Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458, Perumdam Tirta Dharma Purabaya Komitmen Mewujudkan Pelayanan "Bersahaja"

Iki Radio –Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 yang jatuh pada 18 Juli 2026, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dharma Purabaya menyatakan komitmen penuhnya dalam mendukung visi besar pembangunan daerah.

Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto (pakai rompi) dalam acara BAHANA BERSAHAJA yang dilaksanakan oleh Pemkab Madiun di Desa Bulakrejo Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun pada Februari 2026 lalu.


Mengusung tema strategis "Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja", badan usaha milik daerah (BUMD) ini siap mengakselerasi transformasi pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat Bumi Kampung Pesilat.

Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto, menyampaikan relevansi tema hari jadi tahun ini dengan arah kebijakan korporasi yang dipimpinnya mencakup tiga pilar utama.

Ketiiga pilar utama dalam tema tersebut—Inovasi, Kolaborasi, dan Bersahaja—merupakan pengejawantahan dari tantangan sekaligus peluang pembangunan daerah modern.

"Sebagai bagian integral dari Pemerintah Kabupaten Madiun yang mengemban tugas vital dalam penyediaan air minum, kami melihat tema ini bukan sekadar slogan, melainkan peta jalan. Kata Berinovasi menuntut kami untuk tiada henti mencari terobosan baru dan melakukan pembaruan sistem secara berkelanjutan. Tujuannya jelas, agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman di era digital ini," ujar Imansyah Novianto.

Lebih lanjut, Imansyah menekankan bahwa pilar Berkolaborasi menjadi kunci sukses dalam menghadapi kompleksitas kebutuhan publik.

Sinergi yang kuat antara seluruh stakeholder, jajaran manajemen Perumdam, pemerintah daerah, dan masyarakat mutlak diperlukan untuk menggerakkan roda kemajuan Kabupaten Madiun secara serentak.

Sementara itu, nilai Bersahaja dimaknai sebagai fondasi moral dalam memberikan pelayanan.

"Bersahaja mencerminkan semangat pelayanan yang sederhana, membumi, dekat dengan masyarakat, dan penuh kerendahan hati. Namun di balik kesederhanaan itu, kami tetap memegang teguh komitmen profesional yang berorientasi pada aspek 3K, yaitu Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas pasokan air bersih," tambahnya.

Bukan sekadar wacana, Perumdam Tirta Dharma Purabaya menerjemahkan semangat Hari Jadi ke-458 ini ke dalam serangkaian langkah konkret di lapangan. Upaya peningkatan performa perusahaan dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

Beberapa langkah nyata yang saat ini tengah diakselerasi oleh Perumdam Tirta Dharma Purabaya diantaranya modernisasi dan digitalisasi layanan pelanggan. Ini dilakukan guna mempermudah akses dan meningkatkan transparansi, perusahan telah mengintegrasikan sistem pembayaran berbasis online serta penerapan teknologi QRIS Dinamis. Selain itu, saluran pengaduan masyarakat kini dipermudah melalui sistem respons cepat berbasis WhatsApp.

Selain itu optimalisasi operasional teknis, dengan peningkatan akurasi pembacaan meter pelanggan terus dipantau guna meminimalkan potensi kesalahan dan menjaga kepercayaan publik. Di saat yang sama, perawatan serta pengembangan infrastruktur distribusi air dilakukan secara berkala demi menjaga stabilitas pasokan.

Serta penguatan kemitraan strategis, dengan mempererat hubungan kelembagaan dengan Pemerintah Kabupaten Madiun dan berbagai mitra strategis lainnya guna mendukung program penyediaan air minum yang merata hingga ke pelosok desa.

Perumdam Tirta Dharma Purabaya juga melakukan diversifikasi usaha dan inovasi bisnis. Sebagai langkah memperkuat kinerja keuangan korporasi dan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), Perumdam Tirta Dharma Purabaya terus mengembangkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) lokal unggulan bernama YOIKI, yang kini kian diminati pasar.


