Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Soekarno Run Banyuwangi 2026 Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal

Iki Radio - Sebanyak 4.900 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Soekarno Run di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Minggu (20/9/2026).

Peserta berasal dari berbagai wilayah, mulai Aceh hingga Papua, dan mengikuti sejumlah kategori lomba, yakni 21K, 10K, 5K, 3K, dan 1K.

Area start dan finish dipusatkan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Total hadiah yang diperebutkan dalam ajang tersebut mencapai Rp1 miliar.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi antusiasme peserta, termasuk anak-anak yang mengikuti kategori 1K.

Menurutnya, Soekarno Run tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga dimanfaatkan untuk mengenalkan sejarah Presiden Soekarno kepada generasi muda.

“Tujuan kita adalah ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, anak-anak kita. Terkait siapa sih sosok Soekarno itu, Bapak Bangsa kita,” ujarnya.

Materi mengenai perjalanan Soekarno dipasang di sejumlah titik, termasuk sepanjang barikade dan area foto, serta dilengkapi kostum bertema Bung Karno.

“Tentu ini juga bagian dari menggugah kembali anak-anak kita untuk cinta pada pada negara ini, nasionalisme ditumbuhkan,” ucapnya.

Ipuk mengatakan kategori 1K yang diperuntukkan bagi anak usia sekolah dasar juga diarahkan untuk mendorong kebiasaan hidup sehat sejak dini.

“Dan selanjutnya event Sukarno Run ini juga karena memang jarang ya ada event lari yang hanya 1K yang pesertanya dibatasi hanya untuk usia sekolah SD gitu ya,” katanya.

“Ini tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat di kepada anak-anak kita. Selain nanti ada nilai kompetisi di antara mereka,” sambungnya.

Selain sektor olahraga, Soekarno Run juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Menurut Ipuk, keterlibatan UMKM menjadi bagian dari pengembangan sport tourism sekaligus upaya mendorong pergerakan ekonomi lokal.

“Ini bagian dari pemberdayaan UMKM dan promosi pariwisata. Inilah sport tourism yang terus kita bangun di Kabupaten Banyuwangi,” kata Ipuk.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Soekarno Run dilaksanakan secara kolaboratif dengan dukungan berbagai pihak.

“Event seperti ini mendukung sport tourism di Banyuwangi yang sangat berdampak ke perekonomian lokal. Terima kasih kepada ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah. Terima kasih kepada para pihak yang mendukung program ini,” ujarnya.

Sementara itu, Penasihat Soekarno Run, Said Abdullah, mengatakan penyelenggaraan tahun depan direncanakan naik kelas menjadi ajang internasional dengan membuka kesempatan bagi peserta dari luar negeri.

“Kami DPD sudah rapat dan memutuskan, insyaallah hadiah tahun depan di Banyuwangi Rp5 miliar,” kata Said.

Menurutnya, peningkatan nilai hadiah juga akan diikuti dengan penambahan kelas perlombaan.

“Kalau Jawa Tengah punya Borobudur Marathon, kita di Jawa Timur punya Soekarno Run Banyuwangi,” katanya.

Ia menilai Banyuwangi memiliki pengalaman dalam menggelar berbagai kegiatan berskala besar sehingga dinilai siap menjadi lokasi pengembangan event olahraga yang lebih luas. (*)

Langkah Timnas Voli Putri Indonesia Terhenti di Perempat Final Asian Games 2026 Usai Dihentikan Thailand

Iki Radio - Langkah Timnas Voli Putri Indonesia harus terhenti pada babak perempat final Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Bertanding di Park Arena Komaki, Jepang, skuad Merah Putih urung melaju lebih jauh usai bertekuk lutut di hadapan Thailand dengan skor 0-3 (10-25, 27-29, 16-25).

