Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Swasembada Pangan di Era Prabowo-Gibran, Pemerintah Resmi Hentikan Impor Beras

JAKARTA, Iki Radio — Pemerintah Indonesia secara resmi menghentikan impor beras umum atau beras reguler dalam dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kebijakan strategis ini diambil seiring dengan keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan nasional.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi (Bakom), Kurnia Ramadhana, menyatakan bahwa pencapaian ini didukung oleh lonjakan produksi beras dalam negeri yang sangat signifikan.

"Produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibandingkan dengan tahun 2024. Sepanjang 2025, Indonesia tidak melakukan impor beras umum untuk konsumsi," ujar Kurnia di Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Kurnia menambahkan, pada akhir tahun 2025, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog tercatat aman berada di angka 3,248 juta ton. Tren positif ini diperkirakan terus berlanjut pada 2026 dengan proyeksi produksi beras mencapai 34,77 juta ton—melampaui estimasi kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton.

Reformasi Tata Kelola Pertanian dan Pupuk

Keberhasilan mempertahankan ketersediaan pasokan beras domestik tanpa bergantung pada impor tidak lepas dari serangkaian terobosan dan kebijakan strategis yang diusung Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam perbaikan tata kelola serta efisiensi distribusi.

Pemerintah mengambil langkah konkret dengan memangkas 145 regulasi penyaluran pupuk bersubsidi yang selama ini dinilai membelenggu proses distribusi kepada para petani. Selain mempermudah birokrasi, pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk menekan biaya produksi sektor pertanian.

Penguatan Ketahanan Pangan Pesisir

Tidak hanya berfokus pada sektor pangan darat seperti beras, pemerintah turut memperkuat ketahanan pangan nasional dari sektor kelautan dan perikanan melalui program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Sepanjang tahun 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sukses menyelesaikan pembangunan 100 lokasi KNMP, dengan 65 lokasi di antaranya telah memasuki tahap uji coba operasional.

Pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur perikanan ini dengan menargetkan tambahan 1.386 lokasi KNMP baru hingga akhir tahun 2026. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas nelayan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Tawuran Memanas di Manggarai, Warung dan Sepeda Motor Dibakar Massa

JAKARTA, Iki Radio — Dua kelompok warga kembali terlibat aksi saling serang di kawasan Stasiun Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu sore (18/10/2026). Insiden yang menandai bentrokan ketiga kalinya ini berlangsung jauh lebih brutal, menyebabkan sejumlah warung serta sepeda motor warga mengalami kerusakan parah hingga dibakar massa.

Aksi saling serang tersebut meletus secara tiba-tiba dan cepat membesar. Kedua pihak yang bertikai melancarkan serangan menggunakan berbagai benda berbahaya, mulai dari lemparan batu, tembakan petasan, hingga lemparan bom molotov ke arah lawan.

"Tawuran ini yang paling parah," ujar seorang saksi mata di lokasi kejadian, Zahra, Minggu (18/10/2026). Ia menambahkan bahwa aksi pembakaran fasilitas umum dan kendaraan baru pertama kali terjadi dalam rentetan bentrokan belakangan ini. "Baru ini bakar-bakarnya," tuturnya.

Ledakan petasan, bom molotov, serta kepulan asap hitam dari kendaraan dan warung yang terbakar membuat situasi di sekitar kawasan Stasiun Manggarai sempat mencekam. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar Tebet terhambat total dan aktivitas warga maupun pengguna moda transportasi publik terganggu.

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi sempat berupaya melerai dan menyekat kedua kelompok di tengah kecamuk bentrokan. Namun, emosi massa yang tersulut membuat aksi saling serang tetap berlanjut. Tawuran akhirnya baru berhasil diredam setelah pihak kepolisian melakukan pendekatan persuasif dan negosiasi intensif selama kurang lebih satu jam dengan tokoh masyarakat setempat.

