MADIUN, Iki Radio — Koperasi Konsumen Unit Desa (KKUD)
Tani Jaya di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, terus menunjukkan
eksistensinya dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat pedesaan. Melalui
lima sektor usaha yang dikelola, koperasi binaan Kantor Perwakilan Bank
Indonesia (KPwBI) Kediri ini mengambil peran strategis dalam menjaga
ketersediaan pasokan beras serta mendukung ketahanan pangan di daerah.
Kepala Seksi Kehumasan KPwBI Kediri, Andriyono Raharjo,
menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperlihatkan secara langsung
kontribusi nyata koperasi dalam rantai pasok pangan dari hilir, mulai dari
pengolahan hingga pemasaran.
"Tanpa disadari, proses bisnis yang dilakukan KUD
ini sebenarnya memberikan efek dalam penanganan inflasi. Salah satunya melalui
unit usaha penggilingan padi, mulai dari pengolahan hingga pemasaran,"
ujar Andriyono di Madiun, Kamis (5/11/2026)..
Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan
kolaborasi lintas pihak, termasuk peran aktif lembaga ekonomi masyarakat
seperti KUD.
Ketua KUD Tani Jaya, Suparno, mengungkapkan bahwa
koperasi yang berdiri sejak tahun 1975 tersebut kini menaungi lima unit usaha
aktif, yaitu simpan pinjam, pengadaan pupuk, penggilingan padi atau Rice
Milling Plant (RMP), pertokoan, dan pelayanan jasa. Didukung oleh 32 karyawan,
seluruh unit ini beroperasi penuh melayani anggota dan masyarakat umum.
"Kami berupaya agar KUD terus berkembang dan bisa
memberikan pelayanan terbaik kepada anggota. Karena tujuan utama koperasi
adalah memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkap Suparno. Berkat
pembinaan intensif dari Bank Indonesia, unit pertokoan koperasi bahkan berhasil
mencatatkan omzet lebih dari Rp1 miliar per tahun.
Di sektor pengolahan pangan, Manajer KUD Tani Jaya,
Sarwono, memaparkan bahwa unit RMP tidak sekadar membeli gabah dari petani,
tetapi juga melakukan proses pengeringan, pengolahan, hingga pengemasan
mandiri.
Langkah ini membuat beras kualitas medium yang diproduksi
KUD Tani Jaya memiliki daya saing harga yang lebih terjangkau saat
didistribusikan ke jaringan pertokoan KUD maupun koperasi mitra di wilayah
Kabupaten Madiun.
"Kami mengambil gabah, kemudian diproses dan dikemas
sendiri. Dengan begitu, beras yang dijual di toko KUD bisa memiliki daya saing
harga," terangnya.
Tak berhenti di situ, KUD Tani Jaya juga terus
mengepakkan sayap di bisnis ritel modern. Saat ini, koperasi telah
mengoperasikan empat gerai pertokoan berbasis komputerisasi dan tengah bersiap
membuka gerai baru di Desa Wungu, Kecamatan Wungu.
Sejak 2023–2024, Bank Indonesia memberikan pendampingan
komprehensif bagi KUD Tani Jaya, mulai dari hulu hingga hilir. Di sektor
pertanian, petani dibekali pelatihan pemupukan ramah lingkungan, demplot
budidaya, serta teknologi digital farming berupa alat pengukur pH tanah untuk
efisiensi pemupukan.
Sementara di sektor perdagangan, fokus pembinaan
diarahkan pada penguatan digital marketing guna mendongkrak daya saing
pertokoan koperasi. Hasilnya, omzet unit pertokoan tercatat mengalami kenaikan
signifikan.
"Alhamdulillah, setelah mendapatkan pendampingan dan
pembinaan, perkembangannya cukup baik. Kalau dihitung, ada kenaikan omzet
kurang lebih 15 sampai 20 persen," tutur Sarwono.
Kehadiran KUD Tani Jaya menjadi bukti nyata bagaimana
transformasi koperasi pedesaan mampu mengintegrasikan sektor pertanian,
pengolahan, dan perdagangan guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga
stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah.