Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Mendikdasmen Ungkap Program Makan Bergizi Gratis Tingkatkan Kehadiran Siswa dan Bentuk Karakter Anak

Kandungan Gizi Jadi Daya Tarik Sekolah, Program MBG Juga Integrasikan Pendidikan Karakter hingga Penggunaan Dapodik

JAKARTA, Iki Radio — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki kaitan erat dengan peningkatan tingkat kehadiran siswa di sekolah. Berbagai riset menunjukkan bahwa kepastian mendapatkan makanan sehat dan bergizi menjadi salah satu motivasi utama anak-anak untuk berangkat ke sekolah.

Hal tersebut disampaikan oleh Abdul Mu’ti, Sabtu (31/10/2026), usai melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sekaligus peluncuran awal uji coba loka MBG bersama Kepala BGN Sudaryono.

Menurut Abdul Mu’ti, manfaat program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi dan kesehatan fisik semata. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk mendongkrak semangat belajar siswa serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional secara menyeluruh.


Sarana Penanaman Pendidikan Karakter Sejak Dini

Selain mendongkrak tingkat kehadiran, pelaksanaan MBG di lingkungan sekolah dipandang sebagai wadah yang efektif untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai positif sejak dini. Berbagai kebiasaan baik dapat dibangun melalui rutinitas sederhana yang dilakukan bersama di sekolah.

"Kami mengambil banyak sekali panduan tentang bagaimana makan bergizi gratis ini menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai serta kebiasaan dalam diri anak-anak, contohnya bagaimana mereka antre, bagaimana mereka membiasakan hidup bersih," ujar Abdul Mu’ti.

Beberapa kebiasaan positif yang terus dilatih secara konsisten meliputi:

Mengantre dengan tertib saat mengambil makanan.

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Berdoa bersama sebelum dan sesudah makan.

Menghargai makanan yang disajikan.

Pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten ini diharapkan mampu memperkuat pembentukan karakter peserta didik, sehingga manfaat yang diperoleh tidak hanya sebatas kenyang dan sehat, melainkan juga membentuk kepribadian yang disiplin dan berintegritas dalam kehidupan sehari-hari.


Integrasi Data Lewat Dapodik dan Apresiasi BGN

Dalam hal tata kelola, Abdul Mu’ti memastikan bahwa proses pendataan penerima manfaat MBG di lingkungan pendidikan telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sistem ini terus disempurnakan guna memastikan bantuan tepat sasaran dan hanya diterima oleh peserta didik yang terdata secara resmi.

"Kemudian kerja sama pendataan yang selama ini sudah terintegrasi dengan Dapodik, dipastikan bahwa semua yang menerima adalah murid-murid yang memang resmi terdata dalam sistem kami dan memang terus kita sempurnakan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sinergi dan dukungan penuh yang diberikan oleh Kemendikdasmen dalam menyukseskan program prioritas ini.

"Terima kasih atas dukungan dari Kementerian Dikdasmen, dukungan dari Pak Menteri," ucap Sudaryono.

Bentuk dukungan konkret dari Kemendikdasmen diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendukung di satuan pendidikan, seperti pembangunan sarana cuci tangan (wastafel), pengalokasian waktu khusus untuk pelaksanaan MBG di sekolah, hingga penguatan materi edukasi gizi yang diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan.

Bank Mandiri Taspen Ajak Nasabah Pensiunan Hidup Sehat dan Aktif Lewat Program "Mantap Bergerak" di Ngawi

NGÁWI, Iki Radio — PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup para nasabah pensiunan. Kali ini, melalui program Mantap Bergerak yang diselenggarakan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Sabtu (31/10/2026), perusahaan mengajak para pensiunan untuk menjalani masa purna bakti yang sehat, aktif, dan produktif.

Kegiatan yang mengusung semangat kebugaran di usia senja ini dirancang khusus untuk mendorong nasabah agar senantiasa menjaga kesehatan fisik sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Rangkaian acara diawali dengan Fun Walk yang diikuti secara antusias oleh jajaran direksi Bank Mandiri Taspen, perwakilan pemerintah daerah, mitra kerja, serta ratusan nasabah pensiunan. Suasana semakin semarak dengan persembahan tarian pembuka dan penampilan meriah dari Komunitas Mantap Indonesia (KMI).

Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan para mitra dalam kegiatan ini sekaligus mencerminkan bentuk sinergi kuat dalam mendukung terciptanya kelompok masyarakat lanjut usia yang sehat dan berdaya.

Sebagai wujud nyata kepedulian sosial terhadap kesehatan nasabah, Bank Mandiri Taspen turut melaksanakan seremoni penyerahan bantuan alat kesehatan kepada empat orang nasabah. Bantuan ini diharapkan mampu menunjang kebutuhan kesehatan sekaligus memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka.

Tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik, program Mantap Bergerak juga menghadirkan seminar kesehatan serta sesi product knowledge bekerja sama dengan tenaga medis dari rumah sakit mitra dan Entrasol. Melalui sesi ini, para peserta mendapatkan edukasi penting seputar cara menjaga kebugaran tubuh seiring bertambahnya usia.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemeriksaan kesehatan tulang dan otot, serta sesi Fall Prevention & Recovery Training. Sesi pelatihan ini sangat penting untuk membekali para lansia dengan pemahaman mengenai cara menjaga kekuatan dan keseimbangan tubuh, guna meminimalisir risiko cedera atau jatuh yang kerap menjadi perhatian utama di usia lanjut.

Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha PT Bank Mandiri Taspen, Noer Fajrieansyah, mengungkapkan bahwa program Mantap Bergerak merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah yang melampaui batas layanan perbankan konvensional.

"Melalui Mantap Bergerak, kami ingin mengajak para nasabah pensiunan untuk tetap aktif, menjaga kesehatan, dan menikmati masa pensiun dengan penuh semangat. Bagi Bank Mandiri Taspen, pelayanan kepada nasabah tidak hanya sebatas layanan perbankan, tetapi juga bagaimana kami dapat hadir memberikan nilai tambah melalui program-program yang mendukung kualitas hidup nasabah," ujar Noer Fajrieansyah.

Melalui inisiatif ini, Bank Mandiri Taspen meyakini bahwa masa pensiun merupakan fase kehidupan yang tetap bisa dijalani secara produktif, mandiri, dan penuh kebahagiaan. Perusahaan berharap program Mantap Bergerak dapat terus mempererat kedekatan dengan nasabah sekaligus menjadi inspirasi bagi para pensiunan di berbagai daerah untuk terus bergerak, berkarya, dan hidup berkualitas.

Bus AKAP Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, 18 Penumpang dan Kru Selamat

SEMARANG, Iki Radio — Sebuah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) bernomor polisi AD 7458 OG ludes terbakar di ruas Tol Bawen-Ungaran KM 439.800 jalur B, Kelurahan Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (30/10/2026) malam. Seluruh penumpang dan kru sebanyak 18 orang berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Semarang AKP Bagus Satya Dhira mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi saat api membakar bus tersebut mulai membesar, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu," ujar Bagus pada Sabtu (31/10/2026).

Insiden bermula saat bus yang dikemudikan oleh Guyub (45), warga Kabupaten Sukoharjo, sedang melaju dari arah Tol Bawen menuju Tol Ungaran dengan kecepatan sedang. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi melihat kepulan asap keluar dari bagian belakang bus melalui kaca spion.

Mengetahui hal tersebut, sopir segera mengarahkan bus ke bahu jalan dan menginstruksikan seluruh penumpang untuk segera keluar. Tak lama setelah evakuasi selesai, percikan api muncul dan dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh badan bus.

Total 18 orang di dalam armada tersebut—terdiri dari 15 penumpang dan tiga kru—selamat tanpa cedera. Para penumpang kemudian dievakuasi petugas menuju Gerbang Tol Ungaran untuk dapat melanjutkan perjalanan dengan aman menggunakan kendaraan pengganti.

