Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Progres Capai 60 Persen, Bupati Madiun Targetkan Proyek SR Rampung 20 Juni

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mengejar penyelesaian proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) sebagai fasilitas pendidikan terbaru yang ditargetkan selesai pada pertengahan tahun ini.

Saat ini, progres fisik pembangunan telah menunjukkan tren positif dan berjalan sesuai rencana.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut, proyek pembangunan SR kini telah menyentuh angka 60 persen.

Pihaknya optimistis fasilitas tersebut bisa mulai dioperasikan dalam waktu dekat.

"Progres alhamdulillah sudah bagus, 60 persen. Nanti tanggal 20 Juni insyaallah selesai," ujar Bupati Madiun usai memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Jiwan Madiun, Rabu (20/5/2026).

Terkait kesiapan operasional, khususnya penjaringan peserta didik, Pemerintah Kabupaten Madiun telah menetapkan target kuota awal sebanyak 360 siswa. Target ini nantinya akan terus dikembangkan secara bertahap hingga mencapai kapasitas maksimal.

Saat ini telah menjaring 144 siswa, dari kuota awal 360 siswa. Kapasitas total akan dikembangkan berangsur-angsur hingga menampung 1.200 siswa.

Untuk kuota awal sebanyak 360 siswa tersebut, Pemkab Madiun membaginya secara merata tiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP dan SMA yang masing masing 120 siswa.

Bupati juga menegaskan bahwa seluruh siswa yang masuk tidak perlu mengkhawatirkan masalah pemenuhan kebutuhan penunjang belajar.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, termasuk pemenuhan seragam sekolah dan fasilitas pendukung lainnya.

"Oh semuanya, jangan khawatir. Lengkap. Pokoknya didukung," tegas Bupati.

Tak hanya fokus pada fasilitas fisik bangunan dan administrasi siswa, Pemkab Madiun juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan di sekitar lokasi.

Sebagai langkah penghijauan, Pemkab telah mengirimkan sejumlah bibit tanaman buah untuk ditanam di kawasan tersebut.

Beberapa jenis tanaman ikonik yang disiapkan antara lain bibit pohon alpukat, mangga, serta beberapa tanaman hias khas yang biasa mempercantik halaman depan kantor Pemkab Madiun.(ir)

 

Gencarkan Legalitas Pangan Segar, DKPP Kabupaten Madiun Sosialisasi Izin PSAT-PDUK hingga Tingkat Desa

Iki Radio – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun terus berkomitmen meningkatkan keamanan dan legalitas pangan di wilayahnya.

Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan menggencarkan sosialisasi perizinan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) hingga menyentuh tingkat desa dan kecamatan.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui agenda Sosialisasi Perizinan Berusaha Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Dalam Negeri Usaha Kecil (PSAT-PDUK) yang digelar pada Selasa (19/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan perangkat desa dan kecamatan guna memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya izin edar bagi produk pangan segar.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan sekaligus Plt Sekretaris DKPP Kabupaten Madiun, Sri Murdilah Goida Alfiah, menegaskan bahwa perangkat desa dan kecamatan memegang peranan krusial dalam menyebarkan regulasi ini ke tingkat akar rumput.

“Petugas pelayanan baik desa maupun kecamatan itu ujung tombak bagi masyarakat untuk mengetahui perizinan-perizinan. Jadi kami melibatkan beliau-beliau agar informasi tentang PSAT sudah bisa didapatkan di desa maupun kecamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sosialisasi ini mengacu pada aturan terbaru mengenai penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko serta standar produk pangan segar.

Dalam kegiatan tersebut, materi teknis mengenai mekanisme pengurusan nomor registrasi PSAT-PDUK dikupas tuntas oleh Analis Ketahanan Pangan Ahli Pertama DKPP Kabupaten Madiun, Aldila Cinantya Kasita.

Aldila menjelaskan bahwa PSAT merupakan izin edar yang wajib dimiliki oleh produk pangan segar asal tumbuhan yang telah dikemas dan diberi merek dagang. Diantaranya untuk komuditas beras, kacang-kacangan, sayur, buah, hingga rempah-rempah yang dikemas dan memiliki merek/nama dagang.

"Kalau dikemas dan ada mereknya, itu wajib ada izin edarnya," tegas Aldila.

