Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, DPRD Gelar Paripurna Istimewa, Perkuat Sinergi demi Madiun Bersahaja

Iki Radio – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun di ruang rapat paripurna DPRD, Sabtu (18/7/2026). 

Mengusung tema "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja", momentum sakral ini menjadi pemantik semangat bersama antara jajaran legislatif, eksekutif, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.

Rapat paripurna ini dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati, jajaran pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat, kepala desa/lurah, pimpinan BUMD, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, menegaskan bahwa usia ke-458 ini merupakan momentum krusial untuk mempererat sinergi antara legislatif dan eksekutif demi kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap di usia ke-458 ini Kabupaten Madiun semakin maju dan makmur. DPRD akan terus mendukung berbagai program pemerintah daerah agar cita-cita Bupati dan Wakil Bupati dapat terwujud demi kepentingan masyarakat. Kolaborasi ini harus diperkuat untuk mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersih, sehat, dan sejahtera,” ujar Fery.

Dalam sambutannya, Fery juga mengapresiasi sederet prestasi Pemkab Madiun setahun terakhir. Diantaranya 6 Penghargaan TOP BUMD Awards 2026, Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut (LKPD TA 2025), Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2026, dan apresiasi di bidang tata kelola pemerintahan, lingkungan hidup, serta perhutanan sosial.

Ada yang menarik dalam rapat paripurna kali ini. Bupati Madiun Hari Wuryanto tampak memperkenalkan busana khas baru yang dikenakannya. Busana tersebut merupakan hasil kompetisi desain resmi yang digelar pemerintah daerah.

"Busana ini merupakan hasil kompetisi yang kami selenggarakan. Harapannya dapat menjadi pakaian khas Kampung Pesilat Kabupaten Madiun sekaligus memperkuat identitas budaya daerah," jelas Bupati Hari Wur.

Dalam paripurnanya, Bupati Hari Wuryanto memaparkan sejumlah capaian indikator makro ekonomi dan sosial Kabupaten Madiun sepanjang tahun 2025 yang tumbuh positif. 

Tidak hanya capaian daerah, Pemkab Madiun juga bergerak cepat mendukung Program Strategis Nasional (PSN) hingga Juli 2026. Sebanyak 56 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi melayani 152.294 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Nglames kini telah mencapai progres 92%.

Di sektor ekonomi akar rumput, sebanyak 206 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kini resmi berbadan hukum. Ketahanan pangan daerah juga terus diperkuat lewat aksi nyata Gerakan Pangan Murah serta penguatan cadangan pangan.

Guna memeriahkan hari jadi sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan, pemkab menggelar event Sepasar Ing Madiun (Sepasma). 

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Sepasma kali ini diselenggarakan di tiga kawasan strategis. Langkah ini sengaja diambil untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi, mendongkrak omzet UMKM, sekaligus mempromosikan produk unggulan lokal secara lebih luas.

Peringatan Hari Jadi ke-458 ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga api inovasi, kolaborasi, dan gotong royong menuju Kabupaten Madiun yang semakin maju, bersih, sehat, dan bersahaja.(ir)

Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun: BULOG Komit Jaga Stabilitas Pangan dan Serap Hasil Tani Bumi Kampung Pesilat

Iki Radio – Bumi Kampung Pesilat kini resmi menginjak usia yang ke-458 tahun. Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun kali ini mengusung tema yang sarat akan semangat kemajuan, yakni “Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja”.

Kepala Perum BULOG Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan komitmen institusinya untuk terus berjalan beriringan dengan pemerintah daerah demi kemakmuran masyarakat.

"Perum BULOG Kantor Cabang Madiun sebagai bagian dari pilar ketahanan pangan nasional, akan terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau, menjaga stabilitas harga di pasar, serta terus menyerap hasil jerih payah para petani lokal di Kabupaten Madiun," ujar Agung Sarianto, Sabtu (18/7/2026).