Peristiwa ini sempat memicu kemacetan dan membuat arus lalu lintas di ruas Tol Bawen-Ungaran tersendat. Petugas kepolisian bersama armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api serta mengatur lalu lintas hingga situasi berangsur normal.

Pada Sabtu pagi, bus tampak hangus total dan hanya menyisakan rangka kendaraan. Bangkai bus tersebut kemudian diderek menuju penampungan setelah olah TKP awal selesai dilakukan.

Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, dugaan sementara menunjukkan adanya gangguan sistem listrik pada kendaraan.

"Mengenai penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan petugas. Dugaan sementara pemicunya adalah korsleting pada bagian mesin, di mana percikan api menyambar saluran bahan bakar hingga api cepat merambat ke bagian lain," pungkas Bagus.

 

Diterjang Angin Kencang dan Hujan Deras, Bangunan Ponpes dan Rumah Warga di Cikarang Selatan Rusak

BEKASI, Iki Radio — Bangunan sebuah pondok pesantren di Kampung Cijingga, Desa Serang Baru, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, porak-poranda setelah diterjang angin kencang dan hujan deras pada Jumat (30/10/2026) petang.

Peristiwa yang terjadi secara mendadak tersebut memicu kepanikan di lingkungan pesantren. Para santri yang tengah beraktivitas di dalam ruangan seketika berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri dari ancaman material bangunan yang ambruk.

Selain merusak fasilitas pesantren, hempasan angin kencang juga merusak sejumlah rumah warga di area sekitar. Sebagian besar kerusakan terpusat pada bagian atap bangunan yang beterbangan tersapu angin.

Pascakejadian, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat (assessment) dan pendataan bangunan terdampak.

Petugas BPBD Kabupaten Bekasi, Juli, mengonfirmasi bahwa terjangan angin berkecepatan tinggi yang disertai hujan lebat menjadi pemicu utama kerusakan tersebut.

"Pemicunya angin kencang bercampur hujan. Berdasarkan laporan sementara yang kami terima, baru di satu titik dan ada tiga rumah yang terdampak, rata-rata kerusakannya di bagian atap," ujar Juli, Sabtu (31/10/2026).

Hingga saat ini, pihak BPBD terus berkoordinasi dengan aparat desa serta pengurus wilayah setempat untuk melakukan penanganan darurat dan pembersihan sisa-sisa reruntuhan material.

 

Longsor Maut di Lumajang: Ayah dan Anak Tewas Tertimbun Material Tebing Setinggi 10 Meter

LUMAJANG, Iki Radio — Bencana tanah longsor menelan korban jiwa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Seorang ayah bernama Imron Rosadi (40) dan anak perempuannya, Hilya (9), ditemukan meninggal dunia setelah rumah yang mereka tempati tertimbun material longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Sabtu (31/10/2026) dini hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengungkapkan bahwa bencana ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat siang (30/10/2026) hingga Sabtu dini hari.

"Terjadi bencana alam tanah longsor yang menimpa rumah milik Imron Rosadi yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia akibat timbunan longsor dampak dari curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Pronojiwo," ujar Isnugroho.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 02.10 WIB. Berdasarkan keterangan BPBD, posisi rumah korban berada tepat di bawah tebing dengan panjang titik longsor diperkirakan mencapai 8 meter dan ketinggian 10 meter. Longsoran tanah menerjang bagian dapur, kamar belakang, kamar mandi, hingga gudang rumah korban.

Proses penanganan awal sempat terkendala kondisi cuaca ekstrem. Saat kejadian, warga sekitar belum berani mendekati lokasi karena hujan deras masih mengguyur, disertai kabut tebal dan padamnya aliran listrik.

Warga baru mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi rumah korban setelah hujan mulai mereda pada pukul 04.30 WIB. Kedua korban ditemukan tertimbun material tanah dalam keadaan tidak bernyawa. Pukul 05.00 WIB, warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan aparat keamanan untuk kemudian melakukan proses evakuasi. Jenazah ayah dan anak tersebut dibawa ke rumah orang tuanya di Dusun Manggisan, Desa Tamanayu, untuk dimakamkan.

