Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Endog-Endogan Desa Kembiritan Banyuwangi, Tradisi Maulud Nabi yang Terus Dirawat Warga

Iki Radio - Tradisi Endog-Endogan di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kembali digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8/2026). 

Tradisi yang telah dirawat masyarakat selama puluhan tersebut tak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat gotong royong dan kebersamaan warga.

Konsistensi masyarakat Kembiritan dalam menjaga tradisi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Terlebih, dalam tiga tahun terakhir, Endog-Endogan Kembiritan telah masuk dalam kalender agenda wisata tahunan, Banyuwangi Attractions.

“Pemkab Banyuwangi mengapresiasi Pemdes dan seluruh masyarakat Kembiritan yang gotong royong terus menjaga tradisi ini hingga 28 tahun. Kita berharap Endog-Endogan terus lestari dan tidak luntur oleh perkembangan zaman, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya kebersamaan dan gotong royong,” ujar Bupati Ipuk saat menghadiri perayaan tersebut.

Menurut Ipuk, Endog-Endogan bukan sekadar tradisi yang menghadirkan kemeriahan dan kreativitas warga. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sosial yang sejalan dengan semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Di tengah perkembangan teknologi dan kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis, tradisi seperti Endog-Endogan dan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim menunjukkan bahwa semangat guyub rukun dan gotong royong warga masih kuat. Ini yang harus terus kita rawat,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sosial sekaligus mendukung berbagai program pembangunan.

“Tangan pemerintah tentu terbatas. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat seperti ini sangat penting. Ketika masyarakat guyub, saling membantu dan peduli, tentu banyak persoalan yang bisa diselesaikan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kembiritan Sukamto mengatakan, tradisi Endog-Endogan telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat selama hampir tiga dekade.

“Tradisi ini diwariskan oleh para leluhur kami sejak 28 tahun lalu. Awalnya, perarakan kembang telur atau endog-endogan hanya dilakukan dengan berjalan kaki dan menggunakan becak roda tiga yang diusung warga RT/RW,” jelas Sukamto.

Seiring waktu, pelaksanaan Endog-Endogan terus berkembang. Tahun ini, sedikitnya 1.500 peserta dari 19 kelompok kreasi budaya ikut ambil bagian. Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai lembaga pendidikan, yayasan, hingga kelompok-kelompok masyarakat.

“Sekarang perkembangannya luar biasa. Hampir seluruh lembaga pendidikan, yayasan, dan kelompok masyarakat ikut terlibat di tradisi besar ini. Hal ini menunjukkan bahwa Endog-Endogan sudah menjadi milik bersama masyarakat Kembiritan,” ujarnya.

Pawai Endog-Endogan dimulai pukul 06.30 WIB dan dijadwalkan berlangsung sekitar tiga jam hingga pukul 09.30 WIB.

Tradisi Endog-Endogan sendiri menjadi salah satu bentuk kekayaan budaya masyarakat Banyuwangi yang terus didorong untuk tumbuh dan diwariskan lintas generasi. Selain menjaga tradisi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan warga untuk memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong. (*)

Menteri ESDM: Proyek PLTS 100 GWp Raup Investasi Rp1.140 Triliun

Iki Radio - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan,  potensi nilai investasi untuk realisasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) diperkirakan mencapai 71,3 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun lebih.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang berlangsung di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Hal itu disampaikan Bahlil, dalam acara launching dan groundbreaking  Program PLTS 100 GWp yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Langkah strategis peralihan menuju energi bersih itu diproyeksikan mampu memangkas beban subsidi negara hingga puluhan triliun rupiah setiap tahunnya.

Karena itu, Bahlil Lahadalia mengatakan, efisiensi anggaran tersebut diperoleh melalui pengurangan konsumsi solar secara signifikan, seiring langkah pemerintah mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbasis bahan bakar fosil dengan sistem energi surya.  “Total investasinya, Bapak Presiden, dari 100 GW adalah kurang lebih sekitar USD71,3 miliar atau setara Rp1.140 triliun lebih. Dari total pekerjaan ini, bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun,” ujar Bahlil.

Selain memberikan deviden ekonomi berupa penyerapan investasi dan penghematan fiskal, pengembangan mega proyek ini juga memegang peranan krusial dalam agenda dekarbonisasi nasional.

Pengoperasian PLTS 100 GWp ditargetkan sanggup menekan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga mencapai 140,16 juta ton CO2.

