Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Menteri PPPA Dorong Pedoman Pengarusutamaan Gender Sektor Sawit Jadi Aksi Nyata

Iki Radio - Pemerintah mendorong pengarusutamaan gender diterapkan secara nyata dalam seluruh tahapan pembangunan sektor kelapa sawit, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, pengawasan, hingga pelaporan.

Ilustrasi foto perempuan sedang bekerja di perkebunan kelapa sawit. (Sumber: KemenPPPA)


Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kontribusi perempuan di sepanjang rantai nilai sawit diikuti dengan akses, perlindungan, kesempatan, dan partisipasi yang setara.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan hal tersebut saat membuka Sosialisasi Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit, di Jakarta, Rabu (9/9/2026).  “Perempuan memiliki kontribusi yang besar di sepanjang rantai nilai kelapa sawit. Namun demikian, mereka masih menghadapi berbagai tantangan antara lain dalam akses terhadap sumber daya, kesempatan, pengembangan kapasitas, perlindungan ketenagakerjaan, serta partisipasi dalam pengambilan keputusan,” tegas Menteri PPPA.

Menurutnya, kesetaraan gender tidak semata-mata merupakan isu sosial, tetapi bagian dari strategi pembangunan nasional. Penguatan posisi perempuan di sektor sawit diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas, kesejahteraan keluarga, dan daya saing industri kelapa sawit Indonesia.

Sebagai salah satu komoditas strategis nasional, kelapa sawit memberikan kontribusi terhadap devisa negara, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, manfaat pembangunan sektor tersebut perlu dirasakan secara adil oleh perempuan dan laki-laki.

Untuk memperkuat upaya tersebut, pemerintah bersama Kemenko Perekonomian, UNDP Indonesia, SECO Indonesia, kementerian/lembaga terkait, akademisi, pelaku usaha, dan mitra pembangunan telah menyusun Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit.

Pedoman tersebut sebelumnya telah diluncurkan dalam Pekan Riset Sawit Indonesia pada 20 Juli 2026. Dokumen itu menjadi rujukan untuk mengintegrasikan perspektif gender ke dalam kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan sektor kelapa sawit.

Adapun pedoman tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pembangunan sawit yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan, sekaligus mendukung penerapan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025.

Menteri PPPA juga menekankan, tantangan setelah pedoman diluncurkan adalah memastikan implementasinya di lapangan. Karena itu, kementerian/lembaga dan pemerintah daerah didorong menjadikan pedoman tersebut sebagai rujukan dalam penyusunan kebijakan dan program.

Pelaku usaha dan asosiasi juga diharapkan memperkuat praktik bisnis responsif gender, membuka kesempatan yang setara, memastikan perlindungan hak pekerja, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi perempuan. "Sementara itu, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan dapat berperan melalui penguatan data dan pengetahuan, pengembangan inovasi, pendampingan, serta dokumentasi praktik baik," tambah Menteri PPPA. 

Melalui sinergi tersebut, pengarusutamaan gender diharapkan tidak berhenti pada dokumen kebijakan, tetapi menjadi bagian dari praktik pembangunan sektor kelapa sawit. "Dengan demikian, industri sawit nasional dapat tumbuh semakin berkelanjutan, inklusif, berkeadilan, dan responsif gender," pungkas Menteri Arifah Fauzi. 

 

Sebanyak 150 Hotspot Terdeteksi di Riau, Udara Pekanbaru Belum Sehat

Iki Radio - Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, masih berada dalam kategori tidak sehat pada Rabu (9/9/2026) pagi, dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 112,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³).


Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan data tersebut berdasarkan pemantauan kualitas udara pada pukul 08.00 WIB.

"Berdasarkan pemantauan kualitas udara pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 112,8 µg/m³," kata Ranti.

Selain PM2.5, BMKG mencatat konsentrasi PM10 sebesar 130,9 µg/m³, ozon (O₃) 76,9 µg/m³, nitrogen dioksida (NO₂) 46,9 µg/m³, dan sulfur dioksida (SO₂) 37,2 µg/m³.

Kondisi udara tersebut berlangsung di tengah masih terdeteksinya titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Riau.

Berdasarkan pemantauan hingga Selasa (8/9/2026) pukul 23.00 WIB, sebanyak 150 titik panas terdeteksi di Riau. Jumlah tersebut menurun dibandingkan pemantauan sebelumnya yang mencapai 170 titik.

Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 66 titik, disusul Bengkalis 26 titik, Indragiri Hilir 17 titik, Siak 10 titik, Dumai sembilan titik, Pelalawan delapan titik, dan Kuantan Singingi tujuh titik.

Sementara itu, tiga titik panas terdeteksi di Kampar, dua titik di Rokan Hilir, serta masing-masing satu titik di Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti.

Secara keseluruhan, sebanyak 1.607 titik panas terpantau di Pulau Sumatra. Sumatra Selatan mencatat jumlah terbanyak dengan 1.038 titik, disusul Jambi sebanyak 135 titik dan Lampung 73 titik.

Di tengah kondisi tersebut, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Riau pada Rabu.

"Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai pada pagi, siang, sore hingga malam hari," ujar Ranti.

Pada pagi hari, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Dumai.

Memasuki siang hari, hujan diprakirakan terjadi di Kampar, Siak, Pelalawan, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Dumai, dan Pekanbaru.

Sementara pada sore hingga malam hari, hujan berpeluang kembali terjadi di Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Dumai.

Secara umum, kondisi udara Riau diprakirakan kabur hingga cerah berawan. Suhu udara berkisar 23–34 derajat Celsius dengan kelembapan 50–100 persen.

Angin bertiup dari tenggara hingga barat dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam. Tinggi gelombang di perairan Riau diprakirakan 0,5–1,25 meter atau dalam kategori rendah.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus melakukan langkah antisipasi terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya melalui distribusi masker.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan hingga Selasa (8/9/2026), sebanyak 102.400 masker telah didistribusikan kepada masyarakat, pemerintah daerah, instansi, sekolah, perguruan tinggi, organisasi, hingga fasilitas lainnya.

"Masker ini kita distribusikan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi asap akibat karhutla yang masih terjadi di beberapa daerah di Riau," kata Zulkifli.

Masker telah disalurkan antara lain ke Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Kota Pekanbaru.

Dari stok awal sebanyak 123.700 masker, saat ini tersisa stok penyangga sebanyak 21.300 masker.

"Kita tetap siapkan buffer stock. Distribusi dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan, Dinas Kesehatan Riau juga mengajukan tambahan 850 ribu masker kepada pemerintah pusat, terdiri atas 800 ribu masker bedah dan 50 ribu masker N95.

 

Menpora Cek Kesiapan Venue FIFA ASEAN Cup 2026, SUGBK Capai 86 Persen

Iki Radio - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir meninjau kesiapan sejumlah stadion yang akan digunakan dalam gelaran FIFA ASEAN Cup 2026, Selasa (8/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lapangan, fasilitas pendukung, serta kebutuhan tim menjelang turnamen yang akan berlangsung di Indonesia.

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir meninjau kesiapan sejumlah stadion yang akan digunakan dalam gelaran FIFA ASEAN Cup 2026, Selasa (8/9/2026). 

Venue yang ditinjau Erick Thohir meliputi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Stadion Madya, Lapangan ABC Senayan, dan Stadion PTIK Jakarta.

Di SUGBK, Erick Thohir yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga itu, mengecek langsung kondisi lapangan dan rumput stadion sebagai venue utama pertandingan. Sejumlah petugas terlihat melakukan perawatan rumput sebagai bagian dari persiapan menghadapi turnamen.

Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK), Rakhmadi Afif Kusumo, mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan arena pertandingan sekaligus fasilitas pendukung yang akan digunakan selama penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. “Pengecekan untuk memastikan fasilitas-fasilitas siap untuk kegiatan FIFA ASEAN Cup 2026,” ujar Rakhmadi.

Menurut Rakhmadi, kesiapan fasilitas di kawasan GBK secara umum sudah berada pada tahap matang. Khusus SUGBK, tingkat kesiapan saat ini telah mencapai sekitar 86 persen.  

SUGBK akan digunakan sebagai lokasi pertandingan utama FIFA ASEAN Cup 2026. Sementara Stadion Madya dan Lapangan ABC Senayan disiapkan sebagai fasilitas latihan bagi tim-tim peserta.

Kesiapan fasilitas latihan menjadi perhatian karena venue tersebut akan menjadi bagian dari kebutuhan tim selama berada di Indonesia.

Selain fasilitas olahraga, PSSI juga memastikan aspek pendukung lainnya dapat menunjang kenyamanan dan keamanan pemain.

