Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Gadget Picu Gangguan Jiwa dan Penipuan, Bupati Madiun: Koperasi dan Literasi Keuangan Jadi Benteng Keluarga

Iki Radio — Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengungkap fakta mengejutkan mengenai fenomena sosial di era digital yang memicu peningkatan gangguan kesehatan mental serta maraknya kasus penipuan modern di masyarakat.

Menghadapi ancaman nyata tersebut, Bupati menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan dan pemberdayaan koperasi adalah benteng utama untuk menyelamatkan ketahanan keluarga.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber utama dalam agenda "Penumbuhan Kesadaran dalam Peningkatan Taraf Hidup Keluarga Melalui Kehidupan Berkoperasi" yang digelar oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun pada Senin (6/7/2026).

Dalam arahannya, Hari Wuryanto menyoroti bagaimana kecanduan gawai (gadget) telah merusak pola asuh anak dan memicu tekanan psikologis yang berat di lingkungan keluarga.

"Jumlah pasien di Rumah Sakit Jiwa itu meningkat. Salah satunya karena perkembangan zaman yang tidak diikuti dengan bijak. Orang tua sekarang lebih fokus ke HP. Saya berharap teknologi itu memudahkan kita mencapai tujuan, bukan malah membuat kita dibudak, lalu lupa waktu dan abai pada keluarga," tegas Bupati Madiun.

Selain ancaman psikologis, Bupati juga memperingatkan masyarakat mengenai tingginya kerentanan ekonomi di era digital. Tanpa pemahaman finansial yang sehat, warga akan sangat mudah terjerat modus penipuan modern seperti investasi bodong.

Sebagai langkah preventif, ia menginstruksikan koperasi dan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk bergerak aktif menjadi agen perubahan.

Mereka dituntut untuk gencar mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang aman dan rasional.

Acara ini dibuka Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Madiun, Indra Setyawan. Selain Bupati, hadir pula sebagai narasumber dr. Purnomo Hadi (Wakil Bupati Madiun) dan Anjar Kususiyanah, M.Hum. (Akademisi dari Universitas Islam Negeri [UIN] Ponorogo).

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berkomitmen kuat untuk menjadikan koperasi bukan sekadar badan usaha biasa, melainkan sebagai bantalan ekonomi konkret demi mewujudkan keluarga yang mandiri, sehat mental, dan berdaya saing di era digital.

 

Hadapi Musim Kemarau 2026, BPBD Balangan Perkuat Sinergi dan Bersiap Tetapkan Status Siaga Karhutla

Iki Radio — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menghadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalsel.

Komitmen ini ditegaskan BPBD Balangan usai Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, pada Senin (6/7/2026).

Apel dihadiri seluruh Bupati dan Wali Kota se-Kalimantan Selatan, serta jajaran BPBD dari berbagai kabupaten/kota.

Agenda ini menjadi langkah awal dalam menyatukan ritme dan strategi menghadapi potensi bencana karhutla di wilayah Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, menyampaikan bahwa apel ini merupakan momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dalam meningkatkan kesiapsiagaan, simulasi, serta mitigasi bencana di lapangan.

"Kegiatan ini merupakan apel kesiapsiagaan bersama seluruh kepala daerah dan BPBD se-Kalimantan Selatan. Kami bersama-sama memperkuat langkah kesiapsiagaan melalui simulasi dan mitigasi bencana karhutla pada 2026," ujar H. Rahmi.

Sebagai langkah konkret pasca-apel provinsi, BPBD Balangan bergerak cepat menyusun rencana taktis di tingkat daerah. Rahmi membeberkan bahwa pihaknya akan segera menggelar kegiatan serupa di Kabupaten Balangan, termasuk menyiapkan penetapan status kebencanaan yang relevan.

"Nantinya kami akan menetapkan status siaga karhutla di Kabupaten Balangan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang berkembang," tambahnya.

Pihak BPBD Balangan menyadari bahwa penanganan karhutla tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja. Diperlukan sinergi yang kokoh antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, TNI, Polri, relawan, hingga elemen masyarakat.

Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan risiko bencana dapat ditekan secara signifikan dan dampak buruk karhutla bisa diminimalkan.

Masyarakat diimbau keras untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Jika melihat atau menemukan titik api (hotspot) sekecil apa pun, segera laporkan ke pihak BPBD Balangan atau posko bencana terdekat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sebelum meluas.