Hingga Minggu malam, personel kepolisian bersenjata lengkap masih disiagakan dan melakukan penjagaan ketat di titik-titik rawan kawasan Manggarai. Penjagaan ini dilakukan guna mengantisipasi potensi tawuran susulan sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) benar-benar kondusif.

Kecelakaan Maut Tol Ngawi-Kertosono Madiun: Minibus Rombongan Suporter PSS Sleman Tabrak Truk Tronton, 4 Meninggal Dunia

MADIUN, Iki Radio — Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola tanah air. Rombongan suporter PSS Sleman mengalami kecelakaan maut di ruas Jalan Tol Ngawi-Kertosono, wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Minggu (18/10/2026). Insiden tragis tersebut mengakibatkan empat orang suporter dilaporkan meninggal dunia.

Kecelakaan melibatkan satu unit minibus travel jenis Toyota Hiace yang membawa rombongan suporter PSS Sleman dan sebuah truk tronton pengangkut bibit kelapa.

Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Dristica Brian Arya Leviantona, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi. Ia menjelaskan bahwa rombongan suporter tersebut sedang dalam perjalanan dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menuju Surabaya untuk mendukung tim kesayangan mereka bertanding melawan Persebaya Surabaya.

"Jadi, ada empat orang yang meninggal dunia," ujar Arya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat minibus yang mengangkut rombongan suporter melaju searah di belakang truk tronton. Saat melintas di lokasi kejadian, minibus diduga menabrak bagian belakang samping truk tronton yang ada di depannya.

Minibus naas tersebut merupakan kendaraan ketiga dari empat iring-iringan kendaraan rombongan suporter yang bertolak dari Sleman sejak pukul 06.00 WIB. Setiap minibus dilaporkan membawa sekitar 15 orang penumpang termasuk pengemudi.

Dampak benturan keras tersebut mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Sementara itu, tiga korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju fasilitas medis.

"Satu korban tewas di lokasi kejadian usai kecelakaan. Sementara tiga korban lainnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Korban yang meninggal dan luka-luka sudah dievakuasi ke RSUD Caruban," terang Arya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Satlantas Polres Madiun masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Petugas juga tengah mengumpulkan keterangan dari para korban selamat.

Kendati demikian, pihak kepolisian mengonfirmasi adanya kendala dalam proses pemeriksaan awal lantaran beberapa penumpang tidak saling mengenal secara pribadi.

"Pemeriksaan menghadapi masalah lantaran sejumlah penumpang minibus diketahui tidak saling mengenal. Jadi, mereka mengikuti perjalanan menggunakan jasa travel untuk menonton pertandingan sepak bola di Surabaya," pungkas Arya.(*)

Cegah Peredaran Narkoba, Polres Madiun Gelar Razia Gabungan di Tempat Hiburan Malam

MADIUN, Iki Radio — Kepolisian Resor (Polres) Madiun kembali menggencarkan langkah preventif guna menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Langkah ini diwujudkan melalui razia gabungan skala besar yang digelar serentak di seluruh wilayah Jawa Timur pada Sabtu malam (17/10/2026).

Kegiatan pengawasan ketat tersebut menyasar sejumlah tempat hiburan dan lokasi yang disinyalir rawan menjadi titik penyalahgunaan narkoba. Salah satu lokasi sasaran utama dalam razia ini adalah Cafe di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun.

Di lokasi sasaran, petugas gabungan langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap pengunjung maupun pengelola. Tak hanya itu, petugas juga menggelar tes urine secara mendadak di tempat sebagai langkah deteksi dini kemungkinan adanya pengguna atau peredaran barang haram tersebut.

Kasat Resnarkoba Polres Madiun, AKP Jauza Qodrisyam Revaro, menegaskan bahwa razia ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Polres Madiun dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.

“Razia gabungan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kami akan terus berupaya melakukan pencegahan dan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.