Setelah melakukan peninjauan di kawasan GBK, Erick Thohir melanjutkan pengecekan ke Stadion PTIK, Jalan Tirtayasa Raya, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di Stadion PTIK, Erick Thohir memeriksa sejumlah fasilitas, mulai dari kondisi lapangan, area transit pemain hingga toilet. Ia juga berkoordinasi dengan pengelola PTIK dan jajaran PSSI terkait kebutuhan yang harus dipenuhi selama stadion digunakan sebagai lokasi latihan tim nasional.  “Saya akan ke sini lagi nanti, untuk membakar semangat para pemain,” ujar Erick.

Erick menekankan agar seluruh kebutuhan pemain dapat dipenuhi dengan baik sehingga proses persiapan tim berlangsung optimal. Menurutnya, dukungan fasilitas yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menunjang performa Timnas Indonesia dalam upaya meraih prestasi terbaik.

Kesiapan venue juga mencakup antisipasi terhadap dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra.

Rakhmadi memastikan kawasan GBK turut terdampak abu vulkanik, namun kondisi fasilitas sejauh ini masih baik. PPK GBK akan melakukan pembersihan menyeluruh sebelum turnamen berlangsung. “Tentu kena dampak, kita bersihkan semua. Tadi sudah kita cek, sejauh ini masih baik semuanya dan tetap akan kita bersihkan kembali,” jelas Rakhmadi.

Pembersihan menjadi bagian dari langkah mitigasi agar fasilitas pertandingan dan latihan tetap berada dalam kondisi optimal ketika digunakan para pemain dan ofisial.

FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan dimulai pada Jumat, 25 September 2026, dan pertandingan final akan berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026.

Indonesia sebagai tuan rumah tergabung dalam Grup A bersama Singapura, Bangladesh, dan Malaysia. Seluruh pertandingan Grup A dijadwalkan berlangsung di SUGBK.

Sementara itu, Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan. Pertandingan Grup B akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Kesiapan venue menjadi bagian penting dalam memastikan Indonesia mampu menyelenggarakan turnamen internasional tersebut secara profesional sekaligus memberikan dukungan maksimal kepada Timnas Indonesia.

 

Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1 dan D4 bagi 32.828 Guru pada 2026

Iki Radio - Sebanyak 32.828 guru mendapat kesempatan meningkatkan kualifikasi akademik ke jenjang Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D-4) pada 2026. Program yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi guru, terutama mereka yang selama ini menghadapi keterbatasan untuk melanjutkan studi.

Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru tersebut dilaksanakan Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dengan menggandeng 127 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di berbagai daerah.

Pada Gelombang 3 tahun 2026, tercatat 45.660 guru mendaftar, sementara 32.828 guru difasilitasi untuk mengikuti program. Dari jumlah tersebut, 25.936 merupakan guru dan pendidik PAUD, 3.278 guru SD, 3.391 guru mata pelajaran jenjang SMP, SMA, dan SMK, serta 223 guru SLB. Kemitraan tersebut diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru Gelombang 3 di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan peningkatan kualifikasi guru tidak boleh berhenti karena kendala akses terhadap perguruan tinggi. Karena itu, pemerintah membuka kesempatan bagi guru untuk melanjutkan pendidikan dengan skema yang tetap memungkinkan mereka menjalankan tugas di sekolah.

“Kualifikasi bukanlah mimpi. Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen membuka kesempatan bagi guru-guru yang memiliki keterbatasan untuk bisa belajar di perguruan tinggi,” ujar Nunuk.

Menurut dia, skema pembelajaran yang disiapkan bersama LPTK dirancang fleksibel agar guru tidak harus meninggalkan sekolah dan murid selama menempuh pendidikan. Dengan pola tersebut, peningkatan kualifikasi akademik tidak diposisikan sebagai pilihan antara kuliah atau mengajar. Guru tetap dapat menjalankan tanggung jawabnya di sekolah sekaligus memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitas akademik.

“Bangsa yang maju ditentukan oleh seberapa baik kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci penting dalam membangun manusia Indonesia, terutama ditentukan dengan kualitas gurunya,” kata Nunuk.

Menurut Nunuk, keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dari upaya mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik guru. Dari 127 LPTK yang terlibat tahun ini, 35 LPTK merupakan mitra yang baru bergabung dalam program. Kolaborasi tersebut dinilai menunjukkan bahwa peningkatan kualitas guru membutuhkan gotong royong antara pemerintah dan perguruan tinggi.

