretan simbol ornamental di papan nama jalan, melainkan media penyimpan sejarah, filosofi, dan warisan nilai leluhur. Melihat semakin berkurangnya anak muda yang mampu membaca dan memahami makna di balik goresan aksara tersebut, Lifia mendirikan komunitas Semara Budaya (Sarang Belajar Aksara dan Budaya) pada 2025.

"Dari kecil saya memang dekat dengan aksara Bali lewat pelatihan dan pasraman. Namun, semakin dewasa, saya melihat aksara ini mulai ditinggalkan karena dianggap tidak menarik, tidak relevan, bahkan tidak gaul," ujar Lifia saat mengikuti kegiatan WYC 2026 di Artotel Hotel, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Melalui Semara Budaya, gadis yang juga berprofesi sebagai Master of Ceremony (MC) dan coach public speaking ini menggelar pelatihan rutin bulanan bagi anak-anak di berbagai desa di Bali. Tak hanya itu, pengalaman sebagai fasilitator di tempat wisata Rumah Anyar juga ia manfaatkan untuk memperkenalkan aksara Bali kepada wisatawan asing melalui penulisan nama tradisional. Pendekatan interaktif ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk agar generasi muda melihat aksara Bali sebagai keterampilan yang menarik dan bernilai praktis.

Lifia menegaskan pentingnya menjaga kemampuan membaca aksara Bali, mengingat sebagian besar pengetahuan dan sejarah Bali tersimpan dalam naskah lontar. "Mengenalkan aksara Bali berarti membuka kembali akses generasi muda terhadap kekayaan pengetahuan leluhur mereka," ungkapnya.


Membangun Kolaborasi dan Jejaring Literasi

Meski berawal dari gerakan mandiri bersama rekan-rekannya, Lifia memanfaatkan keikutsertaannya dalam WYC 2026 untuk memperluas jejaring. Ia berharap dapat membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan di Bali, guna memperluas jangkauan ruang belajar.

Di samping pelestarian aksara, Lifia juga menaruh perhatian besar pada penguatan budaya literasi untuk menangkal penyebaran hoaks. Ke depan, ia berencana mengembangkan Semara Budaya agar turut memfasilitasi kegiatan klub baca buku bagi anak muda.

Selama mengikuti forum tingkat nasional tersebut, Lifia mengaku memetik banyak pelajaran berharga dari interaksi bersama peserta dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk memadukan nilai gotong royong khas Bali dengan semangat kemandirian anak muda perkotaan.

"Tempat ini layaknya laboratorium belajar. Kita tidak hanya belajar dari fasilitator, tetapi juga dari sesama peserta. Semuanya adalah guru, tempat ini adalah sekolah, dan pengalamannya menjadi pelajaran," tutur Lifia.

Ia berharap program Wirasena Youth Camp dapat terus berlanjut setiap tahunnya untuk melahirkan pemuda-pemuda yang berani berkolaborasi demi daerah masing-masing.

"Warisan budaya tidak cukup hanya dikenang atau dipajang. Ia perlu dipelajari, dipahami, dan diwariskan kembali agar tetap hidup di tangan generasi berikutnya," pungkas Lifia.

Atasi Karhutla 11 Ribu Hektare, Pemprov Jatim Gelar Rakor Bersama BNPB dan TNI

BATU, Iki Radio — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antarlembaga untuk menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara terpadu serta komprehensif. Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kantor Wali Kota Batu, Jumat (23/10/2026).

Rakor tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.

Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya koordinasi erat antara pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri, serta elemen masyarakat. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh sebatas aksi pemadaman saat api berkobar, melainkan membutuhkan kesiapsiagaan dan perencanaan jangka panjang.

“Tahun ini karhutla terjadi di Taman Baluran, Gunung Raung, Gunung Argopuro, Gunung Bromo, dan Gunung Arjuno, maka kita lakukan perencanaan jangka panjang untuk mitigasi bencana ini,” ujar Khofifah.

Berdasarkan data situasi dan sebaran karhutla di Jawa Timur, tercatat sebanyak 184 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terdampak mencapai 11.449 hektare yang tersebar di 26 kabupaten. Kebakaran melahap sejumlah kawasan pegunungan penting, seperti Gunung Bromo, Arjuno, Semeru, Butak, hingga Gunung Ijen.

Guna menanggulangi kondisi tersebut, Pemprov Jatim telah menerapkan serangkaian strategi terpadu. Selain pemadaman darat, operasi udara juga digencarkan melalui pemanfaatan *drone water spray* serta pengeboman air (*water bombing*) yang didukung BNPB. Di samping itu, Pemprov Jatim bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan BMKG menyelenggarakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang menyasar wilayah Gunung Ijen, Arjuno-Welirang, Gunung Butak, dan sekitarnya.

Tidak hanya mengandalkan pendekatan sains dan teknis, Pemprov Jatim juga mengimbau masyarakat menempuh ikhtiar spiritual melalui salat istisqa untuk memohon diturunkannya hujan. Imbauan ini diperkuat dengan diterbitkannya Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tentang Pelaksanaan Istisqa.

“Berbagai langkah ikhtiar itu semua adalah bagian dari upaya terpadu Pemprov Jatim untuk memperkuat penanganan karhutla, semoga ikhtiar ini membuahkan hasil,” kata Khofifah.

Langkah terpadu Pemprov Jatim mendapat apresiasi dari Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi. Ia menilai kombinasi antara sains, kearifan lokal, dan pendekatan keagamaan merupakan formulasi yang tepat dalam mengantisipasi bencana.

“Salat istisqa merupakan bagian dari pendekatan spiritual yang bisa kita padukan dengan pendekatan ilmiah. Keduanya saya yakin bisa berjalan bersama dalam menghadapi karhutla,” tutur Kristomei.

Kristomei juga menegaskan kesiapan BNPB untuk terus memberikan dukungan armada *water bombing* sesuai kebutuhan lapangan. Ia sekaligus mengimbau keras warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Jangan ada pembakaran lagi karena dampaknya merugikan kita semua. Banyak dampak negatif yang kita rasakan, sementara saudara-saudara kita juga berupaya memadamkan api,” tegasnya.

Dukungan penuh juga disampaikan KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Ia menginstruksikan jajaran TNI untuk siap membantu Pemda dalam upaya preventif maupun pemadaman di lapangan.

“Kami siap membantu Pemerintah Daerah dalam menangani karhutla di Jatim. Kita harus yakin dengan kekuatan kita sendiri, harus bersama-sama gotong royong menangani karhutla,” tandas Jenderal Tandyo.

Rakor tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jatim sekaligus Kepala BPBD Jatim Adhy Karyono, Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.

close
Pasang Iklan Disini