Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Lebih Murah, Kopdes Merah Putih Boyolali Diserbu Warga

BOYOLALI, Iki Radio — Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, diserbu warga yang ingin berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari.

Selain menyediakan bahan pangan dengan harga jauh lebih terjangkau dibanding toko ritel lain, kedatangan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Yandri Susanto, pada Kamis (15/10/2026) kian menambah antusiasme masyarakat setempat.


Manajer Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan, Dea Hagania Laia, mengungkapkan bahwa sejak resmi beroperasi pada 14 September 2026, koperasi ini konsisten melayani kebutuhan pokok warga. Produk yang disajikan mencakup sembako (beras, minyak goreng, gula), gas LPG, hingga pupuk bersubsidi untuk petani.


“Berdasarkan pengalaman dan dialog dengan warga yang berbelanja, harganya cukup terjangkau, bahkan lebih murah daripada di luar,” ujar Dea di sela-sela kegiatan.


Ia mencontohkan, minyak goreng Minyakita di koperasi ini dibanderol Rp15.700 per liter, sedangkan pasaran di luar mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000. Begitu pula dengan gas LPG 3 kg yang dijual seharga Rp16.000, jauh lebih hemat dibanding toko lain yang mematok harga sekitar Rp20.000.



Mudahkan Petani dan Wadahi UMKM Lokal


Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan rumah tangga, Kopdes Merah Putih Pandeyan juga mendistribusikan pupuk bersubsidi—seperti Urea, NPK Phonska, dan pupuk organik—sehingga para petani lokal tidak perlu lagi melangkah jauh untuk mendapatkan pasokan pupuk.


Selain itu, koperasi mulai merangkul para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa. Saat ini, sebanyak lima produk UMKM lokal telah dipasarkan setelah lolos seleksi kualitas.


“Ke depan, kami berharap dapat memperluas kerja sama dengan pelaku UMKM lainnya di Desa Pandeyan,” tambah Dea.


Saat ini, omzet harian koperasi diperkirakan telah mencapai Rp300.000 hingga Rp500.000 per hari. Pengelola optimistis angka ini akan terus berkembang seiring makin dikenalnya peran Kopdes di tengah masyarakat.



Sambutan Hangat dari Masyarakat


Kehadiran koperasi ini disambut penuh gembira oleh para emak-emak setempat. Lastri, salah seorang pembeli, mengaku senang bisa memborong kebutuhan dapur seperti minyak goreng, beras, mi instan, hingga perlengkapan mandi dengan harga miring.


“Semua ada di sini, lebih murah. Ibu-ibu kalau murah tentu lebih senang,” tutur Lastri tersenyum.


Hal senada disampaikan warga Pandeyan lainnya, Pipit. Ia merasakan langsung selisih harga berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per barang dibandingkan pasar umum. Menurutnya, perbedaan harga tersebut sangat membantu menjaga kestabilan anggaran belanja rumah tangga.


“Saya berharap ke depan produk yang tersedia semakin lengkap, dan jam operasional koperasi bisa diperpanjang,” harap Pipit.



Pemprov Jateng Pacu Verifikasi dan Kompetensi SDM


Pengembangan Kopdes Merah Putih di Jawa Tengah saat ini terus dipacu oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Hingga akhir September 2026, progres verifikasi dan validasi gerai telah mencapai 61,67 persen dari total 4.230 Kopdes prioritas—melebihi target yang ditetapkan secara nasional.


Guna memperkuat tata kelola, Pemprov Jateng juga menyiapkan program sertifikasi kompetensi bagi 5.040 bendahara Kopdes pada Oktober hingga November 2026 mendatang.


Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pengembangan unit bisnis KDKMP (Kopdes) wajib menyesuaikan potensi komoditas unggulan masing-masing daerah.


“Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama, harus disesuaikan dengan kearifan lokal daerahnya,” tegas Luthfi.

Rumah Warga Saradan Madiun Ludes Terbakar, Dua Ekor Kambing Ikut Terpanggang

MADIUN, Iki Radio — Sebuah rumah milik warga bernama Kaminem di Dusun Purworejo, Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (15/10/2026). 

Peristiwa nahas ini diduga bermula dari sisa bara api di dapur yang belum sepenuhnya padam.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP Kabupaten Madiun, Andy Koerniawan, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan awal, petugas pemadam kebakaran menerima informasi insiden ini pada pukul 14.22 WIB dan langsung mengerahkan satu unit armada ke lokasi kejadian.

