Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Simpan 18 Kg Ganja dalam Safety Box di Kandang Ayam, Dua Pengedar Ditangkap Polisi

MEDAN, Iki Radio — Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan berhasil mengungkap tempat penyimpanan narkotika jenis ganja kering di sebuah kandang ayam kawasan Marindal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita barang bukti seberat 18 kilogram yang disimpan di dalam sebuah kotak pengaman (safety box).

Kasus ini bermula ketika petugas mengamankan seorang pemuda berinisial MF di area parkir salah satu restoran cepat saji di Kota Medan. Dari tangan MF, polisi menyita dua ons ganja kering yang rencananya akan diedarkan di wilayah Medan.

Petugas kemudian melakukan pengembangan penyelidikan yang berujung pada penangkapan seorang pria berinisial DS, yang diduga berperan sebagai bandar. Dari penangkapan DS, penyelidikan mengarahkan polisi ke sebuah kandang ayam terpencil di kawasan Marindal yang dijadikan lokasi penyimpanan barang haram tersebut.

Saat melakukan penggeledahan di lokasi, petugas menemukan 18 kilogram ganja kering di dalam sebuah safety box. Berdasarkan hasil interogasi awal, para pelaku mengaku bahwa pasokan narkotika tersebut berasal dari Aceh.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengungkapkan bahwa sindikat peredaran ganja ini diduga telah beroperasi selama tiga bulan terakhir.

"Lokasi kandang ayam yang terpencil dan jauh dari permukiman warga diduga sengaja dimanfaatkan para pelaku untuk menghindari pantauan polisi," ujar AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Jumat (30/10/2026).

Saat ini, pihak kepolisian masih memburu seorang pria berinisial FS yang diduga bertindak sebagai pengendali dari aktivitas kedua pelaku yang telah tertangkap.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka yang kini telah ditahan terancam hukuman penjara lebih dari lima tahun karena dijerat dengan undang-undang tentang tindak pidana peredaran narkotika.

 

TNI AU dan BNPB Tebar 42 Ton Garam di Langit Sumsel untuk Padamkan Karhutla

PALEMBANG, Iki Radio — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra Selatan terus diintensifkan. Sebanyak 42 ton garam disebar di langit Sumatra Selatan pada Kamis (29/10/2026) melalui operasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menciptakan hujan buatan dan mempercepat pemadaman titik api.

Penggaraman udara ini melibatkan kolaborasi antara TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Operasi tersebut mengandalkan armada pesawat angkut berat C-130 Hercules dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, serta didukung dua pesawat operasional milik BNPB.

"Proses penyemaian dilakukan menggunakan pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, serta dua pesawat BNPB," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama Feri Yunaldi, Jumat (30/10/2026).

 

Mekanisme Penyemaian Hujan Buatan

Rangkaian misi penyemaian garam bermula dari lepas landasnya armada pesawat di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. Pesawat kemudian bergerak menuju titik-titik krusial penyebaran karhutla di wilayah Sumatra Selatan.

Begitu tiba di koordinat sasaran, petugas mengaktifkan peralatan khusus untuk mendistribusikan garam ke atmosfer. Partikel garam yang disebar akan bereaksi ketika bertemu dengan kumpulan awan potensial, merangsang pembentukan butiran air hingga merangsang turunnya hujan buatan di area terdampak.

 

Efektif Padamkan Titik Api

Marsekal Pertama Feri Yunaldi menambahkan bahwa langkah OMC ini sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir dan menunjukkan hasil signifikan.

"Dalam beberapa hari terakhir, hujan telah turun di Kota Palembang dan sejumlah daerah lainnya di Sumsel," ungkap Feri.

TNI AU menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca akan terus digencarkan secara berkelanjutan sampai seluruh titik api yang membakar kawasan hutan dan lahan di Sumatra Selatan benar-benar padam total.

 

Peringati HUT ke-27, KKP Deklarasikan Program ‘Laut Sebasah’ di PPS Nizam Zachman

JAKARTA, Iki Radio — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi mendeklarasikan gerakan "Laut Sebasah" di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Jakarta, pada Jumat (30/10/2026). Deklarasi yang dirangkaikan dengan aksi pembersihan laut secara massal ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 KKP.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Irwan Meilano, ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam menanggulangi krisis sampah laut yang semakin mengkhawatirkan dan mengancam kelangsungan biota perairan.

Wamen Irwan menegaskan pentingnya penanganan sampah laut, terutama bahaya partikel mikroplastik yang terurai di perairan. Selain merusak ekosistem laut, mikroplastik berpotensi besar masuk ke dalam rantai makanan yang pada akhirnya membahayakan kesehatan manusia.

Sebagai upaya komprehensif dari hulu ke hilir, Program Sebasah difokuskan pada empat kawasan strategis di Indonesia.

