Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Kemkomdigi Uji Digitalisasi Bansos, Targetkan Penyaluran Lebih Tepat Sasaran

Iki Radio - Pemerintah mulai memperluas uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) sebagai bagian dari reformasi tata kelola perlindungan sosial berbasis data. Langkah ini ditempuh untuk mengatasi persoalan klasik penyaluran bansos, mulai dari data ganda, verifikasi yang panjang, hingga potensi salah sasaran penerima.

Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital (Teknodigi) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Mira Tayyiba didampingi Dirjen Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya. 


Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital (Teknodigi) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Mira Tayyiba, mengatakan digitalisasi perlindungan sosial difokuskan pada program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang menyasar 40 persen kelompok masyarakat terbawah secara ekonomi.

“Bantuan sosial merupakan salah satu bentuk kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari risiko kerentanan sosial,” ujar Mira dalam pemaparan kepada media, Selasa (26/5/2026).

Namun, menurutnya, pelaksanaan bansos selama ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterhubungan data antarlembaga yang belum optimal. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan data tidak mutakhir, ketidakkonsistenan informasi, hingga proses verifikasi yang memerlukan waktu panjang.

“Bapak Presiden menekankan pentingnya penguatan tata kelola perlindungan sosial berbasis data,” katanya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, pemerintah melakukan uji coba digitalisasi bansos melalui pendekatan Digital Public Infrastructure (DPI). DPI didukung dua komponen utama, yakni Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dikelola Kementerian Dalam Negeri serta Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) yang dikembangkan KemKomdigi. IKD berfungsi memperkuat akurasi identitas penerima manfaat, sedangkan SPLP menjadi penghubung pertukaran data antarinstansi pemerintah.

“Ini adalah upaya untuk menciptakan data yang bersifat tunggal atau single source of truth,” jelas Mira.

Melalui integrasi tersebut, proses registrasi, verifikasi kelayakan, pengajuan sanggah, hingga tindak lanjut hasil sanggah diharapkan dapat berlangsung lebih transparan dan akuntabel.

Dengan demikian, penyaluran bansos diproyeksikan menjadi lebih tertib, cepat, dan adil. “Target akhirnya sederhana, yaitu masyarakat yang berhak tidak boleh terlewat dan masyarakat yang tidak lagi memenuhi kriteria tidak menerima bantuan,” tegasnya.

Mira menekankan digitalisasi bansos bukan sekadar menghadirkan aplikasi baru, melainkan membangun ekosistem digital pemerintahan yang bekerja secara terintegrasi. Dalam skema tersebut, Kementerian Sosial bertindak sebagai pemilik program dan pengelola proses bisnis bansos, Bappenas memastikan tata kelola data, Kemendagri memperkuat identitas digital, sementara Kemkomdigi memfasilitasi pertukaran data.

Di sisi keamanan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bertugas mengawal perlindungan sistem, sedangkan pemilik data sektoral seperti ATR/BPN, BPS, PLN, BPJS, hingga Korlantas Polri menyediakan data pendukung verifikasi.

“Digitalisasi itu bukan sekadar aplikasi, tetapi ekosistem digital pemerintahan yang bekerja bersama untuk pelayanan publik yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

KemKomdigi menjelaskan, SPLP bekerja layaknya jembatan interoperabilitas yang memungkinkan sistem pemerintah saling berbagi data sesuai kewenangan dan standar keamanan.

Namun, Mira menegaskan mekanisme itu tidak memindahkan atau menyalin pangkalan data antarinstansi. “SPLP tidak mengambil alih data milik instansi lain. Data tetap berada pada instansi pemilik data,” katanya.

Sebagian besar pertukaran informasi bahkan bersifat terbatas, misalnya dalam bentuk jawaban “ya” atau “tidak” untuk kebutuhan verifikasi kelayakan. Melalui portal perlindungan sosial (perlinsos), masyarakat nantinya dapat melakukan verifikasi identitas, memilih program bantuan, mengajukan permohonan, memantau proses verifikasi, hingga menerima hasil secara digital.

Fitur yang dinilai menjadi terobosan baru ialah mekanisme sanggah, yang memungkinkan warga mengoreksi hasil verifikasi apabila merasa penilaian kelayakan belum sesuai kondisi riil. “Baru kali ini bansos ada proses sanggah,” kata Mira.

Pengajuan sanggah akan diverifikasi ulang oleh instansi terkait dengan dukungan sistem digital yang terhubung. Bagi masyarakat yang memiliki telepon genggam dan terbiasa menggunakan layanan digital, seluruh proses dapat dilakukan secara mandiri melalui skema self-service.