Tingkatkan Sinergi Bersama Masyarakat

Lebih lanjut, AKP Jauza menekankan bahwa upaya memutus mata rantai peredaran narkotika tidak bisa hanya mengandalkan pihak kepolisian semata. Dibutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh lapisan elemen masyarakat, pengelola tempat usaha, hingga lingkungan keluarga.

“Peran aktif masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Kami mengimbau masyarakat agar menjauhi narkoba serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika,” lanjutnya.

Razia yang berlangsung hingga dini hari tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang publik yang aman dan sehat, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Madiun. 

Polres Madiun menegaskan akan terus meningkatkan intensitas patroli, pengawasan, hingga tindakan hukum tegas terhadap penyalahgunaan narkotika.

Dengan sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat, Madiun diharapkan dapat terus terjaga dari ancaman bahaya laten narkoba.

Ziarah ke Makam Marsinah di Nganjuk, Kapolri Tekankan Pentingnya Edukasi Sejarah Perjuangan Buruh

NGANJUK, Iki Radio — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto berziarah ke makam tokoh pejuang hak-hak pekerja, Marsinah, di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).

Tak sendiri, Kapolri hadir didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, serta Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Selain memimpin doa bersama dan tabur bunga di pusara Marsinah, Kapolri menyempatkan diri mengelilingi Kompleks Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Kompleks sejarah ini sebelumnya diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026.

"Keberadaan museum ini diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya dalam memahami perjalanan perjuangan pekerja serta nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial," ujar perwakilan rombongan saat peninjauan.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi Polri untuk menyerap aspirasi dan membangun kedekatan dengan elemen buruh serta masyarakat Jawa Timur. Setelah menyelesaikan agenda di Nganjuk, rombongan Kapolri melanjutkan perjalanan menuju Kota Surabaya.

Karhutla Melanda 5 Kawasan Pegunungan di Jawa Timur, Tim Gabungan Dikerahkan Pemadaman Manual

SURABAYA, Iki Radio — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam kawasan pegunungan di Jawa Timur. Sebanyak lima kawasan gunung di wilayah Jatim dilaporkan membara sejak Jumat (16/10/2026) malam dan proses pemadaman masih terus berlangsung hingga Sabtu (17/10/2026) pagi.

Kawasan yang terdampak membentang dari area Gunung Bromo, lereng Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Sigiran, hingga kawasan Tamankursi di Situbondo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengonfirmasi bahwa sebaran api cukup luas di berbagai titik. Personel gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya penanganan cepat.

"Tim gabungan terus memantau perkembangan titik api dan melakukan pemadaman secara manual di area pegunungan yang masih dapat dijangkau oleh jalur darat," ujar Satriyo pada Sabtu (17/10/2026).

Sebaran Titik Api di 5 Kawasan Gunung Jatim

Berdasarkan data terkini dari BPBD Jawa Timur, berikut adalah rincian titik kebakaran di beberapa wilayah kabupaten:

1. Kawasan Gunung Bromo (Kab. Probolinggo & Kab. Pasuruan)

Per Jumat malam, kebakaran di kawasan Bromo menghanguskan tiga titik utama yang melintasi batas dua kabupaten:

Kabupaten Probolinggo: Bukit Kembang (Desa Pucuk Sari) dan kawasan Gunung Ringgit (Desa Sapihkerep).

Kabupaten Pasuruan: Blok Kesiman area Lemah Pasar (Desa Wonokitri).

2. Gunung Sigiran (Kabupaten Mojokerto)

Api melanda kawasan Gunung Sigiran yang terletak di RKW 06, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang. Petugas Tahura bersama BPBD Mojokerto dan Provinsi Jatim terus melakukan lokalisasi api.

"Tim gabungan di Mojokerto saat ini berupaya mencegah api merambat lebih luas dengan bergotong royong melakukan pembuatan ilaran dan sekat bakar," terang Satriyo.

