Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Waspada Penyadapan Ponsel! Ini 7 Ciri HP Disusupi Malware dan Cara Mengatasinya

MADIUN, Iki Radio - Penyadapan kini menjadi salah satu ancaman keamanan siber yang perlu diwaspadai oleh setiap pengguna ponsel pintar. Perangkat yang telah disusupi oleh penjahat siber berisiko mengalami pencurian data pribadi hingga pemantauan aktivitas harian tanpa sepengetahuan pemiliknya.

ilustrasi (Ai)

Data dan informasi yang dicuri tersebut rawan diperjualbelikan atau disalahgunakan untuk aksi kejahatan, termasuk penipuan online hingga transaksi keuangan ilegal. Untuk menghindari risiko tersebut, penting bagi pengguna untuk mengenali gejala-gejala awal serta aktivitas mencurigakan pada perangkat mereka.

Melansir dari Lifewire, berikut adalah ciri-ciri ponsel yang berpotensi menjadi sasaran penyadapan beserta langkah-langkah untuk mengatasinya.

Ciri-Ciri HP yang Berpotensi Disadap

Baterai Cepat Habis

Perangkat lunak berbahaya (malware) yang berjalan secara tersembunyi di latar belakang memaksa ponsel bekerja ekstra, sehingga daya baterai terkuras lebih cepat dari biasanya. Namun, baterai boros juga bisa disebabkan oleh penurunan kesehatan baterai atau aplikasi normal lainnya.

 

Kinerja Ponsel Mendadak Lemot

Penurunan performa secara drastis—padahal perangkat sebelumnya berjalan normal—dapat dipicu oleh aktivitas aplikasi berbahaya yang membebani sistem operasi.


Muncul Aktivitas Mencurigakan

Pengguna patut waspada jika aplikasi tiba-tiba terbuka sendiri atau terdapat riwayat penggunaan perangkat yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

 

Keberadaan Aplikasi Asing

Adanya aplikasi yang terasa tidak pernah diunduh atau dipasang bisa menjadi indikasi masuknya malware yang digunakan peretas untuk memantau perangkat.

 

Panggilan dan SMS Tidak Dikenal

Periksa riwayat komunikasi. Jika terdapat riwayat panggilan keluar atau SMS terkirim ke nomor asing—atau adanya pesan masuk yang membalas pesan yang tidak pernah dikirim—perangkat berisiko telah diakses pihak luar.

 

Pengalihan Panggilan Aktif

Pengguna dapat memeriksa pengaturan pengalihan panggilan (call forwarding). Pada jaringan tertentu, kode *#21# dapat digunakan untuk memeriksa status pengalihan panggilan, meskipun kode ini bergantung pada layanan operator dan bukan alat pendeteksi malware secara langsung.

 

Indikasi Keamanan Akun Terganggu

Ganggual pada email, media sosial, atau pesan instan—seperti masuknya pesan/tautan asing—sering dijadikan sarana oleh pelaku kejahatan untuk mengarahkan korban ke situs berbahaya atau memasang aplikasi tanpa disadari.

Langkah Mengatasi HP yang Diduga Disadap

Jika menemukan tanda-tanda di atas, pengguna disarankan untuk segera melakukan langkah-langkah pengamanan berikut:

Ganti PIN atau Kata Sandi Layar: Ubah PIN, pola, atau kata sandi kunci layar HP. Hindari kombinasi mudah seperti tanggal lahir.

Ubah Kata Sandi Email: Segera perbarui kata sandi akun email utama, periksa pengaturan pemulihan akun, serta pastikan kata sandi baru berbeda dari yang lama.

Jalankan Pemeriksaan Keamanan Perangkat: Gunakan fitur pemindaian bawaan HP (seperti Device Care) untuk mendeteksi aplikasi berbahaya.

Lakukan Factory Reset (Reset Pabrik): Jika gangguan berlanjut, mengembalikan ponsel ke setelan pabrik akan menghapus seluruh data dan aplikasi, termasuk malware yang mengendap. Pastikan untuk mencadangkan (backup) data penting terlebih dahulu.

Hubungi Operator Seluler: Jika mencurigai adanya penyalahgunaan kartu SIM atau nomor telepon, hubungi layanan pelanggan operator untuk memeriksa status jaringan atau meminta pemblokiran sementara.

