Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Pamekasan: Gubernur Khofifah Ajak Generasi Muda Hadirkan Kontribusi Nyata dan Rawat Solidaritas

PAMEKASAN, Iki Radio — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Pamekasan, Rabu (28/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengajak seluruh generasi muda di Jawa Timur untuk senantiasa menjaga solidaritas, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan kontribusi dan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Mengusung tema nasional “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan tahun ini menitikberatkan pada pentingnya semangat pengabdian, etos kerja keras, serta kepedulian sosial pemuda dalam menghadapi dinamika dan tantangan zaman.

“Rawat solidaritas dan persaudaraan, karena masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa hebat generasi mudanya, tapi juga oleh seberapa besar manfaat yang dapat mereka hadirkan bagi sesama,” ujar Khofifah di hadapan ribuan peserta upacara.

Lebih lanjut, ia merinci bahwa nilai patriotik harus diimplementasikan melalui kerja nyata dan pengabdian. Sementara itu, kegigihan dicerminkan lewat semangat belajar serta bekerja keras, dan empati ditunjukkan melalui sikap saling menghormati perbedaan serta peduli terhadap sesama.


Makna Sejarah Pemilihan Kabupaten Pamekasan

Pemilihan Kabupaten Pamekasan sebagai lokasi pusat upacara tingkat Provinsi Jawa Timur ini memiliki makna historis yang mendalam. Wilayah Madura ini dikenal sebagai tanah kelahiran Mohammad Tabrani Soerjowitjitro, sosok pahlawan nasional dan tokoh penting yang terlibat dalam Kongres Pemuda Pertama pada tahun 1926 serta menjadi penggagas penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa.

Dalam arahannya, Khofifah juga menyoroti pentingnya akselerasi kualitas pendidikan generasi muda di Pulau Madura melalui program strategis Mama Mau Naik Kelas (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas).

Komitmen peningkatan mutu pendidikan tersebut membuahkan hasil positif, yang tercermin dari lonjakan jumlah siswa asal Madura yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Tercatat, kenaikan penerimaan tertinggi terjadi di Kabupaten Pamekasan sebesar 33,02 persen, disusul Bangkalan 15,5 persen, Sumenep 10 persen, dan Sampang 8,5 persen.


Penganugerahan Penghargaan Daerah Penggerak dan Inovator Muda

Puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Pamekasan juga diwarnai dengan penyerahan apresiasi kepada berbagai pihak yang konsisten mendukung pembangunan kepemudaan.

Penghargaan Daerah Terbaik Penggerak Bakti Pemuda Jawa Timur diberikan kepada enam pemerintah kabupaten/kota berdasarkan sektor unggulannya:

  • Bidang Lingkungan: Pemerintah Kota Surabaya
  • Bidang Ekonomi: Pemerintah Kabupaten Lumajang
  • Bidang Digital: Pemerintah Kabupaten Tulungagung
  • Bidang Kesehatan: Pemerintah Kabupaten Bojonegoro
  • Bidang Sosial & Inklusif: Pemerintah Kota Mojokerto
  • Bidang Seni & Budaya: Pemerintah Kabupaten Ngawi

Selain itu, Pemprov Jatim turut menganugerahkan penghargaan sebagai mitra strategis pemberdayaan pemuda kepada PT Pertamina Patra Niaga AFT Juanda.

Apresiasi juga diberikan kepada generasi muda berprestasi melalui kategori Inovator Muda (7 penerima) dan Inisiator Lokal (7 penerima) dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, yang dinilai sukses menghadirkan solusi serta membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar mereka.


Semarak Upacara dan Kehadiran Unsur Kepemudaan

Upacara yang berlangsung khidmat ini diisi dengan rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Pembukaan UUD 1945, serta pembacaan teks keputusan Kongres Pemuda Indonesia. Suasana semakin meriah berkat penampilan atraktif dari *marching band* Gita Patria dari SMAN 4 Pamekasan.

Acara ini dihadiri oleh beragam elemen dan organisasi kepemudaan, di antaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana), Karang Taruna, GP Ansor, Forum Kewirausahaan Pemuda, atlet Porda Pamekasan, Resimen Mahasiswa, mahasiswa UIN Madura, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), IPNU, IPPNU, jajaran pelajar, hingga Gerakan Pramuka.

Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Tanggamus Lampung, BMKG Imbau Warga Waspada

TANGGAMUS, Iki Radio — Wilayah Tanggamus, Lampung, diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan guncangan gempa bumi tersebut berkekuatan Magnitudo (M) 3,4.

Berdasarkan keterangan resmi BMKG, peristiwa gempa bumi ini terjadi pada pukul 18.59 WIB. Pusat gempa tercatat berada di darat, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Tanggamus, dengan kedalaman yang sangat dangkal, yakni empat kilometer.

"Pusat gempa berada di darat," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Rabu (28/10/2026).

Meski berkedalaman dangkal, pihak BMKG belum merinci secara detail dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat getaran tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa bumi ini.

Kendati demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat di sekitar wilayah terdampak agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya aktivitas gempa susulan.

"Waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi," pesan BMKG.

Kunjungan Internasional di Bapas Madiun: Kolaborasi dengan NEUST Filipina dan Unipma untuk Perkuat Sistem Pemasyarakatan

MADIUN, Iki Radio — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Madiun menerima kunjungan studi tiru dari College of Criminology, Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST), Filipina, yang didampingi oleh Fakultas Hukum Universitas PGRI Madiun (Unipma). 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapas Madiun pada Rabu (28/10/2026) ini menjadi momentum penting sebagai wadah pertukaran pengetahuan serta pengalaman lintas negara mengenai sistem pembimbingan dan pengawasan Klien Pemasyarakatan di Indonesia dan Filipina.

Dalam sesi kunjungan tersebut, rombongan mendiskusikan berbagai aspek mendasar terkait sistem pemasyarakatan, mulai dari mekanisme pembimbingan klien, program reintegrasi sosial, hingga pembinaan dan pengawasan Klien di luar lembaga pemasyarakatan. Diskusi interaktif ini turut membahas strategi pendampingan, pemantauan tingkat kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, koordinasi lintas sektor dengan keluarga serta pemerintah setempat, hingga pentingnya pelibatan masyarakat luas dalam mendukung proses reintegrasi sosial.

Pendekatan dan pengalaman praktik yang diterapkan di Filipina juga menjadi bahan kajian komparatif yang menarik untuk memahami persamaan, perbedaan, tantangan, serta peluang dalam pengembangan praktik pemasyarakatan ke depan.

Kepala Bapas Madiun, Siti Sunariyah, menyambut hangat kedatangan rombongan delegasi sebagai sarana strategis untuk memperkaya wawasan serta meningkatkan mutu pelayanan instansi.

“Kami menyambut baik kunjungan studi tiru ini sebagai kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pelaksanaan pembimbingan, pembinaan, dan pengawasan klien pemasyarakatan. Melalui pertukaran ilmu dengan College of Criminology NEUST Philippines dan Fakultas Hukum Unipma, kami berharap dapat memperoleh perspektif baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengawasan, serta mendukung keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan,” ujar Siti.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Hukum Unipma, Dr. Siska Diana Sari, menekankan bahwa kegiatan ini mempererat sinergi antara dunia akademik dan institusi penegakan hukum nyata, khususnya di sektor pemasyarakatan.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi Pemasyarakatan memiliki peran penting dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang aplikatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa, akademisi, dan praktisi dapat saling bertukar perspektif serta memperkaya pemahaman mengenai sistem pembinaan, pembimbingan, dan pengawasan Klien Pemasyarakatan di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan dari College of Criminology NEUST Philippines, Dr. Floralyn L. Doquilla, menyampaikan apresiasi mendalam atas kesempatan berharga untuk belajar langsung dari praktik terbaik di Bapas Madiun.

“Kunjungan ini menjadi kesempatan yang baik untuk memahami secara langsung praktik pembimbingan, pembinaan, dan pengawasan Klien Pemasyarakatan di Indonesia. Pertukaran pengalaman ini memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk mempelajari pendekatan yang diterapkan dalam mendukung perubahan perilaku Klien, memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta mempersiapkan Klien kembali ke tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang kriminologi dan Pemasyarakatan,” tuturnya.

Melalui sinergi lintas negara dan instansi ini, pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Filipina diharapkan mampu menjadi bahan pembelajaran komprehensif guna mengembangkan pendekatan pembimbingan dan pengawasan yang semakin efektif, meningkatkan profesionalisme petugas, serta memperkuat dukungan terhadap suksesnya reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan di masa depan.


