Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

HUT RI ke 81, Pemprov Jatim Lakukan Pemutihan Pajak Kendaraan Jatim Dimulai 1 Agustus 2026

Iki Radio - Menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 81, Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memberlakukan program pembebasan pajak daerah atau pemutihan pajak kendaraan bermotor mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.

Pada pelaksanaan tahun ini, terdapat kebijakan baru berupa pengurangan tunggakan pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 20 persen bagi buruh pemilik sepeda motor roda dua.

Program tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/482/013/2026 tentang Pembebasan Pajak Daerah Provinsi Jawa Timur. Selain meringankan beban masyarakat, kebijakan ini juga bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperbarui akurasi data kepemilikan kendaraan, serta memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Plh. Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur, Kresna Bimasakti mengatakan, program pemutihan tahun ini menghadirkan segmentasi penerima manfaat yang lebih luas, salah satunya bagi kalangan buruh.

"Alhamdulillah pemutihan telah ditandatangani oleh Ibu Gubernur. Terima kasih Ibu Gubernur sudah memberikan pembebasan wajib pajak untuk tahun 2026 ini. Yang harus diapresiasi adalah terkait segmentasi, yakni roda dua DTSEN, roda tiga, ojek online, dan yang terbaru adalah buruh," ujarnya saat konferensi pers di Kantor Bapenda Jatim, Jumat (31/7/2026).

Menurut Bima, pemberian insentif bagi buruh merupakan tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).

"Jadi, sesuai dengan permintaan para buruh pada saat May Day, pemerintah mendengarkan dan pemerintah mengiyakan juga," katanya.

Ia menjelaskan, buruh yang ingin memanfaatkan pengurangan tunggakan pokok PKB sebesar 20 persen untuk tunggakan tahun 2025 dan sebelumnya wajib menunjukkan surat keterangan bekerja serta slip gaji. Ketentuan lebih rinci nantinya akan diatur melalui petunjuk teknis.

"Kita hanya surat keterangan bekerja sama slip gaji. Hanya itu saja, nanti akan ada juknis. Jadi syarat dan ketentuan berlaku," jelasnya.

Selain buruh, program pemutihan juga mencakup pembebasan sanksi administratif PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), pembebasan PKB progresif, pembebasan tunggakan pokok PKB bagi masyarakat yang masuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) atau P3KE, pengemudi transportasi online, serta kendaraan roda tiga.

Berdasarkan proyeksi Bapenda Jatim, kebijakan tersebut diperkirakan dimanfaatkan oleh sekitar 962.981 objek pajak dengan nilai pembebasan pajak mencapai Rp17,25 miliar, serta berpotensi menghasilkan penerimaan daerah sekitar Rp297,46 miliar selama masa pelaksanaan program.

Bima mengungkapkan, Bapenda Jatim menargetkan program pemutihan dapat membantu meningkatkan capaian penerimaan pajak kendaraan bermotor yang hingga pertengahan tahun masih berada di bawah target.

"Dengan target Rp4,780 triliun, alhamdulillah dengan data sampai dengan Juni yang seharusnya kita 50 persen, kita masih 45 persen. Jauh dari kata happy. Minimal kan harusnya sudah 50 persen," ungkapnya.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menuntaskan kewajiban pajak kendaraan selama program berlangsung.

"Semoga masyarakat Jawa Timur dapat memanfaatkan kebijakan Gubernur ini," pungkasnya. (pca/s)

 

Pembukaan MPLS Digelar, Siswa SRT Madiun Belum Bisa Tempati Asrama

Iki Radio — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) 1 Kabupaten Madiun. 

Program strategis nasional yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 (kemiskinan ekstrem) ini diproyeksikan menjadi pengungkit utama dalam memutus rantai kemiskinan di wilayah Madiun dan sekitarnya.

Meskipun pengerjaan infrastruktur fisik oleh pelaksana PT Brantas Abipraya masih berada pada tahap penyempurnaan akhir (finishing sekitar 5 persen), seluruh pihak berkomitmen agar proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga kegiatan belajar mengajar (KBM) berasrama dapat segera berjalan penuh.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyambut baik hadirnya Sekolah Rakyat di wilayahnya. Menurutnya, program ini bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan langkah nyata pengentasan kemiskinan secara riil.