Namun pemerintah menyadari tidak semua masyarakat memiliki kemampuan maupun akses digital yang sama. Karena itu, skema pendampingan petugas tetap disiapkan, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat di wilayah dengan keterbatasan akses teknologi.

“Digitalisasi tidak boleh menimbulkan hambatan baru, bahkan sebaliknya harus memperluas akses layanan,” ujar Mira.

Uji coba digitalisasi bansos telah dimulai di Kabupaten Banyuwangi melalui dua tahap, yakni pendaftaran pada September 2025 serta mekanisme sanggah pada Maret–April 2026. Pembelajaran dari pelaksanaan tersebut kini menjadi dasar perluasan ke 42 kabupaten/kota mulai Juni 2026 secara bertahap.

KemKomdigi menilai pendekatan bertahap diperlukan agar kesiapan sistem, petugas lapangan, dan tata kelola dapat dipastikan sebelum diterapkan secara nasional.

Dalam sesi tanya jawab, Mira mengungkapkan digitalisasi juga diarahkan untuk mengurangi persoalan salah sasaran penerima bansos. Berdasarkan estimasi SUSENAS 2024 dan kajian Dewan Ekonomi Nasional (DEN), tingkat miss-target pada program PKH disebut masih cukup tinggi. “Dalam kasus PKH, yang disebut miss target itu sampai 45 persen,” ungkapnya.

Karena itu, digitalisasi dinilai penting agar data penerima lebih akurat, mutakhir, dan tidak ganda. Kemkomdigi juga meminta dukungan media dan masyarakat untuk memperkuat literasi digital, terutama dengan hanya mengakses layanan pemerintah melalui kanal resmi berdomain go.id, mewaspadai tautan mencurigakan, serta menolak permintaan biaya atau imbalan atas nama bantuan sosial.

Melalui perluasan uji coba ini, pemerintah berharap mampu membangun model tata kelola bansos yang lebih tertib, terdokumentasi, dan transparan sehingga perlindungan sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

TikToker Asal Madura Dengan 11 Juta Pengikut Berhasil Bangun Rumah dan Beli Mobil

Iki Radio - Novita Sari termasuk salah satu konten kreator sekaligus influencer yang kini berhasil menggenggam kesuksesan. Perempuan asal Sampang, Madura, Jawa Timur, itu berhasil membangun beberapa rumah di kampung halaman dan bisa membeli mobil dari hasil kerja kerasnya.

Karier Novita Sari sebagai konten kreator berawal dari titik nol. Berangkat dari tekad yang kuat dan yakin akan bisa sukses, perempuan kelahiran 6 Januari 2004 itu benar-benar berhasil mewujudkan kesuksesan lewat kerja keras.

Kini, akun TikTok pribadinya, @novitasr_02, diikuti oleh sekitar 11,6 juta pengikut dan seluruh kontennya berhasil mengumpulkan lebih dari 200 juta suka. 

Pencapaian tersebut membuat Novita Sari termasuk salah satu konten kreator dan influencer yang cukup diperhitungkan.

Novita Sari menceritakan awal mula dirinya terjun sebagai konten kreator. Dimulai pada tahun 2020, dia coba-coba membuat konten di media sosial saat masih dekat dengan kekasihnya.

“Aku mulai dari titik 0 sama Anas Fikry. Kita berjuang dari sebelum punya penghasilan apa pun di TikTok, sampai sama-sama punya penghasilan. Akhirnya, kami memutuskan untuk menikah,” kata Novita Sari.

Perjalanan kariernya sebagai influencer juga diwarnai suka duka. Salah satu momen yang paling diingat Novita Sari adalah saat dia mendapat hantaman sangat keras dari netizen berupa bully dan caci maki di media sosial setelah rumah tangganya dengan Anas Fikry berakhir di jalur perceraian tidak terlalu lama setelah menikah.

Novita Sari mendadak panen hujatan netizen karena para pengguna media sosial menduga perceraiannya dengan Anas Fikry terjadi karena faktor dirinya yang berulah.

Hantaman keras netizen tidak membuat Novita Sari jadi drop secara mental, apalagi memilih menyerah. Dia terus memantapkan hati fokus menekuni profesi sebagai konten kreator dengan aktif membuat konten.

“Aku sempat mengalami banyak hujatan dari netizen. Tapi aku tetap konsisten bikin konten di TikTok dan Instagram,” tuturnya.

Konsistensi dalam membuat konten-konten di TikTok dari mulai tentang kecantikan, konten seru-seruan, mengabadikan momen, dll, membuat Novita Sari terus bertumbuh sebagai seorang konten kreator dan influencer.

“Aku dapat banyak endorse dan menjadi brand ambassador dari sejumlah brand sampai sekarang,” ceritanya.

