Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Penerimaan SIPSS Polri 2026 Resmi Dibuka Mulai 15 Januari

Iki Radio - Kesempatan emas untuk mengabdi kepada bangsa kembali terbuka. Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi membuka Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun 2026 mulai 15 Januari 2026.



Program ini memberikan peluang bagi para lulusan sarjana terbaik untuk menjadi perwira Polri dan berperan aktif dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. 

Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi Polri di https://penerimoanpolri.go.id/ Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari Bhayangkara Negara.



Berikut persyaratannya, umur peserta pada saat pembukaan pendidikan pembentukan siswa SIPSS Tahun Anggaran 2026 yaitu:

1) maksimal 40 (empat puluh) tahun untuk Dokter Spesialis

2) maksimal 30 (tiga puluh) tahun untuk S-2 dan S-2 Profesi

3) maksimal 28 (dua puluh delapan) tahun untuk S-1 Profesi

4) maksimal 26 (dua puluh enam) tahun untuk S-1 dan D-IV.


Kedokteran Spesialis:

a) Patologi Anatomik

b) Mikrobiologi Klinik.


Berijazah S-2 atau S-2 Profesi :

a) Psikologi (Profesi)

b) Pengembangan Kurikulum,

c) Kajian Ilmu Kepolisian.


Penugasan Khusus :

Khusus Rekrutmen proyeksi Penugasan pada Polda Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya,Papua Tengah, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan utara :

a) S-2 Psikologi (Profesi) bergelar M. Psi.

b) S-1 Kedokteran (Kedokteran Umum (Profesi)

c) S-1 Psikologi (Profesi).


Berijazah S-1 atau S-1 Profesi :

a) Ilmu Pemerintahan

b) Teknik Sipil

c) Ilmu Keolahragaan/Pendidikan Kepelatihan Olahraga Pendidikan Jasmani

d) Theologi Kristen (Pendeta/Vikaris, khusus Pria)

e) Theologi Hindu

f) Pendidikan Bahasa Prancis

g) Sastra Korea

h) Kedokteran Gigi (Profesi)

i) Ilmu Sejarah

i) Desain Komunikasi Visual

k) Biologi (MIPA)

|) Kimia (MIPA)

m) Fisika (MIPA)

n) Sistem Informasi/Teknologi Informasi/Teknik Komputer/Komputer

o) Farmasi (Profesi Apoteker)

p)statistika/Statistika Terapan

q) Manajemen

r) Seni Rupa

s) Semua Prodi + Sertifikat Commercial Pilot License Flying School.


Berijazah D-IV

Teknologi Rekayasa Pengolahan Kulit.

Menteri Trenggono Pastikan Tiga Pegawai KKP dalam Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Iki Radio - Pemerintah mengonfirmasi keberadaan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di dalam pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).

Konferensi Pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (17/1/2026)


Pesawat tersebut dioperasikan PT Indonesia Air Transport (IAT) dan tengah menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan melalui udara (air surveillance) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI).

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. 

“Kami menyatakan prihatin dan sedih. Kami berdoa yang terbaik untuk para penumpang dan kru pesawat,” ujar Trenggono dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (17/1/2026). 

Ia menjelaskan, pesawat tersebut memang digunakan dalam kerja sama pengawasan udara yang selama ini dilakukan KKP bersama operator penerbangan. 

“Kami memiliki air surveillance yang bekerja sama dengan IAT dan digunakan untuk pengawasan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah perbatasan,” ujarnya.

Menteri Trenggono juga mengklarifikasi informasi terkait logo KKP yang terlihat pada pesawat. Menurutnya, logo tersebut berkaitan dengan misi resmi KKP yang melibatkan tiga personel.

Ketiga pegawai KKP yang berada di dalam pesawat tersebut masing-masing Ferry Irawan selaku Analis Kapal Pengawas, Deden Mulyana sebagai Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Nova sebagai Operator Foto Udara.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indonesia Air Transport, Adi Tri Wibowo, menyampaikan klarifikasi terkait data kru pesawat.

Ia menegaskan bahwa jumlah kru yang on board sebanyak tujuh orang. 

“Kru yang on board ada tujuh orang,” ujar Adi Tri Wibowo dalam keterangannya.

Ia merinci awak pesawat yang terdiri dari Kapten Andi Dahananto, Muhammad Fahlan Gunawan, Risto Adi, Timur Diono, Forensia Lolita, dan Esther Apralia.

