Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Kabar Duka, Seniman Sekaligus Politisi PDI Perjuangan Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Iki Radio — Berita duka menyelimuti tanah air dan keluarga besar PDI Perjuangan. Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra bin Soekarno dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu pagi, 26 September 2026, di usianya yang ke-73 tahun.

Putra bungsu Proklamator RI Soekarno tersebut menghembuskan napas terakhirnya setelah sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

"Almarhum meninggal dunia pada hari Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB," ujar Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melalui keterangan resminya pada Sabtu (26/9/2026).

Mewakili pihak keluarga dan partai, Hasto memohonkan maaf atas segala kesalahan maupun kekhilafan yang pernah dilakukan oleh almarhum semasa hidupnya.

"Selanjutnya mohon doa, semoga almarhum husnul khotimah serta Allah SWT menerima semua amal ibadahnya, diampuni dan dihapuskan segala dosa-dosanya, dan menempatkannya di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Aamiin YRA," ungkap Hasto.

Hasto menegaskan bahwa keluarga besar PDI Perjuangan merasa sangat kehilangan atas kepergian Guruh. Sosok almarhum dikenang tak hanya sebagai politisi dan pejuang partai yang gigih, tetapi juga sebagai seorang seniman besar serta sosok Marhaenis sejati yang mendedikasikan hidupnya untuk kebudayaan Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum, PDI Perjuangan akan melangsungkan serangkaian penghormatan secara resmi melalui Protokol Partai.

Selain itu, Hasto menginstruksikan seluruh jajaran partai dari tingkat Pusat (DPP), Daerah (DPD), Cabang (DPC), Pengurus Anak Cabang (PAC), Ranting, hingga Anak Ranting di seluruh Indonesia untuk mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang selama tujuh hari ke depan.

 

Evie Tamala, Dari Panggung Daerah Hingga Jadi Ratu Dangdut Melankolis

Iki Radio — Nama Hj. Evie Tamala tentu sudah tidak asing lagi bagi para pencinta musik dangdut tanah air. Penyanyi senior kelahiran Tasikmalaya, 23 Juni 1969, yang memiliki nama asli Cucu Suryaningsih ini dikenal lewat deretan tembang hits legendaris seperti Selamat Malam, Cinta Ketok Magic, hingga Dokter Cinta.


Namun, di balik kesuksesannya yang mengkilap, bungsu dari 6 bersaudara ini menempuh jalan berliku dan penuh perjuangan sebelum akhirnya diakui sebagai salah satu maestro dangdut Indonesia.

Awal Perjalanan dan Kegagalan di Awal Karier

Perjalanan musik Evie dimulai pada tahun 1982. Saat itu, ia tampil sebagai penyanyi panggung bersama Orkes Melayu Sinar Remaja menggunakan nama panggung Uce Arifina. Lingkup tampilnya tak hanya di Tasikmalaya, tetapi juga merambah hingga ke Kota Bandung.

Bakat besarnya kemudian dilirik oleh pencipta lagu sekaligus produser ternama saat itu, Muchtar B, yang tertarik dengan kelembutan dan merdunya suara Evie. Menginjak tahun 1986–1987, Evie masuk dapur rekaman untuk menggarap album perdana Sesuap Nasi dan Sesuka Hatinya. Sayangnya, nasib buruk menimpa; album tersebut gagal total bahkan kasetnya tidak sempat beredar di pasaran.

Pantang menyerah, pada tahun 1988 Evie merilis album kedua bertajuk Tang Ting Tong Der. Album di bawah naungan MSC Records ini pun belum mampu melambungkan namanya. Di momen inilah, ia resmi mengadopsi nama panggung Evie Tamala—di mana "Tamala" diambil sebagai singkatan dari kota kelahirannya, Tasikmalaya.


Puncak Popularitas Lewat "Dokter Cinta"

Titik balik kariernya terjadi pada tahun 1989 melalui album ketiga, Dokter Cinta. Album ini meledak hebat di pasaran dan berhasil melontarkan nama Evie Tamala ke jajaran penyanyi dangdut papan atas Indonesia, sejajar dengan nama-nama besar seperti Elvy Sukaesih, Camelia Malik, dan Rita Sugiarto. Ketenaran lagu tersebut juga terdongkrak oleh penampilan komedian Doyok dalam video klipnya yang jenaka.