Melalui momentum refleksi Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 ini, jajaran manajemen dan seluruh karyawan Perumdam Tirta Dharma Purabaya berharap agar iklim inovasi dan kolaborasi dapat semakin mengakar kuat di seluruh elemen masyarakat maupun birokrasi pemerintahan.

Sinergi yang solid diyakini akan mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah, mendongkrak kualitas pelayanan publik ke level tertinggi, dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat Kabupaten Madiun secara menyeluruh.

"Selamat Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458. Mari bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Madiun yang bersahaja, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan. Perumdam Tirta Dharma Purabaya: Melayani Lebih Baik, Bertumbuh Lebih Kuat!" pungkasnya.(ir)

 

Hari Jadi Ke 458 Kabupaten Madiun, Ratusan Anak Ikuti Khitan Massal

Iki Radio – Ratusan anak dari berbagai daerah di Kabupaten Madiun, memilih mengisi libur sekolah dengan mengikuti kegiatan khitan massal, yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian Hari Jadi ke 458 Kabupaten Madiun ini, digelar secara serentak di tiga lokasi berbeda.


Hal ini dilakukan untuk menjangkau seluruh wilayah dan memudahkan akses bagi para peserta agar tidak terkendala jarak.


Ketiga lokasi itu masing masing RSUD Caruban untuk peserta dari Kecamatan Mejayan, Saradan, Pilangkenceng, Wonoasri, Sawahan, Gemarang, dan Balerejo.


RSUD Dolopo untuk peserta dari Kecamatan Dolopo, Kebonsari, Dagangan, Geger, Kare, dan Jiwan. Dan di Joglo Desa Sendangrejo Kecamatan Madiun, untuk peserta dari wilayah Kecamatan Wungu dan Kecamatan Madiun.


Pelaksanaan di tiga titik tersebut ditinjau dan dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah Kabupaten Madiun untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan lancar.


Di RSUD Dolopo, kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi. Sementara di Joglo Sendangrejo, jalannya khitanan massal dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto.


Adapun di RSUD Caruban, pemantauan dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Soedjiono, dengan dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto.


Agenda tahunan ini sukses menyedot antusiasme tinggi dari warga. Jumlah pendaftar bahkan melonjak hingga melampaui target awal yang telah ditentukan oleh panitia.



Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Madiun, Soedjiono, mengungkapkan bahwa pendaftaran yang dibuka melalui camat di masing-masing wilayah mendapat respons yang sangat positif. 


Momentum pelaksanaan yang bertepatan dengan masa libur sekolah dinilai menjadi salah satu pemicu tingginya partisipasi masyarakat.


"Target awal kita sebenarnya 290 anak, tetapi Alhamdulillah saat ini pendaftar sudah mencapai 306 anak. Pendaftar ini adalah anak-anak yang memang berminat dan berani," ujar Soedjiono di RSUD Caruban.


Demi memberikan pelayanan terbaik dan menjamin keamanan medis para peserta, pihak rumah sakit telah menyiagakan tim medis yang kompeten. 


Direktur RSUD Caruban, drg. Farid Amirudin, menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan puluhan personel khusus demi menyukseskan agenda ini.


"Khusus di RSUD Caruban, kami melibatkan 3 dokter spesialis, 2 dokter umum, dan 22 perawat untuk menangani para peserta khitan," tegas drg. Farid.


Kegiatan khitanan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemkab Madiun dalam membantu masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan. 


Selain meringankan beban ekonomi orang tua dalam pemenuhan syariat agama, kegiatan ini juga krusial bagi kesehatan reproduksi anak sejak dini.


"Ya memang anak-anak kan mesti harus dikhitan. Lah, ini upaya pemerintah kabupaten untuk membantu yang memang butuh. Harapannya, generasi muda Kabupaten Madiun ke depan bisa tumbuh menjadi anak-anak yang lebih sehat, berkualitas, soleh, tangguh, dan handal," pungkas Soedjiono.


Respons positif juga datang dari para peserta. Salah satunya Syahrul (10), anak asal Desa Klumutan, Kecamatan Saradan. Ia mengaku senang bisa mengikuti program ini tanpa rasa takut.