Peresmian secara tatap muka di Bali tersebut terhubung secara daring dengan tiga titik lokasi proyek lainnya, yakni PLTS Terapung Gajah Mungkur (Jawa Tengah), PLTS Desa Sembur (Kepulauan Riau), serta PLTS Pulau Rengit (Bangka Belitung).

Khusus untuk proyek di Gilimanuk, fasilitas PLTS berkapasitas 198 MWp dan BESS 666 MWh di atas lahan 211 hektare ini ditargetkan beroperasi pada 2028 sebagai bagian dari Program Fat Burning Bali.


 

Indonesia Kejar 100 GWp Energi Surya dalam Tiga Tahun

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang ditargetkan tercapai dalam tiga tahun. Program tersebut diawali dengan peluncuran 14 PLTS di enam provinsi berkapasitas total 5,3 GWp.

“Saya luncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt peak diawali dengan 14 PLTS di 6 Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak,” ucap Presiden di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Selasa (25/8/2026).

Prabowo menegaskan pemerintah serius mengejar target pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp dalam tiga tahun. 

“Kita akan membangun 100 gigawatt. Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” kata Presiden.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaporkan program tersebut dirancang memberikan dampak pada sejumlah sektor, mulai dari penghematan anggaran subsidi dan penggunaan diesel hingga penciptaan lapangan kerja serta penurunan emisi karbon.

Menurut Bahlil, total investasi untuk mencapai kapasitas 100 GWp diperkirakan sekitar USD73 miliar atau setara lebih dari Rp1.140 triliun.  

“Total investasinya dari 100 gigawatt adalah kurang lebih sekitar USD73 miliar atau setara dengan Rp1.140 triliun lebih. Dari total pekerjaan ini bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun, bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja,” kata Bahlil.

Sebagai tahap awal program PLTS 100 GWp, pemerintah meluncurkan 14 PLTS yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Ke-14 PLTS tersebut meliputi:

  1. PLTS Tembesi, Kepulauan Riau.
  2. PLTS Pulau Sembur, Kepulauan Riau.
  3. PLTS Pulau Rengit, Kepulauan Bangka Belitung.
  4. PLTS Saguling, Jawa Barat.
  5. PLTS Purwakarta, Jawa Barat.
  6. PLTS Jatiluhur, Jawa Barat.
  7. PLTS Cirata, Jawa Barat.
  8. PLTS Jatigede, Jawa Barat.
  9. PLTS Waduk Gajah Mungkur, Jawa Tengah.
  10. PLTS Karangkates, Jawa Timur.
  11. PLTS Madura, Jawa Timur.
  12. PLTS Pasuruan, Jawa Timur.
  13. PLTS Banyuwangi, Jawa Timur.
  14. PLTS Site Gilimanuk, Bali.

Menteri Bahlil mengatakan pelaksanaan program tersebut melibatkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga serta dukungan TNI dan Polri.  “Saya ucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan seluruh kementerian/lembaga yang telah membantu mendukung sehingga acara ini bisa terlaksana,” ujar Bahlil Lahadalia.

Program PLTS 100 GWp menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbesar pemanfaatan energi surya sekaligus mengurangi penggunaan energi berbasis diesel, menekan beban subsidi, membuka lapangan kerja, dan menurunkan emisi karbon.

Pemkab Madiun Siap Bawa Produk Unggulan Tembus Pasar Global di APKASI Otonomi Expo 2026

Iki Radio — Pemerintah Kabupaten Madiun terus mematangkan berbagai persiapan menjelang gelaran APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026. Keikutsertaan dalam ajang tahunan ini ditargetkan menjadi panggung pembuktian bahwa inovasi, kualitas, dan potensi lokal dari Bumi Kampung Pesilat telah memenuhi standar internasional serta siap bersaing di pasar global.

Bupati Madiun Hari Wuryanto, bersama Kepala DPMPTSP Anang S, Kepala Dinas Parpora Puji R, dan Kepala Dinas Perdagkop dan UM Indra Setyawan saat AOE 2025 lalu.

AOE 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Hall 3 & 3A, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Mengusung tema "Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas", pameran ini menjadi wadah strategis bagi daerah untuk mempromosikan potensi perdagangan, pariwisata, dan investasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, menegaskan bahwa partisipasi Pemkab Madiun bukan sekadar formalitas, melainkan membawa misi strategis untuk membuka peluang kerja sama dan investasi yang lebih luas.

"Fokus utama kita jelas, memastikan kesiapan produk-produk unggulan daerah agar memiliki daya saing yang kuat di pasar global. Bukan sekadar tampil, keikutsertaan kali ini adalah panggung pembuktian bahwa potensi lokal kita telah memenuhi standar internasional dan siap menjawab tantangan pasar dunia," ujar Sigit Budiarto.