“Perjanjian kerja sama yang dilakukan bersama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan merupakan salah satu bentuk gotong royong dalam memajukan pendidikan. Dengan semangat kolaboratif dan bersinergi, bergerak bersama memajukan pendidikan melalui peningkatan kualitas guru,” tutur Nunuk.

Besarnya jumlah pendaftar juga menunjukkan masih tingginya kebutuhan guru terhadap akses peningkatan kualifikasi akademik. Dari 45.660 pendaftar Gelombang 3, sebanyak 32.828 guru mendapat fasilitasi untuk mengikuti program.

Program ini juga memiliki konsekuensi lebih jauh. Kualifikasi S-1/D-4 menjadi salah satu pintu bagi guru untuk melanjutkan ke Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu dan memperoleh sertifikasi pendidik sesuai ketentuan. Pada 2026, sebanyak 8.900 guru ditargetkan menyelesaikan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Gelombang 1 melalui skema afirmasi, untuk kemudian melanjutkan ke program PPG.

Namun, Nunuk menegaskan keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah guru yang memperoleh ijazah. “Program ini bukan hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi lebih jauh mendukung upaya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelas,” ujarnya.

Dengan demikian, peningkatan kualifikasi akademik diarahkan untuk menghasilkan dampak yang lebih nyata di ruang kelas. Guru yang memperoleh kesempatan kuliah diharapkan tidak hanya memenuhi persyaratan formal, tetapi juga membawa pengetahuan dan kompetensi baru ke dalam proses pembelajaran.

Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, Saiful Bari, mengatakan dukungan terhadap program tersebut penting karena masih terdapat kesenjangan kualifikasi akademik guru.

Berdasarkan data Dapodik, tercatat 174.520 guru belum memenuhi kualifikasi akademik S-1/D-4. Sebagian besar di antaranya berasal dari kelompok guru PAUD dan SD. “Artinya, ratusan ribu anak didik kita masih belajar bersama guru yang perlu kita dukung untuk meningkatkan kompetensinya,” kata Saiful.

Karena itu, menurut dia, dukungan 127 LPTK dalam program tersebut bukan sekadar kerja sama kelembagaan. Kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya memperluas akses peningkatan kualifikasi guru sekaligus memperbaiki kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan penyelenggara Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru atas dukungan dan kerja samanya. Kehadiran Ibu/Bapak hari ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua anak Indonesia,” ujar Saiful.

Dengan masih adanya 174.520 guru yang belum memenuhi kualifikasi S-1/D-4, program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidik masih menjadi pekerjaan besar. Tantangannya bukan hanya membuka akses kuliah, tetapi memastikan semakin banyak guru dapat menyelesaikan pendidikan dan mengubah peningkatan kualifikasi tersebut menjadi kualitas pembelajaran yang benar-benar dirasakan murid.

 

Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau Kembali Dibuka

Iki Radio - Sejumlah bandara yang sebelumnya ditutup akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali dibuka mulai Selasa (8/9/2026) dini hari. Kementerian Perhubungan memastikan pembukaan dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Peninjauan Menhub dan jajaran Kemenhub. Sejumlah bandara yang sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai kembali beroperasi. Kemenhub memastikan pembukaan dilakukan secara bertahap dengan pemeriksaan armada dan penerapan zona udara yang harus dihindari. (Foto: BKIP/Kemenhub)

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menyatakan Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali aktif mulai pukul 00.01 WIB.  “Per tanggal 8 September pukul 00.01 WIB, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan aktif kembali. Menyusul Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB,” ujar Dudy dari Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa dini hari (8/9/2026).

Sementara itu, Bandara Radin Inten II Lampung dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Lampung masih menunggu perkembangan kondisi sebelum kembali dioperasikan.

Dudy mengatakan, pembukaan kembali bandara dilakukan dengan sejumlah persyaratan untuk memastikan penerbangan berlangsung aman. Otoritas bandara bersama maskapai diwajibkan melakukan inspeksi terhadap seluruh armada pesawat sebelum kembali beroperasi.

Selain itu, pilot dan kru operasional pesawat wajib memahami restricted polygon, yakni wilayah udara yang dibatasi atau dilarang untuk dilintasi karena terdeteksi terdapat sebaran abu vulkanik. “Untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, seluruh armada harus dilakukan inspeksi. Pilot dan kru juga harus mengetahui restricted polygon yang masih harus dihindari,” tegas Menhub Dudy. 

Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap ruang udara dan operasional sejumlah bandar udara sejak Sabtu (5/9/2026).

Delapan bandara yang sempat mengalami penutupan operasional yakni Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Banten, Bandara Pondok Cabe Banten, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatra Selatan.

Bandara Atung Bungsu sebelumnya telah kembali beroperasi secara normal pada Senin (7/9) pukul 09.00 WIB.

Dengan kembali dibukanya sejumlah bandara, Kementerian Perhubungan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi ruang udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Menhub juga meminta maskapai untuk terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, otoritas penerbangan, serta instansi terkait sebelum dan selama operasional penerbangan. “Kami meminta seluruh maskapai terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, otoritas, dan instansi terkait untuk memastikan operasional penerbangan dapat dilakukan secara aman dan selamat,” kata Dudy Purwagandhi.

Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengevaluasi kondisi penerbangan berdasarkan informasi terbaru guna menjaga konektivitas transportasi udara sekaligus memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

 

Bawa Nama Riau, 56 Peserta Dilepas ke MTQ Nasional

Iki Radio - Sebanyak 56 putra-putri terbaik Provinsi Riau siap berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Riau akan mengikuti seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan dengan membawa target meraih prestasi terbaik di tingkat nasional.


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau secara resmi melepas anggota kafilah tersebut di Hotel Mutiara Merdeka, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (7/9/2026), setelah menjalani rangkaian seleksi, pembinaan, dan pemusatan latihan.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan 56 peserta yang diberangkatkan merupakan putra-putri terbaik daerah yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan.

"Sebanyak 56 orang yang kita berangkatkan ini merupakan putra-putri terbaik Riau yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan. Dengan mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan, kita memiliki peluang yang lebih besar untuk meraih prestasi terbaik," ujarnya.

Menurut Syahrial, keikutsertaan dengan formasi lengkap menjadi modal bagi Riau untuk memperbesar peluang meraih prestasi pada MTQ Nasional XXXI.

Ia mengingatkan para peserta bahwa keikutsertaan dalam ajang nasional tersebut bukan sekadar membawa nama pribadi, tetapi juga nama baik dan marwah Provinsi Riau.

"Saudara-saudara sekalian berangkat bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi membawa nama dan marwah Provinsi Riau. Jaga akhlak, jaga sikap, dan tunjukkan bahwa kita datang sebagai bagian dari masyarakat Riau yang memiliki adat dan budaya Melayu yang kuat," katanya.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, mengatakan persiapan kafilah dilakukan secara bertahap, mulai dari seleksi hingga pemusatan latihan.

Peserta yang mewakili Riau diseleksi berdasarkan hasil MTQ tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi. Kemampuan masing-masing peserta pada setiap cabang dan golongan menjadi pertimbangan dalam menentukan wakil daerah ke tingkat nasional.

"Peserta yang tergabung dalam Kafilah Provinsi Riau merupakan hasil seleksi dari MTQ Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi dan selanjutnya dipersiapkan untuk mewakili Riau pada MTQ Nasional XXXI. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan peserta pada masing-masing cabang dan golongan yang diperlombakan," tuturnya.

Zulkifli menjelaskan, Riau mengikuti seluruh cabang dan golongan pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Formasi lengkap itu diharapkan memperbesar peluang daerah memperoleh prestasi dari berbagai cabang perlombaan.

"Kita mengikuti seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan pada MTQ Nasional tahun ini. Dengan formasi yang lengkap, kita berharap peluang untuk meraih prestasi terbaik semakin terbuka dan seluruh peserta dapat memberikan kemampuan maksimal," katanya.

Selain mengasah kemampuan teknis, LPTQ Provinsi Riau bersama para pelatih juga memberikan pembinaan mental untuk membangun kekompakan dan kepercayaan diri peserta sebelum tampil di arena MTQ Nasional.

"Pembinaan kita lakukan secara menyeluruh, tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga mempersiapkan mental dan kepercayaan diri para peserta. Kita berharap seluruh kafilah dapat tampil maksimal, kompak, dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di Semarang," tutupnya.

 

Lisa BLACKPINK Cetak Rekor Baru, MV "SaWaDiKa" Tembus 100 Juta Views dalam 2 Hari

Iki Radio - Lisa BLACKPINK kembali mencuri perhatian dunia lewat pencapaian terbarunya sebagai solois. Video musik untuk single pra-rilis terbarunya yang berjudul "SaWaDiKa" berhasil menembus angka 100 juta views di YouTube hanya dalam waktu sekitar dua hari setelah resmi diluncurkan.