 

Mengenal LIMS, Sistem Penyadapan Telekomunikasi yang Disalahgunakan dalam Kasus Penyadapan

JAKARTA, Iki Radio — Sistem Lawful Interception Management System (LIMS) menjadi sorotan publik setelah mencuat dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan sejumlah jenderal aktif Polri.

ilustrasi (Ai)

Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin menjelaskan, dalam kasus ini penyidik menemukan sejumlah nomor telepon yang dimasukkan ke dalam server LIMS tanpa melalui prosedur verifikasi dan penegakan hukum yang sah.

"Terdapat beberapa nomor dimasukkan ke server LIMS tanpa melalui verifikasi. Kemudian nomor-nomor tersebut disadap tanpa kaitan atau tanpa adanya proses penegakan hukum, baik penyelidikan maupun penyidikan yang berdasarkan undang-undang yang berlaku," tegas Asep saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Dalam kasus tersebut, kepolisian telah menetapkan tiga perwira tinggi Polri sebagai tersangka. Ketiganya adalah mantan Kapolri sekaligus Kepala Kantor Staf Presiden Listyo Sigit Prabowo (LSP), Kepala Divisi Hukum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution (ASN), dan Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Eko Hadi Santoso (EH).

Para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa prosedur terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh pada kurun waktu 2025–2026. Selain itu, pada Oktober 2026, mereka juga diduga memerintahkan penghapusan data hasil penyadapan tersebut.

Apa Itu LIMS?

Secara teknis, LIMS merupakan sistem yang dirancang untuk mengelola proses penyadapan komunikasi melalui jaringan telekomunikasi resmi secara sah (lawful interception) berdasarkan kewenangan hukum.

Menurut European Telecommunications Standards Institute (ETSI), lawful interception adalah mekanisme teknis yang memungkinkan aparat penegak hukum memperoleh data komunikasi dari penyedia layanan telekomunikasi untuk kepentingan penyidikan.

Dalam praktiknya, penyadapan melalui LIMS mencakup dua jenis data:

Intercept-Related Information (IRI): Metadata komunikasi seperti identitas para pihak, waktu, durasi, serta rincian koneksi.

Content of Communication (CC): Isi dari komunikasi itu sendiri, seperti rekaman suara atau teks percakapan.

LIMS berfungsi mengelola keseluruhan alur teknis ini, mulai dari administrasi target penyadapan, pengaturan mekanisme intersepsi, hingga pengelolaan data hasil penyadapan.

Perbedaan LIMS dan Pegasus

Meski sama-sama digunakan untuk pengawasan komunikasi, LIMS dan perangkat pengintai (spyware) Pegasus memiliki titik perbedaan fundamental:

Mekanisme Kerja: LIMS bekerja pada tingkat infrastruktur jaringan telekomunikasi (network-based). Sementara Pegasus, yang dikembangkan oleh perusahaan Israel NSO Group, bekerja dengan menyusup langsung ke dalam perangkat (device-based), seperti ponsel pintar target.

Metode Infeksi: Pegasus dapat menginfeksi ponsel melalui celah keamanan sistem operasi tanpa memerlukan interaksi korban (zero-click attack).

Cakupan Akses Data: LIMS terbatas pada intersepsi data yang melalui jaringan telekomunikasi (IRI dan CC). Sedangkan Pegasus, sekali berhasil menginfeksi perangkat, dapat mengakses seluruh isi ponsel korban, termasuk aplikasi pesan terenkripsi, foto, dokumen, hingga mikrofon dan kamera secara langsung.

 

"Jangan Tunggu Lama-Lama" Mahakarya Dangdut 90-an yang Tetap Bergoyang di Era Modern

MADIUN, Iki Radio — Musik dangdut Indonesia memiliki banyak permata tersembunyi yang tak lekang oleh waktu. Salah satu karya klasik yang terus hidup dari generasi ke generasi adalah lagu "Jangan Tunggu Lama-Lama".

Dirilis pada awal dekade 1990-an, lagu ini melejit berkat suara khas dan penampilan enerjik dari penyanyi dangdut kenamaan tanah air, Cici Paramida. Diciptakan oleh komponis berbakat Munif A. Bahasuan (kolaborasi bersama Munif & J. Lahji), lagu ini langsung mencuri hati pecinta musik dangdut nasional pada masanya.