Bukan sekadar komitmen di atas kertas, sinergi yang terjalin erat antara BULOG dan Pemerintah Kabupaten Madiun telah membuahkan capaian operasional yang sangat positif sepanjang Semester I tahun 2026.

Hingga pertengahan tahun ini, BULOG Madiun berhasil menorehkan angka impresif dalam menjaga rantai pangan lokal. Penyerapan gabah/beras petani mencapai 70.289 ton setara beras, atau setara dengan 90,98% dari target nasional yang dibebankan. Penyaluran beras SPHP sebanyak 8.743 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah digelontorkan ke pedagang eceran di pasar rakyat serta melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Distribusi Minyakita sebanyak 1.545 kilo liter Minyak Goreng Rakyat telah disalurkan untuk menekan lonjakan harga di pasaran.

Selain fokus pada stabilitas harga pasar, BULOG Madiun juga sukses merampungkan program jaring pengaman sosial sebelum tenggat waktu yang ditentukan. Penyaluran Program Bantuan Pangan Beras sebanyak 5.835 ton dan minyak goreng sebesar 1.167 kilo liter telah tuntas didistribusikan kepada 291.753 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi sebelum 30 Mei lalu.

Saat ini, BULOG Madiun tengah mematangkan persiapan logistik untuk mendistribusikan bantuan pangan beras untuk alokasi tiga bulan berikutnya, yaitu bulan Juli, Agustus, dan September.

Bagi BULOG, momentum Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun ini menjadi pemantik semangat baru untuk terus menelurkan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan lumbung pangan di Bumi Kampung Pesilat tetap kokoh serta stabil.

"Terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang terjalin sangat baik selama ini antara BULOG, Pemerintah Daerah, dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Madiun," pungkas Agung.(ir)

 

Peringati Hari Jadi ke-458, Pemkab Madiun Serahkan 55 Unit Mobil Siaga Desa senilai Rp13 Miliar

Iki Radio – Merayakan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) resmi menyerahkan 55 unit mobil siaga kepada pemerintah desa.

Penyerahan ini merupakan langkah nyata pemkab dalam menggenjot layanan kesehatan dan penanganan kedaruratan bagi masyarakat desa.

Secara simbolis, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyerahkan kunci mobil siaga kepada lima kepala desa usai upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun di Pendapa Ronggo Djoemeno, Caruban, Sabtu (18/7/2026).

Kelima desa yang menerima penyerahan simbolis tersebut adalah Desa Tambakmas (Kecamatan Kebonsari), Desa Mojopurno (Kecamatan Wungu), Desa Kincangwetan (Kecamatan Jiwan), Desa Mendak (Kecamatan Dagangan), dan Desa Bandungan (Kecamatan Saradan).

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi-misi "Bersahaja" (Bersih dan Sehat) untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Tahun lalu kami menyerahkan 15 unit, tahun ini 55 unit, sehingga total sudah 70 mobil siaga yang tersalurkan. Kita masih kurang 136 unit lagi dari total seluruh desa. Mudah-mudahan tahun depan bisa selesai semuanya," ujar Hari Wuryanto.

Bupati menambahkan, mobil siaga ini dipersiapkan untuk mengantar pasien ke puskesmas atau rumah sakit, pemeriksaan kesehatan, hingga penanganan kondisi darurat lainnya secara cepat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Madiun, Supriadi, mengungkapkan bahwa pengadaan 55 unit mobil siaga pada tahun anggaran ini menelan dana sekitar Rp13 sekian miliar. Ada pertimbangan khusus dalam menentukan desa mana saja yang berhak menerima bantuan di tahun kedua ini.

"Pertimbangannya yang pertama adalah jangkauan akses layanan kesehatan. Kemudian yang kedua, beberapa desa sebenarnya sudah punya mobil siaga, namun kondisinya sudah rusak atau tidak layak, sehingga itu kami prioritaskan," jelas Supriadi.