Pencapaian fantastis tersebut diraih Lisa pada 6 September 2026 sekitar pukul 13.00 KST (11.00 WIB). Sejak pertama kali diunggah pada 4 September 2026 pukul 09.00 KST (07.00 WIB), MV "SaWaDiKa" tercatat hanya membutuhkan waktu sekitar dua hari empat jam untuk menyentuh rekor tersebut.

Dengan hasil ini, "SaWaDiKa" resmi menjadi video musik tercepat di tahun 2026 yang berhasil meraih 100 juta views di YouTube. Kecepatan luar biasa dalam mengumpulkan penonton ini langsung menjadi sorotan publik dan makin memperkuat posisi Lisa dalam jajaran rekor industri musik global tahun ini.

Lagu bergenre pop dan hip-hop ini menyajikan lirik berbahasa Inggris yang kaya akan sentuhan budaya Thailand. Judul "SaWaDiKa" sendiri terinspirasi dari salam khas Thailand, di mana Lisa turut terlibat langsung sebagai penggiat dan penulis liriknya. Visual dalam video musiknya juga memperlihatkan latar lokasi-lokasi ikonik di Bangkok, seperti Stasiun Kereta Api Hua Lamphong dan museum seni kontemporer DIB Bangkok.

Tidak hanya lokasi, berbagai elemen khas Thailand seperti olahraga bela diri Muay Thai hingga kendaraan ikonik tuk-tuk dipadukan secara ciamik dengan konsep modern yang dinamis. Visual memukau dalam MV ini digarap oleh sutradara Bang Jae Yeob dari rumah produksi Bangjaeyeob Film, yang sebelumnya sukses mengarahkan video musik untuk grup ternama seperti Stray Kids, aespa, dan NCT 127.

 

Nadzira Shafa Nyatakan Siap Buka Lembaran Baru

Iki Radio – Lima tahun berlalu sejak kepergian sang suami, mendiang Muhammad Ameer Azzikra, penyanyi Nadzira Shafa kini menyatakan siap membuka lembaran baru dalam kehidupannya. Ia merasa sudah saatnya untuk bangkit dan tidak terus-menerus larut dalam kesedihan.

Nadzira Shafa

Nadzira mengungkapkan bahwa dirinya ingin membangun hidup yang lebih nyaman dan meyakini almarhum suaminya juga mendambakan kebahagiaannya.

"Aku ngerasa jahat aja sama diri aku sendiri kalau aku terus masih bersedih tentang beliau. Aku merasa oke waktunya aku mencoba untuk membuka lembaran baru yang bener-bener lembar baru, bukan bab baru lagi," ujar Nadzira saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

 

Buka Hati dan Isyaratkan Sosok Baru

Dalam proses memulihkan diri, Nadzira mengakui sudah ada sosok pria yang menarik perhatiannya dan memberikan warna baru. Perasaan tersebut bahkan ia tuangkan ke dalam karya musik terbarunya.

"Ada sih (yang masuk ke hati). Makanya aku bikin karya yang seolah membuka pintu hati dan ada orang yang masuk juga. Aku ada beberapa lagu yang memang menjelaskan tentang jatuh cinta dalam versi aku yang berbeda," jelasnya.

 

Bukan dari Kalangan Artis

Nadzira membeberkan bahwa pria yang tengah dekat dengannya tersebut bukan berasal dari industri hiburan. Salah satu alasan yang membuatnya merasa cocok adalah sifat pria tersebut yang mampu memberikan rasa aman dan mengayomi.

"Bukan (artis). Pertama orangnya fun, kedua orangnya melindungi karena aku kan anak yang rapuh ya. Jadi aku suka sama orang yang set-set-set ada gitu. Karena Bang Ameer juga kayak gitu," tambahnya.

 

Tidak Ingin Terburu-buru Menikah

Meski sudah mulai membuka hati, Nadzira menegaskan belum memiliki rencana untuk melangkah ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat. Saat ini, ia fokus menikmati masa mudanya dan mengedepankan kenyamanan serta kesesuaian karakter.

"Belum ada obrolan ke sana (pernikahan). Akunya masih enjoy karena umur aku juga masih muda, aku masih mau nikmatin diri aku yang lebih explore lagi. Ya kita enggak ada yang tahu jodoh," pungkasnya.

 

close
Pasang Iklan Disini