 

Pesona Irama Ceria yang Abadi

"Jangan Tunggu Lama-Lama" dikenal luas berkat karakteristik musiknya yang sangat kuat:

Irama Ceria dan Ringan: Ketukan tabla dan kendang yang dinamis membuat siapa saja yang mendengarnya ingin ikut berjoget.

Lirik 'Catchy': Penggalan lirik yang lugas dan mudah diingat membuatnya sangat melekat di ingatan pendengar lintas usia.

Aransemen Fleksibel: Lagu ini memiliki struktur melodi yang luwes, sehingga sangat cocok diadaptasi ke berbagai genre, mulai dari dangdut klasik hingga koplo kontemporer.

Reinkarnasi di Era Modern: Dari Koplo hingga Daur Ulang

Meski telah berusia lebih dari tiga dekade, daya tarik "Jangan Tunggu Lama-Lama" sama sekali tidak pudar. Di era modern ini, lagu tersebut kerap dibawakan ulang (cover) oleh para bintang muda papan atas seperti Happy Asmara dan Niken Salindry, membawanya kembali ke puncak tren di berbagai platform digital dan panggung konser lokal.

Menariknya lagi, sang pelantun aslinya, Cici Paramida, beberapa waktu lalu juga turut merilis versi terbaru dari lagu ini. Langkah tersebut membuktikan bahwa sang maestro dangdut tetap eksklusif dan relevan dalam merawat warisan musik tradisional Indonesia di tengah gempuran tren musik modern.

Kehadiran kembali lagu-lagu legendaris seperti "Jangan Tunggu Lama-Lama" menjadi bukti nyata bahwa dangdut klasik memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia—membuktikan bahwa karya yang hebat akan selalu menemukan jalannya untuk bersinar di setiap zaman.

Bagaimana pendapat Anda tentang lagu klasik ini? Apakah versi koplo modern atau versi asli Cici Paramida yang menjadi favorit Anda?

 

Berikut Lirik Lagunya :

 

Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama aku diambil orang
Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama aku diambil orang

 

Apabila engkau berjumpa
Dengan seorang dara
Yang banyak memberi harapan
Dengan sepenuh jiwa

Jangan biarkan aku menunggu
Janganlah sampai engkau berlalu

 

Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama aku diambil orang
Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama aku diambil orang

 

Sesal dan kesal engkau jadinya
Bila diriku dirayu orang
Ke mana aku akan mencari
Bila dirimu melangkah pergi?

 

Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama aku diambil orang
Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama aku diambil orang

 

Apabila engkau berjumpa
Dengan seorang dara
Yang selalu banyak meminta
Tiada menimbang rasa

 

Jangan dipandang atau dimanja
Walaupun hanya sebelah mata

Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama aku diambil orang
Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama aku diambil orang

 

Sesal dan kesal engkau jadinya
Bila diriku dirayu orang
Ke mana aku akan mencari
Bila dirimu melangkah pergi?

 

Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama aku diambil orang
Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama aku diambil orang

 

 

Kementerian PU Gerak Cepat Identifikasi Dampak Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru di Lumajang

LUMAJANG, Iki Radio – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melakukan identifikasi dan inventarisasi dampak banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (2/11/2026). Langkah cepat ini dilakukan guna mengetahui kondisi infrastruktur sumber daya air yang terdampak sekaligus menyiapkan langkah penanganan lebih lanjut.

Banjir lahar dingin tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan puncak dan lereng Gunung Semeru serta wilayah sekitar aliran sungai pada pukul 00.14 hingga 05.32 WIB. Berdasarkan laporan BBWS Brantas, curah hujan tercatat mencapai 134,6 mm dalam akumulasi pengamatan pukul 00.00–06.30 WIB. Kondisi ini menyebabkan peningkatan debit air sungai yang membawa material vulkanik dengan perkiraan ukuran material (amax) berkisar 25–65 mm.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa Kementerian PU berkomitmen penuh untuk menangani dampak bencana dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Kementerian PU berkomitmen untuk menangani dampak bencana dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Keselamatan dan pemulihan warga terdampak menjadi prioritas utama kami,” ujar Menteri Dody dalam rilis resmi, Rabu (4/11/2026).