"Ya senang, kebetulan pas libur sekolah. Jadi nanti pas masuk (sekolah) sudah sembuh," katanya polos sembari tersenyum.(ir)

PLN Berhasil Minimalisir Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa

Iki Radio - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyatakan satu dari dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa yang sempat mengalami gangguan teknis kini telah berhasil dipulihkan dan kembali menyuplai energi ke sistem kelistrikan setempat.


"Salah satu pembangkit berhasil dipulihkan," ujar Darmawan dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).

Menurut Darmawan, PLTU tersebut sudah kembali sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa sejak Minggu (21/6/2026) pukul 18.00 WIB untuk menambah keandalan pasokan.

Berkat pemulihan itu, kebijakan pemadaman bergilir yang sempat dikeluhkan warga sejak pekan lalu kini sudah mulai diminimalisir.

Pihak manajemen memastikan akan terus mengawal proses normalisasi ini secara berkala.

"Kami mengupayakan yang terbaik agar perbaikan yang sudah berlangsung ini bisa terus terjaga dan terus ditingkatkan," tegas Darmawan. 

Sedangkan, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

Sebelumnya, gangguan teknis pada dua pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) pada Jumat (19/6/2026) memaksa kedua unit tersebut keluar dari sistem kelistrikan Jawa.

Akibatnya, PLN terpaksa melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur yang memicu mati listrik tiba-tiba selama dua hingga lima jam sehari di sejumlah wilayah Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Bahkan, pemadaman sempat melumpuhkan lampu penerangan di beberapa jalan protokol di Surabaya hingga malam hari dan membahayakan para pengendara.

Kemkomdigi dan JICA Perkuat Talenta AI untuk Dukung Prioritas Pembangunan Nasional

Iki Radio - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) memperkuat kerja sama pengembangan talenta kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung berbagai prioritas pembangunan nasional, mulai dari pelindungan anak di ruang digital, penanganan disinformasi, hingga peningkatan kualitas layanan publik berbasis data.


Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Catatan Diskusi (Record of Discussions) Proyek Kerja Sama Teknis Next Generation AI Talent Factory di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan kerja sama itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas talenta digital nasional sekaligus mempererat kemitraan Indonesia dan Jepang dalam menghadapi tantangan transformasi digital.

"Kerja sama yang kita jalani hari ini mencerminkan persahabatan yang kuat dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam mempersiapkan masyarakat kita untuk berkembang di era digital," ujar Nezar.

Menurutnya, perkembangan teknologi AI yang semakin pesat menuntut setiap negara untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar mampu bersaing dan memanfaatkan teknologi secara optimal. Karena itu, investasi pada talenta digital menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing bangsa di masa depan.

"Untuk mewujudkan peluang ini, kita harus berinvestasi pada hal yang paling penting, yaitu sumber daya manusia kita," tegasnya.

Melalui program Next Generation AI Talent Factory, Kemkomdigi dan JICA akan mendorong peningkatan kapasitas talenta AI Indonesia melalui penguatan kompetensi, pertukaran pengetahuan, kolaborasi kelembagaan, serta pengembangan inovasi yang menjawab kebutuhan nasional.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menjelaskan pengembangan talenta AI dilakukan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, industri, pakar teknologi, dan komunitas talenta digital dalam satu ekosistem inovasi.

Menurutnya, pengembangan kompetensi AI tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran teoritis, tetapi harus didukung pengalaman nyata yang memungkinkan peserta menghasilkan solusi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

"Pengembangan talenta AI membutuhkan lebih dari sekadar pembelajaran di kelas. Seharusnya lebih luas dari itu," ujarnya.

Sejak mulai diimplementasikan pada 2025, program AI Talent Factory telah menghasilkan berbagai solusi berbasis AI untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Pada 2026, program tersebut diperluas melalui kolaborasi dengan Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan melibatkan 98 peserta.

