Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Sering 'DM-Unsend', Inka Andestha Bongkar Cerita PDKT Pratama Arhan yang Sempat Bikin Risih

Iki Radio — Kisah asmara pesepak bola Timnas Indonesia, Pratama Arhan, dengan Inka Andestha akhirnya mulai terkuak ke publik.

Setelah belakangan ini semakin terbuka membagikan momen kebersamaan di media sosial, Inka kini blak-blakan mengungkap bagaimana awal mula hubungan mereka terjalin.

Selama ini, banyak penggemar yang penasaran mengenai siapa yang lebih dulu mengambil langkah pendekatan (PDKT). Beragam spekulasi sempat bermunculan di media sosial.

Namun, rasa penasaran itu akhirnya terjawab setelah Inka membagikan kisah tersebut dalam sebuah video yang kemudian viral di berbagai platform.

Di luar dugaan, Inka mengungkap bahwa Pratama Arhan lah yang lebih dulu mengambil langkah untuk membuka komunikasi. Dengan ekspresi malu-malu, Inka menceritakan bahwa pemain andalan Timnas tersebut beberapa kali mencoba menghubunginya melalui fitur direct message (DM) Instagram.

Sayangnya, usaha Arhan pada awalnya tidak berjalan mulus. Inka mengaku sengaja tidak membalas pesan yang dikirimkan kepadanya. Menariknya, hal yang justru membuat Inka penasaran bukanlah isi pesan tersebut, melainkan kebiasaan Arhan yang berkali-kali mengirim pesan lalu langsung menghapusnya (unsend) sebelum sempat mendapat balasan.

"Jadi sedikit lah ya cerita. Jadi dia itu sebenernya udah DM aku tapi gak aku tanggep-tanggepin gitu loh. Kayak DM unsend, DM unsend, kan keliatan ya apalagi followers dia banyak kan," ungkap Inka Andestha, dikutip dari akun Instagram @exclusivetimnasartis, Senin (29/6/2026).

Awalnya, Inka sama sekali tidak berniat merespons pesan dari Arhan. Namun, notifikasi DM yang terus muncul lalu menghilang akibat dihapus membuat rasa penasarannya semakin besar. Ia bahkan mengaku sempat merasa terganggu dengan kebiasaan unik Arhan tersebut.

Merasa penasaran sekaligus terusik, Inka akhirnya memutuskan untuk membalas pesan Arhan. Siapa sangka, keputusan sederhana itu ternyata menjadi titik awal hubungan mereka.

"Terus kayak ada suatu ketika, aduh ganggu deh DM unsend DM unsend, kayak gitu. Terus akhirnya aku tanggepin, baru ketemu. Intinya gitu sih," lanjut Inka.

Setelah komunikasi mulai mencair, hubungan keduanya berkembang semakin dekat. Percakapan yang awalnya hanya terjadi di dunia maya kemudian berlanjut ke pertemuan secara langsung hingga akhirnya mereka resmi menjalin hubungan asmara.

Dalam beberapa bulan terakhir, Pratama Arhan dan Inka Andestha tampaknya sudah tidak sungkan lagi memamerkan kemesraan mereka kepada publik. Berbeda dengan masa-masa awal yang cenderung tertutup, kini keduanya terlihat lebih nyaman memperlihatkan kedekatan mereka.

Momen Manis Arhan & Inka yang Mencuri Perhatian:

  • Makan Malam Romantis: Keduanya sempat terlihat menikmati makan malam bersama di sebuah restoran dengan dekorasi bunga yang hangat.
  • Kado Spesial: Dalam momen tersebut, Arhan memberikan buket bunga serta hadiah berupa produk perawatan kulit (skincare) kepada Inka.
  • Foto Bersandar: Potret Inka yang menyandarkan kepalanya di bahu sang pesepak bola sukses membuat netizen baper. Foto ini juga diunggah ulang oleh Arhan di Instagram Story pribadinya.

Sebenarnya, sinyal kedekatan pasangan ini sudah terendus netizen sejak beberapa waktu lalu. Arhan sempat memberikan ucapan ulang tahun manis kepada Inka melalui media sosial. Tak hanya itu, kehadiran Inka dalam acara wisuda Arhan di Semarang beberapa waktu lalu juga menjadi bukti kuat adanya hubungan spesial di antara mereka.