Hasil identifikasi awal menunjukkan sejumlah infrastruktur sumber daya air mengalami kerusakan dan tertimbun material vulkanik. Di antaranya adalah tanggul beton pengendali banjir dan lahar pada proyek VDRRSL S4 KD 3, serta tiga bangunan sabo dam dan tanggul sungai di bawah jembatan gantung yang mengalami pengikisan (scouring).

Kepala BBWS Brantas, Muhammad Noor, menyampaikan bahwa sebagai langkah awal pengamanan, Satgas Penanggulangan Bencana telah mengevakuasi personel dan peralatan proyek dari lokasi terdampak.

"BBWS Brantas juga menyiagakan bahan banjiran dan alat berat yang dibutuhkan untuk mendukung penanganan darurat apabila kondisi di lapangan telah dinyatakan aman," kata Noor.

Selain itu, koordinasi intensif terus dijalankan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Pos Pengamatan Gunung Api Semeru guna memantau perkembangan aktivitas vulkanik, cuaca, dan potensi kenaikan debit sungai secara real-time.

Tim BBWS Brantas juga telah melakukan peninjauan di Sungai Regoyo, Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejali, Wilayah Sungai (WS) Bondoyudo-Bedadung, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Meskipun air di Sungai Regoyo terpantau sudah surut, potensi peningkatan debit masih tinggi mengingat curah hujan di kawasan Semeru belum mereda. Akibat situasi yang masih berbahaya, penanganan darurat fisik belum dapat dilakukan secara langsung di lokasi.

Inventarisasi tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan lanjutan terus berjalan. Pihak BBWS Brantas memastikan mobilisasi alat berat, personel tanggap darurat, dan material penanganan akan segera dilakukan begitu situasi dinyatakan aman bagi petugas.

Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status aktivitas Gunung Semeru saat ini berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak, serta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan demi menghindari potensi perluasan awan panas dan aliran lahar. Warga juga diminta waspada terhadap ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai berhulu di Semeru, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, beserta anak-anak sungainya.

 

Gempa M 4,6 Guncang Nabire dan M 4,4 Guncang Ruteng Pagi Ini, BMKG Imbau Warga Waspada Gempa Susulan

MADIUN, Iki Radio — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya dua peristiwa gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah timur dan tengah Indonesia pada Rabu pagi, 4 November 2026. Guncangan pertama berpusat di perairan Nabire, Papua Barat, disusul beberapa menit kemudian oleh gempa di perairan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Nabire, Papua Barat

Berdasarkan data resmi BMKG, gempa bumi di Nabire terjadi pada pukul 07.46 WIB dengan kekuatan Magnitudo (M) 4,6. Pusat gempa tercatat berada di laut, tepatnya sekitar 16 kilometer arah utara Nabire dengan kedalaman 23 kilometer.

 

Guncangan gempa ini dirasakan oleh masyarakat di wilayah Nabire dengan skala intensitas II-III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata oleh beberapa orang di dalam rumah serta kendali benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Gempa Magnitudo 4,4 Susul Ruteng, Manggarai, NTT

Tak berselang lama, gempa bumi susulan berkekuatan Magnitudo (M) 4,4 kembali dicatat oleh BMKG mengguncang wilayah Ruteng, Manggarai, NTT, pada pukul 07.50 WIB. Episenter gempa ini terletak di laut, berjarak 88 kilometer arah timur laut Ruteng pada kedalaman 15 kilometer.

 

Getaran gempa tersebut dirasakan oleh sebagian hingga banyak warga di dalam rumah di wilayah Kabupaten Manggarai pada skala II-III MMI.

Imbauan BMKG: Waspada Potensi Gempa Susulan

Hingga berita ini diturunkan, pihak BMKG belum menerima laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat kedua peristiwa gempa bumi tersebut.

 

Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat di kedua wilayah agar tetap tenang, tidak panik, serta tidak mudah mempercayai isu atau informasi yang tidak valid. Warga juga diingatkan untuk senantiasa waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.

 

"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," pesan BMKG dalam laman resminya.

 

(Sumber: Diolah dari data resmi BMKG | www.ikiradio.com)

 

Mahasiswa Fisika UPI Raih Gold Award Internasional Berkat Inovasi Sistem Komunikasi Darurat "MeshRescue" untuk Pendaki di Area Blank Spot

MADIUN, Iki Radio - Enam mahasiswa Program Studi Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Mereka sukses menyabet Gold Award dalam ajang International Invention & Innovative Competition (InIIC) 2026 yang diselenggarakan oleh MNNF Network, Malaysia, pada Sabtu (31/10/2026).