Sejak tahun 2021, pemerintah kabupaten/kota memiliki wewenang penuh untuk menerbitkan nomor registrasi PSAT-PDUK bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Sementara untuk skala usaha menengah, besar, dan produk luar negeri, kewenangannya berada di tangan pemerintah provinsi atau pusat.

Pengurusan izin kini dilakukan secara daring melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Meski pengurusan izin sudah berbasis digital (online), DKPP Kabupaten Madiun menyadari tidak semua pelaku usaha mikro langsung fasih menggunakan sistem tersebut. Oleh karena itu, DKPP berkomitmen untuk memberikan pendampingan langsung.

“Saat ini belum 100 persen dapat mendaftar online secara mandiri, karena pelaku usaha mikro masih banyak yang kesulitan. Jadi tetap kami dampingi di kantor sampai selesai,” jelas Aldila.

Langkah ini dirasa penting mengingat pengawasan terhadap produk pangan tanpa izin edar kini semakin diperketat oleh Satgas Pangan.

Berdasarkan data DKPP Kabupaten Madiun, kesadaran pelaku usaha lokal terus menunjukkan tren positif. Dari tahun 2021 hingga April 2026, sudah menerbitkan 138 nomor registrasi PSAT-PDUK.

Melalui penguatan sosialisasi ini, DKPP Kabupaten Madiun berharap semakin banyak pelaku usaha pangan segar asal tumbuhan di Kabupaten Madiun yang tergerak untuk mengurus izin edar.

Dengan jaminan legalitas yang jelas, produk-produk lokal Madiun diharapkan mampu bersaing dan dipasarkan ke jangkauan yang jauh lebih luas.(ir)

 

Pemerintah Perkuat Industri Semikonduktor untuk Dukung Pengembangan AI Nasional

Iki Radio - Pemerintah memperkuat kerja sama industri semikonduktor dengan berbagai negara dan perusahaan teknologi global guna membangun fondasi pengembangan kecerdasan artifisial (AI) nasional dan memperkuat daya saing talenta digital Indonesia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan, Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan teknologi AI secara mandiri melalui penguatan industri dan sumber daya manusia digital.

“Kita tidak ingin hanya menjadi pasar, tetapi kita ingin talenta digital Indonesia mampu menguasai dasar-dasar teknologi AI dan mengembangkan model AI karya anak bangsa,” ujar Wamenkomdigi dalam Keynote Speech President Club Series bertema Strengthening National Resilience in The Era of Artificial Intelligence di Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).

Menurut Nezar Patria, penguatan industri semikonduktor menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam persaingan global pengembangan AI.

Pemerintah disebut telah menjalin kerja sama dengan sejumlah industri semikonduktor di Eropa, Jepang, hingga perusahaan teknologi Arm di Inggris.  “Pemerintah sudah bekerja sama dengan sejumlah industri semikonduktor di Eropa, Jepang, termasuk Arm di Inggris. Dalam kunjungan Presiden ke berbagai negara, isu semikonduktor juga menjadi pembahasan strategis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Indonesia selama ini belum masuk dalam rantai pasok utama industri AI global sehingga diperlukan langkah cepat untuk membangun ekosistem industri AI nasional.

Menurutnya, pengembangan AI tidak dapat dipisahkan dari penguatan industri semikonduktor sebagai fondasi teknologi komputasi modern, termasuk pengembangan GPU dan pusat data AI.

“Kalau kita bicara industri AI, kita bicara bagaimana membangun ekosistem industrinya dan bagaimana menyiapkan talenta digitalnya. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Nezar menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk dalam industri AI global karena didukung sumber daya alam strategis seperti nikel, cobalt, timah, pasir silika, hingga zinc yang dibutuhkan dalam industri chip dan semikonduktor.  “Kita punya cukup banyak sumber daya alam yang penting untuk industri semikonduktor. Tetapi sayangnya sebagian besar masih dijual sebagai bahan mentah. Karena itu hilirisasi menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti ketatnya persaingan global pengembangan AI yang saat ini didominasi Amerika Serikat dan Tiongkok.

