Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Targetkan 1 Juta Ton Tebu, PG Rejo Agung Baru Prioritaskan Kesejahteraan Petani di Musim Giling 2026

Iki Radio - Memasuki musim giling tahun 2026, Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru berkomitmen melakukan lompatan besar.

Tidak sekadar mengejar angka produksi, perusahaan pelat merah ini meletakkan penguatan ekosistem kemitraan dengan petani tebu sebagai prioritas utama dalam strategi tahun ini.

Manajemen menjanjikan transformasi pelayanan, terutama terkait kelancaran arus kas (cash flow) hasil panen yang selama ini menjadi aspek krusial bagi para petani.

"Pelayanan kami ke petani akan kami tingkatkan lebih baik lagi. Kami menjamin pencairan dana hasil panen akan berjalan lancar," ujar Immam Nur Salamet, General Manager PG Rajawali Unit I PG Rejo Agung Baru, Selasa (5/5/2026).

Immam menegaskan bahwa transparansi dan ketepatan waktu dalam pencairan dana adalah harga mati dalam skema kerja sama musim ini.

Pihaknya menyadari bahwa dukungan finansial yang cepat sangat dibutuhkan petani untuk modal perawatan lahan selanjutnya.

"Tahun ini, dalam setiap pertemuan dengan petani, kami berkomitmen melakukan pencairan tepat waktu sesuai keinginan mereka. Keluhan klasik terkait keterlambatan pembayaran dipastikan tidak akan terjadi lagi," jelasnya optimis.

Dengan fondasi kemitraan yang lebih solid, manajemen optimis performa pabrik akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Pada musim giling 2025 lalu, PG Rejo Agung Baru menggiling 950 ribu tom tebu, dengan produksi gula mencapai 72 ribu ton.

Dan untuk musim giling tahun 2026 ini, menargetkan 1 juta ton tebu dengan target produksi 75 ribu ton gula.

"Kami optimis target ini tercapai, Insya Allah, berkat arahan dan dukungan pemerintah daerah setempat serta kemitraan kuat yang terus kami jalin dengan para petani," tambah Immam.

Musim giling PG Rejo Agung Baru resmi dimulai pada Selasa, 5 Mei 2026. Prosesi peresmian berlangsung khidmat di Gedung PIK dan dilanjutkan dengan pembukaan simbolis di kawasan penggilingan tebu pabrik.

Langkah awal ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri gula di wilayah Madiun dan sekitarnya, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.(ir)

Perkuat Ketahanan Keluarga, TP PKK Kabupaten Madiun Evaluasi Nominasi 5 Besar Desa Terbaik

Iki Radio – Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdayaan keluarga, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Madiun menggelar rangkaian evaluasi lapangan intensif bagi Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK Tahun 2026. 

Penilaian ini merupakan seleksi ketat untuk menyaring desa terbaik dari lima kecamatan yang masuk dalam nominasi lima besar tingkat kabupaten.

Setelah melakukan tinjauan di Desa Dolopo pada Senin (4/4/2026), rombongan tim evaluasi yang dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Ny. Erni Hari Wuryanto, melanjutkan penilaian ke Desa Tanjungrejo, Kecamatan Kebonsari, pada Selasa (5/5/2026).

Sementara kelima desa yang masuk dalam nominasi, dan dilakukan evaluasi lapangan, diantaranya Desa Dolopo (Kecamatan Dolopo), Desa Tanjungrejo (Kecamatan Kebonsari), Desa Krokeh (Kecamatan Sawahan), Desa Banjarejo (Kecamatan Dagangan) dan Desa Bodag (Kecamatan Kare).

Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, dalam arahannya menekankan posisi penting PKK sebagai mitra strategis pemerintah. 

Menurutnya, keberhasilan program PKK sangat krusial dalam memperkuat ketahanan pangan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat akar rumput.