Aksi bersih-bersih di PPS Nizam Zachman kali ini melibatkan sedikitnya 700 peserta yang berasal dari berbagai lintas sektor. Selain mengangkut sampah di area pelabuhan, KKP juga mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan melalui penyerahan bantuan sarana dan prasarana ekonomi sirkular. Dalam kesempatan tersebut, Wamen Irwan menyerahkan secara simbolis bantuan satu unit mesin pirolisis kepada kelompok pegiat sampah setempat.

Melalui deklarasi dan aksi nyata ini, KKP berharap PPS Nizam Zachman dapat menjadi percontohan pelabuhan bersih (clean port) yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan laut, tetapi juga memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

 

 

Presiden Prabowo Serahkan Bonus Rp158,3 Miliar untuk Atlet dan Pelatih Asian Games & Asian Para Games 2026

JAKARTA, Iki Radio — Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan bonus senilai total Rp158,3 miliar kepada para atlet dan pelatih peraih medali Asian Games serta Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Acara penyerahan apresiasi ini berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (29/10/2026).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir merinci, dari total alokasi anggaran tersebut, sebesar Rp61,1 miliar dikucurkan untuk atlet dan pelatih Asian Games, sedangkan Rp97,2 miliar sisanya dialokasikan bagi kontingen Asian Para Games.

"Bonus tersebut telah ditransfer langsung ke rekening para atlet pada Rabu (28/10/2026) dan Kamis pagi," ujar Erick. 

Ia menambahkan bahwa sejumlah ketua umum cabang olahraga—seperti panjat tebing, bulu tangkis, dan angkat besi—telah mengonfirmasi masuknya dana tersebut ke rekening para atlet.

Pada gelaran Asian Games Aichi-Nagoya 2026, kontingen Indonesia sukses melampaui target empat emas dengan memboyong total 39 medali (5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu), yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-16 klasemen akhir.

Hasil memuaskan juga diukir pada Asian Para Games 2026, di mana Indonesia merangsek ke peringkat ke-8 klasemen usai mengumpulkan 73 medali (15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu). Capaian ini secara signifikan melampaui target awal yaitu tujuh medali emas.

Sebagai bentuk penghargaan, apresiasi tinggi diberikan kepada peraih medali emas nomor perseorangan dengan bonus sebesar Rp3 miliar. Sementara itu, peraih emas nomor ganda mengantongi Rp2,4 miliar, dan nomor beregu mendapatkan Rp1,5 miliar. Menpora menyampaikan bahwa rincian nominal bagi peraih medali perak dan perunggu akan dibagikan lebih lanjut secara mendetail.

Puluhan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Diterjang Puting Beliung di Kartoharjo, Magetan

MAGETAN, Iki Radio — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan melaporkan bahwa puluhan rumah warga di Kecamatan Kartoharjo mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang. Bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh angin puting beliung yang menerjang wilayah tersebut menyusul hujan deras pada Kamis sore, (29/10/2026).

ilustrasi (Ai)

Petugas BPBD Kabupaten Magetan, Sudarsono, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyisiran dan pendataan hingga Kamis malam.

"Datanya belum masuk semua. Hingga Kamis malam masih terus kita lakukan penyisiran. Untuk yang rusak sedang kita rencanakan besok Jumat penyaluran bantuan, sedangkan yang ringan sudah diperbaiki oleh pemilik rumah masing-masing," ujar Sudarsono.

Berdasarkan data sementara, dampak angin kencang ini tersebar di tiga desa, yaitu Desa Jajar, Desa Jeruk, dan Desa Bayemtaman, serta berdampak pada bangunan Puskesmas Kartoharjo. 

Selain kerusakan rumah, BPBD juga mencatat adanya dua titik pohon tumbang di Desa Jeruk dan Bayemtaman yang berhasil ditangani dengan cepat oleh petugas gabungan dan warga setempat.

Perangkat Desa Jajar, Agus Sumarno, merinci bahwa wilayah Dusun Lemi menjadi titik yang paling parah terdampak. Tiga rumah di dusun tersebut mengalami kerusakan tingkat sedang, sementara belasan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

Karena kondisi menjelang malam yang gelap dan membatasi jarak pandang, proses perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan sedang dijadwalkan dilanjutkan pada Jumat (30/10/2026) secara gotong royong antara petugas dan warga.

Mengingat wilayah Kabupaten Magetan dan sekitarnya telah memasuki masa peralihan menuju musim hujan akhir 2026—seperti yang telah diperirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)—pihak desa bersama BPBD Kabupaten Magetan mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan angin kencang mendadak.