Kini, setelah cerita awal perkenalan mereka terungkap, banyak penggemar dan netizen yang memberikan dukungan penuh. Mereka mendoakan agar hubungan Pratama Arhan dan Inka Andestha dapat berjalan langgeng hingga ke jenjang yang lebih serius.

 

HJKM ke-458: Dinas PMD Ajak Masyarakat Wujudkan ‘Desa Berdaya’ Menuju Madiun BERSAHAJA

Iki Radio – Momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun (HJKM) ke-458 tahun 2026 menjadi pijakan penting bagi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Madiun.

Dinas PMD secara aktif mengajak seluruh elemen masyarakat di semua tingkatan untuk bersinergi mewujudkan konsep Desa Berdaya, demi tercapainya Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera (BERSAHAJA).

Desa berdaya sendiri merupakan konsep desa yang mampu mengelola potensi lokalnya secara mandiri dan berkelanjutan. Konsep ini menekankan pada pemberdayaan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di desa tersebut.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Madiun, Supriadi, menegaskan bahwa keselarasan langkah antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan, sesuai dengan semangat hari jadi tahun ini.

"Tema peringatan tahun ini adalah Berinovasi dan Berkolaborasi Untuk Kabupaten Madiun Bersahaja. Sehingga diperlukan kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak di semua tingkatan," terang Supriadi.

Langkah Dinas PMD ini sejalan dengan tugas pokok dan fungsinya dalam membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan daerah. 

Supriadi menjelaskan bahwa instansinya fokus pada tiga pilar utama, Bina pemerintahan desa, Pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat dan pembangunan, dan Pemberdayaan kelembagaan masyarakat.

Dalam menjalankan roda organisasi, Dinas PMD Kabupaten Madiun bergerak berdasarkan fungsi-fungsi strategis, di antaranya:

  • Perumusan dan Pelaksanaan Kebijakan: Menyusun dan mengeksekusi kebijakan daerah di bidang pemerintahan desa, ekonomi masyarakat, serta kelembagaan.
  • Pembinaan dan Pengawasan: Melakukan kontrol dan pengendalian berkala agar program kerja di tingkat desa berjalan transparan dan akuntabel.
  • Administrasi dan Tugas Kedinasan: Menyelenggarakan administrasi kedinasan serta menjalankan fungsi lain yang diamanatkan oleh Bupati.

Melalui momentum HJKM ke-458 ini, Dinas PMD berharap masyarakat dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Dengan memberdayakan masyarakat desa serta memaksimalkan potensi lokal, desa berdaya diyakini mampu menjadi motor penggerak utama pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai penutup, Kepala Dinas PMD menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besarnya bagi masa depan Kabupaten Madiun.

"Kami dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Madiun, mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458. Mari Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja. Desa Berdaya, Masyarakat Sejahtera," pungkas Supriadi.(ir)

 

Daftar Bansos Kini Lebih Mudah, Masyarakat Bisa Daftar Mandiri

Iki Radio - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendukung penuh implementasi Program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang digagas pemerintah pusat. Melalui program ini, masyarakat dapat mendaftar bantuan sosial (bansos) secara mandiri, lebih mudah, cepat, dan transparan melalui sistem digital.

Demikian pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Monitoring Pelaksanaan Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos di 43 kabupaten/kota yang digelar secara virtual dari Kantor Wali Kota Batam, Selasa (30/6/2026). Batam menjadi salah satu daerah percontohan atau pilot project dalam implementasi digitalisasi bansos nasional.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan, program digitalisasi bansos merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan berbasis elektronik atau e-government yang tengah didorong pemerintah.

"Program ini menjadi cikal bakal roadmap menuju e-government. Dengan digitalisasi, penyaluran bantuan sosial diharapkan semakin tepat sasaran, transparan, dan akuntabel," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia , Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan artifisial (AI), menjadi lompatan besar dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih efisien dan transparan.

