Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

600 Guru Bireuen Dibekali Strategi Mengajar Era AI

Iki Radio - Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Sebanyak 600 guru madrasah di Kabupaten Bireuen dan sejumlah daerah lainnya membahas strategi mendidik generasi di tengah derasnya arus teknologi tersebut.

Bupati Bireuen, Mukhlis, saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Guru Mendidik dengan Cinta” yang digelar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-18 Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia di Aula Setdakab Lama Bireuen, Sabtu (8/8/2026).


Pembahasan itu mengemuka, dalam Seminar Nasional bertajuk “Guru Mendidik dengan Cinta” yang digelar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-18 Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia di Aula Setdakab Lama Bireuen, Sabtu (8/8/2026).

Seminar diikuti 600 peserta dengan sistem kombinasi, terdiri atas 350 guru yang hadir secara luring dan 250 peserta mengikuti secara daring.

Bupati Bireuen, Mukhlis, saat membuka seminar menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan guru madrasah sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan berbasis nilai agama dan budaya Aceh.

“Kami sadar, tanpa guru yang sejahtera dan dihargai, mustahil kita bicara pendidikan berkualitas. Ke depan, kita akan terus mengupayakan peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan dan seminar,”katanya.

Menurutnya, kesejahteraan dan kebahagiaan guru turut menentukan kualitas proses belajar mengajar. Guru yang merasa dihargai dan mampu mengajar dengan penuh cinta dinilai lebih mampu membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak.

“Tidak akan lahir generasi yang hebat, cerdas, dan berakhlak jika ruang kelas tidak diisi oleh guru yang bahagia dan mendidik dengan penuh cinta,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Bireuen,  Zulkifli mengatakan, tantangan guru semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan AI.

Menurutnya, guru masa kini tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Mereka juga harus mampu membimbing peserta didik agar memiliki nalar kritis serta tetap memegang nilai-nilai akhlak di tengah derasnya informasi digital.

“Mendidik dengan penuh cinta bukan berarti tanpa aturan, melainkan hadir dengan hati sepenuhnya untuk anak didik,” pesan Zulkifli.

Ia menilai, kemampuan guru dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter. Teknologi, kata dia, harus ditempatkan sebagai sarana pendukung pendidikan, bukan menggantikan peran guru dalam membentuk kepribadian peserta didik.

Ketua PGM Bireuen, Mudasar, berharap momentum Harlah ke-18 dapat mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen guru madrasah untuk terus mengabdi secara ikhlas.

Dirinya juga mendorong, guru madrasah untuk bersama-sama mewujudkan madrasah yang mandiri dan berprestasi.

Hal senada, Ketua PGM Indonesia Provinsi Aceh, Abdul Jalil, mengajak, seluruh guru madrasah dari berbagai organisasi untuk memperkuat kerja sama. Menurutnya, perbedaan organisasi tidak boleh menjadi penghalang untuk mencapai tujuan bersama dalam mencerdaskan generasi muda.

“Semua organisasi guru memiliki satu tujuan yang sama, yaitu membantu bangsa dan negara dalam mencerdaskan generasi muda,” ujarnya.

Seminar tersebut menjadi momentum bagi para guru madrasah untuk memperkuat kapasitas menghadapi perubahan zaman. Di tengah kemajuan AI dan teknologi digital, guru dituntut tetap menjadi sosok penting dalam membangun nalar, karakter, dan akhlak peserta didik.

Dengan kemampuan beradaptasi dan pendekatan pendidikan yang humanis, guru diharapkan mampu memastikan teknologi menjadi alat untuk memperkuat pembelajaran tanpa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.

Desa Bahagia Jadi Miniatur Indonesia dalam Pembinaan Paskibraka HUT ke-81 RI

Iki Radio - Desa Bahagia menjadi bagian dari pembinaan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Pimpinan BPIP dan para pembina foto bersama 76 calon Paskibraka tingkat pusat tahun 2026 pada acara pembukaan pemusatan pendidikan dan pelatihan.


Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina menyebut Desa Bahagia sebagai miniatur Indonesia karena para peserta dari berbagai daerah hidup dan beraktivitas bersama selama menjalani pemusatan latihan.

Rima Agristina mengatakan, kehidupan bersama tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memahami keberagaman Indonesia. Para peserta berasal dari berbagai provinsi dengan latar belakang daerah dan budaya yang berbeda.  