Setelah itu, kesuksesan demi kesuksesan terus menyertai deretan albumnya, antara lain:

  • Hari-Hari Cinta (1990)
  • Aduh Sayang (1991)
  • Cinta Ketok Magic (1991)
  • Rambut (1993)
  • Kangmas (1994)

 

Transformasi Genre dan Ciri Khas Vokal

Memasuki tahun 1994, peluncuran album Rembulan Malam menjadi tonggak penting perubahan arah musik Evie Tamala. Bekerja sama dengan produser dan penata musik Aliek Ababil, karakter vokal Evie dinilai sangat pas membawakan lagu-lagu bergenre dangdut romantis, melankolis, dan lembut.

Ia sukses memadukan musik dangdut dengan berbagai eksperimen genre lain seperti blues, klasik, hingga swing. Sentuhan puitis pada intro lagu serta warna musik yang kaya terlihat jelas pada album-album ikoniknya seperti Selamat Malam (1996) dan Suara Hati (1998) lewat lagu hits Seribu Purnama serta Malam Ini. Eksplorasi ini makin memantapkan posisinya sebagai penyanyi dangdut dengan karakter unik dan matang.


Eksistensi Karya Tanpa Batas

Tak hanya terbatas pada dangdut berbahasa Indonesia, Evie Tamala juga membuktikan keluwesannya dengan merilis album Pop Sunda (seperti Tunggara dan Kembang Hareupan), Pop Jawa (Kangen, Yogya Priyangan), hingga album bernuansa religi seperti Asmaul Husna.

Eksistensinya di industri musik tetap terjaga hingga saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, Evie aktif merilis berbagai single baru, seperti Belahan Jiwa (2023), Sudah Tak Sayang (2024), karya religi Kemanapun Memandang (2025), hingga rilisan terbaru Selamat Malam 2 (2026).


Kehidupan Pribadi

Di balik kejayaannya di atas panggung, kehidupan rumah tangga Evie sempat mengalami pasang surut. Pernikahan pertamanya dengan Heru harus berakhir dengan perceraian lantaran belum dikaruniai keturunan. Pada tahun 2003, Evie kembali membina rumah tangga bersama pria bernama Malik. Meski hingga kini belum dikaruniai buah hati, kehidupan rumah tangga mereka tetap harmonis dan jauh dari terpaan gosip miring.

 

Pemerintah Dorong Akses Layanan Publik Terintegrasi Lewat Penyederhanaan Proses Bisnis dan Keamanan Data

Iki Radio — Pemerintah terus memacu akselerasi transformasi digital guna menghadirkan layanan publik yang mudah diakses, efisien, dan terintegrasi secara nasional. Langkah strategis ini tidak sekadar berfokus pada pembangunan aplikasi atau infrastruktur teknologi, melainkan diarahkan pada penyederhanaan proses bisnis demi menciptakan standar pengalaman layanan yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan bahwa fondasi utama integrasi layanan publik terletak pada pembenahan tata kelola dan proses bisnis di tingkat dasar sebelum melangkah ke implementasi teknologi.

"Kemudahan mengakses layanan ini bisa tercapai jika layanan tersebut sudah terintegrasi. Jangan kita langsung loncat pada aplikasi ataupun teknologinya, tapi kita harus menyederhanakan dulu proses bisnisnya," ujar Menteri Rini saat menjadi panelis dalam ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) & Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Guna mendukung percepatan ini, pemerintah tengah memperkuat tiga fondasi utama transformasi digital nasional:

  • Digital ID sebagai pintu masuk tunggal (single sign-on) akses layanan publik.
  • Data Exchange untuk mekanisme pertukaran data antarinstansi.
  • Digital Payment guna memudahkan transaksi finansial layanan publik.

Menteri Rini menambahkan bahwa pertukaran data merupakan kunci mutlak dalam memuluskan integrasi antarlembaga. Menurutnya, canggihnya sistem digital tidak akan berdampak signifikan apabila arus data antarinstansi masih terhambat.