"Petugas tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah laporan diterima. Api berhasil dipadamkan sekitar satu setengah jam kemudian," ujar Andy.

Kerugian Materiil Capai Rp 50 Juta

Meskipun dipastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa ini, musibah tersebut menyisakan duka mendalam bagi korban. Selain bangunan rumah beserta isinya yang rata dengan tanah, dua ekor kambing milik Kaminem turut mati terpanggang akibat amukan api yang merambat dengan cepat. Total kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 50 juta.


Imbauan Warga: Waspada Potensi Kebakaran Musim Kemarau

Menanggapi insiden ini, Andy mengimbau masyarakat Kabupaten Madiun agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas selama musim kemarau.

Pihaknya mengingatkan beberapa langkah antisipasi penting bagi warga:

Pastikan bara api padam: Warga diminta memastikan bara api di dapur benar-benar padam setelah selesai memasak dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Jangan bakar sampah sembarangan: Masyarakat diimbau untuk tidak membakar sampah sembarangan karena berisiko merambat dan memicu kebakaran besar jika luput dari pengawasan.

Langkah-langkah kewaspadaan dini ini dinilai krusial guna melindungi keselamatan jiwa penghuni rumah serta mencegah kerugian harta benda akibat musibah kebakaran.

16 Oktober 2026 : Hari Pangan Sedunia Mengusung Semangat Inovasi Pangan Hari Ini Demi Ketahanan Esok Hari

 MADIUN, Iki Radio — Momen bersejarah kembali diperingati oleh masyarakat global pada hari ini, Jumat (16/10/2026). Setiap tahunnya, tanggal 16 Oktober dirayakan sebagai Hari Pangan Sedunia (HPS) (World Food Day) untuk mengenang berdirinya Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1945.

ilustrasi (Ai)

Lebih dari 150 negara berpartisipasi merayakan peringatan ini demi meningkatkan kesadaran global terhadap isu kritis kemiskinan, kelaparan, dan ketahanan pangan dunia.

Sejarah Singkat Peringatan Hari Pangan Sedunia

Gagasan mengenai Hari Pangan Sedunia pertama kali diusulkan oleh Dr. Pal Romany, Menteri Pertanian dan Pangan Hungaria, pada Konferensi Umum FAO ke-20 pada bulan November 1979. Sejak resmi ditetapkan, peringatan ini terus diselenggarakan secara konsisten tiap tahun.

Guna memberikan pemfokusan isu yang relevan, FAO mulai mengadopsi tema tahunan sejak 1981. Sepanjang sejarah perayaannya, isu Ketahanan Pangan (Food Security) menjadi topik yang paling sering diangkat. Hal ini mencerminkan betapa krusialnya kemampuan setiap individu untuk mengakses pangan yang aman, sehat, dan bergizi secara berkelanjutan.

Tema Hari Pangan Sedunia 2026: "Innovate Today. Nourish Tomorrow"

Pada peringatan HPS tahun 2026, FAO mengusung tema utama "Innovate today. Nourish tomorrow" yang diterjemahkan sebagai "Berinovasi Hari Ini untuk Pangan Esok Hari" (atau dikenal luas dengan jargon "Inovasi Pangan Kini, Ketahanan Pangan Nanti").

Tema tahun ini menyoroti beberapa poin strategis:

Peran Inovasi dan Teknologi: Menekankan pentingnya adopsi teknologi terkini, modernisasi sistem pertanian, serta pemanfaatan data cerdas dalam membangun sistem pangan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Tahun Internasional Petani Perempuan: Peringatan HPS 2026 juga bertepatan dengan penetapan tahun 2026 sebagai Tahun Internasional Petani Perempuan oleh PBB. Momen ini bertujuan memperkecil kesenjangan gender di sektor pertanian serta memberdayakan peran perempuan petani di seluruh dunia.

Aksi Diversifikasi Pangan Lokal: Di tingkat nasional, berbagai daerah di Indonesia turut menyemarakkan HPS 2026 dengan mengencangkan gerakan diversifikasi pangan berbasis bahan baku lokal demi memperkuat ketahanan pangan keluarga dan daerah.

Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, serta pelaku industri agrikultur bahwa inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. 

Melalui kolaborasi, pemanfaatan teknologi tepat guna, dan pemberdayaan petani lokal, akses pangan yang cukup dan bergizi bagi generasi esok hari dapat terwujud secara merata.