Kerja keras yang dilakukan Novita Sari memberikan hasil yang sangat membanggakan bagi dirinya. Dia kini memiliki sejumlah aset dari hasil kerja kerasnya tersebut.

“Aku bangun rumah pada tahun 2021 di kampung dari hasil endorse TikTok. Di tahun 2023, aku bisa beli mobil CR-V Prestige. Dan di tahun 2025, aku bangun rumah lagi 2 lantai dari hasil dari TikTok,” tutur Novita Sari.

Bukan hanya menjadi konten kreator, Novita Sari kini juga memekarkan sayap karier di dunia usaha. “Sekarang aku ada bisnis hijab, BZ Hijab,” tandasnya.

Waka DPRD Kabupaten Madiun : Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H

 


"Selamat Idul Adha 1447 H, mari jadikan momen ini untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama. Jaga kerukunan, semangat gotong royong untuk Kabupaten Madiun Bersahaja"

Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun : Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H

 


"Selamat Idul Adha 1447 H, mari jadikan momen ini untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama, untuk Kabupaten Madiun Bersahaja"

PT BPR Polatama Kusuma : Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H

 

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026, semoga keikhlasan Nabi Ibrahim dan ketabahan Nabi Ismail selalu menginspirasi hidup kita.

Di hari yang suci ini, semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita dan melimpahkan rahmat-Nya yang tak terhingga.

Mari jadikan momen ini untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama.

BPR POLATAMA KUSUMA

Maju Bersama Mitra


Sambut Hari Raya Waisak, Disperindag Balangan Gelar Pasar Murah di Kapul

Iki Radio - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Balangan menggelar pasar murah di Desa Kapul, Kecamatan Halong, Selasa (26/5/2026), guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di daerah.

Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak tersebut disambut antusias warga yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Staf Kemetrologian dan Stabilitas Harga Kabupaten Balangan, Muhammad Iqbal Afriadi, mengatakan pasar murah kali ini merupakan kegiatan ke-34 dan turut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Balangan.

"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat Desa Kapul dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.

Berbagai kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula pasir, dan bahan sembako lainnya dijual dengan selisih harga sekitar Rp3 ribu lebih murah dibandingkan harga pasar.

Salah seorang warga Desa Kapul, Sahayah, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.

Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasaran sehingga cukup membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Senang sekali dengan adanya pasar murah ini. Semoga tahun depan bisa kembali dilaksanakan di Desa Kapul," katanya.

Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Madiun Siapkan Tiga Terobosan Jitu

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus menunjukkan komitmen serius dalam menekan angka kemiskinan. 

Melalui Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Baperida), Pemkab Madiun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Strategi Penanggulangan Kemiskinan yang bertempat di Ruang IT, Selasa (26/5/2026).

Rakor dipimpin Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi. Agenda tersebut menghadirkan narasumber ahli dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, serta dihadiri oleh Kepala Baperida, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Badan Pusat Statistik (BPS), BPJS, sektor perbankan, Baznas, hingga kalangan akademisi dari UNS dan Unmer.

Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi memaparkan bahwa dirinya bersama Bupati Madiun telah menyiapkan beberapa terobosan jitu untuk mengintervensi dan mengurangi angka kemiskinan melalui tiga unsur utama.

Diantaranya dalam bidang kesehatan, yakni dengan melakukan tindakan preventif dan kuratif karena kondisi kesehatan yang buruk atau sakit dapat memicu kemiskinan baru. Disektor pendidikan Pemkab Madiun berupaya  membentuk pola pikir masyarakat agar memiliki kapabilitas untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.

Selain itu melalui investasi dan lapangan kerja dengan berupaya mendatangkan investor guna menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi warga lokal.

"Pertama adalah tindakan dari unsur kesehatan, karena kondisi kesehatan yang buruk atau orang sakit bisa memicu kemiskinan. Kedua, unsur pendidikan, sebab pendidikan yang baik akan membentuk pola pikir seseorang untuk bisa keluar dari kemiskinan. Dan ketiga, kita terus berupaya mendatangkan investor guna menciptakan lapangan pekerjaan yang luas," ujar Wabup Purnomo Hadi.

Wabup Purnomo Hadi juga merefleksikan capaian kinerja Pemkab Madiun yang kini mulai menunjukkan tren positif jika dibandingkan dengan masa sebelum mereka menjabat.

Dulu, jumlah pengangguran dan angka kemiskinan di Kabupaten Madiun berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di bawah rata-rata provinsi. Namun, lewat berbagai kebijakan strategis yang diinisiasi Bupati, peta capaian tersebut berhasil dibalik.