“Desa Bahagia itu miniatur Indonesia,” ujar Rima dalam kegiatan latihan Paskibraka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Rima, para peserta ditempatkan dan beraktivitas bersama dengan peserta dari daerah lain. Kondisi tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk mengenal perbedaan, membangun sikap saling menghormati, serta menumbuhkan toleransi. 

“Dari daerah ini gabung satu kamar dengan daerah itu, mereka belajar memahami Indonesia. Belajar respect, belajar toleransi,” katanya.

Selama berada di Desa Bahagia, peserta tidak hanya mengikuti pembelajaran formal, tetapi juga menjalani aktivitas sehari-hari secara bersama. Mereka beribadah sesuai agama masing-masing, makan bersama, berolahraga, menjaga kebersihan, serta merapikan tempat tinggal.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan agar peserta memiliki sikap disiplin, tertib, mandiri, dan bertanggung jawab. Peserta juga dibiasakan mengikuti jadwal kegiatan dan menjaga lingkungan tempat tinggal selama pemusatan latihan.  

“Mereka belajar bagaimana hidup dengan disiplin, rapi, tepat waktu,” ujar Rima.

Selain pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai sejarah, keindonesiaan, kebangsaan, dan Pancasila. Nilai-nilai yang dipelajari kemudian diaktualisasikan melalui berbagai aktivitas selama berada di lingkungan pembinaan.

Rima menjelaskan, proses tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter Paskibraka. Peserta tidak hanya dipersiapkan untuk menjalankan tugas dalam upacara kenegaraan, tetapi juga dibentuk agar memahami posisinya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang beragam. 

“Yang dilakukan di sini adalah habituasi menjadi warga negara Indonesia dengan nilai-nilai Pancasila,” kata Wakil Kepala BPIP. 

Melalui kehidupan bersama di Desa Bahagia, peserta juga diperkenalkan pada nilai persatuan dalam keberagaman. Perbedaan daerah, budaya, dan kebiasaan tidak menjadi sekat, tetapi menjadi bagian dari pengalaman peserta dalam memahami Indonesia secara langsung.

Rangkaian pembinaan tersebut menjadi bagian dari proses panjang Paskibraka yang tidak berhenti setelah pelaksanaan tugas pengibaran dan penurunan bendera pada 17 Agustus. Peserta akan mendapatkan pembekalan dan pembinaan nilai-nilai Pancasila hingga 1 Juni 2027 sebelum kemudian menjadi Purnapaskibraka.

Setelah menjadi Purnapaskibraka, mereka diarahkan untuk tetap berkontribusi melalui wadah organisasi di daerah masing-masing. Kegiatan tersebut mencakup peningkatan kompetensi dan penerapan kemampuan melalui kegiatan kemasyarakatan. 

“Mereka diturunkan di dalam wadah itu dua hal, peningkatan kompetensi dan juga hasil peningkatan kompetensi itu dilatih di masyarakat,” ujar Rima Agristina.

Dengan demikian, pembinaan Paskibraka melalui Desa Bahagia tidak hanya menjadi bagian dari persiapan menjalankan tugas kenegaraan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk menanamkan nilai Pancasila, memperkuat persatuan, serta membangun kepedulian dan kemampuan peserta untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Mentan Amran Batalkan Rapat Penting di Jakarta Demi Entaskan Kemiskinan di Alor

Iki Radio - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta dan memilih terbang langsung ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (8/8/2026). 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta dan memilih terbang langsung ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (8/8/2026) 


Keputusan tersebut diambil setelah Amran mendengar langsung aspirasi mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, saat mengisi kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, Adriano menyampaikan kondisi masyarakat Alor, mulai dari persoalan harga dan distribusi beras hingga kebutuhan dukungan pemerintah untuk mengembangkan sektor pertanian. 

Aspirasi tersebut kemudian mendorong Mentan Amran untuk tidak berhenti pada respons dari Jakarta, tetapi turun langsung melihat kondisi masyarakat dan potensi pertanian Alor.

Mentan Amran mengatakan, dirinya sengaja membatalkan agenda rapat pimpinan karena ingin memastikan persoalan yang disampaikan mahasiswa tersebut dapat segera ditindaklanjuti di lapangan. 