Berbagai inovasi yang dikembangkan mencakup pelindungan anak di ruang digital, penanganan disinformasi dan ujaran kebencian, penguatan Sekolah Rakyat, pemetaan kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial, hingga pemantauan isu media dan media sosial untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Pemanfaatan AI tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas layanan publik, memperkuat pelindungan masyarakat di ruang digital, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat sasaran.

Bonifasius menegaskan penandatanganan kerja sama dengan JICA menjadi awal fase baru dalam penguatan ekosistem talenta AI nasional yang berkelanjutan.

"Ini bukan kesimpulan dari proses, tetapi sebenarnya ini adalah awal dari bab ini, yang akan dibantu oleh JICA," katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, Kemkomdigi dan JICA berharap dapat mempercepat lahirnya talenta AI Indonesia yang berdaya saing global, mampu menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan, serta mendukung terwujudnya kedaulatan AI Indonesia melalui pemanfaatan teknologi yang aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pemkab Madiun Raih Opini WTP di Tengah SILPA Rp210 Miliar, Eksekutif dan Legislatif Komit Jaga Akuntabilitas

Iki Radio — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun meraih prestasi dalam tata kelola keuangan daerah dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas laporan keuangan tahun anggaran 2025.

Meski mencatatkan kinerja positif, laporan keuangan tahun lalu juga menyisakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang cukup signifikan, yakni berkisar di angka Rp210 miliar.

Sektor infrastruktur tercatat menjadi penyumbang terbesar sisa anggaran tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Mujono, menilai tata kelola APBD tahun 2025 secara umum sudah berjalan dengan cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya predikat WTP.

Menanggapi nominal SILPA yang mencapai ratusan miliar, Mujono memandang hal tersebut dari sudut pandang efisiensi anggaran dan kehati-hatian.

"Langkah efisiensi di tengah kondisi finansial yang terbatas ini sebenarnya sangat luar biasa karena mampu menutup celah untuk kegiatan yang tidak bermanfaat," ujar Mujono.

Ia menjelaskan bahwa kendala tenggat waktu pelaksanaan yang tidak berimbang dengan besaran anggaran menjadi pemicu utama besarnya SILPA di sektor infrastruktur.

Terkait hal ini, DPRD Kabupaten Madiun dijadwalkan akan menggelar rapat paripurna pekan depan dengan agenda pemaparan Pandangan Umum (PU) Fraksi.

"Masing-masing fraksi tentunya akan menyoroti dua sisi utama, yaitu kinerja pemerintah daerah yang kita apresiasi berkat WTP, dan dari mana saja pos-pos sumber SILPA sebesar Rp210 miliar tersebut. Pihak eksekutif nanti tinggal mengurai penjelasannya secara mendetail melalui nota jawaban Bupati," tambahnya.

Sementara itu Bupati Madiun Hari Wuryanto bersyukur atas capaian opini WTP dan berharap proses evaluasi bersama legislatif dapat berjalan lancar.

Terkait SILPA Rp210 miliar, Bupati menegaskan bahwa dinamika di lapangan membuat beberapa proyek—khususnya infrastruktur fisik yang membutuhkan perencanaan matang—tidak bisa dipaksakan selesai pada akhir Desember 2025 demi menjaga kualitas mutu.

"Kalau kondisi di lapangan tidak memungkinkan selesai tepat waktu, ya lebih baik kita jadikan SILPA. Kita laksanakan untuk kegiatan tahun berikutnya. Langkah ini jauh lebih baik daripada kita paksakan berjalan tetapi proyeknya tidak selesai," tegas Hari Wuryanto.

Bupati juga memastikan bahwa dana SILPA tersebut aman dan sudah langsung diintegrasikan kembali untuk membiayai program pembangunan pada tahun anggaran 2026. Ia menekankan prinsip “bener tur pener” (benar sekaligus tepat) dalam pengelolaan keuangan daerah.

"Kalau masuk SILPA, uang daerah tidak akan hilang ke mana-mana, tetap utuh terparkir di situ dan bisa dimanfaatkan kembali secara aman untuk kesejahteraan masyarakat. Kita harus bergerak dengan perhitungan yang presisi agar laporan keuangan tetap akuntabel," pungkasnya.