Sumber : ditjenpas.go.id

BNNP Aceh Musnahkan 18 Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara, Empat Tersangka Diamankan

ACEH UTARA, Iki Radio — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh kembali mencatat langkah tegas dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika. Petugas gabungan berhasil memusnahkan ladang ganja seluas 18 hektare yang tersembunyi di kawasan perkebunan terpencil di Kabupaten Aceh Utara.

Operasi pemusnahan yang berlokasi di Dusun Alue Garut, Desa Teupin Rusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, ini berlangsung selama dua hari pada 27 hingga 28 Oktober 2026. Aksi penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Aceh, Brigjen Polisi Dedy Tabrani, serta melibatkan sinergi kuat bersama tim gabungan dari Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe.


Kronologi Pengungkapan Berawal dari Penangkapan Bandar

Pengungkapan ladang ganja skala luas ini berawal dari hasil pengembangan kasus yang bermula dari penangkapan seorang tersangka berinisial PO PON. Berdasarkan penggeledahan di kediaman tersangka, petugas mendalami temuan tersebut hingga akhirnya berhasil melacak dua titik ladang ganja di area perkebunan yang sulit dijangkau.

Dalam operasi lanjutan ini, petugas tidak hanya membongkar ladang ilegal tetapi juga mengamankan tiga tersangka tambahan yang diduga kuat ikut terlibat dalam jaringan sindikat narkotika tersebut. Total, empat orang kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Cara Pemusnahan dan Rencana Penyelidikan Lanjutan

Di lokasi kejadian, sebagian besar tanaman ganja dimusnahkan secara langsung oleh petugas dengan cara dicabut dan dibakar. Kendati demikian, sebagian barang bukti ribuan batang ganja disisihkan dan direncanakan untuk dibawa ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Barang bukti tersebut dijadwalkan akan menjalani pemusnahan lanjutan pada 5 November mendatang.

 

Operasi ini menjadi bukti nyata komitmen aparat penegak hukum dalam memutus mata rantai pasokan narkotika dari hulu sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan narkoba di wilayah Aceh dan sekitarnya.

 

 

Pemkot Bandung Butuh Rp800 Miliar untuk Tangani Banjir Bandung Timur Secara Permanen

BANDUNG, Iki Radio — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp800 miliar untuk mengentaskan persoalan banjir secara permanen di kawasan Bandung Timur. Alokasi dana tersebut rencananya bakal digunakan untuk membangun kolam retensi serta sistem kanal banjir yang dilengkapi pompa air.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, cakupan wilayah penanganan ini membentang dari kawasan Ciwastra hingga Cinambo. Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkot Bandung tengah berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat guna membahas rincian teknis sekaligus dukungan pendanaan.

"Kita sudah punya engineering plan-nya dan sedang kita komunikasikan dengan Bappenas dan Kementerian PU agar kami bisa mendapatkan bantuan anggaran untuk pelaksanaannya," ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (28/10/2026).

Farhan menjelaskan bahwa pengerjaan proyek infrastruktur penanganan banjir ini diperkirakan memakan waktu pelaksanaan selama tiga tahun ke depan. Menurutnya, langkah komprehensif sangat mendesak dilakukan mengingat alih fungsi lahan yang masif telah menggerus area penampungan air alami di wilayah tersebut.

Ia mencontohkan pesatnya pembangunan di sepanjang Jalan Lingkar Selatan, Jalan Soekarno-Hatta, hingga area koridor jalan tol yang kini didominasi kawasan terbangun.

"Sekarang sudah tidak ada lagi fungsi seperti dahulu karena sudah menjadi jalan dan bangunan. Maka kita harus membuat kolam retensi dengan sistem kanal banjir menggunakan pompa," jelasnya.

Secara teknis, kolam retensi berfungsi menampung lonjakan debit air saat curah hujan tinggi, yang kemudian dialirkan secara terukur melalui saluran drainase dan kanal penampung menuju aliran Sungai Derwati. Kendati demikian, skema pasti mengenai jumlah titik kolam retensi yang akan dibangun masih dalam tahap finalisasi.