"Kader PKK harus terus berinovasi. Jadikan program ini sebagai bentuk pengabdian yang ikhlas bagi masyarakat," ujar Erni di hadapan para kader.

Saat mengunjungi Desa Tanjungrejo, ia merinci lima indikator utama yang menjadi barometer penilaian lapangan. Diantaranya penurunan angka stunting yakni tentang intervensi gizi dan pola asuh.

Pengelolaan bank smmpah yang bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan ekonomi sirkular.

Ketahanan pangan berkelanjutan yakni tentang pemanfaatan pekarangan dan diversifikasi pangan.

Penguatan ekonomi yang mencangkup pemberdayaan UMKM dan ekonomi keluarga. Serta pembinaan karakter keluarga yakni pola asuh anak dan remaja (PAAR).

Erni menegaskan bahwa proses evaluasi ini sejatinya adalah ajang pembinaan, bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang. 

Ia berharap kegiatan ini dapat memonitor sejauh mana 10 Program Pokok PKK telah diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.

"Lomba ini jangan dijadikan beban. Ini adalah ajang pembinaan untuk memonitor apakah program-program kita sudah menyentuh dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas," pungkasnya.

Dengan kunjungan lapangan ini, diharapkan setiap desa nominasi dapat termotivasi untuk terus menyempurnakan administrasi dan implementasi program demi kemajuan Kabupaten Madiun.(ir)

Peringati Hardiknas 2026, Kabupaten Madiun Perkuat Sinergi Wujudkan Pendidikan Bermutu

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di halaman Pendopo Ronggo Djoemeno, Caruban, Senin (4/5/2026).

Upacara tersebut menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di Bumi Kampung Pesilat.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Dalam pidato tersebut, ditekankan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia yang berlandaskan kasih sayang untuk membentuk insan yang beriman, mandiri, jujur, serta demokratis.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini menetapkan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas.

Untuk mendukung visi tersebut, terdapat lima kebijakan strategis yang tengah dilaksanakan, meliputi revitalisasi sarana pendidikan (tercatat 16.167 satuan pendidikan telah direhabilitasi sepanjang 2025). Digitalisasi pembelajaran melalui penggunaan papan interaktif. Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui sertifikasi serta insentif bagi guru honorer. Penguatan karakter melalui kegiatan Pramuka dan pembiasaan positif. Dan perluasan akses pendidikan yang inklusif.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, mengandung pesan mendalam tentang pentingnya kolaborasi.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan hasil kolaborasi antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Sinergi ini adalah kunci menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, serta berakhlak mulia,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dirasakan manfaatnya oleh ribuan siswa di Kabupaten Madiun. Berdasarkan data, program ini telah menjangkau 52 SMP, 405 SD, dan 685 satuan PAUD/TK.

Meski capaian terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Madiun terus berupaya mencakup sisa persentase peserta didik yang belum menerima bantuan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata di seluruh jenjang pendidikan.

Upacara ditutup dengan penampilan memukau yang menunjukkan bakat generasi muda Madiun. Atraksi drumband ditampilkan oleh siswa-siswi cilik dari TK Kartika VIII-21, disusul oleh penampilan juara drumband Bupati Cup 2026 dari SDN Kaibon 3.

Selain itu, aksi seni pencak silat turut mewarnai rangkaian acara sebagai simbol pelestarian budaya lokal di tengah semangat pendidikan modern.

Hadir dalam upacara tersebut jajaran Forkopimda, tokoh pendidikan, guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Madiun.(ir)

Kolaborasi Seni dan Pendidikan, Banyuwangi Hidupkan Hardiknas Lewat Kuntulan Ewon

Iki Radio - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berlangsung meriah dan inklusif dengan melibatkan ribuan masyarakat dalam pesta rakyat pendidikan di Taman Blambangan, Sabtu (2/5/2026).