Terkait sisa target 136 desa yang belum mendapatkan unit, Supriadi memastikan bahwa Pemkab Madiun akan tetap menganggarkannya di tahun depan agar target "Satu Desa Satu Mobil Siaga" dapat terealisasi secara merata.

Agar fasilitas mobil siaga desa ini tidak disalahgunakan, Dinas PMD Kabupaten Madiun tengah menyusun Surat Edaran (SE) yang mengatur secara ketat mengenai operasional kendaraan. Supriadi mengimbau pemerintah desa untuk merawat mobil tersebut dengan optimal dan menggunakannya murni demi kepentingan masyarakat.

"Nanti di dalam Surat Edaran akan berisi ketentuan penggunaan, teknis perawatan, hingga pemeliharaan. Kendaraan ini tidak boleh digunakan untuk kegiatan di luar peruntukannya," tegas Supriadi.

Pihaknya juga akan membentuk tim khusus untuk melakukan pengawasan dan evaluasi berkala di lapangan guna memantau kondisi fisik serta pemanfaatan mobil siaga. Dinas PMD bahkan membuka opsi penerapan sanksi tegas jika di kemudian hari ditemukan adanya penyalahgunaan fasilitas publik tersebut.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Desa Bagi Kecamatan Madiun, Mulyanto, menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Madiun atas bantuan Mobil Desa Siaga yang diterima desanya.

"Alhamdulillah, desa kita mendapat bantuan Mobil Siaga, harapan kita semua dengan bantuan ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin," terang Kades di acara Tasyakuran atas bantuan Mobil Siaga di Pendopo Desa Bagi.(ir)

 

Peringati Hari Jadi Ke-458, Kabupaten Madiun Dorong Inovasi dan Kolaborasi Menuju Daerah Bersahaja

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar upacara peringatan Hari Jadi Ke-458 Kabupaten Madiun di halaman Pendapa Ronggo Djoemeno, Caruban, pada Sabtu (18/7/2026). 

Mengusung tema "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja", momentum ini menekankan pentingnya sinergi dan transformasi layanan publik di tengah pesatnya era digital. Setelah upacara, rangkaian acara dilanjutkan dengan tasyakuran bersama sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang kabupaten ini.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa bertambahnya usia daerah menjadi pengingat krusial bagi seluruh jajaran pemerintahan untuk terus mendongkrak kualitas pelayanan publik.

"Alhamdulillah kami masih diberi amanah menjalankan pemerintahan Kabupaten Madiun di usia yang ke-458. Mudah-mudahan kami beserta jajaran dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersih, sehat, dan sejahtera," ujar Bupati. 

Ia juga meminta doa serta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat agar amanah pemerintahan dapat berjalan optimal.

Bupati menegaskan bahwa inovasi adalah kunci utama agar daerah tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi. Di sisi lain, kolaborasi dipandang sebagai manifestasi dari nilai luhur gotong royong yang harus dijaga bersama elemen masyarakat demi memajukan daerah.

Selain menekankan adaptasi digital, dalam amanat upacaranya, Bupati mengajak masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan Raden Ronggo Prawirodirjo III, Bupati Madiun ke-16. Sosoknya dikenal memiliki keberanian, integritas, dan kecintaan mendalam terhadap tanah air dalam melawan penjajahan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memaparkan sejumlah indikator makro ekonomi dan sosial Kabupaten Madiun sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun mencapai 5,33% (berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencatatkan angka 5,11%). Persentase penduduk miskin berhasil ditekan turun menjadi 10,40%. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan hingga menyentuh angka 3,22%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat ke angka 75,47. Sementara kinerja birokrasi Pemkab Madiun memperoleh skor 87,33 dengan kategori memuaskan.

Keberhasilan Pemkab Madiun juga dibuktikan lewat raihan berbagai apresiasi bergengsi, di antaranya predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-13 berturut-turut dari BPK RI, serta boyongan enam penghargaan di ajang TOP BUMD Awards 2026.