Prestasi gemilang dalam kategori Higher Institution Students – Science, Technology, Engineering & Mathematics (STEM) ini diraih berkat inovasi perangkat komunikasi darurat bernama MeshRescue. Inovasi tersebut dirancang khusus untuk membantu proses penyelamatan pendaki gunung yang terjebak di area tanpa sinyal seluler (blank spot).

Selain medali emas, karya inovatif ini juga memenangkan penghargaan YouTube Lucky Draw Winners serta diterbitkan resmi sebagai Chapter 15 dalam buku Compilation of Research Papers on STEM oleh MNNF Publisher, Malaysia.

Tim mahasiswa berbakat di balik inovasi ini terdiri atas Pandu Ihsanul Nurzaman, Alifian Nur Fadilah, Anwar Sabiq, Arvenda Anggara Putra, Muhamad Rivan Kusuma, dan Tanisa Dalilatul Wafda. Proyek riset ini lahir dari tugas mata kuliah Fisika Modern di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Selly Feranie, S.Pd., M.Si., bersama tim dosen pengampu Dr. Djudistira Aria, Suci Ramayanti, Ph.D., dan Feri Apriyandi, M.Si.


Wujud Nyata Pembelajaran Berbasis Proyek

Dr. Selly Feranie mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas keberhasilan para mahasiswanya dalam menerjemahkan teori fisika teoretis menjadi solusi nyata yang diakui dunia internasional.

"Kami merancang pembelajaran Fisika Modern dengan tiga kata kunci utama, yaitu Teknologi, Masyarakat, dan Solusi. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai kompetensi pengetahuan fisika standar nasional, tetapi juga terlatih melakukan eksplorasi masalah riil di lapangan hingga merancang desain solusinya," ungkap Dr. Selly.

Ia menjelaskan bahwa skema penilaian mata kuliah tersebut dirancang dengan bobot 60 persen berbasis proyek dan 40 persen akademis guna menumbuhkan budaya inovasi. Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa yang berhasil meraih minimal medali perak di tingkat internasional secara otomatis mendapatkan nilai sempurna untuk komponen proyek.


Keunggulan Teknis MeshRescue

Secara teknis, perangkat MeshRescue memanfaatkan teknologi Bluetooth Low Energy dan Wi-Fi Direct untuk membentuk jaringan komunikasi ad-hoc antar-smartphone tanpa memerlukan jaringan seluler standar.

Sistem ini bekerja menggunakan mekanisme store-carry-forward, di mana pesan SOS beserta koordinat GPS korban dapat diteruskan secara berantai dari satu perangkat pengguna ke perangkat lainnya hingga berhasil menjangkau area pos tim penyelamat. Selain itu, inovasi ini dilengkapi dengan fitur digital triage yang secara otomatis memprioritaskan pengiriman pesan darurat berdasarkan tingkat kedaruratan kondisi korban.

Melalui keberhasilan MeshRescue, FPMIPA UPI kembali membuktikan bahwa riset dan proses pembelajaran di ruang kuliah mampu menghasilkan produk teknologi tepat guna yang berdaya saing global sekaligus memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat.

Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

LUMAJANG, Iki Radio — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, secara resmi menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi mulai Senin (2/11/2026). Langkah cepat ini diambil menyusul rentetan bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah akibat cuaca ekstrem.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menjelaskan bahwa penetapan status darurat ini merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dan memitigasi dampak buruk dari cuaca ekstrem yang sedang melanda.

"Langkah itu menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, termasuk banjir dan tanah longsor," ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Bunda Indah secara khusus mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan longsor, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.

Perhatian khusus juga diarahkan kepada warga yang bermukim di sekitar aliran lahar Gunung Semeru. Pascabanjir lahar yang menerjang kawasan Besuk Kobokan, Pemkab Lumajang memastikan kondisi warga di sekitar lokasi terpantau aman. Kendati demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak lengah mengingat intensitas curah hujan yang masih tinggi.