Selain merenggut korban jiwa, longsor juga berdampak pada bangunan milik warga di sekitar lokasi. Pagar rumah warga bernama Soleman runtuh menimpa rumah korban, sementara bagian dapur rumah Wardi (tetangga korban) turut mengalami kerusakan akibat tertimbun material longsor.

Menanggapi insiden ini, BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan tebing seperti di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam.

 

Kemendagri Gelar Pelatihan Internasional FIRESAFE 2026, Perkuat Kapasitas Damkar Pasifik

JAKARTA, Iki Radio — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan resmi menggelar pelatihan internasional pemadam kebakaran dan penyelamatan bertajuk FIRESAFE 2026. Kegiatan perdana ini diikuti oleh 42 peserta dari enam negara di kawasan Pasifik, yakni Fiji, Timor-Leste, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Federasi Mikronesia, dan Papua Nugini.

Program ini didukung penuh oleh pendanaan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Kementerian Keuangan (Indonesian AID), serta melibatkan Kementerian Luar Negeri dan sejumlah lembaga mitra.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menegaskan bahwa pesatnya pertumbuhan perkotaan, perkembangan infrastruktur, dan perubahan iklim telah meningkatkan kompleksitas risiko kebakaran saat ini. Kondisi ini menuntut penguatan kapasitas petugas, perbaikan sistem pencegahan, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan.

“Melalui FIRESAFE 2026, kita ingin memperkuat kompetensi petugas sekaligus membangun kerja sama antarnegara dalam menghadapi berbagai risiko kebakaran dan kedaruratan,” ujar Safrizal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/10/2026).

Safrizal membeberkan bahwa sepanjang tahun 2025, Indonesia mencatat sebanyak 20.931 kejadian kebakaran dan 122.071 operasi penyelamatan. Penyebab kebakaran didominasi oleh korsleting listrik (7.570 kejadian), kelalaian manusia (4.827 kejadian), serta kegagalan peralatan memasak dan tabung gas (2.309 kejadian).

Tinggi insiden tersebut menjadi bukti pentingnya pencegahan berbasis masyarakat di samping pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), seperti response time penanganan kebakaran maksimal 15 menit. Sebagai langkah konkret, Indonesia terus mendorong keterlibatan warga melalui Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), yang jumlahnya melonjak signifikan dari 37.837 orang pada 2023 menjadi 82.675 orang pada akhir 2025.

FIRESAFE 2026 dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik (best practices) antarnegara melalui pembelajaran di kelas, observasi lapangan, demonstrasi teknis, hingga simulasi kedaruratan.

“Indonesia tidak hanya ingin berbagi pengalaman, tetapi juga belajar dari inovasi negara-negara mitra. Harapannya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan untuk memperkuat pelayanan pemadam kebakaran dan penyelamatan di negara masing-masing,” pungkas Safrizal.

Melalui agenda internasional ini, Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama pembangunan kawasan serta mendorong terciptanya layanan keselamatan kebakaran yang lebih profesional, tangguh, dan responsif di Pasifik.

 

Kemenhaj Terbitkan Rencana Perjalanan Haji 1448 H/2027 M: Kloter Pertama Berangkat 11 April

JAKARTA, Iki Radio — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi. Berdasarkan penetapan tersebut, keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia menuju Madinah dijadwalkan berlangsung pada 11 April 2027.

Penetapan RPH ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026 yang mengacu pada kalender Ummul Qura Arab Saudi. Sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, para jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai masuk ke asrama haji pada 10 April 2027.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menyampaikan bahwa kepastian RPH menjadi pedoman awal bagi calon jemaah untuk mempersiapkan diri sedini mungkin.

"Jadwal makin jelas, persiapan pun makin matang agar perjalanan ke Tanah Suci makin mudah, aman, dan nyaman," kata Maria dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/10/2026). Ia juga menambahkan bahwa selama berada di Arab Saudi, jemaah akan menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan durasi berkisar antara 38 hingga 40 hari.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho menegaskan pentingnya RPH sebagai instrumen koordinasi bagi seluruh unsur penyelenggara untuk menyelaraskan perencanaan, mobilisasi, dan pelayanan jemaah sejak jauh hari.