Menatap tahun anggaran 2026, Pemkab Madiun berkomitmen menjadikan penyelesaian program-program yang tertunda tersebut sebagai pekerjaan rumah (PR) utama demi memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Kabupaten Madiun.(ir)

 

Gandeng Kemenkes, Komisi IX DPR RI dan Pemkab Madiun Gencarkan Sosialisasi Alkes Standar serta Pola Hidup Sehat

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen mewujudkan visi "Madiun Bersahaja" (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui kolaborasi bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam menggelar sosialisasi penggunaan Alat Kesehatan (Alkes) serta Pembekalan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) yang aman dan berstandar regulasi, di Pujaresa Jiwan Kabupaten Madiun, Sabtu (20/6/2026).

Bupati Madiun Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif dan dukungan yang diberikan oleh Komisi IX DPR RI dalam membantu menciptakan masyarakat Kabupaten Madiun yang lebih sehat.

"Pak Yahya saat ini memberikan sosialisasi tentang penggunaan alat kesehatan yang sesuai dengan regulasi dan aman dipakai. Secara ekonomis, alat-alat ini juga murah dan bisa dipenuhi oleh masyarakat. Kami berharap masyarakat kami bisa paham tentang hal tersebut," ujar Bupati Hari Wuryanto.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Madiun secara konsisten mengawal standarisasi alat kesehatan di lapangan. Sosialisasi ini disisipkan di berbagai program daerah, mulai dari Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Hal ini memastikan setiap petugas medis menggunakan alat yang aman dan berstandar resmi.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, menjelaskan bahwa kegiatan rutin di daerah pemilihan (dapil) ini berfokus pada Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya pembiayaan BPJS Kesehatan yang didominasi oleh Penyakit Tidak Menular (PTM).

"Sekarang ini penyakit tidak menular tingkatnya sangat tinggi sekali. Bahkan, lebih dari 50 persen pembiayaan dari BPJS Kesehatan terserap untuk penanganan penyakit tidak menular," ungkap Yahya.

Guna menekan angka tersebut, Yahya mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi makanan yang tinggi GGL (Gula, Garam, dan Lemak). Melakukan deteksi dini dengan memanfaatkan program cek kesehatan gratis di Puskesmas terdekat, meliputi pengecekan gula darah, asam urat, fungsi ginjal, hingga tekanan darah.

"Masyarakat jangan takut untuk cek kesehatan gratis. Dengan mendeteksi penyakit lebih dini, pengobatan akan jauh lebih mudah dan murah. Jangan sampai menunggu parah baru diobati, karena biayanya bisa membengkak hingga puluhan juta rupiah jika tidak tercover BPJS," tambahnya.

Terkait dengan pengawasan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), Yahya Zaini menegaskan bahwa Komisi IX DPR RI menjalankan pengawasan ketat melalui tiga pilar utama. Dari sisi penganggaran, Komisi IX DPR RI memastikan alokasi anggaran kesehatan tepat sasaran untuk kebutuhan masyarakat.

Melakukan koordinasi dan evaluasi berkala bersama Kementerian Kesehatan RI. Dan pengawasan dengan turun langsung ke masyarakat (seperti agenda hari ini) untuk memantau keberadaan dan pemanfaatan PKRT.

Melalui pengawasan langsung ini, Komisi IX ingin memastikan masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap PKRT, tetapi juga memahami cara penggunaan, perawatan, dan pemanfaatannya secara benar agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.(ir)

Resmi Jadi Perseroda, PT Bank Madiun Gelar RUPS Pertama

Iki Radio – PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Kabupaten Madiun—yang dikenal sebagai Bank Madiun—resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pertamanya setelah bertransformasi menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda). 

Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Bupati Madiun, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, pada Jumat (19/06/2026).

Perubahan bentuk badan hukum menjadi Perseroda ini menandai babak baru bagi Bank Madiun dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan memperluas ekspansi bisnisnya di daerah.