"Transformasi digital perlindungan sosial ini merupakan langkah penting agar data penerima bansos semakin akurat. Untuk pertama kalinya, proses penerimaan bansos dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel dengan dukungan teknologi," kata Luhut.

Luhut juga mengapresiasi seluruh kepala daerah yang terlibat dalam program percontohan tersebut. Menurutnya, hasil uji coba selama beberapa bulan ke depan akan menjadi dasar pelaksanaan secara nasional yang ditargetkan mulai diluncurkan pada Oktober 2026.

"Kami berharap paling lambat akhir Agustus seluruh daerah pilot project sudah menyelesaikan implementasi sehingga rollout nasional dapat dilakukan pada Oktober mendatang," ujarnya.

Wali kota Batam, Amsakar Achmad, menyatakan dukungannya terhadap implementasi digitalisasi bansos tersebut. Pemko Batam siap menyukseskan program nasional ini dan mendukung percepatan implementasi di daerah. 

Amsakar berharap kehadiran Portal Perlinsos dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai program bantuan sosial secara mandiri tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang. Pemko Batam juga akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital tersebut secara optimal.

Untuk mendaftar bansos, masyarakat dapat melakukan login ke Portal Perlinsos. Berikut panduannya:

1. Akses situs resmi Portal Perlinsos di perlindungan.kemensos.go.id/login-ikd 

2. Pilih opsi “Masuk Dengan IKD” 

3. Sistem akan mengarahkan pengguna ke aplikasi IKD (Identitas Kependudukan Digital) 

4. Lakukan verifikasi biometrik wajah untuk memastikan keaslian pemilik akun 

5. Setelah berhasil, sistem otomatis mengarahkan ke halaman utama Portal Perlinsos dengan status sudah login dan terverifikasi 

Cara Daftar Program Bansos (PKH atau BPNT)

Setelah login, pengguna bisa langsung melakukan pendaftaran bansos. Caranya:

1. Klik menu “Daftar Program” di halaman utama 

2. Pilih program bansos yang tersedia, misalnya PKH atau BPNT 

3. Baca dengan teliti syarat dan ketentuan pendaftaran 

4. Setujui notifikasi penggunaan data pribadi 

5. Lakukan verifikasi data pemohon untuk memastikan kesesuaian data 

6. Klik “Setuju dan Daftar” 

7. Simpan atau unduh nomor pendaftaran sebagai bukti 

Cara Cek Status Pendaftaran Bansos

Setelah mendaftar, pengguna bisa dengan mudah memantau status pendaftaran. Berikut langkah-langkahnya:

* Buka halaman awal Portal Perlinsos 

* Cek notifikasi terbaru mengenai progres pendaftaran 

* Lihat status program pada menu “Program Bantuan Anda” 

* Status bisa berupa: 

    1. “Tahap proses verifikasi” → artinya pendaftaran sedang diperiksa

    2. “Aktif” → artinya pendaftar dinyatakan layak dan sudah terverifikasi.

 

Evaluasi Perumdam Tirta Dharma Purabaya, Bupati Madiun Tekankan 11 Strategi Pengembangan

Iki Radio – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), memimpin rapat evaluasi Laporan Triwulan I Tahun 2026 Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, di Ruang Rapat Bupati Madiun, Pusat Pemerintahan (Puspem) Caruban, Senin (29/6/2026).

Rapat evaluasi ini dihadiri Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Purabaya, Imansyah Novianto, beserta jajaran direksi dan Dewan Pengawas. 

Turut mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, para Asisten Sekda, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran Bagian Setda Kabupaten Madiun.

Agenda diawali dengan paparan komprehensif Dirut Perumdam Tirta Dharma Purabaya, Imansyah Novianto. 

Imansyah membeberkan capaian Triwulan I tahun 2026, mulai dari perkembangan perusahaan, realisasi pendapatan, laporan laba/rugi, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga pertumbuhan jumlah pelanggan.

Bupati Madiun memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja positif yang berhasil ditunjukkan oleh Perumdam Tirta Dharma Purabaya sepanjang awal tahun ini. Meski demikian, Hari Wuryanto mengingatkan agar jajaran manajemen tidak cepat berpuas diri.