“Insyaallah kami langsung turun. Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta dan langsung terbang ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi di bawah naungan Kementerian Pertanian,” kata Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, aspirasi Adriano menunjukkan bahwa suara mahasiswa dapat menjadi pengingat penting bagi pemerintah mengenai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di daerah. 

“Dia membawa aspirasi rakyat, bukan kepentingan pribadi. Saya bangga dengan Adriano, ini putra terbaik NTT. Aspirasi seperti ini harus kita kawal karena mereka membaca denyut nadi masyarakat, mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat,” tegas Mentan Amran.

Setibanya di Alor, Mentan Amran langsung meninjau sejumlah lokasi dan berdialog dengan pemerintah daerah serta masyarakat. Dari peninjauan tersebut, Ia menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi salah satu sasaran utama intervensi Kementerian Pertanian di Alor.

Mentan Amran melihat sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Alor. Karena itu, pemerintah menyiapkan strategi yang berjalan secara bersamaan, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan dalam jangka pendek hingga pengembangan komoditas perkebunan yang dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dalam jangka panjang. 

“Di sini kemiskinan masih tinggi. Solusi tercepatnya adalah pertanian. Karena itu, kita kerjakan yang jangka pendek dan jangka panjang sekaligus. Beras kita amankan, benih kita berikan, alsintan dan pompa kita siapkan. Setelah itu kita bangun tanaman jangka panjang seperti kelapa, kakao, dan mete,” kata Mentan Amran.

Untuk kebutuhan pangan, Mentan Amran memastikan ketersediaan beras di Alor harus aman dan masyarakat memperoleh harga yang terjangkau. Ia juga meminta Bulog memastikan stok tetap tersedia serta melakukan operasi pasar apabila dibutuhkan.  

“Beras sudah aman, sudah ada di gudang. Harganya harus sama dengan Jakarta, sekitar Rp13 ribu. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang membeli beras dengan harga Rp25 ribu atau Rp30 ribu. Kalau dibutuhkan, Bulog lakukan operasi pasar,” tegasnya.


Percepatan Produksi Pangan di Alor

Selain beras, Kementerian Pertanian menyiapkan dukungan untuk percepatan produksi pangan melalui benih padi dan jagung, alat dan mesin pertanian, serta pompa untuk mendukung lahan yang memiliki sumber air. Dalam kunjungannya, Mentan Amran bahkan menambah sejumlah dukungan alsintan dan pompa berdasarkan kebutuhan yang disampaikan pemerintah daerah dan masyarakat.

Untuk jangka panjang, Mentan Amran mendorong pengembangan komoditas yang dinilai sesuai dengan kondisi agroklimat Alor, terutama kelapa, kakao, dan jambu mete. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat karena dapat dipanen dalam jangka panjang. 

“Kita targetkan tanaman minimal 10 ribu hektare di Alor. Kalau satu hektare dikelola satu keluarga, berarti ada 10 ribu keluarga yang mendapat sumber penghasilan. Kalau satu keluarga empat orang, sekitar 40 ribu orang bisa merasakan manfaatnya. Karena itu, kita harus kerja sungguh-sungguh agar kemiskinan di Alor bisa ditekan,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan, intervensi tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang membutuhkan. Dukungan berupa bibit dan biaya tanam diberikan pemerintah sehingga masyarakat tidak dibebani biaya awal. 

“Bibitnya dari pemerintah, biaya tanamnya juga dari pemerintah. Gratis untuk rakyat. PPL harus mengawal sampai tumbuh dan berhasil. Ini kesempatan untuk membangun Alor dan mengubah kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam peninjauan tanaman kakao, Mentan Amran juga mengapresiasi pertumbuhan bibit yang telah dikembangkan di Alor. Menurutnya, tanaman perkebunan seperti kakao, kelapa, dan mete merupakan investasi jangka panjang yang dapat menopang kesejahteraan masyarakat selama puluhan tahun. 

“Ini masa depan Alor. Kakao, mete, dan kelapa bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Yang penting sekarang kita tanam dengan bibit unggul dan kita kawal sampai berhasil,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan, kunjungan langsung ke Alor menjadi bagian dari upaya memastikan program pemerintah tidak berhenti pada perencanaan dan penyaluran bantuan, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.  