Warga juga diminta untuk segera melapor melalui saluran pelayanan darurat BPBD Magetan apabila terjadi bencana atau pohon tumbang di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

Polda Riau Tangani 61 Perkara Karhutla Sepanjang 2026, Pelalawan Jadi Wilayah Terluas yang Terbakar

PEKANBARU, Iki Radio — Kepolisian Daerah (Polda) Riau menunjukkan komitmen tegas dalam menanggulangi bencana lingkungan dengan terus memperkuat penegakan hukum terhadap tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sepanjang tahun 2026, tercatat sebanyak 61 perkara karhutla telah ditangani dengan menetapkan 65 orang sebagai tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro, menyatakan bahwa penegakan hukum ini dijalankan secara konsisten guna memberikan efek jera serta mencegah terulangnya bencana tahunan tersebut di Provinsi Riau.

"Sepanjang 2026, Polda Riau bersama jajaran telah menangani 61 perkara karhutla dengan 65 tersangka. Penegakan hukum ini merupakan bagian penting dari upaya pengendalian karhutla secara menyeluruh," ujar Ade, Kamis (29/10/2026).

Berdasarkan data kepolisian, total luas lahan yang terbakar dari puluhan perkara tersebut mencapai 3.394,55 hektare. Kabupaten Pelalawan tercatat sebagai wilayah dengan penyumbang luas lahan terbakar terbesar, yakni mencapai 2.507,1 hektare dari total 10 perkara yang ditangani di wilayah tersebut.

Selain Pelalawan, sejumlah kabupaten dan kota lain turut mencatat penanganan perkara karhutla, di antaranya Bengkalis dan Indragiri Hilir masing-masing mencatat 10 perkara (dengan luas lahan di Indragiri Hilir mencapai 73,5 hektare). Indragiri Hulu 7 perkara dengan luas lahan terbakar 111,7 hektare. Siak 5 perkara dengan luas lahan terbakar 48,64 hektare. Dan Ditreskrimsus Polda Riau (Subdit IV): 4 perkara dengan luas lahan mencapai 152,71 hektare.

Penanganan juga tersebar di Kota Pekanbaru, Dumai, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Kampar, Rokan Hulu, dan Kuantan Singingi.

Dari sisi progres hukum, sebanyak 19 perkara telah memasuki tahap II (pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum). Sebanyak 24 perkara berada pada tahap I, 11 perkara dalam proses pemenuhan petunjuk jaksa (P19), dan 7 perkara masih dalam tahap penyidikan intensif.

Kendati mengedepankan penegakan hukum yang tegas, Kombes Ade menekankan bahwa langkah represif bukanlah satu-satunya solusi. Upaya pencegahan preventif tetap menjadi prioritas utama melalui patroli rutin di kawasan rawan, pemantauan titik panas (hotspot), serta penguatan koordinasi lintas sektoral dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Sebagai langkah edukasi, Polda Riau juga memasang papan peringatan di lokasi-lokasi bekas kebakaran guna mengingatkan masyarakat secara langsung mengenai beratnya konsekuensi hukum dari pembakaran hutan dan lahan.

"Penegakan hukum adalah langkah terakhir. Yang paling penting adalah bagaimana kita mencegah kebakaran sejak dini. Karena ketika hutan dan lahan terbakar, dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat," pungkasnya.

 

Polrestabes Medan Gerebek Gudang Pinang Berkedok Tempat Penyimpanan Narkotika, Sita Barang Bukti Senilai Rp10 Miliar

MEDAN, Iki Radio — Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polrestabes Medan membongkar sindikat peredaran gelap narkotika antarserikat internasional yang menjadikan sebuah gudang pengolahan pinang di kawasan Sei Mencirim, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, sebagai tempat penyimpanan barang haram.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti fantastis berupa 3 kilogram sabu, 10.000 butir pil ekstasi, dan 1.778 vape narkoba dengan total nilai ekonomis mencapai Rp10 miliar.

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari pengembangan penyelidikan kasus sebelumnya di kawasan Sei Semayang. Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa pasokan narkoba tersebut berasal dari Malaysia dan sempat transit di gudang pengolahan pinang sebelum didistribusikan.

"Dari pengungkapan itu, petugas menemukan jejak narkoba dipasok, yang bersumber dari Malaysia namun transit terlebih dahulu di gudang pengolahan pinang," ujar AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Kamis (29/10/2026).

Modus Sembunyikan Barang Bukti dalam Sofa Modifikasi

Saat melakukan penggerebekan di lokasi pertama, petugas mengamankan seorang pria berinisial PS (34) yang berperan sebagai bandar sekaligus pengelola gudang.

Sempat berkelit dan enggan menunjukkan barang bukti, gerak-gerik pelaku akhirnya tak berkutik setelah petugas melakukan penggeledahan teliti. Polisi mendapati narkotika dalam jumlah besar disembunyikan di dalam sebuah sofa yang bagian belakangnya telah dimodifikasi secara khusus.

