BANDUNG, Iki Radio — Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, resmi melengkapi rekam jejak akademisnya setelah dilantik dalam Sidang Terbuka Pelantikan Lulusan Pendidikan Profesi Insinyur, Apoteker, dan Arsitek Institut Teknologi Bandung (ITB) Periode Oktober 2026. Acara tersebut berlangsung khidmat di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Bandung, pada Rabu (28/10/2026).
Dalam momentum yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut, Emil tidak hanya berhasil menyelesaikan Program Profesi Insinyur (PPI) moda reguler spesialisasi Perencanaan Wilayah dan Kota, tetapi juga dinobatkan sebagai salah satu lulusan terbaik ITB.
Pendidikan Profesi sebagai Pendewasaan Diri
Mewakili 866 lulusan dari tiga program profesi yang dilantik, Emil menyampaikan pidato bertajuk "Dari Keunggulan Ilmu Menuju Tanggung Jawab Profesi". Ia membagikan pengalamannya kembali duduk di bangku kuliah, meski sebelumnya telah meraih gelar doktor (Ph.D.) serta berpengalaman panjang di bidang pembangunan, infrastruktur, dan pemerintahan.
Menurut Emil, keputusan untuk menempuh pendidikan profesi merupakan bentuk komitmen untuk terus belajar sepanjang hayat (lifelong learning).
"Pendidikan profesi adalah proses pendewasaan, dari seseorang yang berilmu, menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas penerapan ilmunya," ujar Emil di hadapan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara dan ratusan wisudawan.
Mengenang Sang Ayah dan Pesan Sumpah Pemuda
Dalam orasi ilmiahnya, Emil turut mengenang mendiang ayahnya, Hermanto Dardak—alumni Teknik Sipil ITB sekaligus mantan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Dari sang ayah, Emil mengaku belajar bahwa kompetensi dan gelar akademik tidak akan berarti tanpa adanya wujud pengabdian nyata kepada masyarakat.
Sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda, ia mengajak seluruh lulusan perguruan tinggi, khususnya para praktisi teknik, kesehatan, dan rancang bangun, untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu.
"Hari ini, ITB mengukuhkan kompetensi kita. Dalam perjalanan selanjutnya, masyarakat akan menguji integritas kita. Dan pada akhirnya, pengabdian kita lah yang akan menentukan makna dari pencapaian ini," tegasnya.
Rektor ITB Tekankan Integritas dan AI
Sementara itu, Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara mengingatkan para lulusan bahwa kewenangan profesional yang diemban senantiasa melekat dengan keselamatan dan kesejahteraan publik. Ia menekankan pentingnya menjaga kode etik dan nurani, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI).
"Teknologi dapat mendukung pekerjaan profesional, tetapi tanggung jawab atas setiap keputusan tetap berada pada manusia," tutur Rektor ITB.
Pada periode pelantikan ini, ITB melantik total 866 lulusan profesi yang terdiri atas 728 lulusan Program Profesi Insinyur, 115 lulusan Program Profesi Apoteker, serta 23 lulusan Program Profesi Arsitek.

