"Secara umum kinerjanya sudah sangat positif. Namun, aspek pelayanan air bersih dan perluasan cakupannya harus tetap ditingkatkan. Selain itu, optimalisasi bisnis juga bisa digenjot melalui perluasan jaringan distribusi pemasaran AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) Yoiki, salah satunya dengan meningkatkan kerja sama dengan SPPG," ujar Bupati.

Untuk membawa perusahaan daerah ini semakin maju, Bupati memaparkan 11 langkah strategi pengembangan di antaranya meliputi peningkatan kualitas sistem manajemen dalam Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance). Mendorong Pemerintah Daerah untuk menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang mendukung penguatan PDAM.

Selain itu mengambil langkah-langkah konkret dalam program penurunan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water), serta memperluas cakupan pelayanan masyarakat secara berkelanjutan.

Senada dengan Bupati, Sekda Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, mengingatkan jajaran Perumdam untuk bergerak cepat memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi daerah. 

Seiring dengan masuknya para pengembang perumahan dan perusahaan baru ke Kabupaten Madiun, Perumdam diminta responsif melakukan penyambungan jaringan baru.

"Pihak Perumdam harus merespon cepat peluang di wilayah-wilayah pertumbuhan baru tersebut. Kami juga menyarankan adanya pembuatan sumur bor baru maupun revitalisasi sumur bor peninggalan Belanda yang potensial. Ini semua fokusnya satu, yaitu memberikan pelayanan air bersih terbaik kepada masyarakat Kabupaten Madiun," pungkas Sigit.(ir)

Jejak Sutan Sjahrir dan Tan Malaka: Pemkot Madiun Sulap Rumah Tahanan Militer Belanda Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Iki Radio — Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun bersiap menghidupkan kembali aset sejarah berharga di wilayahnya. Rumah Tahanan Militer (RTM) peninggalan era kolonial Belanda yang berlokasi di Jalan A. Yani akan dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Madiun akan menyulap rumah tahanan militer peninggalan penjajah Belanda menjadi destinasi wisata sejarah Kota Madiun (Foto : Kompas.com)

Bangunan ikonik ini memiliki nilai historis yang sangat kuat. Pada masa kolonial, RTM tersebut disebut-sebut pernah menjadi tempat penahanan dua tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, yakni Sutan Sjahrir dan Tan Malaka.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, menjelaskan bahwa RTM memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan karena narasi sejarahnya yang kuat. Nantinya, eks-penjara militer ini akan diintegrasikan ke dalam rute wisata jalan kaki (walking tour heritage) di pusat Kota Madiun.

"RTM ini memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan karena memiliki cerita sejarah. RTM nantinya akan diintegrasikan dengan sejumlah bangunan cagar budaya lain dalam satu jalur wisata sejarah," ujar Bagus, Senin(29/6/2026).

Rute walking tour heritage ini diproyeksikan membentuk satu kawasan wisata sejarah terpadu yang menghubungkan berbagai bangunan cagar budaya ikonik di Kota Madiun, antara lain Balai Kota Madiun, Bakorwil, Gereja Santo Cornelius, dan SD Santo Bernardus.

Untuk mewujudkan rencana ini, Pemkot Madiun telah menjalin koordinasi intensif dengan jajaran TNI, mulai dari Komandan Kodim, Danrem, hingga Pangdam, agar proses pembersihan dan pemanfaatan bangunan dapat berjalan lancar.

Bagus menegaskan bahwa proses pemugaran akan dilakukan dengan sangat hati-hati demi mempertahankan karakter asli bangunan. Pemerintah kota akan melakukan studi mendalam terhadap dokumentasi dan foto-foto lawas sebelum menentukan konsep penataan maupun fungsi tambahannya.

"Kami akan lihat dulu foto aslinya seperti apa. Setelah itu baru kami tentukan fungsinya," tambahnya. Selain sebagai sarana edukasi, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi spot fotografi estetis bagi para wisatawan.

Rencana strategis ini disambut baik oleh pihak militer. Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm. Untoro Hariyanto, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah Pemkot Madiun untuk menghidupkan kembali bangunan bersejarah tersebut.