Operator menegaskan bahwa informasi yang benar adalah tujuh awak pesawat, sekaligus meluruskan data yang sebelumnya sempat simpang siur.

Manajemen IAT menyatakan turut prihatin atas kejadian tersebut dan saat ini menunggu proses pencarian yang dilakukan tim SAR.

Adi Tri Wibowo menyampaikan bahwa tim perusahaan telah diberangkatkan ke Makassar untuk ikut mendukung proses pencarian dan koordinasi di lapangan. 

“Kami fokus menunggu proses pencarian oleh tim Basarnas dan instansi terkait,” ujarnya.

Berdasarkan pembaruan terakhir dari Kepala Kantor SAR Nasional Makassar pada pukul 19.15 WITA, status pesawat, kru, dan penumpang masih dalam proses pencarian intensif.

Operasi SAR dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, AirNav Indonesia, serta instansi terkait lainnya.

Menteri Trenggono menegaskan pemerintah terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan pencarian.

Terkait penyebab insiden dan aspek teknis pencarian, ia menyatakan sepenuhnya diserahkan kepada Basarnas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Kementerian Perhubungan. 

“Kami terus memantau dan berkoordinasi, sementara proses investigasi dan pencarian dilakukan oleh otoritas yang berwenang,” katanya.

Usai memberikan pernyataan, Menteri Trenggono dijadwalkan bertolak menuju kediaman keluarga pegawai KKP yang ikut di dalam pesawat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga di tengah situasi darurat.

Dalam konferensi pers tersebut turut hadir Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Nugroho serta Direktur Utama PT Indonesia Air Transport, Adi Tri Wibowo. Pemerintah memastikan pembaruan informasi akan disampaikan secara resmi sesuai perkembangan di lapangan.

PT BPR Arta Pamenang Buka Lowongan

Iki Radio - PT Bank Perkreditan Rakyat Dana Karya (Sekarang Bernama PT BPR Artha Pamenang) Didirikan Pada Tanggal 25 Mei 1989.

Sumber : bprarthapamenang.com

Namun, Pada Tanggal 23 Juni 1989; PT Bank Perkreditan Rakyat Dana Karya Berubah Nama Menjadi ‘Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Artha Pamenang’ (PT BPR Artha Pamenang).

Izin Usaha PT BPR Artha Pamenang Diterbitkan Oleh Menteri Keuangan R.i Melalui Keputusan Nomor Kep.167/km.13/1989.

Perubahan Nama Menjadi ‘PT BPR Artha Pamenang’ Telah Disetujui Melalui Keputusan Menteri Kehakiman R.i Nomor C-2-6490.ht.01.01-th.89

PT BPR Artha Pamenang Mulai Beroperasi Pada Tanggal 20 November 1989 Dibawah Pengawasan Bank Indonesia Dan Sekarang Beralih Ke Otoritas Jasa Keuangan (Ojk).

Pada Tahun 2018, Dalam Rangka Mengedepankan Pemenuhan Prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Dan Rencana Strategis Usaha; Manajemen PT BPR Artha Pamenang Wates, PT BPR Artha Pamenang Warujayeng, & PT BPR Artha Pamenang Sepakat Untuk Melakukan Penggabungan Usaha (Merger)

Sumber : bprarthapamenang.com


Berdasarkan Salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor Kep 13/d.03/2018, Otoritas Jasa Keuangan (Ojk) Telah Memberikan Izin Penggabungan Usaha (Merger) Kepada PT BPR Artha Pamenang Wates Dan PT BPR Artha Pamenang Warujayeng Ke Dalam PT BPR Artha Pamenang.

Selanjutnya, sesuai dengan SKMenkumham nomor AHU-0081028.AH.01.02 Tahun 2024 dan Surat Persetujuan OJK Nomor S-165/KO.1402/2025 PT Bank Perkreditan Rakyat Artha Pamenang berubah menjadi PT Bank Perekonomian Rakyat Artha Pamenang.

Dan kini PT BPR Artha Pamenang, dengan puluhan kantor cabang di Jawa Timur, mengajak anda untuk bergabung meraih sukses.

Sumber : Instagram Dianakerin Kab Madiun


Commuter Line Supas Sampai Probolinggo, Memperkuat Mobilitas Masyarakat Jatim

Iki Radio -Perkembangan perkeretaapian nasional terus menunjukkan peningkatan, baik dari sisi sarana maupun prasarana. Di Jawa Timur, penguatan layanan berbasis rel menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat kawasan aglomerasi.