 

Penanganan Lintas Wilayah dan Drainase Kota

Selain persoalan di Bandung Timur, Farhan turut menyoroti titik rawan banjir lainnya, seperti jalur Ciwastra ke arah barat hingga Cimindi. Ia menegaskan, penuntasan banjir di koridor ini membutuhkan sinergi lintas daerah antara Pemkot Bandung, Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bandung, dan Pemkot Cimahi.

"Kalau belum ada koordinasi, penyelesaiannya hanya penyelesaian sementara," tegas Farhan.

Ia juga mengimbau kewaspadaan terhadap potensi banjir di kawasan Sukajadi–Setiabudi. Limpasan air deras dari dataran tinggi kerap melebihi kapasitas drainase, hingga memicu tumpatan sampah keluar dari saluran penampung.

Sebagai langkah jangka pendek, Pemkot Bandung konsisten melakukan pengerukan drainase secara berkala serta menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air. Kombinasi antara pembenahan drainase, penertiban tata ruang, infrastruktur kolam retensi, dan kolaborasi interregional diharapkan mampu meminimalisasi risiko banjir di Kota Bandung secara berkelanjutan.

 

Pemerintah Siapkan Stimulus PPN-DTP Rp722 Miliar untuk Tiket Pesawat Libur Nataru

JAKARTA, Iki Radio — Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan stimulus Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) senilai Rp722 miliar untuk penerbangan domestik kelas ekonomi selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Kebijakan ini dihadirkan untuk menjaga keterjangkauan harga tiket pesawat di tengah lonjakan permintaan perjalanan akhir tahun.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa aturan pelaksanaan program ini telah disetujui melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

"Anggaran PPN-DTP itu Rp722 miliar untuk periode pelaksanaan pembelian tiket 20 Oktober 2026 sampai 10 Januari 2027, dan periode penerbangan 22 Desember 2026 sampai dengan 10 Januari 2027," ujar Lukman di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Melalui fasilitas PPN-DTP ini, pajak atas jasa angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Masyarakat yang ingin memanfaatkan stimulus ini sudah dapat melakukan pemesanan tiket penerbangan domestik kelas ekonomi untuk jadwal keberangkatan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban biaya transportasi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran mobilitas nasional. Kemenhub memproyeksikan total penumpang udara pada masa libur Nataru kali ini mencapai 4,72 juta orang, naik sekitar dua persen dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencatatkan 4,70 juta penumpang.

"Prediksi 2026 itu totalnya 4,72 juta, termasuk domestik dan internasional. Diperkirakan penumpang domestik naik satu persen, sedangkan internasional naik enam persen," tambah Lukman.

Kemenhub memastikan akan terus mengawal implementasi kebijakan ini agar berjalan sesuai aturan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat pengguna transportasi udara.

 

Sudah Berjalan Setahun, Program Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak Rentan

JAKARTA, Iki Radio — Program Sekolah Rakyat yang digagas sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto telah berjalan lebih dari satu tahun. Hingga kini, program tersebut sukses menjangkau dan memulihkan puluhan ribu anak dari berbagai latar belakang rentan di seluruh Indonesia.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa program ini menyasar kelompok masyarakat yang sebelumnya sangat sulit mengakses pendidikan formal.

"Ada yang sebelumnya tidak pernah sekolah, di jalanan menjadi pengamen, ada yang sudah putus sekolah dua tahun dan jadi pembantu, ada yang jadi kuli, ada juga yang bekerja di tempat-tempat yang tidak semestinya," kata Gus Ipul pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Gus Ipul menyampaikan rasa haru dan syukurnya atas perkembangan signifikan yang ditunjukkan oleh para siswa Sekolah Rakyat setelah mendapat pendampingan intensif. Ia menjelaskan, saat awal penjangkauan, sebagian besar anak berada dalam kondisi memprihatinkan, baik dari segi kesehatan seperti masalah gigi dan anemia, maupun minimnya motivasi belajar.

Bahkan, terdapat anak usia 17–18 tahun yang belum pernah mengenyam pendidikan formal serta belum bisa membaca. Anak-anak tersebut harus melewati proses rehabilitasi dan penyetaraan terlebih dahulu di sentra-sentra milik Kementerian Sosial.