Sigit menambahkan, lewat persiapan yang matang, Pemkab Madiun optimistis komoditas serta produk olahan daerah mampu memikat perhatian para pelaku usaha dan investor dari luar negeri.

"Melalui persiapan yang matang ini, kita optimis dapat menarik minat para investor mancanegara, memperluas jaringan pasar ekspor, dan membawa nama Kabupaten Madiun semakin bersinar di kancah global," tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen penuh pemerintah daerah, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, juga dijadwalkan hadir langsung dalam agenda strategis tersebut untuk menyapa para calon investor serta pengunjung pameran secara interaktif.(ir)

Meneladani Rasulullah SAW: Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremonial, Melainkan Momentum Perbaikan Akhlak

Iki Radio- Maulid Nabi Muhammad SAW, merupakan salah satu momentum yang banyak dinantikan oleh umat Islam, khususnya ketika memasuki bulan Rabiul Awal. 

Sejak memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam di berbagai penjuru dunia kembali bersiap menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Peringatan ini menjadi ruang refleksi bagi kaum Muslimin untuk memperdalam rasa cinta, mempelajari perjalanan hidup (sirah), serta meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Maulid yang berakar dari bahasa Arab berarti "kelahiran". Secara historis, bentuk perayaannya berkembang secara bertahap setelah masa Rasulullah SAW wafat melalui berbagai kebudayaan Islam—seperti pada masa Dinasti Fatimiyah hingga era Sultan Muzhaffaruddin al-Kaukabri di Irbil pada awal abad ke-7 Hijriah. 

Meski Rasulullah SAW sendiri tidak menggelar perayaan seremonial seperti sekarang, beliau memuliakan hari kelahirannya melalui ibadah, yaitu berpuasa pada hari Senin sebagaimana tertera dalam HR Muslim.

Kementerian Agama (Kemenag) bersama berbagai ormas keislaman menekankan bahwa substansi Maulid terletak pada dorongan untuk menyerap nilai-nilai uswatun hasanah (teladan yang baik) sesuai amanat QS Al-Ahzab ayat 21.


Keragaman Tradisi dan Nilai Utama

Di Indonesia, peringatan Maulid bertransformasi menjadi perpaduan antara ritual ibadah dan budaya lokal. Berbagai tradisi daerah tumbuh subur, mulai dari Sekaten di Surakarta dan Yogyakarta, Panjang Jimat di Cirebon, hingga Bunga Lado di Padang Parik Piaman.

Secara umum, rangkaian kegiatan Maulid diisi dengan aksi spiritual dan sosial:

Spiritual: Pembacaan shalawat, pembacaan kitab sirah Nabawiyah, pengajian umum, serta pembacaan Al-Qur'an.

Sosial: Pembagian sedekah makanan, santunan anak yatim, dan bakti sosial masyarakat.


Makna Implementatif dalam Kehidupan

Memaknai Maulid Nabi memerlukan aksi nyata yang berlanjut setelah perayaan selesai. Para ulama mengingatkan agar momentum ini tidak berhenti pada aspek seremonial semata, melainkan diwujudkan dalam lima poin inti:

Penguatan Akhlak: Mengaplikasikan sifat jujur, amanah, dan rendah hati dalam aktivitas harian.

Kilas Balik Perjuangan: Menjadikan kesabaran dan keteguhan dakwah Nabi sebagai pijakan saat menghadapi tantangan hidup.

Peningkatan Amaliah: Memperbanyak shalawat dan menghidupkan sunnah-sunnah beliau.

Rasa Syukur: Mengagungkan nikmat Allah atas diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa petunjuk bagi alam semesta.

Perekat Ukhuwah: Menjadikan ruang kumpul majelis Maulid sebagai sarana memperkuat persatuan dan toleransi antarumat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi pengingat agar setiap Muslim terus memperbaiki kualitas diri. Dengan meneladani kepemimpinan dan kasih sayang Rasulullah, nilai-nilai keislaman dapat terus hidup dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.


Karhutla Riau Seret 35 Tersangka, Polisi Telusuri Keterlibatan Korporasi

Iki Radio - Polda Riau dan jajaran menetapkan 35 orang sebagai tersangka dalam penanganan perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari–Agustus 2026. Sebanyak 17 tersangka telah dilimpahkan bersama barang bukti kepada kejaksaan, sementara kepolisian membuka peluang mengembangkan penyidikan terhadap korporasi apabila ditemukan keterkaitan.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan (Foto : Tangkapan Layar Kanal Youtube BPMI Setpres)

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan perkembangan penegakan hukum tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan karhutla di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

Menurut Herry, Polda Riau bersama jajaran mencatat 33 laporan karhutla sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Luas lahan yang berkaitan dengan perkara tersebut mencapai sekitar 8.657 hektare.