Sejak awal set pertama, Thailand yang berstatus juara Asia langsung menekan melalui spike Thatdao Nuekjang. Indonesia sempat memberikan perlawanan lewat poin Namira Tegariani Maradanti serta variasi serangan Medi Yoku dan Ersandrina Devega. Monster block dari Azzahra Dwi Febyane (Gendis) juga sempat menumbuhkan harapan. Namun, koordinasi serangan yang kurang maksimal dan rapatnya benteng pertahanan bentukan pelatih Kiattipong Radchatagriengkai membuat Indonesia tertinggal jauh dan menyerahkan set pertama dengan skor 10-25.

Memasuki set kedua, anak asuh Marcos Sugiyama tampil bangkit dan mengejutkan lawan. Poin demi poin diraih lewat aksi ciamik Chelsa Berliana dan Gendis yang membuat lini pertahanan Thailand kocar-kacir. Indonesia bahkan sempat memimpin jauh hingga selisih 12 angka pada kedudukan 17-5.

Sayangnya, konsistensi skuad Garuda Mulia menurun di akhir set. Pornpun Guedpard dan kawan-kawan perlahan memangkas jarak hingga skor menipis menjadi 22-21. Meski serangan Chelsa sempat membawa Indonesia meraih set point hingga memaksa deuce, Thailand menunjukkan kematangannya dan menyapu set kedua lewat kemenangan dramatis 29-27.

Pada set ketiga, Thailand langsung memegang kendali permainan. Masuknya Arneta Putri sempat memberikan angin segar hingga Indonesia mampu menyamakan skor 6-6. Namun, rentetan kesalahan mendasar dan serangan yang kurang akurat kembali dimanfaatkan dengan baik oleh Thailand. Tim Negeri Gajah Putih tersebut akhirnya menyudahi perlawanan Indonesia di set ketiga dengan skor 16-25, sekaligus menyegel tiket ke babak semifinal.

Menpora Erick Targetkan Indonesia Raih Minimal Empat Emas di Asian Games 2026

Iki Radio - Indonesia menargetkan sedikitnya empat medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong prestasi olahraga nasional di panggung Asia.

Erick menyampaikan target tersebut saat meresmikan Rumah Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya, Jepang, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Erick, target empat emas bukan batas akhir. Ia membuka peluang kontingen Indonesia meraih medali lebih banyak dengan mempertimbangkan rekam jejak prestasi Indonesia pada penyelenggaraan Asian Games sebelumnya.

“Kita targetnya empat, tapi kalau kita lihat dari sejarah, kita pernah dapat 8 emas, 11 emas saat jadi tuan rumah Asian Games tahun 1962. Mudah-mudahan dengan kerja keras seluruh tim, perolehan medali emas kita bisa lebih dari empat,” ujar Erick.

Erick mengatakan pemerintah memberikan perhatian terhadap olahraga sebagai bagian dari pembangunan prestasi nasional. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk mendorong kemajuan olahraga Indonesia.

“Bapak Presiden (Prabowo) sangat komit bahwa olahraga ini menjadi hal yang sangat penting untuk bangsa kita. Tidak hanya sebagai duta bangsa, tetapi mencerminkan kedigdayaan,” kata Erick.

Menurut Erick, atlet yang berlaga di ajang internasional tidak hanya membawa kepentingan kompetisi, tetapi juga membawa nama Indonesia melalui prestasi dan perjuangan di arena olahraga.

Karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat persiapan kontingen Indonesia menghadapi kejuaraan internasional.

Salah satunya melalui penguatan program pemusatan latihan nasional atau pelatnas yang disesuaikan dengan skala kejuaraan. Program pembinaan disiapkan untuk menghadapi berbagai ajang, mulai dari SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.

Erick mengatakan penguatan pembinaan tersebut diperlukan agar atlet memiliki persiapan yang memadai untuk menghadapi persaingan di tingkat internasional.

Selain pembinaan, perhatian pemerintah juga diberikan melalui apresiasi kepada atlet yang berhasil meraih prestasi.