Atas segala capaian ini, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada jajaran Forkopimda, DPRD, perangkat daerah, seluruh elemen masyarakat, serta insan media yang terus mengawal pembangunan. Kendati banjir prestasi, Hari Wur mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

"Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan melanjutkan pembangunan agar Kabupaten Madiun semakin maju, bersahaja, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata," pungkasnya.(ir)

MENELUSURI JEJAK SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KABUPATEN MADIUN: DARI PURABAYA HINGGA MENJADI JALUR STRATEGIS JAWA TIMUR

Iki Radio – Kabupaten Madiun menyimpan rekam jejak sejarah yang panjang dan kaya. Berawal dari masa Kesultanan Demak, wilayah ini secara yuridis formal resmi berdiri pada hari Kamis Kliwon, 18 Juli 1568 (atau Jumat Legi, 15 Suro 1487 Be dalam penanggalan Jawa Islam). 

Momentum ini ditandai dengan dilantiknya putra bungsu Sultan Trenggono, Pangeran Timoer, sebagai Bupati pertama di wilayah yang saat itu masih bernama Kadipaten Purabaya, menggantikan masa pengawasan Kyai Rekso Gati.

Kisah Heroik Raden Ayu Retno Dumilah dan Asal-usul Nama Madiun

Seiring berjalannya waktu, pusat pemerintahan Purabaya dipindahkan dari desa Sogaten ke desa Wonorejo (Kuncen) pada tahun 1575. Sejarah mencatat babak dramatis ketika kekuasaan diserahkan kepada putri Pangeran Timoer, yaitu Raden Ayu Retno Dumilah pada tahun 1686. Sebagai senopati perang yang tangguh, ia memimpin prajurit Mancanegara Timur dan berhasil memukul mundur serangan Mataram pada tahun 1586 dan 1587.

Namun, pada tahun 1590, Mataram kembali menyerang taktik berpura-pura takluk. Dalam pertempuran sengit di sekitar sendang dekat istana Wonorejo, Sutawidjaja berhasil merebut pusaka Tundung Madiun. Melalui bujuk rayu, Raden Ayu Retno Dumilah akhirnya dipersunting oleh Sutawidjaja dan diboyong ke istana Mataram di Plered, Yogyakarta.

Untuk memperingati penguasaan Mataram atas Purabaya, pada hari Jumat Legi, 16 November 1590 Masehi, nama "Purabaya" resmi diganti menjadi "Madiun".

Dinamika Perpindahan Ibu Kota dan Sakralnya Boyongan ke Mejayan

Berdasarkan alasan kosmologis Jawa, pusat pemerintahan Kabupaten Madiun tercatat telah berpindah berkali-kali. Beberapa daerah yang pernah menjadi pusat pemerintahan antara lain Sogaten, Kuncen (Wonorejo), Demangan (Wonosari), Kranggan, Maospati (Magetan), Pangongangan (Kota Madiun), Mejayan (Caruban).

Perpindahan terakhir terjadi pada 27 Agustus 2014, di mana Pemerintahan Kabupaten Madiun melakukan boyongan simbolis dari Pangongangan (yang sudah bertahan selama 190 tahun sejak masa Bupati Ronggo Prawirodiningrat tahun 1820) menuju ke Mejayan (Caruban).

Prosesi ini berlangsung sakral melalui kirab budaya yang mengusung tema Kadipaten Madiun masa lampau, melibatkan 36 kereta kencana dan 25 pasukan berkuda. Prosesi diawali penyerahan pataka Kabupaten Madiun serta tombak Pusaka Kyai Balabar oleh tiga mantan bupati kepada Bupati Madiun saat itu, Muhtarom. Kini, legalitas Caruban sebagai ibu kota diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2019.