Pemerintah bersama KAI Grup terus mendorong kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik yang efisien, terjangkau, dan berkelanjutan.

KAI Commuter menjadi salah satu operator yang berperan aktif dalam pengembangan layanan tersebut, khususnya di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Sejak mengoperasikan perjalanan Commuter Line di Jawa Timur pada 2022, KAI Commuter secara konsisten melakukan evaluasi dan pengembangan layanan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa penguatan layanan ini merupakan bentuk dukungan terhadap mobilisasi masyarakat dan pertumbuhan wilayah. “Dengan adanya penambahan lintas layanan ini diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat di wilayah Jawa Timur,” ujar Karina dalam siaran persnya, Sabtu (17/1/2026). 

Saat ini, Commuter Line Supas melayani relasi Surabaya–Pasuruan dengan rata-rata volume pengguna mencapai 4.417 orang per hari. Dalam satu bulan, jumlah pengguna tercatat berada pada kisaran 130 hingga 140 ribu orang.

Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa layanan Commuter Line Supas memiliki peran penting dalam mobilitas harian masyarakat.

Untuk meningkatkan jangkauan dan okupansi, KAI Commuter tengah membahas rencana perpanjangan lintas pelayanan hingga Kota Probolinggo.

Rencana ini dilakukan melalui pemanjangan operasional Commuter Line Supas yang saat ini berakhir di Stasiun Pasuruan. Jika terealisasi, lintas pelayanan akan berubah menjadi Surabaya–Pasuruan–Probolinggo.

Karina menjelaskan, jarak tempuh layanan akan bertambah dari semula 63 kilometer menjadi sekitar 101 kilometer.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keterhubungan antarwilayah di Jawa Timur, sekaligus memperkuat akses masyarakat ke pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata.

Pengembangan layanan ini juga menjadi bagian dari optimalisasi layanan KA Lokal bersubsidi Public Service Obligation (PSO).

Berdasarkan survei yang dilakukan KAI Commuter, rencana perpanjangan lintas ini mendapat respons sangat positif dari masyarakat. Tingkat keinginan masyarakat Probolinggo untuk menggunakan layanan Commuter Line tercatat mencapai 100 persen.

Potensi akuisisi pengguna di Stasiun Probolinggo diprediksi mencapai 304 orang per hari.

Stasiun Probolinggo dinilai memiliki potensi tinggi karena berada di pusat kota dan dekat dengan kawasan industri, perkantoran, sekolah, serta destinasi wisata. Dari sisi prasarana, Stasiun Probolinggo saat ini memiliki empat jalur pelayanan dan dua jalur stabling.

Sejumlah peningkatan fasilitas penunjang juga direncanakan, seperti penambahan kanopi peron dan perluasan ruang tunggu penumpang.

Selain itu, penambahan petugas operasional, mulai dari loket, pengamanan, hingga kebersihan, akan disiapkan untuk menjaga kualitas layanan. 

“KAI Commuter berharap perpanjangan layanan dan perluasan jangkauan ini dapat segera terwujud sebagai solusi transportasi publik yang efisien dan terintegrasi,” kata Karina.


Dukungan Kemenhub

Dukungan terhadap rencana ini juga datang dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Arif Anwar, menyatakan pihaknya terus mengawal proses persiapan operasional layanan tersebut.

Untuk itu, DJKA berkoordinasi dengan KAI Commuter untuk memastikan seluruh kelengkapan pelayanan penumpang terpenuhi sesuai regulasi.

Pemantauan langsung di lapangan juga akan dilakukan di stasiun-stasiun yang akan melayani Commuter Line Supas hingga Probolinggo. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, DJKA akan mendorong operator untuk segera mengajukan izin operasi.

Untuk menjaga tarif tetap terjangkau, DJKA memastikan dukungan subsidi PSO bagi layanan Commuter Line ini.

Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo juga dilakukan untuk mewujudkan integrasi transportasi lanjutan menuju pusat kota dan kawasan wisata.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi massal yang inklusif dan berdaya saing.

Dengan dukungan pemerintah dan operator, perpanjangan Commuter Line Supas menjadi langkah strategis dalam membangun sistem transportasi publik yang merata di Jawa Timur.