Menurut Untoro, pengembangan wisata sejarah ini tidak hanya sekadar menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menjadi stimulus yang kuat untuk mendongkrak sektor pariwisata dan menggerakkan roda perekonomian daerah.

"Konsep yang disiapkan Pak Wali merupakan wisata sejarah yang sangat baik. Untuk itu kami mendukung penuh konsep tersebut," tegas Kolonel Arm. Untoro Hariyanto.

Gagasan menyulap RTM menjadi objek wisata ini muncul setelah Plt Wali Kota Madiun bersama para pegiat sejarah meninjau kawasan Jalan Pahlawan. 

Lokasi RTM yang strategis dan berdekatan dengan Balai Kota dinilai sangat ideal untuk mendukung pengembangan kawasan heritage di jantung Kota Madiun.(ir)

Menpora Dorong Pelatnas Jangka Panjang, Judo Indonesia Harus Miliki Roadmap Prestasi

Iki Radio - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pentingnya pembinaan atlet judo secara berkelanjutan melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang untuk melahirkan prestasi yang konsisten di tingkat internasional.

Hal itu disampaikan Menpora saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Judo Seluruh Indonesia Tahun 2026 di Aula Prakasa Mako Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (29/6/2026).

Dalam sambutannya, Erick mengapresiasi kontribusi cabang olahraga judo terhadap prestasi Kontingen Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand. Menurutnya, keberhasilan Indonesia menempati peringkat kedua klasemen akhir tidak terlepas dari sumbangan empat medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu yang diraih atlet-atlet judo.

"Saya tentu sangat apresiasi. Kemarin di SEA Games kita targetnya peringkat tiga. Alhamdulillah setelah 32 tahun, ketika kita tidak menjadi tuan rumah, kita bisa peringkat dua. Dan judo menyumbangkan empat medali emas, dua medali perak, serta satu medali perunggu," ujar Menpora.

Ia berharap prestasi tersebut dapat ditingkatkan pada SEA Games 2027 di Malaysia. Menurut Erick, persaingan akan semakin ketat karena negara tuan rumah dipastikan menargetkan posisi puncak, sementara Indonesia harus bersaing dengan Thailand, Vietnam, dan Filipina yang terus menunjukkan perkembangan olahraga prestasi.

"Semoga judo juga bisa memberikan medali yang lebih banyak lagi, dan kami dari Kemenpora terus mendorong bahwa pelatnas itu tidak bisa hanya jangka pendek, harus jangka panjang," katanya.

Menpora menjelaskan pembinaan atlet berprestasi membutuhkan proses yang panjang dan terencana. Karena itu, strategi pembinaan tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu singkat menjelang pelaksanaan kejuaraan.

Ia mengapresiasi jajaran pengurus PJSI yang telah menyusun strategi pembinaan jangka pendek, menengah, dan panjang dalam Rakernas sebagai fondasi pengembangan olahraga judo nasional.

Menurut Erick, seorang atlet membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam tahun untuk mencapai prestasi puncak di level internasional. Atas dasar itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan terhadap skema pendanaan multiyears bagi pelatnas yang diusulkan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Bapak Presiden sangat mengharapkan skema ini terjadi, karena itu visi beliau untuk kemajuan olahraga Indonesia. Mudah-mudahan ada kesamaan pengertian dengan administrasi negara, bahwa anggaran multiyears itu sesuatu yang sudah dilakukan di banyak negara, dan ini merupakan keharusan yang sedang ditunggu seluruh cabang olahraga," jelasnya.

Menurut Menpora, sistem pembinaan berkelanjutan merupakan prasyarat utama untuk menghasilkan atlet berkelas dunia. Oleh sebab itu, seluruh cabang olahraga perlu memiliki perencanaan yang jelas, terukur, dan berorientasi pada target prestasi jangka panjang.

Erick berharap Rakernas PJSI tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menghasilkan konsolidasi program pembinaan yang komprehensif, termasuk penyusunan roadmap pengembangan atlet menuju berbagai ajang internasional.

Rakernas PJSI Tahun 2026 diikuti 19 Pengurus Provinsi beserta jajaran pengurus pusat dan dibuka oleh Wakil Ketua Umum PB PJSI, MB Hutagalung, yang mewakili Ketua Umum PJSI Maruli Simanjuntak.