3. Lereng Gunung Arjuno (Kabupaten Malang)

Titik api terpantau berkobar hebat di area Puncak Budug Asu, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari. Petugas bergerak menembus jalur pendakian untuk menjangkau lokasi kobaran api.

4. Kawasan Arjuno-Welirang (Kabupaten Pasuruan)

Kebakaran juga ditemukan di area Gunung Ringgit yang masuk dalam kawasan Arjuno-Welirang wilayah Pasuruan. BPBD Provinsi Jawa Timur telah memberangkatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) guna percepatan penanganan, asesmen, serta pemadaman darat.

5. Kawasan Tamankursi (Kabupaten Situbondo)

Selain kawasan Bromo dan Arjuno, kebakaran lahan menghanguskan area Tamankursi di Kecamatan Sumbermalang. Mengingat lokasi ini merupakan wilayah konservasi, penanganan dilakukan secara khusus melalui sinergi lintas instansi.

"Personel BPBD Provinsi Jawa Timur bersama tim BPBD Situbondo telah turun melakukan asesmen dan berkoordinasi erat dengan pihak BKSDA untuk memantau kondisi kebakaran di lokasi tersebut," pungkas Satriyo.

Upaya Pemadaman Terkendala Medan

Hingga saat ini, pemadaman difokuskan melalui jalur darat secara manual menggunakan pembuatan sekat bakar (gebyok dan ilaran) pada area pegunungan yang terjangkau. BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten setempat, Tahura, BKSDA, TNI/Polri, dan relawan terus bersiap dan bersiaga mengantisipasi potensi perluasan angin yang dapat mempercepat sebaran api.


Dampak Karhutla: Kasus ISPA Tembus 311 Ribu, Anak-Anak dan Lansia Paling Rentan

JAKARTA, Iki Radio — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus melonjak. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat total kumulatif kasus ISPA hingga Sabtu (17/10/2026) telah mencapai 311.363 kasus, dengan kelompok anak-anak dan lanjut usia (lansia) menjadi pihak yang paling rentan terdampak.

Berdasarkan laporan harian Update Penanganan Dampak Kesehatan Akibat Karhutla Kemenkes, sebanyak 70.239 kasus terdeteksi pada anak-anak berusia di bawah lima tahun (balita). Sementara itu, kelompok lansia mencatatkan 49.634 kasus.

"Total kumulatif kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla mencapai 311.363 kasus, dengan 70.239 kasus pada anak berusia di bawah lima tahun dan 49.634 kasus pada kelompok lanjut usia," tulis laporan resmi Kemenkes, Sabtu (17/10/2026).

Meskipun angka kumulatif tinggi, data harian Kemenkes menunjukkan adanya penurunan penambahan kasus pada Sabtu (17/10/2026) dibandingkan hari sebelumnya. 

Pada 17 Oktober 2026, tercatat sebanyak 2.609 kasus baru, turun dari angka 3.827 kasus pada Jumat (16/10/2026).

"Kasus ISPA yang tercatat pada 17 Oktober 2026 sebanyak 2.609 kasus, sedangkan pada 16 Oktober 2026 mencapai 3.827 kasus," lanjut keterangan dalam laporan harian tersebut.

7 Provinsi Terdampak, 2 Berstatus Tanggap Darurat

Bencana karhutla saat ini melanda 7 provinsi yang mencakup 65 kabupaten/kota. Pembagian status darurat wilayah terdampak adalah sebagai berikut:

  • Tanggap Darurat (2 Provinsi): Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
  • Siaga Darurat (5 Provinsi): Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Untuk mengantisipasi risiko kesehatan masyarakat, Kemenkes terus memantau kualitas udara menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Kategori ISPU yang menjadi acuan pengawasan meliputi:

  • 101–199: Tidak Sehat
  • 200–299: Sangat Tidak Sehat
  • ≥ 300: Berbahaya

Adapun data kasus ISPA untuk kelompok rentan lainnya—seperti ibu hamil serta penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)—saat ini masih dalam proses pemisahan data (data segresi) oleh tim Kemenkes, sehingga angka kumulatifnya belum dirilis secara resmi.