"Ini kesempatan luar biasa bagi Kabupaten Madiun. Tahun ini ada sebanyak 270 anak kami yang berada di Desil 1–2 bisa tertampung. Mudah-mudahan ke depan, dengan total daya tampung sekolah yang mencapai 1.200 siswa, secara bertahap semuanya bisa terfasilitasi," ujar Hari Wuryanto usai membuka MPLS SRT 1 Kabupaten Madiun, Jum'at (31/7/2026).

Bupati menambahkan bahwa anak-anak yang masuk dalam program ini akan ditanggung penuh oleh negara. Tidak hanya memfasilitasi pendidikan, Pemkab Madiun juga merencanakan intervensi sosial bagi keluarga siswa, termasuk perbaikan hunian.

"Harapan kami, mereka kelak memiliki karakter dan akhlak yang luar biasa, menjadi anak yang tangguh, serta mampu menjadi tulang punggung keluarga setelah lulus nanti," tegasnya.

Direktur TSKPO Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, menjelaskan bahwa kendala utama saat ini terletak pada penyelesaian utilitas dasar seperti instalasi air bersih, kran, dan saniter/toilet di unit asrama. Pembangunan fisik yang berada di bawah kewenangan Kementerian PUPR ini ditargetkan tuntas fungsional dalam waktu dekat.

"Secara fungsional ruang kelas dan asrama sudah siap. Hanya penyempurnaan toilet dan instalasi air yang sedang berproses, diperkirakan selesai dalam beberapa hari. Untuk sementara, siswa dipulangkan terlebih dahulu dan ditargetkan mulai masuk asrama (full board) secara bertahap antara tanggal 10 hingga 15 mendatang," terang Rachmat.

Rachmat merinci, total calon siswa yang terdata saat ini sebanyak 360 siswa (gabungan jenjang SD, SMP, dan SMA), yang terdiri dari siswa asal Kabupaten Madiun serta penampungan sekitar 90 siswa dari Kabupaten Ponorogo.

Terkait dengan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan (tendik), Kemensos menyiapkan sekitar 50 hingga 70 personil yang seleksinya dipusatkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta dengan memprioritaskan talenta lokal.

Selama proses transisi, KBM dibantu oleh guru pendamping dari Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun dan Provinsi Jawa Timur yang diberi alokasi honorarium mengajar harian dari anggaran Kemensos.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Madiun, Supriadi, menekankan perbedaan mendasar antara Sekolah Rakyat dengan sekolah reguler. SR menerapkan sistem penjangkauan (outreach) berbasis data By Name By Address (BNBA) untuk mendatangi langsung keluarga yang membutuhkan.

"Kalau sekolah umum, siswa yang datang mendaftar. Di Sekolah Rakyat, kami yang turun melakukan penjangkauan. Mereka dari keluarga miskin ekstrem yang bahkan untuk mengurus diri sendiri saja kesulitan," jelas Supriadi.

Menanggapi dinamika lapangan pada tahun pertama operasional ini, pihak Dinsos bersama Kemensos juga melakukan penyesuaian proporsi rombongan belajar (rombel) guna mengoptimalkan kuota.

Jenjang SD disesuaikan menjadi 2 rombel (mengingat faktor anak usia SD masih memiliki tingkat ketergantungan/keinginan dekat dengan orang tua yang tinggi). Jenjang SMP ditingkatkan menjadi 4 rombel. Jenjang SMA tetap berjalan 3 rombel.

Untuk mengantisipasi rasa rindu rumah (homesick) bagi siswa, khususnya jenjang SD, pihak sekolah akan mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan kelonggaran adaptasi secara bertahap.

"Prinsipnya, kami dari pemerintah daerah bertindak untuk memfasilitasi, memantau, dan berkolaborasi secara intensif setiap hari agar seluruh kendala lapangan dapat teratasi, sehingga fasilitas Sekolah Rakyat ini benar-benar aman, nyaman, dan layak dihuni oleh anak-anak," pungkas Supriadi.(ir)

AKBP Kemas Pamit, AKBP Ridwan Maliki Siap Lanjutkan Sinergitas

Iki Radio — Malam Pamit Kenal Kapolres Madiun digelar di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun pada Jumat malam (31/7/2026). Acara ini menandai berakhirnya masa tugas AKBP Kemas Indra Natanegara sekaligus menyambut pimpinan baru Polres Madiun, AKBP Ridwan Maliki.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Madiun Hari Wuryanto, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, hingga perwakilan dari 14 perguruan pencak silat se-Kabupaten Madiun.