Erick menyebut bonus bagi atlet peraih medali Asian Games 2026 kini mencapai Rp3 miliar. Menurutnya, apresiasi tersebut merupakan bagian dari kehadiran negara dalam mendukung perjuangan atlet.

“Negara hadir untuk mendorong para pejuang bangsa, pahlawan bangsa, untuk terus memastikan banyaknya bendera Merah Putih berkibar,” tegasnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dorongan bagi atlet untuk memberikan penampilan terbaik selama mengikuti pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Peresmian Rumah Indonesia menjadi salah satu bagian dari dukungan terhadap kontingen Merah Putih selama berada di Jepang.

Rumah Indonesia tidak hanya disiapkan sebagai tempat pelayanan dan kebutuhan atlet, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat interaksi dan diplomasi olahraga Indonesia selama penyelenggaraan Asian Games.

Keberadaan Rumah Indonesia diharapkan memberikan dukungan bagi atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus cabang olahraga selama menjalani rangkaian pertandingan.

Bagi pemerintah, perjuangan atlet di arena pertandingan merupakan bagian dari upaya mengangkat prestasi olahraga sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia dalam pergaulan olahraga internasional.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi salah satu momentum untuk mengukur hasil pembinaan atlet nasional. Dengan target minimal empat emas dan dukungan pemerintah melalui pembinaan serta apresiasi prestasi, kontingen Indonesia diharapkan mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa lebih banyak Merah Putih berkibar di Jepang.

Andre Taulany Resmi Lepas Masa Duda Mempersunting Amanda Rigby

Iki Radio - Suasana haru dan sakral menyelimuti prosesi akad nikah komedian sekaligus musisi Andre Taulany yang resmi menikahi aktris Amanda Rigby pada Minggu (20/9/2026). 

Pernikahan yang berlangsung tanpa terendus media ini mendadak menjadi perbincangan hangat setelah video ijab kabul keduanya beredar luas dan viral di platform Threads.

Dalam rekaman visual tersebut, Andre tampil anggun dan gagah mengenakan beskap putih lengkap dengan blangkon khas Jawa. Dengan kemantapan penuh dan satu tarikan napas, mantan vokalis band Stinky berusia 52 tahun ini lancar melafalkan ikrar suci di hadapan wali nikah dan penghulu.

"Saya terima nikah dan kawinnya Amanda Lintang Larasati Rigby binti Joselyn Bosen Aston Rigby dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Andre lantang, yang seketika disambut seruan "Sah!" dari para saksi. Andre mempersunting Amanda dengan maskawin berupa uang tunai senilai Rp20.092.026.

Amanda Rigby sendiri tampak memukau dan anggun dalam balutan kebaya putih dipadukan jarik serta riasan paes. Senyum semringah dan rona kebahagiaan terpancar dari pasangan baru ini saat dipertemukan usai prosesi ijab kabul.

Pernikahan ini menjadi kejutan manis bagi publik karena sebelumnya Andre sempat membantah akan menikah dalam waktu dekat lantaran kendala pengurusan dokumen administrasi. Terlebih, Amanda merupakan Warga Negara Asing (WNA) berkewarganegaraan Inggris.


Profil dan Perjalanan Karier Amanda Rigby

Pemilik nama lengkap Amanda Lintang Larasati Rigby ini lahir di Jakarta pada 6 Januari 1992. Putri dari pasangan Jocelyn (asal Inggris) dan Rima (asal Yogyakarta) ini memiliki darah campuran Jawa-Inggris. 

Status kewarganegaraan Inggris milik Amanda dikonfirmasi langsung oleh Kepala KUA Kebayoran Baru, Riswanto, terkait pemenuhan dokumen pernikahan WNA seperti surat keterangan dari kedutaan, paspor, dan akta kelahiran.