“Khusus Januari hingga Agustus 2026, Polda Riau mencatat 33 laporan karhutla dengan luas lahan yang terkait perkara mencapai sekitar 8.657 hektar,” kata Herry.

Herry mengatakan, berdasarkan penanganan kepolisian, karhutla umumnya berkaitan dengan aktivitas manusia, baik dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.

Polda Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Manggala Agni, dan unsur terkait juga memperkuat pencegahan serta edukasi kepada masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah memasang papan peringatan di sejumlah lokasi bekas kebakaran untuk mencegah pemanfaatan lahan dengan cara dibakar kembali.

“Bekas kebakaran tidak boleh ada lagi melakukan penanaman. Karena ini biasanya modus perusahaan menyuruh orang pura-pura mancing, lalu melakukan pembakaran,” kata Herry.

Menurut Herry, pola tersebut ditemukan dalam penanganan tiga kasus pada 2025. Sepanjang 2026, kepolisian belum menemukan perkara dengan modus serupa.

“Tahun 2025 lalu, terdapat tiga kasus dengan pola tersebut,” jelasnya.

Selain penegakan hukum, Polda Riau melakukan langkah pencegahan melalui pembangunan sumur bor dan embung bersama pemangku kepentingan, terutama di Kabupaten Pelalawan.

Polda Riau juga menjalankan program Green Policing yang menyasar pelajar mulai jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Upaya pencegahan turut melibatkan bupati, camat, hingga kepala desa. Masyarakat yang akan membuka lahan didorong berkoordinasi dengan pemerintah untuk mendapatkan pendampingan tanpa menggunakan metode pembakaran.

Untuk menangani dampak asap, pemerintah bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah membagikan masker, menyediakan oksigen, serta mendirikan posko di wilayah terdampak.

“Kami masih ada 30 tabung oksigen,” ujar Herry.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro mengatakan, dari 35 tersangka yang diproses, 17 telah memasuki tahap II berupa pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada kejaksaan.

“Dari 35 tersangka yang kita proses, 17 tersangka sudah kita tahap duakan ke jaksa. Sisanya masih dalam proses penyidikan, termasuk perkara yang terjadi pada Juli dan Agustus ini,” kata Ade.

Ade menyebut 32 perkara yang ditangani sejauh ini melibatkan pelaku perseorangan. Namun, penyidikan dapat dikembangkan terhadap korporasi apabila ditemukan bukti keterlibatan.

“Untuk 32 perkara yang kita tangani ini semuanya perorangan. Namun, tidak menutup kemungkinan jika memang ada unsur dari perkara yang sudah kita tangani ada kaitannya dengan korporasi, akan kita sidik,” ujarnya.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian kepolisian berada di wilayah PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL). Menurut Ade, kawasan tersebut merupakan area konservasi sehingga tidak diperbolehkan untuk aktivitas pembukaan lahan.

“Termasuk salah satu di daerah PT TKWL, itu daerah konservasi, tidak boleh adanya kegiatan apa pun,” jelasnya.

Sementara perkara kebakaran lahan di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, masih ditangani Polres Kampar. Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap penyebab kebakaran.

“Untuk Rimbo Panjang ada satu perkara yang ditangani Polres Kampar. Kita akan lihat dulu. Beberapa saksi sudah diperiksa,” katanya.

Menurut Ade, sebagian besar pelaku dalam perkara yang ditangani kepolisian melakukan pembakaran untuk membuka lahan perkebunan. Satu perkara disebut terjadi akibat kelalaian.

“Rata-rata pelaku membuka lahan untuk perkebunan dengan cara membuka lahan. Memang ada satu yang tidak sengaja,” pungkasnya.

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Polisi Ingatkan Pengendara Jangan Ngebut

Iki Radio - Pengendara di Kota Pekanbaru diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menyalakan lampu kendaraan. Menyusul kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengurangi jarak pandang di sejumlah ruas jalan.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau juga membagikan ribuan masker kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan Tugu Keris, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

Pembagian masker dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, bersama personel Ditlantas sebagai upaya membantu mengurangi paparan asap terhadap masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan.