“Kita tidak boleh hanya berbicara dari Jakarta. Saya datang ke sini untuk melihat langsung, mendengar langsung, dan langsung memutuskan apa yang harus dikerjakan. Ada program jangka pendek, ada jangka panjang. Dua-duanya kita jalankan,” pungkas Menteri Andi Amran Sulaiman.

Profil Dinda Permata, Pedangdut Medan Alumni KDI 2009

Iki Radio - Dinda Permata Suci Nababan atau lebih dikenal dengan nama Dinda Permata merupakan seorang penyanyi dangdut kelahiran Medan, 17 April 1992. Dinda mulai terkenal setelah mengikuti ajang pencarian bakat Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2009.

Memiliki bakat dan suara yang khas, mengantarkan namanya menjadi salah satu finalis dalam ajang pencarian bakat menyanyi tersebut. Dinda Permata menjadi wakil dari kota Medan.

Pada tahun 2009, Dinda Permata pernah tergabung dengan grup vokal 5 Bidadari. Dinda bersama keempat temannya berhasil mengeluarkan beberapa singel.

Kebersamaannya bersama grup vokal 5 Bidadari tidak berlangsung lama, setelah grup tersebut resmi membubarkan diri tahun 2012. Dan Dinda langsung membentuk Duo Adiva dengan bantuan pemain keyboard band Radja.

Karier Dinda terus berkembang seiring dengan bergabung bersama salah satu label musik ternama Indonesia, Nagaswara. Di bawah naungan label tersebut, namanya semakin dikenal.

Dinda Permata berhasil mengeluarkan beberapa single, dan salah satunya yang berjudul Tak Sanggup lagi berhasil laku dipasaran. Di YouTube, video Tak Sanggup Lagi tembus di atas angka 26 juta.

Berkat kegigihannya Dinda Permata pernah masuk dalam nominasi Anugerah Dangdut Indonesia (ADI) pada kategori penyanyi dangdut pendatang baru paling hits. Meski tidak jadi pemenang, Dinda bangga atas pencapaiannya tersebut.

Salah satu prestasinya yang membanggakan lagi adalah ketika Dinda ditunjuk menjadi salah satu juri dalam ajanng pencarian bakat yang pernah diikutinya, KDI 2018.

Pada tahun 2019, Dinda Permata dipercaya untuk menjadi wakil dari Indonesia untuk mengikuti ajang penyanyi pendatang baru se-Asia, Big Stage. Dalam ajang tersebut Dinda akan bersaing dengan penyanyi pendatang baru lainnya dari negara Asia lainnya.

KARIER

Singel

Tak Sanggup Lagi

Seseorang Dihatimu

Ga Segitunya Keleus

Cewek Matic

 

Profil Arneta, Si Cantik Yang Mampu Curi Perhatian Publik

Iki Radio - Penyanyi dangdut koplo muda, Arneta Julia berhasil mencuri perhatian publik dengan suara merdunya dan penampilan panggung yang memukau. 


Sebagai sosok pedangdut asal Gresik, Jawa Timur, Arneta Julia, yang memiliki nama asli Arneta Yuliana Fitri, telah menapaki karier musiknya di Tanah Air.

Perjalanan Karier

Arneta memulai kariernya sebagai penyanyi dangdut koplo dan langsung menunjukkan bakatnya yang luar biasa.

Kariernya semakin bersinar ketika Arneta Julia bergabung dengan beberapa grup dangdut terkemuka di Jawa Timur, seperti Pallapa, Adella, dan Duta Nirwana. 

Keanggotaannya dalam orkes-orkes tersebut membuka peluang besar baginya untuk menunjukkan kemampuan vokalnya yang istimewa.

Salah satu titik puncaknya adalah lewat lagu berjudul "Scatter," yang berhasil mendapatkan perhatian luas. 

Video musik lagu ini, diunggah di kanal YouTube Henny Adella, menjadi viral dan trending di YouTube Music.

Kehidupan Pribadi

Arneta Julia lahir di Gresik pada tanggal 2 Juli 2002 dan memeluk agama Islam. Meskipun masih tergolong sebagai pendatang baru di industri musik, namun kehadirannya mampu menggetarkan panggung dangdut koplo. 

Selain nama aslinya, Arneta Julia juga dikenal dengan panggilan "Ratu Pesek." Jargon khasnya, "uwenak lek," selalu mengiringi penampilannya di atas panggung.