Potensi Daerah, Seni Budaya, dan Konektivitas Infrastruktur

Saat ini, Kabupaten Madiun yang terdiri atas 15 kecamatan (198 desa dan 8 kelurahan) tumbuh menjadi wilayah yang maju dengan masyarakatnya yang lekat menggunakan Bahasa Jawa Dialek Madiun. 

Di sektor pendidikan, kabupaten ini telah memiliki perguruan tinggi seperti Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun dan Universitas Sebelas Maret Kampus Madiun.

Kekayaan Seni dan Budaya

Kabupaten Madiun sangat terkenal dengan pelestarian budayanya, di antaranya:

Kesenian Dongkrek: Seni pertunjukan komunal berupa tari-tarian dan arak-arakan (pawai) yang dimainkan oleh delapan orang atau lebih.

Pencak Silat: Kampung halaman bagi berbagai perguruan silat besar.

Reog Ponorogo: Seni tari topeng kepala singa berhias bulu merak yang juga menjadi bagian dari kekhasan Madiun karena letak geografisnya yang berdekatan dengan Ponorogo.

Akses Transportasi yang Strategis

Secara geografis, Kabupaten Madiun berada di posisi yang sangat strategis karena dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta melalui Jalan Nasional Rute 17 dan Rute 32. Wilayah ini juga didukung oleh akses Jalan Tol Ngawi–Kertosono dengan keberadaan Gerbang Tol Madiun dan Gerbang Tol Caruban.

Untuk transportasi publik, pergerakan masyarakat dilayani oleh Bus AKAP/AKDP di Terminal Caruban. Di sektor perkeretaapian, Stasiun Caruban berdiri sebagai stasiun terbesar di kabupaten ini, didukung oleh stasiun kecil seperti Stasiun Babadan dan Saradan di bawah Daerah Operasi VII Madiun. 

Menariknya, Madiun juga memiliki jejak sejarah transportasi berupa jalur kereta api nonaktif lintas Madiun–Ponorogo–Slahung yang menyisakan eks-Stasiun Pagotan, Kanigoro, Dolopo, dan Halte Milir.

Pincuk Daun Jati jadi Lontong Blora Viral

Iki Radio - Lontong sambal tahu khas Blora kembali mencuri perhatian publik. Bukan hanya karena cita rasanya, tetapi juga penyajiannya menggunakan pincuk daun jati yang menjadi daya tarik konten di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.

Kuliner khas Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ini disajikan dengan bumbu berbahan kacang tanah goreng yang diulek bersama kecap, cabai, serta pelengkap berupa tahu, tauge, bawang goreng, seledri, jeruk nipis, dan telur dadar sesuai selera.

Keunikan penyajian menggunakan pincuk daun jati menghadirkan pengalaman makan yang autentik. Selain itu, proses mengulek sambal secara langsung di depan pembeli menjadi atraksi yang menarik perhatian, baik bagi wisatawan maupun kreator konten.

Salah seorang penikmat lontong sambal, Nydia, mengatakan setiap porsi dibuat secara khusus sehingga pembeli harus mengantre.

"Pembeli harus antre karena sekali mengulek sambal hanya untuk satu porsi. Prosesnya sekitar tiga menit dan tingkat kepedasan bisa disesuaikan dengan permintaan," ujarnya di Pasar Rakyat Sido Makmur, Jumat (17/7/2026).

Dengan harga sekitar Rp12.000 per porsi, lontong sambal tahu tetap menjadi kuliner favorit masyarakat dari berbagai kalangan. Proses penyajiannya yang cepat membuat makanan ini tetap diminati hingga kini.

Cita rasa khas lontong sambal Blora juga dipengaruhi penggunaan kecap produksi industri rumahan yang menjadi ciri pembeda dibandingkan kuliner serupa di daerah lain.

Pelajar SMK 1 Musaba Blora, Erva, menilai lontong sambal tahu merupakan kuliner yang layak direkomendasikan karena memiliki cita rasa khas sekaligus nilai budaya yang tetap bertahan dari generasi ke generasi.