Temukan Gudang Kedua di Pancur Batu

Tidak berhenti di situ, hasil pengembangan kasus membawa petugas menuju lokasi kedua pada Selasa (20/10) malam. Sebuah rumah sewa di kawasan perumahan di Kecamatan Pancur Batu digeledah, dan polisi kembali menemukan tumpukan barang bukti berupa 10.000 butir pil ekstasi serta lebih dari 1.000 vape narkoba yang disimpan di dalam kamar.

Secara keseluruhan, operasi di dua lokasi ini berhasil menyelamatkan lebih dari 23.000 jiwa dari ancaman bahaya narkotika.

Kejar Warga Negara Malaysia

Saat ini, pihak kepolisian tengah memburu seorang warga negara Malaysia berinisial SB yang diduga kuat sebagai pemasok utama jaringan internasional tersebut. Polisi menegaskan akan berkoordinasi dengan pihak kedutaan dan Kepolisian Malaysia untuk meringkus pelaku serta memutus mata rantai peredaran narkoba.

"Kami pastikan SB akan kami ringkus, kami akan berkoordinasi dengan kedutaan dan Kepolisian Malaysia. Kami berkomitmen untuk memutus mata rantai bandar narkoba, sesuai dengan tagline Bapak Kapolri, pulihkan pengguna narkoba, putus mata rantai bandar, Polisi bersama masyarakat," pungkas Rafli.

 

Pemkab Madiun Gelar Festival Literasi 2026: Transformasi Perpustakaan Menuju Pusat Kesejahteraan Masyarakat

MADIUN, Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sukses menyelenggarakan Festival Literasi Kabupaten Madiun Tahun 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 27 hingga 29 Oktober 2026.

Festival ini mengusung misi besar untuk memadukan literasi digital dengan pemberdayaan UMKM serta budaya membaca konvensional. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong pelajar agar terbiasa membaca selama 10–15 menit setiap hari, serta mengubah paradigma perpustakaan agar tidak sekadar menjadi tempat meminjam buku, melainkan sebagai pusat peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian acara dibuka dengan pelatihan public speaking serta pelatihan pemberdayaan bagi para pelaku UMKM lokal guna mendongkrak kapasitas ekonomi kreatif masyarakat pada 27 Oktober 2026.

Pada hari kedua, ada pelatihan mendongeng dan teknik membaca nyaring (read aloud) bagi para pendidik Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) bersama Bunda Literasi Madiun, Ny. Erni Hari Wuryanto.

Dan pada hari ketiga, rangkaian Festival Literasi 2026 ditutup secara resmi dengan kegiatan talkshow transformasi perpustakaan dan kearsipan yang dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Madiun.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan literasi dilakukan secara riil melalui penganggaran yang terukur dan pemanfaatan creative financing.

Pemkab Madiun juga telah menyiapkan regulasi serta nomenklatur khusus agar pemerintah desa dapat mengalokasikan Dana Desa untuk pengembangan perpustakaan desa dan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

"Kami komitmen di anggaran desa pun, kita perkenankan kalau desa itu bisa mengalokasikan untuk perpustakaan desa, termasuk program TPBIS tadi untuk membantu mengkoordinir teman-teman yang kreatif," ujar Bupati Hari Wuryanto, Kamis (29/10/2026).

Bupati juga mengungkapkan rasa syukurnya karena Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di Kabupaten Madiun saat ini telah berada di atas rata-rata provinsi dan nasional. Semua data kunjungan dan pemanfaatan literasi kini telah terdigitalisasi dengan transparan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun, Kus Hendrawan, menjelaskan bahwa festival ini merupakan puncak dari rangkaian program DAK Non-fisik yang telah berjalan konsisten, termasuk keberhasilan Kabupaten Madiun meraih Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik selama tiga tahun berturut-turut hingga tahun 2027.

“Inilah bentuk daripada program kita jalan, mulai dari tingkat masyarakat, desa, kelurahan, kecamatan, OPD, maupun pada pemangku kebijakan. Itu yang kita harapkan. Dan juga disampaikan Pak Bupati, bahwa untuk mendukung Kabupaten Madiun besar aja, kita harus intervensi semuanya, bukan hanya di kita saja. Tapi tanpa kolaborasi dengan OPD, masyarakat, tidak mungkin bisa. Kuncinya adalah kerjasama,” ujar Kus Hendrawan.

Melalui penyelenggaraan Festival Literasi 2026 ini, Pemkab Madiun berharap budaya literasi tidak hanya berhenti pada saat acara seremonial saja, melainkan terus dievaluasi dan dihidupkan di tengah masyarakat melalui kolaborasi erat antara pemerintah, OPD, pengelola perpustakaan desa, dan masyarakat luas.(ir)

close
Pasang Iklan Disini