AKBP Kemas Indra Natanegara menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam atas sinergitas yang terbangun selama kurang lebih satu tahun masa jabatannya. Menurutnya, kondusivitas Kabupaten Madiun terwujud berkat peran aktif Pemkab, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta komitmen penuh dari 14 perguruan pencak silat.

"Alhamdulillah, selama kami berdinas di sini kurang lebih satu tahun, tidak ada kejadian yang menonjol. Di Madiun ini sangat guyub, rukun, dan kekeluargaan. Ini pengalaman yang sangat berkesan dan tidak akan kami lupakan," ujar AKBP Kemas yang kini mengemban amanah baru sebagai Kabag Bin Kar Biro SDM Polda Jatim.

Apresiasi senada disampaikan Bupati Madiun, Hari Wuryanto. Ia memuji capaian keamanan di bawah kepemimpinan AKBP Kemas yang dinilai berhasil menjaga wilayah tetap kondusif melalui pendekatan humanis.

"Atas nama Pemkab dan masyarakat Kabupaten Madiun, kami menyampaikan penghargaan yang luar biasa kepada Pak Kemas. Saat ini Madiun insyaAllah zero incident. Melalui pendekatan olahraga seperti sepak bola, beliau bisa merangkul semua elemen dan mengamati situasi dengan sangat baik," ungkap Hari Wuryanto.

Sementara itu, Kapolres Madiun yang baru, AKBP Ridwan Maliki, mengaku kagum dengan kedewasaan para pendekar dan masyarakat Madiun dalam menjaga keamanan lingkungan. 

Perwira kelahiran Magelang yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Trenggalek ini mengapresiasi situasi tertib saat kegiatan pengesahan perguruan silat yang ia saksikan langsung sejak awal kedatangannya.

"Awalnya banyak kawan yang mengingatkan daerah ini rawan, tapi begitu saya tiba dan melihat langsung, pesilat di Madiun ternyata sangat dewasa. Nyaris tidak ada konvoi knalpot brong. Ini menunjukkan sejarah panjang Kabupaten Madiun yang sangat matang," puji AKBP Ridwan Maliki.

AKBP Ridwan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi sinergitas dan program kamtibmas yang telah dibangun pimpinan terdahulu. Sambil berseloroh menanggapi tradisi olahraga Forkopimda, ia mengaku siap melanjutkannya sekaligus menambah agenda kebersamaan baru.

"Kalau Forkopimda hobi bola, tentu kita lanjutkan. Tapi nanti mungkin ditambah dengan mancing bersama, supaya makin akrab dan yang penting kita tidak 'mancing masalah'," candanya.

Pemerintah Kabupaten Madiun menyatakan kesiapan penuh untuk terus berkolaborasi bersama Polres Madiun demi terwujudnya Kabupaten Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

Bupati Hari Wuryanto optimistis di bawah kepemimpinan AKBP Ridwan Maliki, stabilitas keamanan akan terus terjaga sebagai fondasi utama pembangunan daerah.(ir)

Bank Jatim Sabet Dua Penghargaan Digital Sekaligus Berkat Inovasi JConnect

Iki Radio - Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dalam mendorong akselerasi transformasi digital kembali membuahkan hasil manis. Dalam satu hari, Bank Jatim sukses memboyong dua penghargaan bergengsi atas inovasi layanan perbankan digitalnya melalui aplikasi JConnect.

Dua penghargaan yang berhasil di raih yakni Top Digital Application Regional Banking – JConnect by Bank Jatim pada ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026, diterima langsung oleh Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim, Dodit Wiweko Probojakti, di Jakarta dan ada hari yang sama di Surabaya, Bank Jatim mendapatkan penghargaan BPD dengan Inovasi Digital Terbaik dalam ajang Radar Surabaya Awards 2026.

Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim, Dodit Wiweko Probojakti, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata apresiasi atas kerja keras seluruh tim (Jatimers) dalam membangun ekosistem digital yang adaptif dan inklusif.

"Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kerja keras seluruh insan Jatimers dalam membangun ekosistem layanan digital yang berorientasi pada kebutuhan nasabah. JConnect tidak hanya menjadi kanal transaksi, tetapi juga bagian dari upaya Bank Jatim memperluas inklusi keuangan serta mendukung transformasi digital sektor perbankan daerah," ujar Dodit dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/7/2026).