Transisi dari musim kemarau ke musim hujan terbukti meningkatkan kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi. Tragedi tanah longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, yang merenggut nyawa seorang ayah dan anaknya, menjadi pengingat pahit akan pentingnya kewaspadaan dini terhadap kondisi alam.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, memaparkan bahwa hujan deras telah memicu bencana hidrometeorologi di enam kecamatan sekaligus. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Jatiroto, Tempursari, Pasirian, Pronojiwo, Senduro, dan Candipuro.

Salah satu dampak terparah tercatat di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, di mana akses jalan terputus akibat diterjang banjir lahar Semeru sehingga mengisolasi sebanyak 117 kepala keluarga (KK). Selain itu, bencana tersebut juga merusak tiga teras rumah dan menyebabkan 10 rumah lainnya berisiko ambruk.

"Saat ini belasan KK tersebut sudah tidak terisolasi," terang Isnugroho.

Melalui status tanggap darurat ini, Pemkab Lumajang terus mengimbau warga agar aktif memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama saat hujan lebat berlangsung. Masyarakat diminta segera mengevakuasi diri ke tempat aman dan berkoordinasi dengan petugas jika mendapati tanda-tanda pergerakan tanah atau potensi longsor di lereng sekitar tempat tinggal mereka.

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Longsor Turen–Lumajang dan Tabanan Bali

JAKARTA, Iki Radio — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani bencana longsor yang melanda sejumlah titik Jalan Nasional Turen–Batas Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, serta ruas jalan di Tabanan, Bali. Penanganan darurat ini dilakukan menyusul curah hujan lebat yang memicu longsor dan banjir lahar dingin Gunung Semeru dalam beberapa hari terakhir.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya kementeriannya merupakan elemen krusial dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah. Kecepatan respons sangat dibutuhkan demi memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap infrastruktur dan layanan dasar di tengah situasi darurat.

"Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani," ujar Dody dalam rilis resminya pada Selasa, 3 November 2026.

Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Kementerian PU mengerahkan tim penanganan beserta alat berat guna membersihkan material longsoran di lokasi terdampak yang berada di antara KM 13 hingga KM 33. Berkat langkah tanggap darurat tersebut, ruas jalan Turen–Lumajang kini telah kembali fungsional.

Sebagai langkah antisipasi keselamatan pengguna jalan, tim BBPJN juga memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan longsor. Selain itu, Kementerian PU telah menyiapkan langkah lanjutan berupa usulan penanganan permanen pada Tahun Anggaran (TA) 2027.

Di samping masalah longsor, hujan lebat di Lumajang turut memicu banjir lahar dingin Gunung Semeru. Berdasarkan identifikasi awal Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, tercatat adanya kerusakan pada tanggul beton pengendali banjir (proyek VDRRSL S4 KD 3), pengikisan (*scouring*) pada tiga bangunan *sabo dam*, serta kerusakan tanggul sungai di bawah jembatan gantung. Personel bersama alat berat telah disiagakan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejali dan Sungai Regoyo. Inventarisasi lanjutan terus dilakukan guna memetakan tingkat kerusakan secara menyeluruh.


Penanganan Longsor di Tabanan, Bali

Selain di Jawa Timur, Kementerian PU juga bergerak menangani longsor badan jalan pada ruas Banjar Taman Tanda–Mengwitani KM 39+100 di Desa Pacung, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Longsor yang terjadi pada Senin malam, 2 November 2026 tersebut dipicu oleh luapan air saluran eksisting akibat ketidakmampuan menampung debit air yang tinggi.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan alih fungsi lahan di sekitar lokasi, yang menyebabkan aliran air melimpas ke jalan nasional dan membuat lereng badan jalan jenuh air hingga akhirnya longsor.

Sebagai penanganan darurat, BBPJN Jatim–Bali telah memasang rambu peringatan, *sandbag* (karung pasir), dan terpal guna mencegah longsor susulan agar tidak meluas. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama pemerintah desa setempat untuk menambah kapasitas saluran drainase. Selanjutnya, Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Bali akan melaksanakan survei guna menyusun desain penanganan permanen.

Melalui berbagai langkah responsif ini, Kementerian PU terus berkomitmen menjaga konektivitas wilayah serta mobilitas masyarakat tetap terjaga dengan baik. Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat berkendara di tengah cuaca ekstrem, mengingat potensi longsor susulan masih mengintai di wilayah bermedan rawan.

close
Pasang Iklan Disini