Amanda memulai kiprahnya di dunia hiburan sejak 2009 sebagai bintang iklan sebelum namanya melambung lewat peran Lea Michelle di sitkom Kejar Tayang. Setelah sempat vakum untuk menempuh pendidikan dan bekerja di bidang marketing di Singapura, Amanda kembali ke tanah air dan membintangi sejumlah judul sitkom serta film seperti The Transmart dan Sara & Fei: Stadhuis Schandaal. Selain berakting, ia juga aktif menjadi presenter olahraga seperti Focus Euro 2020 serta merambah dunia bisnis kuliner (Rigbys Cafe) dan fashion.


Beda Usia 18 Tahun Bukan Halangan

Meski terpaut jarak usia 18 tahun—di mana Andre berusia 52 tahun dan Amanda berusia 34 tahun—keduanya mengaku memiliki banyak kecocokan. Andre mengungkapkan bahwa mereka memiliki kesamaan prinsip dan cara pandang yang membuat komunikasi terjalin sangat cair.

"Kesamaannya sama-sama suka mager, sama-sama suka komedi, dan sama-sama enggak suka drama. Sama-sama enggak suka ngomongin orang dan selalu memberikan aura positif," ujar Andre.

Indonesia Kenalkan Identitas Budaya Nusantara Dalam Pembukaan Asian Games 2026

Iki Radio – Kontingen Indonesia tampil memukau dengan memamerkan keanekaragaman budaya Nusantara pada upacara pembukaan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Paloma Mizuho Stadium, Nagoya, Jepang, Sabtu (19/9/2026).

Atlet basket putri, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, dipercaya menjadi pemegang bendera (flag bearer) Merah Putih dalam parade defile. Ayu tampil anggun mengenakan pakaian adat dari daerah asalnya, Bali. Mendampingi di barisan depan, karateka Daniel Hutapea tampak gagah dalam balutan pakaian khas Batak lengkap dengan kain ulos yang tersampir di bahunya.

Kehadiran jajaran depan kontingen Indonesia yang mengenakan busana tradisional tersebut sukses menarik perhatian dan riuh tepuk tangan penonton di stadion.

Ayu mengungkapkan rasa bangga sekaligus terharunya atas kepercayaan besar yang diberikan kepadanya untuk memimpin parade atlet Tanah Air.

“Jujur, saya merasa sangat bangga dan terharu ketika pertama kali mendapat kabar bahwa saya dipercaya menjadi flag bearer Tim Indonesia di Asian Games 2026. Bagi saya, ini bukan hanya tentang membawa bendera, tetapi juga membawa nama dan semangat seluruh kontingen Indonesia,” ungkap Ayu.

Tugas tersebut menjadi simbol dimulainya perjuangan Tim Garuda di ajang olahraga multievent bergengsi tingkat Asia ini. Pada Asian Games 2026, Indonesia menerjunkan kekuatan sebanyak 430 atlet yang didampingi 145 ofisial dan pelatih.

Para atlet bakal bertarung di 35 cabang olahraga dengan target membawa pulang empat medali emas. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah menyiapkan bonus sebesar Rp3 miliar bagi atlet yang berhasil menyumbang medali emas untuk Merah Putih.

Konsep “Harmonic Heart Beat” Warnai Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Iki Radio — Upacara pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang digelar pada Sabtu mengusung konsep utama “Harmonic Heart Beat” atau denyut jantung yang harmonis. Konsep ini dirancang untuk merepresentasikan nilai persatuan, keramahan, dan hubungan antarmanusia di seluruh kawasan Asia maupun dunia.

Di bawah arahan Chief Creative Director sekaligus sutradara upacara, Tsutsumi Yukihiko, seremoni ini menyatukan perpaduan musik, seni pertunjukan, teknologi visual, dan semangat persahabatan.

Tsutsumi mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi untuk kota kelahirannya. Pengalaman masa kecilnya saat bermain tenis meja dan merasakan keterhubungan dengan dunia menjadi inspirasi utama dalam merancang pertunjukan ini.