10.070 Gerai Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi Serentak, Dorong Ekonomi Lokal dan Jamin Harga Pangan Murah

JAKARTA, Iki Radio — Sebanyak 10.070 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi beroperasi secara serentak di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis (15/10/2026). Kehadiran ribuan gerai ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok bersubsidi sekaligus menjadi wadah bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memasarkan produk secara langsung tanpa perantara.

Gerai KDKMP kini telah tersebar di sembilan provinsi, meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DI Yogyakarta, Bali, Lampung, hingga Sumatra Selatan.

Peluncuran dan operasional serentak ini turut mendapat perhatian khusus dari Kabinet Merah Putih. Sesuai instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, sejumlah menteri dijadwalkan turun langsung ke lapangan untuk memantau kesesuaian harga jual barang dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Fokus pemantauan meliputi komoditas vital seperti:

  • Beras SPHP: Rp58.000 per 5 kg
  • Minyak Goreng MinyaKita: Rp15.700 per liter
  • LPG 3 kg: Rp16.000 per tabung

Solusi Pangan Terjangkau di KDKMP Cipedak

Manfaat nyata dari hadirnya gerai koperasi ini sudah dirasakan oleh warga, salah satunya di KDKMP Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Manajer KDKMP Cipedak, Syahrul Alfian, menyampaikan bahwa keberadaan gerai ini mendapat antusiasme tinggi dari warga sekitar karena menawarkan harga kebutuhan pokok yang jauh lebih murah dibandingkan pasar umum.

"Masyarakat sangat terbantu. Masyarakat yang biasanya beli LPG 3 kg di warung-warung Rp20 ribu atau Rp21 ribu, sekarang bisa akses di sini dengan harga resmi Rp16 ribu," ujar Syahrul saat ditemui pada Kamis (15/10/2026).

Syahrul menjelaskan, KDKMP Cipedak menerapkan dua jalur pasokan produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat:

1. Produk Komersial & Bersubsidi: Dipasok langsung oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, meliputi beras SPHP, minyak goreng MinyaKita, gula konsumsi, dan LPG 3 kg.

2. Produk UMKM: Dipasok langsung oleh para pelaku usaha mikro dan kecil warga setempat.

Meskipun baru diresmikan secara serentak, gerai Kipedak sebenarnya telah melakukan uji operasional sejak 28 Agustus 2026. Respon masyarakat dinilai sangat positif berkat promosi alami dari mulut ke mulut (word of mouth).

Siap Rambah Digital dan Layanan Pesan Antar

Menghadapi era digital, manajemen KDKMP tidak hanya berfokus pada penjualan tatap muka di gerai. Ke depan, KDKMP berencana meluncurkan kanal komunikasi resmi guna memudahkan akses bagi generasi muda dan masyarakat yang terbiasa menggunakan teknologi.

Langkah ini mencakup pendaftaran sistem pemesanan via platform digital seperti WhatsApp hingga penyediaan layanan pesan antar (delivery order) pada jam-jam tertentu.

"Kita harus mengikuti perkembangan zaman untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Jadi, rencana nanti kita mau buat channel resmi sendiri untuk pemesanan via media sosial atau WhatsApp, dan menyediakan layanan pesan antar di jam-jam tertentu," pungkas Syahrul.

Dengan beroperasinya KDKMP secara masif, pemerintah berharap perekonomian desa dapat terus bergerak mandiri, inflasi bahan pangan terjaga, dan kesejahteraan masyarakat tingkat tapak semakin meningkat.

KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam OTT ke-23 Tahun 2026

JAKARTA, Iki Radio — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini, Lembaga Antirasuah tersebut menangkap Bupati Klaten, Jawa Tengah, Hamenang Wajar Ismoyo, pada Kamis (15/10/2026).

ilustrasi (Ai)

Penangkapan pejabat daerah tersebut dibenarkan langsung oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto.

"Benar," ujar Setyo singkat di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Antara, Kamis (15/10/2026).

Selain Bupati Klaten, dalam operasi tersebut KPK juga mengamankan sejumlah pihak lain, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten serta pihak dari sektor swasta.

Sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum dan sangkaan terhadap pihak-pihak yang terjaring dalam tangkap tangan ini.


Rentetan Terjaring OTT KPK Sepanjang Tahun 2026

Penangkapan Bupati Klaten ini menambah panjang daftar Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK, menjadikannya OTT ke-23 sepanjang tahun 2026. 