Sementara fans setianya yang disebut sebagai SAJ (Sahabat Arneta Julia) telah tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Biodata

Nama Asli: Arneta Yuliana Fitri

Nama Panggung: Arneta Julia

Tempat, Tanggal Lahir: Gresik, 2 Juli 2002

Agama: Islam

Profesi: Penyanyi Dangdut

Akun Instagram: @arneta_id1

Lagu Dangdut yang Pernah Dinyanyikan

Potret Tua (2021)

Selamat Jalan (2021)

Sebotol Minuman (2021)

Scatter (2021)

Rembulan Malam (2021)

Tangis Kehidupan (2021)

Badai Biru (2021)

Rahasia Cinta (2022)

Bersabarlah (2022)

Bidadari Cinta (2023)

Mung Kowe (2020)

Rintihan Rindu (2020)

Bukan Cerita Dusta (2021)

Cinta Kasihku (2021)

Sedang Sedang Saja (2021)

Digilir Cinta (2021)

Haruskah Aku Mati (2021)

Repot (2021)

Tak Jujur (2021)

Nyanyian Rindu (2021)

Sun Sing Suwe (2022)

Tak Berdaya (2022)

Pedhot Janji (2022)

Pertemuan (2022)

Pecah Seribu (2022)

Manut Dalane Gusti (2022)

Oleh-oleh (2022)

Sewates Konco (2022)

Permata Hati (2022)

Ngopi Maszeh (2023)

Saat Jumpa Pertama (2023)

Selimut Rindu (2023)

 

DPRD Balangan Setujui Raperda Perubahan APBD 2026

Iki Radio - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Balangan Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Balangan, Paringin Selatan, Jumat (7/8/2026).


Rapat dipimpin Ketua DPRD Balangan, Lindawati, dengan agenda pembacaan draf persetujuan bersama terhadap Raperda Perubahan APBD Kabupaten Balangan Tahun Anggaran 2026, dilanjutkan dengan penandatanganan persetujuan bersama.

Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, yang hadir dalam rapat paripurna tersebut, mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), staf, serta seluruh pihak yang telah menuntaskan pembahasan Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Menurutnya, waktu, tenaga, dan pikiran yang dicurahkan dalam proses penyusunan, pembahasan, hingga penyempurnaan Raperda menjadi bentuk komitmen terhadap pembangunan daerah dan tanggung jawab yang dijalankan bersama.

Fauzi mengatakan, selama proses pembahasan dan penyempurnaan telah dilakukan berbagai diskusi hingga tercapai kesepakatan terkait perubahan-perubahan yang perlu dilakukan untuk merespons perkembangan situasi.

"Menindaklanjuti apa saja yang telah kita laksanakan sebelumnya, dan tentunya melanjutkan serta meningkatkan upaya menata desa membangun kota," katanya.

Ia juga mengingatkan, agar seluruh pihak tetap taat terhadap aturan dalam setiap pelaksanaan, termasuk dalam penggunaan anggaran, baik pada sisa tahun anggaran maupun pada pelaksanaannya ke depan. 

 

Langkah Timnas Indonesia Terhenti di Piala AFF 2026 Usai Imbang Lawan Singapura

Iki Radio — Tim nasional Indonesia gagal melangkah ke babak semifinal Piala AFF 2026. Hasil imbang 1-1 saat menghadapi Singapura pada laga pamungkas Grup A di Jalan Besar Stadium, Jumat (7/8/2026) malam WIB, mengubur impian Skuad Garuda melaju ke fase gugur sekaligus memperpanjang dahaga gelar di kompetisi sepak bola terbesar Asia Tenggara tersebut sejak edisi perdana 1996.



Membutuhkan poin penuh untuk mengamankan tiket semifinal, Indonesia gagal mengamankan kemenangan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil seri ini menempatkan Indonesia di peringkat ketiga klasemen akhir Grup A dengan perolehan 7 poin. Posisi puncak dihuni oleh Vietnam yang mengoleksi 10 poin, diikuti Singapura di tempat kedua dengan 8 poin.

Usai pertandingan, Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pendukung dan pecinta sepak bola Tanah Air atas kegagalan tersebut.

"Mungkin nanti kami lihat lagi evaluasi apa yang kami perlukan untuk ke FIFA Asian Cup yang terdepan," ujar Rizky Ridho.