Semarak Festival Pesona Raja Ampat 2026: Lomba Perahu Hias Unjuk Kekayaan Maritim dan Budaya di Pantai WTC

WAISAI, Iki Radio — Lomba Perahu Hias turut memeriahkan hari ketiga gelaran Festival Pesona Raja Ampat 2026 yang berlangsung di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Sabtu (17/10/2026). Ajang ini menjadi panggung pesona yang menampilkan kekayaan budaya sekaligus mempertegas identitas maritim masyarakat setempat.

Sebanyak sembilan tim yang terdiri atas sanggar budaya, pemerintah distrik, paguyuban, hingga satuan pendidikan tampil memukau dengan menghias perahu mereka menggunakan ornamen dan simbol khas daerah masing-masing. Setiap peserta juga menyajikan sinopsis yang mengulas latar belakang sejarah serta nilai-nilai budaya di balik desain perahu mereka.

Salah satu peserta, Ikatan Biak Aimando, mengusung Perahu Wai Mansusu yang menggambarkan kejayaan maritim pada abad ke-8 hingga ke-19. Perahu tersebut dihadirkan sebagai simbol peradaban, status sosial, spiritualitas, serta ketangguhan para pelaut Pasifik.

“Kata Mansusu yang berarti 'maju dan mundur' dimaknai sebagai kemampuan para leluhur dalam menghadapi musuh dari berbagai arah,” ujar Wakil Ketua Ikatan Biak Aimando Raja Ampat, Frits Feliks Dimara. Menurutnya, filosofi tersebut mencerminkan keberanian dan ketangguhan masyarakat pelaut dalam mengarungi berbagai tantangan zaman.

Sementara itu, peserta dari Kampung Warsambin (Binsyowi) menampilkan ornamen ikan lema dan keindahan destinasi wisata Kali Biru yang menjadi ikon kampung mereka. Keduanya merepresentasikan keterikatan harmonis antara manusia, alam, dan budaya yang terus hidup dalam keseharian masyarakat.

Nuansa sejarah bangsa pelaut juga kembali ditegaskan oleh Distrik Ayau yang turut menampilkan perahu hias Wai Mansusu sebagai refleksi masyarakat pelaut yang besar dan tangguh.

Di sisi lain, keunikan kearifan lokal ditunjukkan oleh Distrik Batanta Selatan melalui perahu kayu tradisional beratap kajang dari daun sagu serta hiasan pelepah sagu di bagian sisinya. Penampilan ini menonjolkan kearifan masyarakat lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.

Tak kalah menarik, peserta lainnya seperti Kampung Mumes, Papua Arts Kewrai Kampung Saporkren, SMP Negeri Distrik Kepulauan Ayau, dan Sanggar Mangkornborn juga menjadikan perahu sebagai daya tarik utama atraksi mereka.

Keanekaragaman bentuk dan ornamen perahu dalam ajang ini mempertegas betapa eratnya hubungan masyarakat Raja Ampat dengan lautan sejak dahulu kala. Bagi masyarakat setempat, perahu bukan sekadar alat transportasi, melainkan sarana utama untuk mencari bahan pangan, memenuhi kebutuhan hidup, dan menopang aktivitas sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Raja Ampat, Engelbert M.S. Wader, turut menyampaikan pesan penting mengenai kelestarian ekosistem laut. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan potensi laut secara bijak dan berkeadilan.

“Ambillah ikan seperlunya, sisakan bagi anak cucu kita. Jangan biarkan air mata bagi generasi mendatang, tapi jagalah mata air kehidupan bagi mereka,” tegas Engelbert.

Lomba Perahu Hias pada Festival Pesona Raja Ampat 2026 ini tidak hanya menjadi ruang edukasi dan promosi seni budaya lokal, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan laut Raja Ampat.


close
Pasang Iklan Disini