"Kami berharap kolaborasi yang telah dibangun dapat meningkatkan kesiapsiagaan, sehingga karhutla di Balangan dapat dicegah dan ditangani secara optimal," pungkas Rahmi.

 

Bunda PAUD Kalteng Genjot Wajib Belajar 13 Tahun

Iki Radio - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya memperkuat implementasi program Wajib Belajar 13 Tahun sebagai langkah membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul sejak usia dini.

Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran.


Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun dan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) jenjang PAUD Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar secara daring dari Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (6/7/2026).

Menurut Aisyah, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk kecerdasan, karakter, kesehatan, kreativitas, serta kemampuan sosial anak. Karena itu, setiap anak harus memperoleh layanan pendidikan berkualitas sejak masa prasekolah.

"Usia dini merupakan masa emas yang sangat menentukan kualitas kehidupan anak di masa depan. Karena itu, menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah," ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun diawali dengan satu tahun pendidikan prasekolah bagi anak usia 5–6 tahun. Program tersebut bertujuan memastikan seluruh anak memiliki kesiapan belajar sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Menurutnya, keberhasilan program itu memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bunda PAUD, satuan pendidikan, organisasi mitra, dunia usaha, masyarakat, dan orang tua. Sinergi tersebut diperlukan untuk meningkatkan angka partisipasi PAUD sekaligus memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak.

Selain itu, Aisyah menekankan pentingnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) yang ramah anak. Ia mengingatkan agar pengalaman pertama anak di sekolah berlangsung menyenangkan, aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan maupun diskriminasi.

"Jangan sampai anak yang bersemangat masuk sekolah justru merasa takut. MPLS harus menjadi proses adaptasi yang menyenangkan agar anak nyaman dan percaya diri untuk belajar," tegasnya.

Aisyah juga mengajak seluruh Bunda PAUD kabupaten dan kota untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini, memperluas edukasi kepada masyarakat, serta memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan.

Ia turut mengajak seluruh pemangku kepentingan menanamkan nilai-nilai budaya Kalimantan Tengah, seperti semangat Huma Betang yang menjunjung tinggi kebersamaan, toleransi, gotong royong, dan persatuan sebagai bagian dari pendidikan karakter sejak dini.

Di akhir sambutannya, Aisyah mengingatkan pesan Gubernur Kalimantan Tengah agar tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan dengan alasan apa pun. Ia juga mengajak seluruh pihak mendukung berbagai program pemerintah, termasuk Program Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga kurang mampu.

"Mari bersama-sama mewujudkan PAUD yang berkualitas, inklusif, ramah anak, dan menyenangkan sebagai fondasi menuju Kalimantan Tengah yang maju dan menyongsong Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

 

Komisi Yudisial Gandeng MUI Perkuat Etika Hakim dan Kajian Sistem Peradilan

Iki Radio - Komisi Yudisial (KY) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperkuat sinergi dalam upaya membangun integritas, etika, dan kapasitas hakim melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut diharapkan semakin memperkokoh pengawasan terhadap hakim sekaligus mendukung terwujudnya sistem peradilan yang berintegritas dan berkeadilan.

Komisi Yudisial (KY) dan Mejelis Ulama Indonesia (MUI) menandatangani nota kesepahaman tentang penguatan integritas, etika dan kapasitas hakim, serta pengembangan kajian sistem peradilan. (Foto: Dok Komisi Yudisial)

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Ketua Komisi Yudisial, Abdul Chair Ramadhan, dan Ketua MUI, Anwar Iskandar, di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Kerja sama yang berlaku selama lima tahun itu mencakup penguatan integritas dan etika hakim, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan kajian mengenai sistem peradilan.

Ruang lingkup nota kesepahaman meliputi penyelenggaraan penelitian, diskusi, seminar, publikasi ilmiah, pertukaran informasi, kegiatan akademik, hingga monitoring dan evaluasi yang berkaitan dengan kehormatan, keluhuran martabat, dan perilaku hakim.

Ketua Komisi Yudisial Abdul Chair Ramadhan mengatakan, kerja sama dengan MUI merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan mandat konstitusional KY dalam menjaga kehormatan, keluhuran martabat, dan perilaku hakim.

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga diharapkan memperkuat posisi kelembagaan KY dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. "MoU antara KY dengan DPP MUI alhamdulillah semua telah Allah takdirkan dan memang kami usahakan agar KY semakin optimal. Kami merasa perlu diterbitkan fatwa dari Dewan Pimpinan MUI Pusat terkait kedudukan dari KY," ujarnya.