Pandangan tersebut didukung oleh Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu. Ia menyoroti bahwa efektivitas transformasi digital sangat bergantung pada pengelolaan data yang optimal, namun tetap wajib mengedepankan aspek perlindungan privasi dan keamanan kiber.

"Nilai utamanya (value) ada pada data. Bagaimana kita memastikan data bisa digunakan dengan baik di sektor pemerintah maupun swasta, namun tetap dengan rambu-rambu yang berperan sebagai penjaga keamanan dan privasi," tutur Mari Elka.

Dari sudut pandang sektor keuangan, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Ia menilai perkembangan teknologi yang cepat harus diimbangi dengan arah kolaborasi yang jelas antarlembaga dan sektor swasta.

"Technology set the pace, but collaboration set the direction. Kita harus tahu tujuan akhirnya seperti apa, lalu menjalankannya bersama melalui sinergi, kolaborasi, dan inovasi yang berkelanjutan," kata Filianingsih.

Sebagai penutup, Menteri PANRB menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mewujudkan keadilan akses layanan digital di seluruh pelosok pelosok negeri tanpa terkecuali.

"Saya ingin siapapun warga negara Indonesia, baik yang berada di Aceh maupun di Papua, semua memiliki pengalaman yang sama ketika mengakses layanan pemerintah. Jadi, one nation, one experience," pungkasnya.

 

Tampil Dominan, Amri/Nita Tembus 16 Besar Asian Games 2026 Usai Libas Wakil Kazakhstan

Iki Radio— Pasangan ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, melangkah mulus ke babak 16 besar badminton perorangan Asian Games 2026. Menghadapi wakil Kazakhstan, Mahsut Tajibullayev/Nargiza Rakhmetullayeva, Amri/Nita menang dua gim langsung dengan skor telak 21-7, 21-11 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Jumat (25/9/2026) pagi WIB.

Didampingi pelatih anyar ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, pasangan peringkat 14 dunia tersebut tampil dominan dan memegang kendali permainan sejak awal hingga akhir laga.

Game Pertama

Laga diawali dengan servis dari Nita Violina Marwah. Amri/Nita langsung melesat memimpin 4-0 setelah dropshot ciamik Nita gagal diantisipasi lawan. Serangan efektif yang dibangun ganda campuran Indonesia membuat Tajibullayev/Rakhmetullayeva kesulitan mengembangkan permainan.

Amri/Nita terus memperlebar jarak hingga kedudukan 7-1, diwarnai smes keras Nita yang mengubah skor menjadi 8-2. Kendati pasangan Kazakhstan berupaya memberikan tekanan, barisan smes mereka justru kerap tersangkut di net. Momentum ini dimanfaatkan dengan baik oleh Amri/Nita untuk mengunci interval gim pertama dengan keunggulan jauh 11-3.

Selepas jeda, kesalahan demi kesalahan masih membayangi pasangan Kazakhstan. Pertahanan solid dan serangan beruntun membawa Amri/Nita menjauh hingga 17-7. Servis apik dari Amri akhirnya mengunci kemenangan di gim pertama dengan skor 21-7.


Game Kedua

Tajibullayev/Rakhmetullayeva sempat mencuri poin pertama di awal gim kedua. Namun, peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia BWF 2026 tersebut langsung merespons cepat. Tak tanggung-tanggung, Amri/Nita meraih sembilan poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 10-1.

Menghadapi lawan berperingkat 552 dunia, Amri/Nita tampil sangat nyaman. Pukulan lawan yang membentur net memastikan keunggulan Indonesia 11-2 di interval gim kedua.

Meski sempat bermain terburu-buru hingga lawan mencoba mengejar pada kedudukan 20-10, Amri/Nita berhasil menjaga fokus. Pukulan Tajibullayev/Rakhmetullayeva yang gagal melintasi net menjadi poin penutup gim kedua sekaligus mengunci kemenangan 21-11 untuk Indonesia.