Sementara itu, pembimbing Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blora, Rudianto, menjelaskan bahwa kuliner lokal dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan storytelling melalui video pendek.

Menurutnya, proses pengulekan sambal, penataan visual makanan (food styling), hingga filosofi penggunaan pincuk daun jati menjadi materi yang menarik untuk dikemas sebagai konten digital sekaligus mendukung promosi UMKM daerah.

Salah seorang penjual lontong sambal di Pasar Rakyat Sido Makmur, Yatmi, mengaku telah berjualan selama delapan tahun. Usaha tersebut mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak dan renovasi rumah.

Ia juga mengaku, promosi melalui media sosial dan layanan pesan antar semakin memperluas jangkauan pelanggan.

"Pembeli bisa memesan melalui WhatsApp maupun layanan delivery yang sudah bermitra,"tambahnya.

 

Pemko Padang Dorong Pensiunan Tetap Produktif Lewat Gaya Hidup Aktif

Iki Radio - Pemerintah Kota (Pemko) Padang mendorong para pensiunan tetap aktif, sehat, dan produktif sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang berdaya di setiap fase kehidupan. Semangat tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat menghadiri kegiatan "Bangkit Bersama, Gerak, Kuliner, Cerita" yang digelar Bank Mandiri Taspen di Pantai Puruih, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan yang diikuti para pensiunan nasabah Bank Mandiri Taspen itu menjadi wadah memperkuat kesehatan fisik, interaksi sosial, serta pemberdayaan ekonomi melalui berbagai aktivitas, mulai dari olahraga bersama, memasak kuliner, berbagi pengalaman, hingga aksi sosial donor darah.

Dalam kesempatan itu, Maigus menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan fase baru untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

"Di dalam Islam tidak ada istilah pensiun. Pensiun itu ketika seseorang meninggal dunia. Selama masih diberi kesehatan dan kesempatan, kita harus terus berbuat baik dan berkarya," ujarnya.

Menurut Maigus, setiap orang perlu meninggalkan warisan kebaikan yang dapat dirasakan generasi berikutnya. "Sebelum meninggal, harus ada sebutir kurma yang ditanam. Maknanya, setiap orang hendaknya meninggalkan karya dan manfaat yang nantinya dapat dinikmati oleh orang lain," katanya.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Bank Mandiri Taspen yang dinilai tidak hanya memberikan layanan perbankan, tetapi juga membangun ekosistem pembinaan bagi para pensiunan agar tetap sehat, mandiri, dan berdaya.

"Kami mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi bentuk perhatian kepada para pensiunan sekaligus mempersiapkan mereka menjalani masa pensiun dengan lebih berkualitas," ujar Maigus.

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Bank Mandiri Taspen, Noer Fajrieansyah, mengatakan masa pensiun seharusnya dipandang sebagai awal untuk menjalani aktivitas baru yang lebih bermakna, bukan sebagai akhir dari perjalanan berkarya.

"Pensiun bukan akhir, tetapi awal dari semuanya. Tidak boleh kehilangan semangat. Mereka yang sudah pensiun justru memiliki kesempatan untuk menikmati hidup sekaligus tetap memberikan kontribusi sesuai kemampuan," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemko Padang atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan penting untuk menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kualitas hidup para pensiunan.

Melalui kegiatan ini, Bank Mandiri Taspen berharap para pensiunan tetap memiliki ruang untuk beraktivitas, memperluas jejaring sosial, menjaga kesehatan, serta terus berkontribusi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Mengucapkan Selamat Hari Jadi Ke 458 Kabupaten Madiun

 


Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mdiun, 
Drs. Mujono, M.Si,
mengucapkan :

Selamat Hari Jadi ke 458 Kabupaten Madiun
18 Juli 2026

"Berinovasi dan Berkolaborasi Untuk Kabupaten Madiun Bersahaja"
close
Pasang Iklan Disini