Berikut adalah rekam jejak penindakan OTT KPK sejak awal tahun:

Januari – Maret 2026

Januari (OTT 1–3): KPK mengawali tahun dengan menangkap 8 orang terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di KPP Madya Jakarta Utara (9–10 Jan). Dilanjutkan dengan OTT Wali Kota Madiun Maidi (OTT 2) dan Bupati Pati Sudewo (OTT 3).

Februari (OTT 4–6): OTT Kepala KPP Madya Banjarmasin (OTT 4), Kanwil Bea Cukai Sumbagbar Rizal (OTT 5), serta Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan (OTT 6).

Maret (OTT 7–9): Tiga kepala daerah ditangkap dalam OTT terpisah, yakni Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

April – Juni 2026

April (OTT 10): Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo ditangkap dalam OTT ke-10. (Catatan: Tidak ada kegiatan OTT selama Mei 2026).

Juni (OTT 11–14):

OTT yang berujung penyerahan diri Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim.

OTT ke-12 menangkap Bupati Muara Enim Edison.

OTT ke-13 melibatkan ASN Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

OTT ke-14 yang membuat Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menyerahkan diri.

Juli – Oktober 2026

Juli (OTT 15–18): Menyasar empat kepala daerah, yaitu Bupati Langkat Syah Afandin (Ondim), Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, dan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Agustus (OTT 19): Menyasar jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

September (OTT 20–21): Terkait dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN (OTT 20) dan penangkapan Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena (OTT 21).

Oktober (OTT 22–23): Menyasar pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beserta pihak swasta (OTT 22), disusul penangkapan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (OTT 23).

Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Bupati Klaten dan pihak-pihak yang diamankan guna menentukan konstruksi perkara serta status hukum mereka.

Peringati Hari Jadi Ke-81 Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp17 Miliar di Sumenep

SUMENEP, Iki Radio — Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri kegiatan SAPA Bansos dan Bakti Sosial di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026). Dalam acara yang mengusung semangat “Jawa Timur Unggul, Maju Berkelanjutan” ini, Pemprov Jatim menyalurkan berbagai bantuan sosial senilai sekitar Rp17 miliar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kolaborasi antara Pemprov Jatim, TNI Angkatan Laut, dan Pemkab Sumenep, serta dihadiri langsung oleh sekitar 500 penerima manfaat.

Turut hadir dalam acara tersebut Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Laut Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr.(Han), Panglima Komando Armada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya, S.H., M.Si., Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim, BUMD, serta unsur terkait lainnya.

Rincian Bantuan dan Alokasi Anggaran

Bantuan yang disalurkan mencakup program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan desa, perbaikan infrastruktur, hingga dukungan sektor pertanian dan perikanan:

Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (Rp6,959 Miliar):

Alokasi ini ditujukan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi 2.880 keluarga, bantuan penyandang disabilitas, buruh rokok, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Putri Jawara, KIP PPKS Jawara, serta dukungan bagi SDM pendamping program sosial.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim (Rp603,2 Juta):

Digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat seperti Desa Berdaya* di dua desa, Jatim Puspa di dua desa, bantuan untuk satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kabupaten.

Bantuan Keuangan Desa & Infrastruktur (Rp9,75 Miliar):

Diarahkan untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur desa yang disinergikan melalui Dinas PMD, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Dinas PU Bina Marga, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

Layanan Masyarakat dan Aksi Sosial Keliling

Selain bantuan fisik dan anggaran, kegiatan ini juga menghadirkan beragam layanan publik gratis yang dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar, di antaranya:

  • Khitanan massal gratis yang diikuti sedikitnya 163 peserta.
  • Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut serta pelayanan kesehatan keliling dari TNI AL.
  • Layanan Administrasi Kependudukan (Adduk) Digital dan Dapur Umum.
  • Perpustakaan keliling, dukungan psikososial, dan ruang bermain anak.

Gubernur Khofifah juga meninjau penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa 17 unit hand traktor dan 3 unit corn sheller untuk kelompok tani, bantuan penunjang bagi nelayan dan pelaku usaha kecil, zakat produktif bagi pedagang, paket etalase, tali asih pilar sosial, hingga bantuan aspal.

Rangkaian kegiatan di Sumenep ini dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Dusun Daja, Desa Bates, Kecamatan Dasuk, serta penyaluran bantuan air bersih di Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih.