Abdul Chair menjelaskan, permohonan fatwa kepada MUI merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai kedudukan dan kewenangan KY dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap hakim guna mendukung terwujudnya kekuasaan kehakiman yang merdeka.  "Permintaan fatwa ini adalah salah satu terobosan dan merupakan langkah progresif untuk meneguhkan kewenangan utama dari KY dalam rangka pengawasan terhadap hakim guna mewujudkan kekuasaan kehakiman yang merdeka," katanya.

Ia berharap fatwa yang diterbitkan MUI nantinya dapat menjadi pandangan keagamaan mengenai kedudukan Komisi Yudisial sebagai lembaga yang menjalankan fungsi menjaga kehormatan dan integritas hakim dalam sistem peradilan nasional.

Selain pengembangan kajian, kerja sama tersebut juga diarahkan pada pelaksanaan forum konsultasi, pertukaran informasi, penyusunan rekomendasi, sosialisasi Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), serta berbagai program lain yang mendukung penguatan integritas aparat peradilan.

Melalui nota kesepahaman ini, Komisi Yudisial dan MUI berharap kolaborasi lintas lembaga dapat memperkuat budaya integritas di lingkungan peradilan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan sebagai pilar utama penegakan hukum dan keadilan di Indonesia.

 

Wali Kota Malang Soroti PTMSI, Kejuaraan Ini Disiapkan untuk Kejar Medali Porprov

Iki Radio - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai memperkuat pembinaan atlet tenis meja melalui Kejuaraan Wali Kota Cup Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) seluruh Kota Malang Tahun 2026.



Turnamen tersebut menjadi ajang penjaringan atlet potensial untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2027.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi membuka kejuaraan itu di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (5/7/2026).

Ia menegaskan Pemerintah Kota Malang memberi perhatian terhadap pembinaan cabang olahraga tenis meja, terutama setelah hasil Pekan Olahraga Provinsi sebelumnya belum menghasilkan medali bagi Kota Malang.

“Saya memang sedang fokus dengan PTMSI Kota Malang. Kemarin pada Porprov belum menghasilkan medali. Karena itu, saya hadir untuk memberikan semangat baru agar PTMSI bisa bangkit. Saya yakin Kota Malang memiliki atlet-atlet yang berprestasi dan berpotensi memberikan hasil terbaik ke depan,” ujar Wahyu.

Menurutnya, Wali Kota Cup tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet secara berjenjang. Kompetisi diperlukan untuk mengukur kemampuan, keterampilan, dan perkembangan hasil latihan para atlet.

“Kalau hanya berlatih tanpa kompetisi, kita tidak akan mengetahui sejauh mana perkembangan atlet. Karena itu, kompetisi seperti ini menjadi wadah untuk melihat kemampuan, keterampilan, sekaligus perkembangan latihan para atlet. Dari sini nanti akan muncul bibit-bibit terbaik yang diproyeksikan tampil pada Porprov 2027 maupun kejuaraan tingkat Jawa Timur,” katanya.

Wahyu mengapresiasi kepengurusan baru PTMSI Kota Malang yang dinilai memiliki semangat membangun prestasi. Ia optimistis pembinaan yang lebih terarah dapat memperbaiki pencapaian tenis meja Kota Malang pada ajang olahraga mendatang.

“Kita tidak perlu terus melihat ke belakang. Walaupun sebelumnya belum memperoleh medali, saya yakin dengan semangat baru dan pembinaan yang lebih baik, PTMSI mampu memberikan hasil terbaik bagi Kota Malang pada Porprov 2027,” tegasnya.

Usai membuka kejuaraan, Wahyu meninjau jalannya pertandingan dan menyaksikan penampilan para atlet muda. Ia mengaku optimistis melihat potensi atlet tenis meja Kota Malang, termasuk peserta usia dini yang menunjukkan kemampuan menonjol.

“Saya melihat potensi atlet tenis meja Kota Malang sangat baik. Bahkan tadi ada atlet yang masih taman kanak-kanak, tetapi mampu mengalahkan peserta yang usianya lebih tinggi. Ini menunjukkan pembinaan usia dini sudah mulai terlihat hasilnya,” ungkapnya.

Wahyu secara khusus mengapresiasi atlet muda bernama Kenta yang masih berusia taman kanak-kanak dan tampil tenang dalam pertandingan. Menurutnya, atlet usia dini dengan potensi tersebut perlu mendapat pendampingan serta pembinaan secara berkelanjutan.