"Dari Aichi-Nagoya, sebuah seremoni agung dan harmonis yang menyatukan dunia," ujar Tsutsumi mengenai semangat yang diusung dalam produksi tersebut.

Berlangsung di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium—stadion di pusat kota yang memiliki ikatan erat dengan warga lokal—upacara ini menampilkan sejumlah elemen visual yang megah:

Panggung Berbentuk Hati Raksasa: Menjadi simbol utama dari "Harmonic Heart Beat" yang menggambarkan hati sebagai pusat terciptanya rasa persatuan.

Sistem Pencahayaan 360 Derajat: Menyeliutkan cahaya ke seluruh sudut stadion untuk memberikan pengalaman visual yang menyatu bagi para penonton.

Teknologi LED dan Proyeksi Video: Menghiasi panggung utama dengan tampilan visual yang dinamis dan disesuaikan dengan alur cerita teatrikal.

Menurut pihak penyelenggara, panggung "hati raksasa" tersebut lahir dari kolaborasi antara seniman, performer, mekanisme panggung, dan integrasi teknologi. Melalui keterlibatan masyarakat serta komunitas setempat, Aichi-Nagoya ingin menyampaikan pesan hangat tentang persahabatan, keramahan lokal, dan harapan untuk bergerak bersama menuju masa depan.

Aksioma Bireuen Jadi Ruang Pengembangan Bakat dan Prestasi Siswa Madrasah

Iki Radio - Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) Kabupaten Bireue 2026 menjadi ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat, minat, kreativitas dan prestasi, sekaligus membentuk karakter melalui kompetisi yang menjunjung sportivitas.

Ratusan siswa dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) mengikuti berbagai cabang kompetisi yang mencakup bidang keagamaan, seni, olahraga, keterampilan dan teknologi. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kabupaten Bireuen, Sabtu, (19/9/2026).

Bupati Bireuen, Mukhlis, saat memberikan arahan pada pembukaan Aksioma Kabupaten Bireuen  2026 di RTH Cot Gapu, Sabtu (19/9/2026), mengatakan madrasah memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang seni, olahraga dan kreativitas.

“AKSIOMA bukan sekadar ajang perlombaan biasa. Ini ruang bagi kalian untuk menunjukkan bahwa madrasah bukan hanya tempat mengaji dan belajar kitab, tetapi tempat lahirnya seniman hebat, atlet-atlet tangguh dan generasi yang berakhlak mulia sekaligus berprestasi,” kata Mukhlis.

Menurutnya, kompetisi menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi siswa untuk mengenali kemampuan diri, membangun kepercayaan diri dan belajar menghargai orang lain. Karena itu, prestasi dalam Aksioma tidak semata-mata diukur dari perolehan juara, tetapi juga dari proses pembentukan karakter selama mengikuti kompetisi.

“Menanglah dengan rendah hati, kalahlah dengan lapang dada. Sebuah kompetisi hanyalah sarana, bukan tujuan akhir,” ujarnya.

Mukhlis menekankan, pentingnya kejujuran dan sportivitas dalam setiap pertandingan. Siswa juga diharapkan menghormati lawan, guru dan official yang mendampingi selama kompetisi berlangsung.

Pemkab Bireuen, kata Mukhlis, berkomitmen mendukung pengembangan bakat seni dan olahraga di lingkungan madrasah. Pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara seimbang dengan memperkuat kecerdasan akademik, kemampuan fisik, kreativitas dan kematangan spiritual.

“Kita yakin, di tangan generasi yang cerdas secara akademik, kuat secara fisik dan matang secara spiritual inilah masa depan Bireuen yang lebih maju akan kita titipkan,” katanya.

Ketua Panitia Aksioma, Zulkifli, mengatakan, kompetisi tersebut dirancang untuk mengembangkan beragam potensi siswa sesuai jenjang pendidikan.