 

Capaian dan Fasilitas Sekolah Rakyat

Melalui pendekatan berbasis multientry-multiexit serta tata kelola yang terarah, Sekolah Rakyat kini mencatatkan jumlah siswa lebih dari 44.000 anak telah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat secara nasional. Sebanyak 100 titik Sekolah Rakyat permanen telah dibangun—93 di antaranya sudah beroperasi aktif dan 7 sisanya dalam tahap penyelesaian. Terdapat 82 titik Sekolah Rakyat rintisan yang sudah berjalan. Dan sebanyak 182 titik Sekolah Rakyat telah beroperasi penuh di seluruh Indonesia.

 

Pengentasan Kemiskinan Terpadu

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo yang dirancang untuk menyediakan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1–4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Mengusung konsep pengentasan kemiskinan terpadu, Sekolah Rakyat mengintegrasikan berbagai layanan unggulan pemerintah, mulai Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Jaminan Kesehatan PBI-JK.


Keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah

"Intervensi yang diberikan tidak hanya menyasar anak melalui pendidikan berkualitas, tetapi juga memberdayakan orang tua mereka melalui penyaluran bantuan sosial, kepesertaan PBI Jaminan Kesehatan, hingga perbaikan rumah agar menjadi layak huni," ujar Gus Ipul.

 

Polda Riau Musnahkan 100 Kg Narkotika Jaringan Internasional Senilai Rp149 Miliar, 10 Tersangka Ditangkap

PEKANBARU, Iki Radio — Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar pemusnahan barang bukti narkotika seberat 100.554,65 gram atau sekitar 100,55 kilogram di halaman samping barat Mapolda Riau, Rabu (28/10/2026). 

Barang haram senilai Rp149,73 miliar tersebut merupakan hasil pengungkapan empat kasus jaringan narkotika internasional melalui Operasi Sarang Narkoba (OSN).

Kegiatan pemusnahan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat ini turut dihadiri oleh unsur TNI, kejaksaan, BNN Provinsi Riau, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Sebanyak sepuluh orang tersangka turut diamankan dalam operasi ini.

Irjen Pol Arman Achdiat menjelaskan, pemusnahan ini merupakan wujud nyata komitmen Polda Riau beserta jajaran dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Langkah ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Sarang Narkoba sebagai tindak lanjut arahan Presiden dan petunjuk Kapolri, sejalan dengan program prioritas "Polisi Bersama Masyarakat" serta Quick Wins 2 tentang pemulihan kawasan narkoba.

"Pada hari ini kita melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan tindak pidana narkotika jaringan internasional. Ini merupakan bentuk komitmen Polda Riau dan jajaran dalam memberantas peredaran narkotika serta melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba," ujar Arman.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas sabu-sabu 82.787,74 gram (sekitar 82,79 kg), dan ganja 17.766,91 gram (sekitar 17,77 kg). Total Keseluruhan: 100.554,65 gram dengan estimasi nilai ekonomis mencapai Rp149.728.608.400.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, kesepuluh tersangka yang diringkus berperan sebagai pengendali dan kurir. Mereka diketahui menerima serta mengambil pasokan narkotika dari wilayah Dumai dan Bengkalis untuk kemudian diedarkan di wilayah hukum Polda Riau. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama sinergis antara Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, Polres Kampar, Polres Kuantan Singingi, TNI, BNNP Riau, Bea dan Cukai, serta dukungan masyarakat.

"Penyidik masih terus mengembangkan perkara guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain sekaligus menelusuri jaringan peredaran narkotika yang lebih luas," tegas Kapolda.

Selamatkan Ratusan Ribu Jiwa

Besarnya skala pengungkapan ini dinilai mampu mencegah ancaman serius bagi masyarakat. Dari total barang bukti yang diamankan, aparat memperkirakan sebanyak 467.239 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika.

Sebelum dimusnahkan menggunakan mesin khusus, seluruh barang bukti terlebih dahulu melalui uji keaslian oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau guna memastikan kesesuaiannya, disaksikan langsung oleh para tamu undangan melalui penandatanganan berita acara.

Ke depan, Polda Riau menegaskan akan terus memperkuat penindakan, meningkatkan pengawasan di jalur-jalur rawan penyelundupan, serta mempererat kolaborasi lintas instansi. Kapolda Riau juga mengimbau masyarakat agar senantiasa berperan aktif memberikan informasi jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran gelap narkoba demi mewujudkan Riau yang aman dan bersih dari narkoba.

 

 

close
Pasang Iklan Disini