Tantangan Berat di Babak 16 Besar

Hasil manis ini memastikan langkah Amri/Nita menuju babak 16 besar Asian Games 2026. Di babak berikutnya, mereka bakal berhadapan dengan pemenang dari laga antara pasangan unggulan ketiga asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, melawan wakil tuan rumah, Yuta Watanabe/Maya Taguchi.

FIFA ASEAN Cup 2026: Tampil Dominan di SUGBK, Indonesia Hajar Singapura 2-0

Iki Radio — Tim nasional Indonesia sukses membuka langkah di Grup A Divisi I FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil manis. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026), skuad Garuda berhasil menundukkan Singapura dengan skor bersih 2-0 sekaligus membalas hasil imbang pada pertemuan sebelumnya.

Dua gol kemenangan tim asuhan John Herdman masing-masing dicetak oleh Ragnar Oratmangoen pada babak pertama dan eksekusi penalti Ole Romeny di paruh kedua. Hasil ini menempatkan Indonesia di peringkat kedua klasemen sementara Grup A dengan 3 poin, berada di bawah Malaysia yang unggul selisih gol usai menang 3-0 atas Bangladesh.


Babak Pertama: Ragnar Bawa Garuda Unggul

Singapura sempat mencoba mengambil inisiatif serangan pada lima menit pertama laga. Namun, Indonesia dengan cepat mengambil alih kendali permainan. Ancam pertama lahir pada menit ke-6 lewat sepakan Dean James usai memaksimalkan umpan Luke Vickery.

Gempuran tanpa henti tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-13. Berawal dari aksi Luke Vickery di sisi kanan penyerangan, umpan silangnya berhasil disambar dengan sempurna oleh Ragnar Oratmangoen untuk membawa Indonesia unggul 1-0.

Ancaman dari sektor sayap yang digalang Dean James dan Luke Vickery terus menyulitkan lini pertahanan The Lions. Kombinasi keduanya nyaris memperlebar keunggulan pada menit ke-15, meski sepakan James masih menyamping. Jelang turun minum, Ragnar kembali mendapat peluang emas memanfaatkan umpan terobosan Ole Romeny, namun tembakannya masih melambung di atas mistar. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.


Babak Kedua: Kartu Merah, Penalti, dan Gol Ole Romeny

Memasuki babak kedua, tempo permainan sempat menurun. Singapura baru bisa melepaskan tembakan tepat sasaran pertama mereka pada menit ke-57 melalui pemain pengganti, Song Ui-young, namun bola berhasil diamankan dengan mudah oleh Maarten Paes.

Petaka bagi Singapura berawal pada menit ke-69 saat Safuwan Baharudin melanggar Mitchell Baker di luar kotak penalti. Setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR), wasit mengganjar Safuwan dengan kartu merah langsung pada menit ke-71.

Keunggulan jumlah pemain langsung dimaksimalkan skuad Garuda. Dari situasi tendangan bebas yang dieksekusi Thom Haye, pemain Singapura melakukan handball di dalam kotak terlarang. Ole Romeny yang maju sebagai algojo penalti menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-74 dan mengubah skor menjadi 2-0.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 2-0 mengunci kemenangan penting Indonesia atas Singapura di laga pembuka ini.

Sensasi 'Gandrung On Train', Perjalanan Kereta ke Ketapang Disemarakkan Tarian Khas Banyuwangi

Iki Radio — Perjalanan pelanggan KA Sangkuriang menuju Ketapang, Banyuwangi, pada Jumat (25/9/2026) terasa berbeda dan mendadak semarak. Tujuh penari Gandrung mendadak tampil menghibur para penumpang di dalam gerbong kereta api.

Pertunjukan bertajuk Gandrung On Train ini merupakan bagian dari gelaran KAI Mini Fair yang diadakan oleh PT KAI Daop 9 Jember untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 KAI. Aksi seni budaya ini berlangsung sepanjang perjalanan dari Stasiun Kalibaru hingga Stasiun Ketapang, menghadirkan busana dan kesenian khas Banyuwangi secara langsung di tengah penumpang.

Kegiatan ini terwujud atas kolaborasi antara KAI Daop 9 Jember, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), serta sejumlah mitra kerja terkait.