Dodit menambahkan, JConnect kini telah bertransformasi menjadi super app yang menyediakan layanan lengkap—mulai dari pembukaan rekening online, transfer, pembayaran tagihan, transaksi QRIS, hingga pembelian produk digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

"Ke depan, Bank Jatim berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan sistem, optimalisasi user experience (UX), serta memperluas kolaborasi strategis," ucapnya.

Dodit menegaskan pertumbuhan digital Bank Jatim sepanjang Semester I-2026 menunjukkan performa yang positif. Dimana Pengguna JConnect: Mencapai 1,09 juta user (tumbuh 23,82% YoY). Nilai Transaksi JConnect: Menembus Rp 37,28 triliun (tumbuh 19,10% YoY).Pengguna QRIS Bank Jatim: Mencapai 221.161 user (tumbuh 17,74% YoY) dan Nilai Transaksi QRIS: Mencapai Rp 2,89 triliun (tumbuh signifikan 38,15% YoY).

"Capaian ganda ini menjadi penyemangat bagi Bank Jatim untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan," pungkas Dodit. 

 

Penetapan Calon Siswa, MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun Resmi Dibuka

Iki Radio — Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus Penetapan Calon Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun, Jumat(31/7/2026).

Mengusung tema “Menanam Harapan, Menumbuhkan Masa Depan Melalui Sekolah Rakyat”MPLS ini diselenggarakan di Gedung SRT 1, Kelurahan Nglames Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengapresiasi penuh kepercayaan yang diberikan oleh Kemensos RI kepada Kabupaten Madiun untuk mengelola Sekolah Rakyat Terintegrasi.

"Pendidikan adalah investasi terbaik. Ketika satu anak berhasil mengubah hidupnya melalui pendidikan, sesungguhnya kita sedang memutuskan rantai kemiskinan dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik," tegas Hari Wuryanto.

Bupati juga menekankan pentingnya membentuk generasi muda Kabupaten Madiun yang berkarakter "Satria Bersahaja"—yaitu sosok yang santun, tangguh, religius, berintegritas, adaptif, serta tidak mudah mengeluh.

Kepada para calon siswa, Bupati berpesan agar tidak berkecil hati atas keterbatasan ekonomi dan memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun, Rohmah Agustin Setyowuni, menyampaikan bahwa para calon siswa yang hadir merupakan hasil jangkauan Dinas Sosial.

Mereka adalah anak-anak yang membutuhkan dukungan negara namun menyimpan potensi luar biasa.

"Hari ini bukan saja penetapan calon siswa, tapi merupakan sebuah ikhtiar bersama untuk memutuskan rantai kemiskinan melalui pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan berkeadilan. Di sini kalian tidak hanya membaca dan berhitung, tapi kami pastikan karakter kalian akan bertumbuh maksimal," ujarnya.

Direktur TSKPO Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh dari Bupati Madiun beserta seluruh jajaran OPD dan Forkopimda.

Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun ini dirancang untuk menampung sebanyak 360 siswa, yang terdiri dari jenjang SD (90 siswa), SMP (90 siswa), dan SMA (90 siswa), termasuk 90 siswa kuota titipan dari Kabupaten Ponorogo.

Terkait dengan hunian asrama, Rachmat memohon maklum dan doa restu dari para orang tua/wali murid karena penempatan asrama perlu dimundurkan sekitar 7 hingga 10 hari ke depan guna menyelesaikan finishing dan penyempurnaan fasilitas kebersihan.

"Mohon bersabar Bapak Ibu, sedikit lagi fasilitas ini akan selesai dengan baik agar aman dan nyaman digunakan oleh anak-anak kita. Ini adalah bagian dari gerakan serentak MPLS di hampir 50 Sekolah Rakyat Terintegrasi di seluruh Indonesia," jelasnya.

Acara penetapan dan pembukaan MPLS ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, OPD Kabupaten Madiun, pejabat Kemensos, hingga perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ditutup dengan penanaman pohon mangga di halaman Sekolah Rakyat oleh Bupati dan Wakil Bupati Madiun.(ir)

Mantap Berhijab, Ashanty akui Sempat Tergoda Baju Lamanya

Iki Radio - Keputusan Ashanty untuk mulai tampil berhijab usai menunaikan ibadah haji bukan pilihan mudah. Istri Anang Hermansyah itu mengaku masih harus menguatkan hati dan istiqomah dalam niatannya untuk menutup aurat.