“Penyelenggaraan haji merupakan kerja besar yang membutuhkan kesiapan sejak jauh hari. Jadwal perjalanan ini menjadi pedoman bagi seluruh pihak untuk menyelaraskan perencanaan, mobilisasi, dan pelayanan jemaah, sehingga setiap tahapan dapat berjalan tertib,” ujar Teguh.

Rangkaian operasional pemberangkatan jemaah haji tahun 2027 terbagi ke dalam dua gelombang utama. Gelombang I (Menuju Madinah) pada 11–25 April 2027, dan Gelombang II (Menuju Jeddah): 26 April–10 Mei 2027.

Puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei 2027, yang kemudian dilanjutkan dengan perayaan Hari Raya Iduladha pada 16 Mei 2027.

Adapun tahap pemulangan jemaah kembali ke Tanah Air akan dimulai secara bertahap pada 21 Mei 2027 hingga seluruh rangkaian operasional haji resmi berakhir pada 20 Juni 2027. Kemenhaj pun mengimbau kepada seluruh calon jemaah untuk selalu memantau pembaruan informasi melalui saluran resmi pemerintah.

 

Dorong Visi Net Zero Carbon, Novita Hardini Ajak Masyarakat Trenggalek Pilah Sampah Rumah Tangga Lewat GCC

TRENGGALEK, Iki Radio — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola serta memilah sampah rumah tangga. Langkah ini diwujudkan melalui program Green Community Championship (GCC) yang menyasar penguatan pengurus TP PKK dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

Kegiatan pembinaan dan penguatan tersebut digelar di Lumber Camp, Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, pada Kamis (29/10/2026). Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk camat dan para kepala desa setempat.

Novita Hardini, yang juga menjabat sebagai anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur, menyampaikan bahwa kebiasaan membuang sampah secara sembarangan masih sering dijumpai. Menurutnya, penanganan sampah yang kurang tepat berpotensi memicu berbagai masalah lingkungan dan kesehatan di tengah masyarakat.

"Kebiasaan masyarakat membuang sampah dengan seenaknya masih dilakukan. Padahal, sampah rumah tangga dapat dipilah dan digolongkan berdasarkan jenisnya," ujar Alumnus Magister Ilmu Manajemen UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung tersebut.

Ia menjelaskan, langkah awal pemilahan dapat dimulai dengan memisahkan sampah basah dan kering, serta membedakan sampah yang bernilai ekonomis dengan sampah residu. Kebiasaan mencampur seluruh jenis sampah dalam satu tempat hanya akan menyulitkan petugas di Tempat Penampungan Sementara (TPS) maupun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Sebaliknya, jika pemilahan dilakukan sejak dari rumah, proses penguraian akan lebih mudah dan penumpukan sampah yang sulit terurai dapat ditekan sebelum melampaui kapasitas TPA.

Istri dari Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ini menegaskan, gerakan GCC dihadirkan bukan sekadar euforia, melainkan upaya nyata yang menyasar hingga tingkat akar rumput.

"GCC ini kami adakan bukan hanya untuk euforia semata, tetapi tujuannya menyasar hingga ke akar rumput. Agar setiap rumah tangga memiliki kesadaran bahwa kebersihan dan pemilahan sampah ini sama dengan menyelamatkan anak cucu kita di masa depan," terangnya.

Gerakan ini memiliki dua tujuan utama: mendukung Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam mewujudkan visi Net Zero Carbon guna melindungi masyarakat dari dampak buruk pencemaran lingkungan, serta membuka peluang ekonomi baru. Sampah yang terpilah dengan baik berpotensi diolah menjadi sumber pendapatan tambahan bagi rumah tangga.

Selain pengelolaan sampah, Novita juga menekankan pentingnya kreativitas masyarakat dalam membangun ketahanan pangan sejak dini. 

"Di situasi seperti ini, kita harus kreatif bagaimana pentingnya ketahanan pangan dimulai dari anak-anak sedini mungkin," pungkasnya.

close
Pasang Iklan Disini