“Alhamdulillah, pagi ini ribuan masker berhasil kita bagikan kepada masyarakat dan pengendara yang melintas. Kondisi asap cukup tebal dan jarak pandang juga tidak terlalu jauh. Karena itu, kami mengimbau pengendara agar selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan dan memperhatikan kondisi jalan,” ujar Dasril.

Selain membagikan masker, personel Ditlantas memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas. Pengendara diminta menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan, serta tidak melaju dengan kecepatan tinggi ketika jarak pandang terbatas.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, mengatakan kondisi udara dan jarak pandang harus menjadi perhatian karena dapat memengaruhi keselamatan berkendara.

“Dalam kondisi kabut asap seperti saat ini, kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pengendara, untuk meningkatkan kewaspadaan. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman, nyalakan lampu kendaraan dan gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” tegas Jeki.

Ditlantas Polda Riau juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.

Ia mengajak warga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau, termasuk menjaga kondisi tanaman di sekitar tempat tinggal.

“Kita ketahui bersama saat ini memasuki musim kemarau. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tanaman di sekitar rumah dengan melakukan penyiraman secara rutin. Dengan lingkungan yang terawat, tanaman tetap segar dan suasana di sekitar kita tetap sejuk,” ujarnya.

Sementara itu, Jeki meminta masyarakat ikut mencegah munculnya kebakaran baru dengan tidak melakukan pembakaran terbuka.

“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama, jangan melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran. Mari kita jaga lingkungan tetap hijau dan asri karena kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kualitas hidup masyarakat,” tegas Jeki.

Yang Luput Dari Perhatian, Terdapat Pesan Mendalam dari Kontingen PDAM Dalam CNS 2026

Iki Radio - Meski tampil sederhana, ternyata ada makna paling dalam yang ingin ditunjukan kontingen Perumdam Tirta Dharma Purabaya, atau yang dikenal dengan sebutan PDAM Kabupaten Madiun, dalam ajang Caruban Night Solidarity (CNS), Sabtu (22/8/2026) lalu.

Sayangnya hal ini tidak disadari oleh sebagian besar penonton. Bahkan pembawa acara atau MC di panggung kehormatan pun, tidak menyadari adanya pesan penting yang ingin disampaikan kontingen dari salah satu perusahaan milik Pemkab Madiun itu.

"Dan tentunya bersama kita menyambut yakni mobil maskot dari PDAM Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun,” ujar MC dalam menyambut kedatangan kontingen PDAM Kabupaten Madiun.

"Dengan senyum yang tulus dan dedikasi yang tinggi, para karyawan memulai hari saling menyapa, bekerja bersama, dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Karena bagi kami, air bukan sekadar kebutuhan, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga dan disalurkan dengan penuh tanggung jawab," lanjutnya.

"Pelayanan yang berkualitas merupakan salah satu prioritas utama perusahaan melalui pelayanan yang responsif, ramah, dan profesional. Kami siap membantu pelanggan dalam memperoleh informasi, menyampaikan keluhan, serta memenuhi berbagai kebutuhan layanan air minum," imbuhnya dalam membacakan narasi terkait pelayanan PDAM Kabupaten Madiun.

"Setiap proses pelayanan dilakukan dengan mengedepankan ketepatan, transparansi, dan kepuasan pelanggan sebagai wujud komitmen kami dalam memberikan layanan yang terbaik," tambahnya.

"Dan Bapak, Ibu, Hadirin, Tamu Undangan yang berbahagia, boleh kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk PDAM Kabupaten Madiun!," pungkas MC sebelum mempersilahkan kontingen melanjutkan perjalanan.

Meski hanya beberapa menit di depan panggung kehormatan, dipimpin langsung Direktur Utama, Imansyah Novianto, PDAM Kabupaten Madiun tampil dengan gerakan sederhana, namun menunjukkan kekompakan, dan semangat kebersamaan.

Kekompakan dan kebersamaan serta semangat kekeluargaan, dan solidaritas untuk korban bencana di Nusa tenggara Timur (NTT).

Hal ini dapat dilihat dari adanya pita hitam yang terpasang disetiap seragam peserta. Sesuai dengan nama kegiatan untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang tertimpa musibah dan bencana di NTT.

Pita Hitam yang dipakai di lengan baju atau disematkan di dada sebagai rasa empati kepada korban musibah, bencana alam, atau orang terdekat yang meninggal. Sebagai simbol solidaritas, yang menunjukkan dukungan moral kepada kelompok atau masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.

Dan dari seluruh peserta yang tampil dalam Caruban Night Solidarity, mungkin hanya kontingen PDAM yang mengenakannya.(*)

 

 

close
Pasang Iklan Disini