Momentum ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan seni budaya yang menghadirkan pembelajaran kontekstual sekaligus memperkuat karakter peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menilai perayaan Hardiknas di Banyuwangi sebagai salah satu yang paling semarak di Indonesia. “Ini peringatan Hari Pendidikan Nasional yang paling meriah se-Indonesia,” ujarnya.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang mampu menghadirkan peringatan Hardiknas secara khidmat sekaligus menggembirakan, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini dalam rangka memajukan dan mencerdaskan bangsa menuju Indonesia yang maju dan bermartabat,” tambahnya.

Daya tarik utama perayaan ini adalah pagelaran seni kolosal “Kuntulan Ewon” yang melibatkan lebih dari 1.100 pelajar lintas jenjang pendidikan. Terdiri dari sekitar 600 pemusik dan 500 penari, pertunjukan tersebut memadukan harmoni gerak, musik, dan vokal yang sarat pesan pendidikan karakter, kebersamaan, dan keberagaman.

Penampilan ini menjadi contoh konkret integrasi pendidikan dengan pelestarian budaya lokal, sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda Banyuwangi untuk menampilkan potensi mereka.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika Mendikdasmen turut bergabung bersama para pelajar menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman”, yang merefleksikan nilai persahabatan dan semangat belajar yang menyenangkan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini dirancang sebagai kolaborasi lintas sektor, melibatkan pelajar, guru, seniman, dan budayawan dalam satu panggung.

“Hardiknas kami kemas bersama atraksi Kuntulan Ewon sebagai wujud kolaborasi pendidikan dan budaya. Lebih dari seribu pelajar terlibat dalam pertunjukan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, momentum Hardiknas menjadi pengingat pentingnya pendidikan yang inklusif dan menghargai keberagaman potensi setiap anak. “Mari kita hargai setiap potensi anak. Mereka memiliki peran penting dalam membangun masa depan Indonesia,” tuturnya.

Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi menunjukkan bahwa pendidikan dapat dihadirkan secara lebih dekat, menyenangkan, dan partisipatif. Dari ruang kelas hingga ruang publik, semangat belajar, kreativitas, dan kebersamaan menjadi fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Hardiknas 2026 : KPK Tegaskan Pendidikan Jadi Fondasi Utama Pencegahan Korupsi

Iki Radio - Di tengah upaya penindakan kasus korupsi yang terus berjalan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa kunci utama pemberantasan korupsi justru terletak pada pendidikan. Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai sebagai titik refleksi untuk memperkuat integritas sebagai fondasi dalam sistem pendidikan nasional.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa korupsi tidak hanya lahir dari peluang, tetapi juga dari cara pandang, nilai, dan kebiasaan yang terbentuk sejak dini. “Pendidikan adalah cara paling mendasar untuk memastikan korupsi tidak terus berulang. Dari sanalah nilai dan kebiasaan dibentuk, jauh sebelum seseorang dihadapkan pada godaan kekuasaan,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

KPK menempatkan pendidikan sebagai salah satu dari tiga strategi utama pemberantasan korupsi, selain pencegahan dan penindakan. Jika penindakan bekerja di hilir, maka pendidikan berfungsi menjaga hulu agar tetap bersih dari praktik penyimpangan.

Pendekatan ini diwujudkan melalui integrasi Pendidikan Antikorupsi (PAK) di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi. Tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, PAK diarahkan untuk membentuk karakter melalui sembilan nilai integritas, yakni jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.

Langkah tersebut diperkuat dengan peluncuran buku panduan pendidikan antikorupsi untuk perguruan tinggi dan tenaga pengajar pada Maret 2026. Instrumen ini dirancang untuk memastikan standar pengajaran yang lebih merata di berbagai kampus. Hingga saat ini, sekitar 80 persen perguruan tinggi telah mengintegrasikan pendidikan antikorupsi dalam proses pembelajaran.