“Kolaborasi tersebut memadukan layanan transportasi kereta api dengan kekayaan seni budaya daerah, sekaligus menciptakan pengalaman perjalanan berbeda bagi para pelanggan,” ujar Plt. Kepala Disbudpar Kabupaten Banyuwangi, Hartono.

Suasana gerbong yang biasanya tenang berubah menjadi lebih hidup saat para penari Gandrung menyapa dan mengajak penumpang berinteraksi secara ramah. Kemeriahan tidak berhenti di dalam gerbong; sesampainya di Stasiun Ketapang, acara berlanjut dengan Gandrung On Station untuk menyambut kedatangan para penumpang KA Pandanwangi.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa konsep acara ini dihadirkan agar perayaan ulang tahun KAI terasa lebih dekat dengan masyarakat.

“Perayaan HUT KAI tahun ini kami hadirkan tidak hanya dalam bentuk seremoni, tetapi juga melalui pengalaman yang dapat dirasakan langsung pelanggan,” kata Cahyo.

Ia menambahkan, keterlibatan kesenian Gandrung adalah bentuk apresiasi KAI kepada para pelanggan setia. “Ketika kesenian Gandrung hadir di dalam kereta, pelanggan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari suasana perayaan,” lanjutnya.

Rangkaian acara semakin meriah di Stasiun Ketapang dengan hadirnya hiburan interaktif dan fun games hasil kerja sama KAI dengan The Nice Playland Probolinggo.

Melalui kolaborasi ini, KAI berharap dapat terus memberikan dampak positif serta meningkatkan kualitas layanan perjalanan.

“Harapannya, semangat HUT ke-81 KAI dapat dirasakan bersama oleh pelanggan. Kami akan terus menghadirkan pelayanan yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan pengalaman pelanggan,” pungkas Cahyo.

Menteri Haji dan Umrah Buka Kick-Off Manasik Haji Nasional 2027 dan Expo Haji 2026 di Madiun

Iki Radio — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), secara resmi membuka gelaran Kick-Off Manasik Haji Nasional Tahun 2027 sekaligus Expo Haji dan Umrah Tahun 2026 yang terpusat di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jawa Timur, Jum'at (25/9/2026).

Acara ini diikuti oleh ribuan calon jemaah haji yang hadir secara luring di lokasi maupun daring dari seluruh wilayah Indonesia.

Perhelatan skala nasional tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Perwakilan Gubernur Jawa Timur, Plt. Wali Kota Madiun Bagus Panuntun, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Plt. Direktur Utama Bank Jatim Arief Wicaksono, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, serta jajaran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah.

Gus Irfan menekankan tiga poin utama terkait pelaksanaan manasik haji.

Jemaah diharapkan memahami betul syarat, rukun, wajib, dan sunnah haji agar tidak bergantung sepenuhnya pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH) serta menghindari perbedaan pendapat yang memicu perselisihan di Tanah Suci.

Materi manasik wajib mencakup skema pelayanan seperti Tanazul dan Murur. Jemaah diimbau menjaga kondisi fisik sejak dini. Beliau mengaitkan evaluasi tahun sebelumnya di mana sebanyak 345 calon jemaah haji terpaksa dipulangkan dari asrama haji karena tidak lolos pemeriksaan kesehatan akhir.

Rencana Penggunaan Bandara Kediri dan Penetapan Biaya Haji

Pemerintah tengah mengkaji penggunaan Bandara Kediri pada tahun 2027 untuk melayani jemaah dari wilayah Kediri, Tulungagung, Trenggalek, hingga Madiun. Namun, opsi ini masih dalam tahap perhitungan efisiensi biaya.

Menyinggung besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Gus Irfan mengisyaratkan adanya kenaikan komponen biaya imbas konflik global yang mengganggu pasokan bahan bakar serta memicu lonjakan tarif penerbangan, akomodasi, dan konsumsi. Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah telah menggodok angka tersebut selama lebih dari satu bulan.

"Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, apa pun yang terjadi, penyesuaian biaya jangan sampai memberatkan jemaah. Kami berupaya agar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan langsung oleh jemaah tidak mengalami kenaikan signifikan, dengan menyeimbangkannya melalui alokasi Nilai Manfaat yang dikelola BPKH," ujar Gus Irfan.


Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji

Melalui Expo Haji 2026, pemerintah mendorong penguatan ekosistem ekonomi haji nasional agar sebagian dana haji yang dibelanjakan di Arab Saudi dapat berputar kembali ke masyarakat Indonesia.

Meskipun menghadapi tantangan regulasi dan situasi geopolitik—seperti pengiriman 3.300 ton beras nasional yang sempat terhambat akibat konflik tahun lalu—pemerintah berkomitmen melanjutkan upaya ekspor bahan pangan lokal untuk kebutuhan konsumsi jemaah di Tanah Suci.(ir)

Belajar KPBU APJ, Pemkab Pemalang Kunjungi Madiun

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Pemalang Jawa Tengah, melakukan kunjungan ke Pemkab Madiun, Jum’at (25/9/2026). 

Ini menyusul keberhasilan Kabupaten Madiun dalam mengimplementasikan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada proyek Alat Penerangan Jalan (APJ). Hingga Kabupaten Madiun menjadi model percontohan nasional.

Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, mengungkapkan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk memantapkan rencana adopsi skema KPBU APJ di wilayahnya. Ia mengapresiasi terobosan Kabupaten Madiun yang mampu menghadirkan ribuan titik lampu penerangan jalan secara merata tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di awal pembangunan berkat efisiensi pembiayaan dari pihak badan usaha.

"Kedatangan kami ke sini ingin belajar dari Kabupaten Madiun. Di Pemalang, anggaran kita terbatas tetapi kita ingin maju dan mencari solusi yang efisien. Kami ingin membedah bagaimana Madiun bisa mewujudkannya," ujar Nurkholes.

Ia menambahkan, kondisi infrastruktur penerangan jalan di Kabupaten Pemalang saat ini masih minim. Melalui studi tiru ke Bumi Kampung Pesilat ini, ia berharap Pemkab Pemalang dapat membawa pulang formula terbaik untuk diterapkan di daerahnya.

"Kami bermimpi Pemalang bisa lebih terang seperti Madiun. Kami bangga dan mengapresiasi kesuksesan Kabupaten Madiun dalam menerapkan skema KPBU APJ ini," imbuhnya.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyambut hangat kehadiran rombongan Pemkab Pemalang. Dalam pemaparannya, Hari menjelaskan secara terperinci gambaran umum proyek KPBU APJ di Kabupaten Madiun, mulai dari pemetaan topografi wilayah, skema pembiayaan, faktor pendukung, hingga berbagai manfaat strategis yang dirasakan masyarakat dan pemerintah daerah.

Bupati Madiun menjelaskan bahwa keberadaan APJ berteknologi LED tidak hanya menghemat konsumsi energi secara signifikan, tetapi juga memberi dampak domino positif, seperti mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan iklim investasi yang kondusif, meningkatkan Penerimaan Pajak Barang dan Jasa Pertentu atas Tenaga Listrik (PBJT-TL), serta mengoptimalkan efisiensi tagihan listrik penerangan jalan.

"KPBU adalah solusi inovatif pembiayaan infrastruktur. Penggunaan teknologi lampu LED memberikan tingkat efisiensi yang sangat luar biasa. Selain itu, kami juga memperkuat aspek regulasinya melalui Peraturan Daerah (Perda) agar proyek ini memiliki payung hukum yang kokoh," jelas Hari Wuryanto.

Bupati Madiun menegaskan komitmennya untuk terbuka berbagi pengalaman, termasuk tantangan yang dihadapi sejak tahap perencanaan, pelelangan, hingga masa implementasi. Ia berharap pertemuan ini dapat memperkuat kolaborasi antardaerah serta melahirkan diskusi yang konstruktif.

"Kami berterima kasih kepada Pemkab Pemalang yang telah memilih Kabupaten Madiun sebagai rujukan studi tiru. Kapan saja ada kendala atau hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut, tim kami siap membantu," pungkasnya.(ir)

close
Pasang Iklan Disini