Kontak ATR 42-500 PK-THT Hilang Saat Pendekatan ke Makassar, Operasi SAR Dikerahkan

Iki Radio - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menerima laporan awal terkait hilangnya kontak (loss contact) pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT), Sabtu (17/1/2026).

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menerima laporan awal terkait hilangnya kontak (loss contact) pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT), Sabtu (17/1/2026).


Pesawat tersebut berangkat dari Bandar Udara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) menuju Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG), Sulawesi Selatan dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 bernomor seri 611 itu dioperasikan oleh IAT selaku pemegang Air Operator Certificate (AOC) 034.

Berdasarkan kronologi awal, pada pukul 04.23 UTC, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin.

Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya. ATC kemudian memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi agar kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur.

Sejumlah instruksi lanjutan juga disampaikan ATC untuk memandu pesawat menuju jalur pendekatan yang benar. Namun, setelah penyampaian arahan terakhir tersebut, komunikasi dengan pesawat terputus.

Menindaklanjuti kondisi itu, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai ketentuan keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia Cabang MATSC segera berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros melalui Kapolsek Bandara.

Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar juga menyiapkan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi dan informasi.

Target pencarian awal difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros, yang sekaligus menjadi lokasi posko Basarnas terdekat.

Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas yang dijadwalkan pada pukul 16.25 WITA.

AirNav Indonesia juga menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan (Search and Rescue). Jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang.

Informasi awal kondisi cuaca saat kejadian menunjukkan jarak pandang sekitar delapan kilometer dengan kondisi sedikit berawan. Detail dan konfirmasi lanjutan terkait cuaca masih dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar.

Koordinasi dilakukan bersama AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan berjalan optimal sesuai prosedur keselamatan.

Ditjen Perhubungan Udara juga mengimbau seluruh operator penerbangan meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca. "Operator diminta melakukan perencanaan penerbangan secara maksimal dan mematuhi persyaratan cuaca minimum pada tahap dispatch, take off, dan landing sesuai SOP," ujar Dirjen Hubdar Kemenhub.

Selain itu, operator diimbau mengimplementasikan Approach and Landing Accident Reduction (ALAR) Toolkit guna mencegah incident dan accident, khususnya pada fase pendekatan dan pendaratan.

Sebagai pedoman, Ditjen Perhubungan Udara telah menerbitkan sejumlah surat edaran terkait kewaspadaan cuaca ekstrem dan operasi penerbangan pada kondisi weather minima.

Pembaruan informasi resmi akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan.

TNI-Warga Bangun Jembatan Darurat, Akses Antardesa di Burlah Mulai Pulih

Iki Radio- Akses vital masyarakat antardesa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, mulai kembali terbuka setelah Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama warga membangun jembatan darurat di Desa Burlah. 

Akses vital masyarakat antardesa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, mulai kembali terbuka setelah TNI bersama warga membangun jembatan darurat di Desa Burlah. (Foto: Istimewa)


Infrastruktur sementara ini menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana tanah longsor dan banjir bandang yang sempat memutus jalur transportasi utama kawasan tersebut.

Pembangunan jembatan darurat dilaksanakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI sebagai respons cepat atas terisolasinya sejumlah desa akibat kerusakan infrastruktur. 

Jalur ini menghubungkan Desa Burlah dengan Desa Kekuyang, Desa Buge Ara, dan Desa Bintang Pepara—akses utama warga untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, distribusi logistik, hingga layanan kesehatan.

Satgas Gulbencal melibatkan personel dari Kodim 0106/Aceh Tengah, Yonif TP 854/DK, serta Yon Zipur 6/Satya Digdaya. 

Hingga Sabtu (17/1/2026), progres pembangunan telah mencapai sekitar 75 persen. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membuka badan jalan darurat dan mempercepat pemasangan struktur jembatan, termasuk papan lantai agar segera dapat dilalui warga.

Komandan lapangan menjelaskan bahwa tantangan utama di lokasi adalah kondisi batu cadas yang cukup keras, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. 

Meski demikian, hambatan tersebut tidak mengurangi laju pekerjaan berkat koordinasi lintas satuan dan dukungan masyarakat yang secara sukarela ikut bergotong royong. 

“Jembatan darurat ini sangat menentukan kelancaran pemulihan. Begitu akses terbuka, distribusi logistik, hasil kebun, serta layanan dasar bisa kembali berjalan,” ujar salah satu perwira Satgas Gulbencal di lokasi.