Selain kurikulum, KPK juga mengembangkan pendekatan berbasis data melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan. Survei ini berfungsi memotret kondisi nyata sektor pendidikan, mengidentifikasi area rawan korupsi, serta menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Ruang belajar seharusnya menjadi tempat paling aman bagi nilai integritas. Jika di sana saja sudah ada kompromi, maka kita sedang menanam masalah sejak awal,” kata Budi.

Untuk itu, KPK mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam SPI Pendidikan 2026 yang berlangsung pada 13 April hingga 31 Juli 2026. Responden terpilih akan menerima undangan resmi melalui pesan WhatsApp tanpa dipungut biaya.

Di luar pendidikan formal, KPK juga menggerakkan pendidikan informal melalui berbagai inisiatif seperti festival film antikorupsi dan kampanye publik. Upaya ini menegaskan bahwa pendidikan integritas tidak terbatas di ruang kelas, tetapi hidup dalam keseharian masyarakat.

KPK meyakini, pendidikan antikorupsi merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak instan, tetapi berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memahami nilai kejujuran, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak setiap bentuk penyimpangan.

Hardiknas 2026 menjadi pengingat bahwa membangun Indonesia yang bersih tidak cukup melalui penindakan, tetapi harus dimulai dari pembentukan karakter sejak dini. Integritas, pada akhirnya, bukan sekadar diajarkan, melainkan ditumbuhkan dan diwariskan sebagai budaya bangsa.

RR Wedding Organizer, Sebagai Solusi Pesta Pernikahan di Kalsel

Iki Radio - Pernikahan menjadi sebuah acara spesial. Tentu setiap orang menginginkan yang terbaik pada momen tersebut.

Bagi calon mempelai di Kalimantan Selatan yang mendambakan momen sakral berjalan tanpa kendala, nama RR Wedding Organizer (WO) Banjarmasin mungkin bisa menjadi satu pilihan. 

Sejak mulai berkiprah sekitar tahun 2021, vendor yang berbasis di Banjarmasin ini terus konsisten membantu mewujudkan pernikahan impian dengan manajemen yang profesional.

Dalam industri kreatif pernikahan yang terus berkembang, RR WO hadir dengan layanan komprehensif yang mencakup wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, dan sekitarnya. 

Fokus utama mereka adalah memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana, sehingga calon pengantin dapat menikmati hari bahagia mereka tanpa rasa khawatir.

Keunggulan yang ditawarkan RR WO terletak pada manajemen waktu dan detail. Perwakilan RR WO, Deundy, menjelaskan bahwa proses pendampingan dilakukan secara intensif agar hasil yang dicapai maksimal.

"Persiapan awal dilakukan sekitar satu bulan sebelum hari H. Dalam kurun waktu tersebut, kami melakukan koordinasi mendalam mulai dari pemilihan vendor pendukung hingga penyusunan rundown yang mendetail," ujar Deundy.

Sebagai penyedia jasa manajemen pernikahan, RR WO Banjarmasin memahami bahwa setiap pasangan memiliki keunikan tersendiri. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan konsep yang diinginkan oleh klien.

"Kami berkomitmen untuk menjadi mitra terbaik bagi calon pengantin di Kalimantan Selatan, memastikan setiap momen pernikahan menjadi kenangan indah yang tak terlupakan," tutup Deundy.(ir)

10 Pohon Tumbang, Satu Motor Rusak Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang Yang Melanda Kota Madiun

Iki Radio - Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda Kota Madiun, pada Kamis sore (30/4/2026).

Peristiwa ini mengakibatkan sedikitnya 10 pohon tumbang di berbagai wilayah, memicu kerusakan material, dan sempat melumpuhkan akses jalan di beberapa titik.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, kerusakan paling parah ada di Kecamatan Manguharjo dengan total delapan titik pohon tumbang. 

Sementara itu, Kecamatan Taman dan Kecamatan Kartoharjo masing-masing mencatat satu titik kejadian.