Gelandang bertahan Skuad Garuda itu juga menyampaikan apresiasi atas dukungan tanpa henti dari para suporter, seraya berharap bisa memberikan hasil manis pada turnamen mendatang.

"Terima kasih banyak kalian selalu setia dengan kami. Maaf kami selalu mengecewakan. Semoga waktunya itu akan datang, sama-sama kita rayakan," tambahnya.

Pasca-kegagalan di Piala AFF, Timnas Indonesia tidak bisa berlama-lama meratapi hasil. Skuad Garuda dijadwalkan kembali berjuang dalam ajang bergengsi edisi perdana FIFA ASEAN Cup yang bakal bergulir mulai 23 September 2026.

Berbeda dengan Piala AFF, kejuaraan baru ini berada langsung di bawah naungan resmi FIFA dan masuk dalam kalender FIFA Matchday. Status ini memberi keuntungan tersendiri karena laga akan berimbas langsung pada perolehan poin ranking dunia FIFA, sekaligus membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memanggil para pemain yang kini merumput di klub-klub Eropa.

 

Pegawai Dilatih Mahir Berbahasa Indonesia untuk Tingkatkan Kualitas Komunikasi

Iki Radio - Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka mengharapkan, para peserta Pelatihan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan berbahasa Indonesia dalam kegiatan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.



Peserta PKBI iru adalah tenaga Usaha Jasa dan Tenaga Pelayanan Dinas Kumperindag, mereka mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo.

Kegiatan itu berlangsung pada tanggal 13, 21 dan 28 Juli secara daring dan pada tanggal 5-6 Agustus secara Luring bertempat di aula Dulohupa kantor bahasa Provinsi Gorontalo.   

"Pelatihan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia bagi tenaga pelayanan dan pemberi layanan ini bertujuan meningkatkan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar," Kata Fayzal, Jumat (7/8/2026). 

Fayzal mengatakan, kegiatan itu juga untuk mendorong peserta mengimplementasikan hasil pelatihan dalam pekerjaan sehari-hari agar penyampaian informasi kepada klien dan masyarakat menjadi lebih efektif, jelas, mudah dipahami, dan mengurangi potensi kesalahpahaman atau konflik.

"Pelatihan ini juga diharapkan memperbaiki tata naskah dinas agar lebih rapi dan sesuai kaidah bahasa Indonesia yang efektif dan efisien," ujar Fayzal.

Dalam pelatihan itu, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu pelayanan, editor, dan jurnalis. 

Sedangkan, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo Zamzam Hairo menjelaskan latar belakang kegiatan ini, yaitu masih rendahnya Indeks Pembangunan Kebahasaan di Provinsi Gorontalo yang masih berada di bawah 50 persen.

"Sekitar 48 persen, dan belum mencapai target nasional 70–80 persen," ujar Zamzam Hariro.

Dinas Kumperindag dipilih sebagai sasaran pelatihan kemahiran berbahasa Indonesia karena perangkat daerah ini memiliki intensitas pelayanan publik yang tinggi dan berhubungan langsung dengan pelaku usaha, koperasi, UMKM, industri, perdagangan, serta masyarakat luas.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, pegawai dinas dituntut untuk memberikan informasi, konsultasi, pendampingan, penerbitan dokumen layanan, serta penanganan pengaduan secara jelas dan mudah dipahami.

"Kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi kebutuhan penting untuk mendukung kelancaran komunikasi dan meningkatkan kualitas pelayanan," ucap Zamzam.

Ia menilai instansi ini berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembinaan usaha, pengembangan koperasi, peningkatan daya saing industri, dan penguatan sektor perdagangan.

Kualitas komunikasi aparatur dalam memberikan pelayanan sangat memengaruhi efektivitas program, pemahaman masyarakat terhadap kebijakan, serta tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Dengan pertimbangan tersebut, pelatihan kemahiran berbahasa Indonesia diharapkan dapat mendukung terwujudnya pelayanan yang lebih profesional, komunikatif, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Dalam pelatihan ini Zamzam mengungkapkan bahwa hasil penilaian awal menunjukkan adanya peserta yang memperoleh nilai baik bahkan istimewa, sehingga narasumber optimistis pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas komunikasi pelayanan publik sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Kemahiran berbahasa Indonesia di Provinsi Gorontalo.

 

close
Pasang Iklan Disini