Keterlibatan warga menjadi penguat utama proses pemulihan. Abdul Rahman (45), warga Desa Burlah, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran TNI. 

“Selama akses terputus, aktivitas kami sangat terbatas. Dengan jembatan ini, kami berharap kehidupan segera normal kembali,” ujarnya.

Pembangunan jembatan darurat ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar mobilitas masyarakat antar desa kembali pulih. 

Kehadiran Satgas Gulbencal di Aceh Tengah menegaskan peran TNI dalam mendukung pemerintah daerah mempercepat penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana, sekaligus memperkuat sinergi negara dan rakyat di lapangan.

Mulai Besok, Kendaraan Besar Dilarang Melintas Jembatan Krueng Tingkeum

Iki Radio - Pemerintah akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan di Jembatan Bailey Krueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Pembatasan ini mulai berlaku pada Minggu (18/1/2026) besok.



Juru Bicara Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin mengatakan, kebijakan ini diambil untuk mencegah kerusakan struktur jembatan yang saat ini menjadi salah satu akses vital masyarakat.

"Pembatasan tersebut didasarkan pada hasil laporan dan evaluasi teknis, dengan pembatan ini kita berharap tidak ada lagi kendaraan yang nakal, yang memaksa menerobos jembatan ini meski muatannya melebihi kapasitas yang ditetapkan," kata Murthalamuddin, Sabtu (17/1/2026).

Ia menyebutkan bahwa jembatan Bailey Krueng Tingkeum merupakan urat nadi transportasi masyarakat di jalur lintasan Banda Aceh-Medan. Jika jembatan darurat ini kembali rusak, maka akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat Aceh. 

"Jembatan Krueng Tingkeum ini satu-satunya jembatan utama penghubung jalan nasional Medan-Banda Aceh," ungkapnya.

Berdasarkan laporan Dinas PUPR Bireuen, kata Murthalamuddin, kendaraan yang diizinkan melintas milai Minggu besok dibatasi pada kendaraan maksimal dua sumbu (tipe 1.2).

Kemudian, bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tiga sumbu, serta kendaraan pengangkut bahan bakar minyak dan gas milik Pertamina. Selain itu, tinggi kendaraan tidak boleh melebihi empat meter dengan berat total maksimal 30 ton.

Murthalamuddin menegaskan, kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi berupa putar balik. Pengemudi juga diwajibkan memindahkan muatan ke kendaraan lain yang memenuhi kriteria izin melintas.

"Langkah ini diambil demi keselamatan bersama dan untuk mencegah kerusakan lebih parah yang justru dapat memutus akses transportasi warga,” ujarnya.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait akan melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif. "Saya mengimbau seluruh pengguna jalan agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kemaslahatan masyarakat luas," pungkasnya.

Warga Binaan Lapas Madiun Antusias Ikuti Pembuatan Anyaman Rotan

Iki Radio - Sejumlah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun, terlihat antusias mengikuti kegiatan pembuatan anyaman berbahan baku rotan.



Selain sebagai pembekalan keterampilan bagi warga binaan, melalui kegiatan ini juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang tinggi dan bermanfaat bagi peserta.

Warga binaan dibekali pengetahuan dasar hingga teknik lanjutan pembuatan anyaman rotan yang berkualitas dan memiliki daya jual. Hasil karya warga binaan nantinya dipasarkan oleh mitra kerja sama, sehingga mampu menciptakan rantai produksi yang berkelanjutan.

“Kegiatan anyaman rotan ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga membangun etos kerja dan tanggung jawab. Dengan adanya kerja sama dengan pihak ketiga, warga binaan mendapatkan pengalaman kerja sekaligus upah premi yang bermanfaat bagi mereka,” ujar Kabid Giatja Lapas Kelas I Madiun, Nurma Yuliati.

Selain memperoleh keterampilan, warga binaan yang mengikuti kegiatan ini juga mendapatkan upah berupa premi sesuai dengan hasil dan produktivitas kerja. Hal tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi warga binaan untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas hasil anyaman yang dibuat.

“Kami merasa dihargai karena hasil kerja kami memiliki nilai dan bisa menghasilkan premi. Keterampilan ini sangat berguna sebagai bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” ujar salah seorang warga binaan Lapas Madiun.

Lapas Kelas I Madiun berharap melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan bagi warga binaan, mampu dikembangkan. Sehingga kelak mereka dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif.(ir)

 

 

close
Pasang Iklan Disini