Sudah sekitar dua bulan sejak kepulangannya dari Tanah Suci, Ashanty mengatakan kini dirinya mulai terbiasa memadukan busana dengan hijab. Meski begitu, ia tak menampik masih sempat tergoda melihat koleksi pakaian lamanya yang sebagian bahkan belum pernah dipakai.

“Udah mulai mix and match baju sama hijab. Memang kemarin pas singkir-singkirin baju-baju yang lama, masih ada labelnya. Pas aku buka-buka, aku kayak, ‘Aduh…’,” ujar Ashanty saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ashanty mengakui pergulatan batin itu merupakan hal yang manusiawi. Ia merasa sempat berpikir sehingga terkadang muncul keraguan apakah dirinya benar-benar siap menjalani keputusan tersebut.

“Pasti (sempat tergoda). Kita manusia kan ya, manusiawi. Imannya apalagi aku, bukan seperti orang-orang yang benar-benar langsung dapat hidayah terus langsung begitu. Aku tuh benar-benar iman naik turun. ‘Aku siap nggak ya? Aku sanggup nggak ya? Aku bisa nggak ya?’ Tapi ya proses lah. Doain saja semoga bisa terus istiqomah,” tambahnya.

Dalam perjalanannya berhijab, Ashanty akui mendapat dukungan penuh dari keluarga. Putri bungsunya, Arsy, yang lebih dulu mengenakan hijab, bahkan ikut memberi masukan soal gaya berbusana.

Tak hanya Arsy, Aurel Hermansyah juga turut mendukung sang ibu dengan mengirimkan berbagai koleksi hijab.

“Arsy ngajarin juga kayak, ‘Bunda kayaknya lebih cocok pakai jilbab ini, Bunda lebih cocok kayak gini’. Dia juga banyak kasih masukan,” beber dia.

“Dikirimin malah semua produk, semua warna, semua model dikirimin sama Aurel,” sambungnya.

Sementara itu, Anang Hermansyah yang sebelumnya sempat mempertimbangkan faktor pekerjaan menurut Ashanty kini justru menjadi sosok yang paling mendukungnya.

“Yang tadinya dia sebelumnya memang kayak, ‘Bunda nanti aja pakainya, kan kita masih nyanyi, imejnya apa’. Tapi semenjak haji itu Masyaallah Allah benar-benar bikin Mas Anang jadi full support. Kayak, ‘Ya kamu pantas, cocok’. Jadi semoga bukan hanya hijabnya aja, tapi semuanya bisa lebih diperbaiki,” ungkap Ashanty.

Dampak Berhijab Pada Pekerjaaan

Keputusan berhijab juga membawa konsekuensi terhadap pekerjaannya di dunia hiburan. Ashanty mengaku masih memiliki beberapa kontrak sebagai brand ambassador, termasuk untuk produk perhiasan.

Karena itu, ia masih menyesuaikan penampilannya agar tetap memenuhi kebutuhan pekerjaannya itu. Menurutnya, ada pekerjaan yang tetap berjalan, tapi ada juga yang akhirnya tidak sejalan.

“Ya pasti ada pekerjaan, namanya orang lagi begini, ada yang tetap lanjut, ada juga yang mungkin jadi tidak sejalan. Ya nggak masalah juga bagi aku. Rezeki mah sudah diatur sama Allah,” tuturnya.

Lebih jauh, Ashanty memastikan keputusannya berhijab lahir dari kesadaran pribadi, bukan karena tuntutan orang lain. Ia mengaku mendapat banyak pelajaran selama menjalani ibadah haji hingga akhirnya memilih mantap berhijab.

“Pas haji itu ada beberapa kejadian yang membuat aku mikir, ‘Duniawi kamu kuat banget. Kamu pengin lebih cantik dari siapa sih? Pengin lebih muda dari siapa sih?’. Aku ngerasa kayak nggak tahu diri. Akhirnya aku memutuskan buat berproses,” kata Ashanty.

Di Tengah Krisis Global, Presiden Pastikan Program Rumah Rakyat Tetap Dipercepat

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto menegaskan persoalan perumahan merupakan kebutuhan yang sangat vital sehingga pemerintah akan mempercepat penyediaan rumah layak bagi masyarakat melalui berbagai inovasi dan kerja sama lintas sektor.

Hal itu disampaikan saat kegiatan Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan senilai Rp880 miliar di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026).

Presiden mengatakan Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk yang besar sehingga tantangan pembangunan, termasuk penyediaan perumahan, juga sangat besar.