Salah satu insiden yang cukup menonjol terjadi di kawasan Taman Bantaran. Selain menutup akses jalan utama, pohon yang tumbang di lokasi tersebut juga menimpa kabel Penerangan Jalan Umum (PJU). 

Beban pohon yang besar mengakibatkan tiang PJU ikut roboh.

Di lokasi yang sama, satu unit sepeda motor milik pengunjung yang tengah terparkir dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa batang pohon.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Yusuf Asmadi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim gabungan untuk melakukan evakuasi secara terpadu.

"Terkait pohon tumbang di beberapa titik, penanganan dilakukan bertahap. Sebagian besar sudah tertangani, terutama yang mengganggu akses jalan," ujar Yusuf saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Proses penanganan ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari BPBD Kota Madiun, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Personel TNI dan Relawan.

Evakuasi dilakukan dengan pemotongan batang pohon menggunakan gergaji mesin, pembersihan material dari badan jalan, serta pengamanan area di sekitar instalasi listrik yang terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, kerugian materiil akibat kejadian tersebut masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan. 

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Hindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras disertai angin kencang, serta jangan memarkir kendaraan di area yang rawan tumbang," tegas Yusuf.

Selain itu, warga juga disarankan untuk aktif melaporkan jika melihat pohon yang sudah rapuh atau berpotensi tumbang di lingkungan sekitar sebagai langkah antisipasi dini untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.(ir)


KLH Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Peluang Ekonomi Karbon di Sulawesi Tenggara

Iki Radio - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong sektor persampahan menjadi peluang strategis pengembangan nilai ekonomi karbon di daerah guna menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mempercepat pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di Sulawesi Tenggara.

Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH, Ary Sudijanto, mengatakan persoalan sampah saat ini tidak dapat dipisahkan dari isu perubahan iklim. “Limbah padat domestik berkontribusi besar terhadap emisi, terutama dari praktik open dumping di TPA. Karena itu, pengelolaan sampah perlu dilihat sebagai bagian dari solusi iklim, sekaligus peluang ekonomi melalui skema nilai ekonomi karbon,” ujar Ary dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (30/4/2026)

Ia menjelaskan, timbulan sampah di Sulawesi Tenggara mencapai sekitar 1.394 ton per hari, namun baru sekitar 26 persen yang terkelola. Sisanya masih belum tertangani secara optimal.

Menurut Ary Sudijanto, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perbaikan pengelolaan sampah tidak cukup hanya melalui pembangunan fasilitas, tetapi juga membutuhkan penguatan tata kelola dan optimalisasi sistem.

Dari total 167 sarana pengelolaan sampah yang tersedia di Sulawesi Tenggara, hanya 110 fasilitas yang aktif dengan kapasitas sekitar 365 ton per hari.

KLH/BPLH mendorong pendekatan pengelolaan sampah yang lebih menyeluruh, mulai dari pemilahan sampah dari sumber, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga penguatan bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).

Selain itu, pengelolaan sampah juga diarahkan untuk mendukung ekonomi sirkular dan penurunan emisi karbon.

Ary menambahkan, sektor persampahan ke depan berpotensi menjadi salah satu sumber pembiayaan alternatif bagi pemerintah daerah melalui kebijakan nilai ekonomi karbon. “Melalui kebijakan nilai ekonomi karbon, berbagai inisiatif seperti pemanfaatan biogas di TPA, pengolahan sampah menjadi energi, hingga pemanfaatan biomassa bisa dikembangkan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga peluang ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Fadlansyah berharap forum koordinasi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tenggara dapat menghasilkan langkah konkret yang dapat diterapkan di daerah.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi dengan dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan pengembangan ekonomi karbon.

KLH/BPLH optimistis dengan dukungan berbagai pihak, Sulawesi Tenggara dapat mempercepat peningkatan pengelolaan sampah sekaligus memanfaatkan potensi nilai ekonomi karbon secara optimal guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

 

close
Pasang Iklan Disini