Pada tingkat MI, terdapat cerdas cermat, tahfizul Quran, kaligrafi, tilawah dan robotik. Tingkat MTs mencakup pidato bahasa Arab, pidato bahasa Inggris, sepak bola mini, cipta puisi, kaligrafi, atletik dan cerdas cermat.

Tingkat MA mempertandingkan bola voli, pidato, tahfiz, tilawah, kaligrafi, cerdas cermat, atletik 100 meter, lempar lembing dan futsal.

“Aksioma ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus untuk mengasah bakat dan minat yang dimiliki siswa di madrasah,” ujar Zulkifli yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bireuen.

Potensi siswa madrasah dalam bidang seni dan olahraga turut terlihat dari keterlibatan sejumlah kelompok. Drum band MTsN 4 Bireuen dari Kecamatan Peudada, misalnya, sebelumnya berhasil meraih juara pertama drum band pawai budaya dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sanggar Jeumpa Mirah MAN 3 Bireuen juga mengembangkan kreativitas siswa melalui tarian kolosal yang melibatkan sekitar seratus siswa. Sementara pencak silat Tapak Suci melibatkan santriwan dan santriwati dari Pesantren Alzahrah, Azzanjabil dan Pesantren Terpadu Almuslim.

Melalui Aksioma, siswa memperoleh kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus belajar membangun kepercayaan diri, disiplin, kerja sama dan sportivitas. Interaksi antarsiswa dari berbagai madrasah juga memperkuat silaturahmi dan pengalaman kompetitif.

Pembinaan secara berkelanjutan diharapkan mampu menemukan lebih banyak bibit unggul dari lingkungan madrasah, baik di bidang olahraga, seni, keagamaan maupun keterampilan. Potensi tersebut selanjutnya dapat dikembangkan untuk berprestasi pada tingkat provinsi hingga nasional dan membawa nama Bireuen ke tingkat yang lebih tinggi.

HKG PKK ke-54, Pemkot Banjarbaru Perkuat Peran Kader di Tengah Masyarakat

Iki Radio - Pemerintah Kota Banjarbaru mendorong, penguatan peran kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) agar program yang dijalankan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.



Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Penggerak (TP) PKK Kota Banjarbaru 2026 di Aula Gawi Sabarataan, Sabtu (19/9/2026).

HKG PKK ke-54 tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”

Pemerintah Kota Banjarbaru menyampaikan, apresiasi kepada pengurus dan kader PKK atas kontribusi mereka dalam menjalankan berbagai program di masyarakat.

Menurutnya, kekuatan PKK terletak pada kader yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, mulai dari tingkat kota hingga kelompok dasawisma.

“Kekuatan PKK sebagai sebuah organisasi ada pada kader-kadernya yang dekat dengan masyarakat. Dari tingkat kota hingga dasawisma, perannya hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kedekatan inilah yang perlu terus kita jaga, agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ia juga mendorong, kader PKK memperkuat kolaborasi dengan pemerintah melalui perangkat daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus mendukung agenda pembangunan yang selaras dengan Asta Cita.

Sepuluh Program Pokok PKK mencakup penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat.

Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas keluarga, antara lain melalui pemenuhan pangan sehat dan bergizi, peningkatan pendidikan dan keterampilan, pemeliharaan kesehatan, penguatan ekonomi keluarga, serta pengelolaan lingkungan dan kehidupan rumah tangga.

Sementara itu, Rakor TP PKK menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program, mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki, dan menyusun langkah lanjutan. Penguatan keluarga menjadi salah satu aspek yang ditekankan karena pembangunan di tingkat masyarakat tidak terlepas dari kondisi keluarga yang sehat, terdidik, terampil, dan saling mendukung.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan apresiasi kepada anggota PKK berprestasi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam menjalankan program PKK di Kota Banjarbaru.

Melalui HKG dan Rakor TP PKK, Pemkot Banjarbaru berharap, kader dapat terus menjalankan perannya secara aktif dan memastikan program PKK memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga di Kota Banjarbaru.

 

close
Pasang Iklan Disini