“Anak-anak seperti Kenta harus benar-benar dilatih, dibimbing, dan dibina oleh PTMSI. Mereka adalah aset Kota Malang yang berpotensi menjadi atlet berprestasi dan membawa pulang medali di masa mendatang,” pungkasnya.

 

Wali Kota Ikut Lempar Kail, Lomba Mancing Semipro Gerakkan Wisata Perikanan

Iki Radio - Sebanyak 125 pemancing dari sejumlah daerah mengikuti Lomba Mancing Bandeng dalam rangka Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2026 di Tambak Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPP) Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (5/7/2026).

Lomba Mancing Bandeng, Wali Kota Aminuddin Dorong Penguatan Wisata dan Ekonomi Perikanan Kota Probolinggo, Minggu (05/07/2026)

Kegiatan yang rutin digelar DKPP setiap bulan itu dikemas lebih meriah dalam rangkaian Semipro 2026. Total hadiah yang disediakan mencapai Rp10 juta, meningkat dua kali lipat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Peserta memperebutkan ikan bandeng terberat dari sekitar enam kuintal ikan yang ditebar di kolam. Lomba berlangsung selama enam jam, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, turut hadir dan mencoba memancing bersama peserta. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat serta menilai lomba tersebut tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal.

“Lomba mancing ini bukan sekadar hiburan. Kegiatan seperti ini mampu menghadirkan wisata, mempertemukan komunitas dari berbagai daerah, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ke depan, kegiatan ini perlu terus dikembangkan agar menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Kota Probolinggo,” ungkapnya.

Di sela kegiatan, Aminuddin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, Evariani, meninjau area budidaya perikanan DKPP. Mereka melihat inovasi budidaya udang vaname skala mini menggunakan kolam terpal serta berdialog dengan petugas mengenai efisiensi biaya produksi, penggunaan blower, kebutuhan pakan, dan potensi keuntungan usaha.

Aminuddin mengatakan pengembangan budidaya perikanan perlu didorong melalui inovasi yang mudah diterapkan masyarakat agar dapat meningkatkan produktivitas dan membuka peluang usaha.

“Kita ingin setiap inovasi yang dikembangkan benar-benar terukur. Mulai dari kebutuhan alat, bibit, pakan, listrik, tenaga, hingga hasil panennya harus dihitung secara rinci sehingga masyarakat memiliki gambaran usaha yang jelas. Kalau model budidaya seperti ini terbukti efisien dan menguntungkan, tentu bisa menjadi alternatif pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya sektor perikanan,” ujarnya.

Kepala DKPP Kota Probolinggo, Fitriawati, mengatakan lomba mancing disandingkan dengan rangkaian Semipro agar menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat.

“Khusus kali ini kami padukan dengan rangkaian Semipro sehingga harapannya masyarakat sudah mengetahui bahwa setiap penyelenggaraan Semipro akan ada lomba mancing. Antusiasmenya juga sangat baik. Peserta tidak hanya dari Kota Probolinggo, tetapi juga dari Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Pasuruan, hingga Bondowoso,” jelasnya.

Hingga lomba berakhir, peserta asal Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Wong Edan, meraih juara pertama setelah memperoleh ikan bandeng seberat 3,70 kilogram.

Juara kedua diraih Nur Wijaya dari lapak nomor 83 dengan ikan seberat 3,50 kilogram. Posisi ketiga ditempati Teguh dari lapak nomor 145 dengan hasil tangkapan seberat 3,50 kilogram.

Salah seorang peserta asal Kabupaten Lumajang, Ahmad Fauzi, mengaku mengetahui lomba tersebut dari komunitas pemancing. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang tertib dan memberi kesempatan bagi peserta dari berbagai daerah untuk bertemu.

“Acaranya sangat tertib, ikannya banyak, dan persaingannya seru. Saya senang bisa bertemu teman-teman dari berbagai daerah sekaligus menikmati suasana tambak di Kota Probolinggo,” ungkapnya.

 

Indonesia Diwakili Dubes di Tehran pada Pemakaman Ali Khamenei

Iki Radio - Pemerintah Republik Indonesia  menunjuk Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, sebagai perwakilan nasional dalam rangkaian prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.

Keputusan itu diambil setelah Indonesia menerima undangan resmi dari Pemerintah Iran dan menyampaikan apresiasi penuh atas undangan tersebut.  

"Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah RI telah menyampaikan bahwa Indonesia akan diwakili oleh Duta Besar RI di Tehran," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/2026) .