"Hari ini kita sudah bisa mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran hingga di bawah angka provinsi. Target kita selanjutnya adalah terus meningkatkan IPM agar tidak lagi di bawah provinsi," terang Wabup.

Sebagai langkah konkret di sektor pendidikan dan ketenagakerjaan, Bupati Madiun diketahui telah menambah kuota beasiswa perguruan tinggi bagi masyarakat, membangun Sekolah Rakyat, serta rutin menggelar job fair (bursa kerja) secara berkala.

Selain menggenjot sektor ekonomi dan pendidikan, pembenahan internal terkait akurasi data kemiskinan juga menjadi fokus utama Pemkab Madiun. Evaluasi ketat terhadap data penerima bantuan sosial (bansos) akan segera dilakukan.

"Kita lakukan verifikasi agar Pak Bupati bisa mengambil intervensi yang tepat. Salah satunya, sudah ada kesepakatan bersama dengan pihak terkait untuk melakukan stikerisasi bagi rumah tangga penerima bantuan. Langkah ini diambil agar bantuan yang dikucurkan benar-benar tepat sasaran," tegas Wabup.

Di sisi lain, tim ahli dari Universitas Brawijaya menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak bisa bertumpu pada pundak pimpinan daerah semata. Dibutuhkan kerja sama solid dari semua pihak melalui konsep pentahelix (pemerintah, akademisi, komunitas, bisnis, dan media).

Senada dengan hal tersebut, BPS Kabupaten Madiun turut memberikan sejumlah usulan strategis. Pihak BPS juga mengharapkan dukungan penuh (support) dari Pemerintah Daerah karena dalam waktu dekat akan melaksanakan Sensus Ekonomi. 

Akurasi data dari sensus tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi kompas utama agar program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Madiun berjalan maksimal, efektif, dan tepat sasaran.(ir)

Berkolaborasi dengan Inspira Risbo, Pemkab Bojonegoro Gelar Diseminasi Crowdsourcing 100 Ide Pendidikan

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya melalui kegiatan Diseminasi Crowdsourcing 100 Ide Pendidikan untuk Bojonegoro Inspirasi Akademisi dan Periset Bojonegoro (Inspira Risbo). Kegiatan digelar di Ruang Angling Dharma Lt. 2 Pemkab Bojonegoro, Selasa (26/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Pembina Inspira Risbo Cantika Wahono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadho, serta beberapa kepala OPD lain seperti Kepala Dinas Budpar, dan BRIDA.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan pentingnya semangat belajar dan kolaborasi untuk memajukan pendidikan di Bojonegoro. Menurutnya, pemerintah daerah masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam membangun dunia pendidikan yang semakin baik dan mendekati sempurna, terutama dalam memastikan hak pendidikan bagi seluruh warga negara.

“Kita harus terus belajar dan berbenah agar pendidikan Bojonegoro menjadi lebih baik lagi. Setidaknya kita harus mampu memberikan hak warga negara untuk mengenyam pendidikan,” ungkapnya.

Bupati juga menegaskan bahwa penanganan ATS tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Mengatasi ATS tidak bisa sendirian. Kebijakan Pemda harus menjadi amanah dan mampu menumbuhkan keterlibatan elemen lainnya. Saya juga akan sering turun ke lapangan, terutama di wilayah-wilayah tertentu, karena masih ada anak-anak yang belum sekolah bahkan tidak mau keluar rumah. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Setyo Wahono.

Selain itu, ia berharap kegiatan crowdsourcing ide pendidikan ini mampu melahirkan solusi konkret dalam perencanaan dan penganggaran daerah, sekaligus mendorong lahirnya kompetisi dan inovasi pendidikan di Bojonegoro.

“Harapannya, forum ini bisa memberikan solusi nyata terhadap perencanaan dan penganggaran Pemda, sekaligus melahirkan kompetisi dan inovasi demi kemajuan pendidikan Bojonegoro,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadho menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan, inovasi, dan ide yang diberikan demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya menjadi urusan jenjang tertentu saja.

“Pendidikan di Kabupaten Bojonegoro ini adalah PR bersama. Pendidikan tidak hanya milik SMA, SMP, SD maupun TK, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak. Terima kasih atas masukan dan inovasi yang diberikan demi kemajuan pendidikan Bojonegoro,” ujarnya.

Anwar juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan serius di Bojonegoro. Berdasarkan data terakhir, terdapat ribuan ATS yang membutuhkan perhatian bersama. “Kalau sesuai hasil terakhir kami, masih ada sekitar 5.610 ATS. Ini perlu kerja sama semua pihak agar ke depan ATS di Bojonegoro segera dapat dituntaskan,” tambahnya.

close
Pasang Iklan Disini