Penguatan pembinaan olahraga melalui pelatnas jangka panjang tersebut sejalan dengan implementasi Asta Cita, khususnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing serta penguatan prestasi olahraga nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kehormatan bangsa di tingkat internasional.

Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun: Mashudi Tekankan Inovasi dan Sinergi Bersama demi Visi "Bersih, Sehat, Sejahtera"

Iki Radio – Peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian pembangunan sekaligus menata strategi masa depan.

Anggota DPRD Kabupaten Madiun sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun, Mashudi, menegaskan bahwa tantangan ke depan memerlukan lompatan besar dalam bentuk inovasi daerah serta kerja sama yang konstruktif dari seluruh elemen masyarakat.

Menurut Mashudi, mewujudkan visi misi Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera bukan sekadar tugas di atas kertas, melainkan sebuah komitmen yang membutuhkan terobosan nyata.

"Dalam membangun daerah di era sekarang, kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama yang monoton. Dibutuhkan inovasi-inovasi segar di berbagai sektor agar pembangunan bisa berjalan lebih akseleratif dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Mashudi saat memberikan keterangan, Senin (29/6/2026).

Lebih lanjut, Mashudi mengingatkan bahwa keberhasilan dalam mencapai visi daerah yang bersih dari korupsi, sehat masyarakat dan lingkungannya, serta sejahtera ekonominya, merupakan tanggung jawab kolektif. Visi besar ini tidak akan terwujud jika hanya bertumpu pada satu pihak saja.

Ia memaparkan tiga pilar utama yang harus bergerak selaras:

  • Eksekutif (Pemerintah Daerah): Sebagai motor penggerak program dan inovasi pelayanan publik.
  • Legislatif (DPRD): Sebagai pengawal regulasi, penganggaran, dan pengawasan yang konstruktif.
  • Masyarakat: Sebagai subjek sekaligus mitra aktif pembangunan yang ikut menjaga iklim daerah tetap kondusif.

"Visi misi ini adalah tanggung jawab bersama. Sinergi yang konstruktif antara eksekutif, legislatif, dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Madiun adalah kunci utama. Kita harus berjalan beriringan, saling mendukung, dan gotong royong," tambah Ketua DPD Partai Golkar tersebut.

Melalui momentum Hari Jadi ke-458 ini, Mashudi mengajak semua pihak untuk membuang ego sektoral dan memperkuat komitmen demi kemajuan Bumi Kampung Pesilat.

Dengan inovasi yang tiada henti dan kerja sama yang solid, optimisme menuju Kabupaten Madiun yang lebih maju dan sejahtera di masa depan dapat terwujud nyata.(ir)

 

Usung Tema "Ayah Wajib Hadir", Harganas Ke-33 Kabupaten Madiun Bupati Tegaskan Keluarga Adalah Fondasi Utama SDM

Iki Radio — Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kabupaten Madiun menjadi momentum krusial untuk mengingatkan kembali pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Mengusung tema yang sarat makna, “Ayah Wajib Hadir”, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB PPPA) Kabupaten Madiun menggelar upacara khidmat di halaman kantor dinas setempat, Senin (29/6/2026).

Suasana upacara berlangsung semarak dan penuh warna. Seluruh peserta yang hadir tampak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Pilihan busana ini bukan sekadar pemanis visual, melainkan simbol kuat keberagaman sekaligus pengingat bahwasanya dari lingkungan keluarga kecil pulalah perekat persatuan bangsa ini bermula.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia bagaikan pisau bermata dua. Potensi besar tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi dunia yang luar biasa apabila dikelola dengan baik.

Sebaliknya, bonus demografi tersebut berisiko tinggi berubah menjadi bencana nasional jika kualitas SDM tidak dipersiapkan secara matang sejak dini.

Menurut Bupati, fokus pembangunan daerah maupun nasional kini tidak boleh lagi sekadar berorientasi pada pengendalian jumlah penduduk, melainkan harus bergeser pada peningkatan kualitas manusia melalui penguatan institusi keluarga.