Yvonne mengatakan,  pada Kamis (2/7/2026), otoritas Iran telah menginformasikan kepada seluruh perwakilan diplomatik di negara tersebut bahwa acara penghormatan resmi akan dihadiri oleh pejabat tinggi dari pemerintah pusat Iran.

Atas penetapan Dubes Rolliansyah sebagai wakil resmi Indonesia, Pemerintah Iran menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia .

Dubes Rolliansyah Soemirat telah hadir langsung di Musalla Besar Teheran, tempat jenazah mendiang Ali Khamenei disemayamkan, untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengikuti doa bersama pada Sabtu pagi waktu setempat .

Prosesi pemakaman Ali Khamenei berlangsung selama sepekan penuh. Jenazah sang pemimpin dibawa ke Musalla Besar Tehran pada Jumat (3/7/2026) dan ditempatkan di aula utama masjid untuk upacara penghormatan selama dua hari yang terbuka bagi masyarakat umum.

Upacara dilanjutkan pada Sabtu dan Minggu (5/7/2026) di Teheran, sebelum prosesi berikutnya menuju Kota Qom pada Senin (6/7/2026).

Rangkaian acara selanjutnya akan digelar di Baghdad, Karbala, dan Najaf di Irak pada Rabu (8/7/2026), dengan tahap akhir pengebumian jenazah direncanakan di Kota Mashhad, Iran timur laut, pada Kamis (9/7/2026) .

Sejumlah pemimpin dan pejabat tinggi negara asing turut hadir memberikan penghormatan langsung di Tehran, antara lain Presiden Irak Nizar Amidi, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev sebagai utusan resmi Presiden Vladimir Putin, serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebagai ketua delegasi resmi .

Gunungan Hasil Bumi hingga Wayang Kulit, Grebeg Suro Hidupkan Jati Diri Lumajang

Iki Radio - Tradisi Grebeg Suro di Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah perlu berjalan seiring dengan pelestarian budaya, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat gotong royong.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, saat menghadiri perayaan Grebeg Suro di Desa Yosowilangun Kidul, pada Sabtu (4/7/2026).

Perayaan itu diwarnai arak-arakan gunungan hasil bumi, alunan gamelan, serta pagelaran wayang kulit. Yudha menilai tradisi tersebut bukan sekadar warisan budaya, melainkan pengingat bahwa menjaga bumi dan melestarikan budaya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Grebeg Suro mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan, menjaga kelestarian bumi, serta memperkuat semangat gotong royong. Nilai-nilai inilah yang menjadi modal penting dalam membangun Kabupaten Lumajang yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera,” ujar Yudha.

Menurutnya, kemajuan daerah tidak cukup diukur dari pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi. Kemajuan juga ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam menjaga nilai luhur yang diwariskan para leluhur, seperti gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan kebersamaan sebagai perekat kehidupan sosial.

Ia menilai Grebeg Suro menjadi ruang pembelajaran lintas generasi untuk menanamkan kesadaran bahwa alam bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga amanah yang harus dijaga bersama. Pelestarian budaya, menurutnya, sekaligus menjadi upaya merawat nilai yang memperkuat karakter masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengajak setiap keluarga menjadikan rumah sebagai ruang pertama untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan budaya kepada anak-anak.

“Memetri bumi adalah wujud rasa syukur atas anugerah alam yang kita nikmati. Sedangkan nguri-uri budaya Jawa merupakan tanggung jawab bersama agar nilai sopan santun, gotong royong, dan kebersamaan tetap hidup di tengah perubahan zaman,” tuturnya.

Dewi Natalia mengatakan keluarga memiliki peran penting untuk memastikan nilai tersebut terus diwariskan. Anak-anak yang dibiasakan mencintai lingkungan, menghargai tradisi, dan hidup bergotong royong sejak dini diharapkan tumbuh dengan kepedulian terhadap sesama serta alam.

Ia mengapresiasi masyarakat Desa Yosowilangun Kidul yang terus menjaga Grebeg Suro sebagai tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, keberlangsungan budaya tidak ditentukan oleh besarnya perayaan, melainkan oleh kesediaan masyarakat untuk merawat dan mewariskannya dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bagi masyarakat Yosowilangun Kidul, Grebeg Suro bukan sekadar penanda datangnya Tahun Baru Jawa. Tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan akan lebih bermakna apabila berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan, kekuatan budaya, dan semangat gotong royong.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari jati diri Kabupaten Lumajang yang terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi masa depan.

close
Pasang Iklan Disini