Dalam RUPS ini dihadiri jajaran pemegang saham dan manajemen. Diantaranya Bupati Madiun Hari Wuryanto selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), Komisaris Utama Bank Madiun Puji Rahmawati, Direktur Utama Bank Madiun Velly Murdianto, pemegang saham serta para Kepala Cabang Bank Madiun.

Dalam kesempatan tersebut, Komisaris Utama Bank Madiun, Puji Rahmawati, menjelaskan bahwa transisi ini memerlukan sejumlah langkah administratif dan legalitas yang cepat. 

Dengan dibubarkannya badan hukum yang lama, manajemen akan segera melakukan pengalihan aset dan izin usaha.

"Kami akan segera menindaklanjutinya dengan pengalihan izin usaha kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pengurusan persetujuan perubahan anggaran dasar yang disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2025," ujar Puji.

Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, memberikan ucapan selamat sekaligus tantangan baru kepada seluruh manajemen PT Bank Madiun (Perseroda). Ia menegaskan bahwa perubahan status ini harus dibarengi dengan akselerasi kinerja, terutama dalam mengadopsi teknologi digital.

"Jika sudah seperti ini, kita harus mengikuti perkembangan zaman. Artinya, sekarang era digitalisasi, jadi kita jangan lari maraton, harus *sprint* (lari cepat) untuk mencapai target yang kita inginkan," tegas Bupati Hari Wuryanto.

Dengan status baru sebagai Perseroda, Bank Madiun diharapkan dapat bergerak lebih fleksibel, inovatif, dan kompetitif dalam memberikan pelayanan perbankan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Madiun serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara digital.(ir)

Hari Jadi ke-458, Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun Komitmen Tingkatkan Layanan dan Infrastruktur Transportasi

Iki Radio – Momentum Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 menjadi ajang refleksi sekaligus peningkatan komitmen bagi seluruh jajaran instansi pemerintahan.

Salah satunya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun yang menegaskan tekadnya untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan rasa aman bagi mobilitas masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Suryanto, menyampaikan bahwa pelayanan sektor transportasi dan fasilitas keselamatan jalan terus digenjot demi mendukung kemajuan daerah yang selaras dengan visi Kabupaten Madiun.

Suryanto memaparkan sejumlah langkah nyata yang telah dan sedang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun, diantaranya pemeliharaan jalan serta kelengkapan fasilitas umum menjadi prioritas utama guna menjamin kenyamanan pengguna jalan.

Salah satu terobosan strategis yang menjadi andalan adalah optimalisasi infrastruktur penerangan jalan.

Pemkab Madiun memaksimalkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk memastikan jalan-jalan protokol hingga ke wilayah permukiman mendapatkan penerangan yang layak dan merata.

"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam pemeliharaan fasilitas umum. Melalui skema KPBU untuk penerangan jalan, kita ingin memastikan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan aktivitas ekonomi masyarakat di malam hari dapat berjalan optimal," ujar Suryanto.

Diusia Kabupaten Madiun yang telah menginjak 458 tahun ini, Kepala Dishub juga menyelipkan harapan besar bagi hubungan antara umara (pemerintah) dan masyarakat.

Pihaknya berharap momentum hari jadi ini dapat menjadi perekat sosial agar seluruh elemen daerah dapat terus bergerak beriringan dalam harmoni.

Bersatu Padu: Mengajak masyarakat dan pemerintah untuk terus bersinergi membangun daerah.

Menjaga Kerukunan: Memperkuat tali silaturahmi dan toleransi di tengah keberagaman warga Madiun.

Melestarikan Budaya: Tetap teguh merawat kekayaan tradisi dan budaya lokal sebagai identitas bangsa.

Nilai Kesederhanaan: Menjalankan kemajuan zaman tanpa sedikit pun meninggalkan nilai-nilai kesederhanaan yang menjadi ciri khas warga Kabupaten Madiun.

Melalui integrasi pembangunan infrastruktur yang modern namun tetap berpijak pada kearifan lokal, Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun optimistis dapat membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih cerah dan bersahaja.(ir)

close
Pasang Iklan Disini