Komitmen Dorong Pemerataan Kesejahteraan

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemprov Jatim berupaya memastikan program perlindungan sosial dapat berjalan selaras dengan pemberdayaan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, khususnya bagi masyarakat rentan.

“Semoga melalui berbagai bantuan dan ikhtiar bersama ini, masyarakat Jawa Timur semakin sejahtera, ekonominya tumbuh, dan kehidupannya semakin makmur. Semoga setiap langkah pembangunan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Aksi sinergi antara Pemprov Jatim, TNI AL, Pemkab Sumenep, BUMD, dan para pemangku kepentingan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan di seluruh penjuru Jawa Timur.

Fenomena Langka Kemarau: Hamparan Bunga Eceng Gondok di Bengawan Solo Ngawi Viral dan Sedot Perhatian Warga

NGAWI, Iki Radio — Fenomena tak biasa melanda aliran Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Saat musim kemarau panjang menerjang, hamparan bunga eceng gondok tumbuh subur dan mekar sempurna hingga menutupi aliran sungai sepanjang lebih dari satu kilometer. Fenomena yang viral di media sosial sejak sepekan terakhir ini sukses menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah untuk menyaksikan langsung pemandangan mirip permadani alam tersebut.

Pemandangan langka ini berlokasi tepat di bawah Jembatan Payak, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Menyusutnya debit air sungai akibat kemarau membuat eceng gondok yang tumbuh subur melingkupi bebatuan sungai dan memancarkan keindahan bunganya yang bermekaran.

Visual udara menggunakan drone yang beredar luas di media sosial memperlihatkan betapa luasnya hamparan warna ungu dan hijau yang menyelimuti permukaan sungai. Sontak, hal ini memicu rasa penasaran masyarakat untuk berbondong-bondong datang, menikmati suasana sore, hingga mengabadikan momen tersebut.


Berburu Foto di Kala Senja

Waktu favorit pengunjung untuk memadati lokasi adalah sore hari menjelang matahari terbenam. Momen matahari terbit maupun senja dipadu dengan latar belakang hamparan bunga eceng gondok menjadi spot favorit warga untuk berswafoto (selfie).

Salah seorang pengunjung, Alya Syaifa Nur Hafizzah, menuturkan bahwa mekarnya bunga eceng gondok ini menjadi magnet tersendiri bagi warga.

“Karena banyak tumbuh bunga eceng gondok, dan ini tumbuh kalau musim kemarau saja. Tiap sore makin ramai, pengunjungnya datang dari mana-mana,” ujar Alya saat ditemui di lokasi.

Senada dengan Alya, pengunjung lain bernama Eka Wulandari mengaku sengaja datang jauh-jauh setelah melihat unggahan yang viral di media sosial.

“Tahu dari sosmed yang viral itu. Karena musim kemarau dan sungai mengering, akhirnya area ini tertutup penuh oleh bunga. Cantik sekali,” ungkap Eka.

Bagi warga lokal, fenomena ini juga menjadi pemandangan yang tak lazim. Ayu Puspita, warga Desa Kauman, menyebutkan bahwa tumbuhnya eceng gondok dalam skala sebesar ini terjadi akibat kemarau yang berlangsung cukup panjang tahun ini.

“Awalnya kemarau panjang, lalu tumbuh eceng gondok dan berbunga sampai rata menutupi sungai,” terang Ayu.


Daya Tarik dan Imbauan Keselamatan

Surutnya air sungai memungkinkan pengunjung menyusuri bebatuan hingga ke bagian tengah Bengawan Solo untuk mendekati hamparan bunga. Tak sedikit pula warga yang mengambil beberapa tangkai bunga eceng gondok untuk dibawa pulang.

Namun, pengelola lokal dan warga mengimbau agar masyarakat tidak lengah. Meski terlihat kering dan dangkal di beberapa tempat, sejumlah titik di aliran Bengawan Solo masih memiliki cekungan air yang cukup dalam dan berpotensi membahayakan.

Pengunjung diharapkan selalu berhati-hati saat memilih pijakan di antara bebatuan licin serta menghindari area sungai yang tidak diketahui kedalamannya.


Kesadaran Lingkungan dan Sifat Sementara

Selain faktor keselamatan, meningkatnya jumlah wisatawan musiman ini memicu imbauan penting terkait kelestarian lingkungan. Pengunjung diharapkan tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di area aliran sungai.