“Transformasi kualitas sumber daya manusia tidak dimulai saat seseorang masuk perguruan tinggi ataupun dunia kerja. Semuanya dimulai sejak dalam kandungan dan melalui pengasuhan di dalam keluarga,” tegas Bupati.

Ia memaparkan, terdapat tiga pilar utama yang wajib diperkuat dalam pembangunan ketahanan keluarga, yakni sektor kesehatan, pendidikan karakter, serta ketahanan mental dan spiritual. Upaya pencegahan stunting, pemenuhan gizi seimbang sejak 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), hingga pembentukan kepribadian anak ditegaskannya merupakan tanggung jawab kolektif seluruh anggota keluarga.

Bupati juga menaruh perhatian yang sangat besar terhadap isu kesehatan mental keluarga pada era modern. Fenomena meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit jiwa belakangan ini harus menjadi alarm keras bagi masyarakat bahwa keluarga telah kehilangan fungsinya sebagai tempat pertama yang memberikan rasa aman, kasih sayang, dan dukungan emosional.

Secara khusus, ia mengingatkan agar para orang tahu tidak membiarkan penggunaan gawai (gadget) mengikis kedekatan emosional antara mereka dan anak-anak.

Kehadiran nyata orang tua, terutama sosok ayah, dinilai jauh lebih berharga dibandingkan sekadar pemenuhan kebutuhan materi semata.

Lebih lanjut Bupati memaknai tema Harganas tahun ini sebagai sebuah seruan moral sekaligus ajakan konkret kepada para ayah untuk benar-benar hadir secara utuh dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun psikologis.

“Jangan sampai ayah ada di rumah, tetapi hatinya tidak berada bersama keluarga. Kehadiran ayah harus diwujudkan melalui perhatian yang tulus, komunikasi yang sehat, pendampingan, dan untaian doa bagi anak-anaknya,” imbuhnya.

Ia pun menambahkan sebuah pesan reflektif bahwa kesuksesan seorang anak tidak selamanya diukur atau ditentukan oleh kondisi ekonomi orang tua.

Sejarah telah membuktikan banyak keluarga dengan latar belakang sederhana yang berhasil melahirkan generasi-generasi sukses lantaran didukung oleh ikatan emosional yang kokoh antara ayah, ibu, dan anak.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas PPKB PPPA Kabupaten Madiun, Hendro Suwondo, menyatakan bahwa peringatan Harganas bukanlah agenda tahunan yang bersifat seremonial belaka. Momen ini merupakan titik tolak strategis untuk memperkuat benteng pertahanan keluarga di tengah hantaman tantangan zaman dan disrupsi teknologi.

Hendro menguraikan bahwa tema “Ayah Wajib Hadir” merefleksikan bahwa pembentukan karakter anak yang tangguh memerlukan kontribusi yang seimbang antara ayah dan ibu.

Kehadiran figur ayah secara aktif diyakini mampu membangun logika berpikir yang struktural, daya juang yang tinggi, serta karakter pantang menyerah.

Sementara itu, sentuhan kasih sayang ibu menjadi penyeimbang yang melembutkan sisi emosional dan kepribadian anak.

“Anak akan tumbuh jauh lebih optimal ketika mereka mendapatkan cinta, perhatian, dan pendampingan yang utuh dari kedua orang tuanya. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh keluarga, khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai teladan, untuk menginisiasi perubahan positif ini dari rumah masing-masing,” jelas Hendro.

Sebagai langkah konkret pasca-upacara, rangkaian peringatan Harganas di Kabupaten Madiun akan dilanjutkan dengan agenda pembekalan dan penguatan kapasitas bagi para kader keluarga.

Lebih dari itu, Pemkab Madiun tengah menyusun Peta Jalan Pembangunan Keluarga (PJPK) yang bakal menjadi dokumen pedoman resmi pembangunan ketahanan keluarga dalam beberapa tahun ke depan.

Melalui payung hukum dan dokumen strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Madiun berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan—mulai dari Kampung KB, pendampingan intensif, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), hingga Bina Keluarga Lansia (BKL)—demi melahirkan potret keluarga yang tangguh, harmonis, bahagia, dan berkualitas di Bumi Kampung Pesilat.(ir)

 

close
Pasang Iklan Disini