"Masalah perumahan adalah masalah yang sangat vital, sangat krusial. Rakyat perlu perlindungan dan tempat tinggal yang layak."

Menurut Presiden, tantangan tersebut harus dijawab dengan tekad, semangat, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar dari berbagai pengalaman negara lain yang berhasil mengembangkan sektor perumahan.

"Jangan takut untuk belajar, jangan takut untuk bertanya, jangan takut bahkan untuk minta nasihat."

Prabowo mengungkapkan pemerintah telah mengirim tim ke sejumlah negara, seperti Tiongkok, India, dan Mesir, untuk mempelajari berbagai teknik pembangunan perumahan yang dinilai berhasil diterapkan.

Menurutnya, pemerintah akan mengambil praktik-praktik terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra strategis.

"Kita ambil yang terbaik dari bangsa-bangsa lain."

Presiden menegaskan pemerintah tidak ingin hanya memberikan janji, tetapi berfokus menghasilkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kita akan bekerja dengan sangat cepat untuk segera bisa memberi hasil nyata kepada rakyat."

Prabowo juga mengingatkan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari krisis global, konflik geopolitik, hingga ketidakpastian ekonomi yang memerlukan kewaspadaan dan persatuan seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, Indonesia harus memperkuat efisiensi pengelolaan anggaran, menekan berbagai kebocoran, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya nasional agar mampu menghadapi situasi global yang semakin tidak menentu.

Selain memperkuat ketahanan ekonomi, Presiden menegaskan pentingnya menjaga ketahanan energi, ketahanan pangan, dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan.

"Kita harus amankan energi, kita harus jaga lingkungan hidup kita. Pemanasan global menuntut kita sebagai manusia untuk mengambil inisiatif menjaga lingkungan."

Presiden optimistis Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut apabila seluruh elemen bangsa terus bekerja sama, memanfaatkan sumber daya secara bijaksana, dan menjalankan pembangunan secara efektif serta berkelanjutan.

Dukung Program 62 Ribu KPR Subsidi, Menkomdigi Meutya Hafid: Pastikan Konektivitas Aman di Kawasan Hunian Baru

Iki Radio - Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan serentak pelaksanaan massal akad di 165 titik pada 372 kabupaten dan kota di 36 provinsi. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tiga Juta Rumah yang terus didorong pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menkomdigi Meutya Hafid, menyatakan pembangunan kawasan hunian baru harus berjalan seiring dengan penyediaan infrastruktur digital. 

Rumah yang layak pada era digital tidak hanya membutuhkan listrik, air bersih, dan akses jalan, tetapi juga konektivitas.

"Program pembangunan rumah rakyat harus diikuti dengan hadirnya konektivitas digital. Kami pastikan konektivitas aman di hunian baru," ujar Meutya Hafid saat mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri kegiatan Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan senilai Rp880 miliar di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026).

Menurut Menkomdigi, kawasan hunian baru menjadi kesempatan untuk membangun ekosistem digital sejak awal. Dengan jaringan internet yang memadai, warga dapat mengakses pendidikan, layanan kesehatan, layanan pemerintah, hingga peluang ekonomi digital langsung dari rumah.

"Setiap kawasan hunian baru harus disiapkan menjadi kawasan yang terhubung. Ketika keluarga menempati rumah baru, mereka juga harus memiliki akses untuk belajar, bekerja, berusaha, dan mengakses layanan publik secara digital," katanya.

Meutya menegaskan Komdigi akan terus memperluas jaringan internet berkecepatan tinggi agar pembangunan perumahan berjalan selaras dengan pembangunan infrastruktur digital nasional. 

Saat ini cakupan layanan 4G di kawasan permukiman Indonesia telah mencapai sekitar 97,45 persen. Pemerintah juga terus memperluas akses fixed broadband sebagai fondasi transformasi digital nasional.

"Visi Presiden Prabowo membangun Indonesia tidak hanya menghadirkan rumah yang layak huni, tetapi juga kehidupan yang lebih produktif. Karena itu, pembangunan fisik dan pembangunan digital harus berjalan bersama sehingga setiap keluarga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang," ujar Meutya.

Ia menambahkan internet yang tersedia di kawasan hunian baru akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk bekerja secara jarak jauh, mengembangkan UMKM berbasis rumah, memanfaatkan layanan kesehatan digital, serta mengakses berbagai layanan pemerintah secara lebih mudah.

close
Pasang Iklan Disini