Perlu diingat bahwa fenomena hamparan bunga eceng gondok di Widodaren ini bersifat sementara. Begitu musim hujan tiba dan debit air Bengawan Solo kembali meningkat atau menerjang banjir, hamparan bunga ini dipastikan akan hanyut dan menghilang.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati keindahan fenomena musiman ini, disarankan untuk tetap memantau kondisi cuaca, utamanya dalam mengutamakan keselamatan diri serta menjaga kebersihan ekosistem sungai.

Kabut Asap Kiriman Papua Perburuk Kualitas Udara di Maluku Utara, Operasi Water Bombing Terhalang Jarak Pandang

TERNATE, Iki Radio — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengungkapkan bahwa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman dari Papua turut memperburuk kondisi udara dan memperparah jarak pandang di wilayah Maluku Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan Sherly usai melakukan kunjungan kerja dan berdiskusi langsung dengan Kepala BMKG Maluku Utara, Desindra Deddy Kurniawan, pada Kamis (15/10/2026).

"Menurut penjelasan BMKG, selain kebakaran di Maluku Utara, asap kiriman dari Papua turut memperburuk kondisi. Jarak pandang turun di bawah 2.000 meter, sementara untuk normalisasi penerbangan dibutuhkan sekitar 3.800 meter," ujar Sherly melalui unggahan di akun Instagram resminya, Kamis (15/10/2026).

Titik Panas Mulai Berkurang Paschahujan

Meskipun menghadapi tantangan asap kiriman, Sherly menjelaskan bahwa intensitas titik panas (hotspot) di wilayah Maluku Utara sebenarnya sudah mulai menunjukkan penurunan. Hal ini dipicu oleh hujan yang mulai membasahi enam kabupaten/kota pada 12–13 Oktober lalu.

Berdasarkan pemantauan terbaru, sebaran titik panas di Maluku Utara kini tersisa 2 titik dalam kategori merah (sangat rawan), 63 titik kategori kuning (sedang), dan 4 titik kategori hijau (rendah).

"Namun, beberapa lokasi kebakaran masih sulit dijangkau dan belum diguyur hujan," tambah Sherly.


Bantuan Helikopter Tiba, Operasi Udara Masih Tertahan

Guna menangani karhutla yang meluas, Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah mengajukan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta water bombing kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 9 September lalu.

Permohonan tersebut telah disetujui, dan armada helikopter water bombing bahkan telah mendarat di Ternate pada Rabu (14/10/2026). Kendati demikian, pelaksanaan penanganan dari udara masih menemui kendala teknis akibat pekatnya kabut asap.

"Kendalanya, kru water bombing dan pesawat OMC belum dapat mendarat akibat kabut asap. Sementara itu, asap dari luar wilayah juga memengaruhi kondisi udara kita. Kami terus mengupayakan percepatan kedatangan tim agar pemadaman dari udara dan intervensi cuaca dapat segera dilakukan," jelasnya.

Apresiasi Petugas dan Empati terhadap Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sherly menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel gabungan dari TNI, Polri, Kementerian PU, BNPB, BMKG, BPBD Provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota dan para relawan di lapangan yang terus berjibaku memadamkan api.

Ia juga menyampaikan rasa simpati atas dampak ekonomi dan sosial yang dialami warga akibat gangguan penerbangan serta terancamnya mata pencaharian akibat lahan yang terbakar.

"Saya memahami beratnya kondisi ini. Ada keluarga yang menunggu, perjalanan tertunda, aktivitas ekonomi terganggu, bahkan lahan sumber penghasilan masyarakat yang terbakar. Saat hujan mulai turun dan bantuan sudah tersedia, kita masih membutuhkan satu hal yang tidak sepenuhnya bisa kita kendalikan: kondisi langit yang memungkinkan bantuan itu bekerja," tuturnya.

Menutup pernyataannya, Sherly mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berdoa agar kondisi cuaca dan jarak pandang segera membaik sehingga penanganan udara dapat berjalan optimal.

"Kita terus berikhtiar, dan saya sungguh berdoa semoga Allah memberi pertolongan-Nya. Hujan turun di wilayah kebakaran Maluku Utara dan Papua, jarak pandang membaik, dan tim segera bisa mendarat. Semoga segera ada jalan keluar. Api padam, asap hilang, langit kembali bersih, dan kehidupan masyarakat kembali normal," pungkasnya.

 

close
Pasang Iklan Disini