Menurutnya, penguasaan semikonduktor dan kapasitas komputasi akan menjadi faktor utama penentu daya saing negara di masa depan.  “Chips akan menjadi faktor penentu apakah sebuah bangsa mampu berkompetisi dalam pertarungan teknologi maju seperti artificial intelligence,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Nezar Patria juga menyampaikan pemerintah tengah menyusun Peta Jalan AI Nasional sebagai panduan strategis pengembangan AI menuju visi Indonesia Digital 2045.  “Peta jalan AI nasional ini bukan hanya dokumen birokratis, tetapi kontrak sosial kita untuk teknologi masa depan Indonesia,” tandasnya.

 

Peringati HUT ke-59, PERWOSI Kabupaten Madiun Gelar Sosialisasi Senam Kampung Pesilat 2026

Iki Radio – Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kabupaten Madiun sukses menggelar Sosialisasi Senam Kampung Pesilat Tahun 2026 di Pendopo Muda Graha pada Selasa (19/5/2026). 

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.

Acara yang berlangsung meriah dan penuh semangat ini dihadiri oleh berbagai unsur organisasi wanita se-Kabupaten Madiun. Mulai dari Dharma Wanita Persatuan (DWP), Tim Penggerak PKK Kecamatan, hingga perwakilan organisasi wanita lainnya turut ambil bagian secara aktif.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT PERWOSI ke-59. Selain sebagai perayaan hari jadi, sosialisasi ini bertujuan utama untuk mengampanyekan Senam Kampung Pesilat sebagai warisan identitas Kabupaten Madiun yang kaya akan nilai luhur.

Ketua PERWOSI Kabupaten Madiun, Fitriya Purnomo Hadi, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh peserta yang hadir. 

Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun masyarakat yang sehat, berdaya, dan berkarakter.

“Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya yakin ibu-ibu dapat menjadi duta-duta Senam Kampung Pesilat Indonesia di masing-masing organisasi dan wilayahnya, sehingga Senam Kampung Pesilat sebagai identitas Kabupaten Madiun yang menjunjung tinggi persatuan, sportivitas, dan nilai luhur budaya bangsa dapat tersebar luas di lingkungan organisasi maupun masyarakat,” ungkapnya.

Tidak berhenti pada tahap sosialisasi, gerakan hidup sehat ini akan terus digelorakan secara berkelanjutan. PERWOSI Kabupaten Madiun merencanakan agenda lanjutan Lomba Senam Kampung Pesilat, yang akan digelar pada September 2026,bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS).

Selain menjadi sarana edukasi fisik, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat tali silaturahmi antarorganisasi wanita di Kabupaten Madiun.

Melalui kegiatan ini, kaum perempuan didorong untuk menjadi agent of change (agen perubahan) dalam membudayakan pola hidup sehat, yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga merambah ke masyarakat luas.

Di penghujung acara, antusiasme peserta memuncak saat seluruh hadirin bersama-sama turun ke lapangan untuk mempraktikkan gerakan Senam Kampung Pesilat. Praktik langsung ini menjadi bukti komitmen dan implementasi nyata dari materi sosialisasi.(ir)

Desa Sukojati Banyuwangi Raih Penghargaan Nasional “Desa Matang Pengadaan” dari LKPP RI

Iki Radio - Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi meraih penghargaan nasional. Sukojati menjadi 12 pemerintah desa terbaik se-Indonesia dalam tingkat kematangan pengadaan barang/jasa desa yang dinilai Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI.

Penghargaan Desa Matang Pengadaan tersebut diberikan dalam agenda nasional Sinergi Nasional Akselerasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta Pencapaian Desa Anti Korupsi melalui Transformasi Regulasi, Tata Kelola dan Sumber Daya Manusia Pengadaan di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Penghargaan diterima langsung Kepala Desa Sukojati Untung Suripno dan Asisten Pemerintahan dan Kesra MY Bramuda. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan apresiasinya yang tinggi kepada Pemerintah Desa Sukojati yang telah berhasil memperoleh penghargaan tersebut. Menurut Ipuk, prestasi yang diraih Sukojati adalah bentuk penguatan desa sebagai pusat inovasi, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Apa yang diraih Sukojati ini akan menjadi benchmark bagi desa-desa lain di manapun. Bagaimana pemerintah desa melakukan pengadaan barang dan jasa dilakukan secara transparan, tata kelola yang baik, yang memenuhi kaidah pengadaan barang jasa,” kata Ipuk. 

Kami senang desa di Banyuwangi terus berbenah, termasuk Desa Sukojati. Semoga pencapaian ini mampu memotivasi desa-desa lain, untuk menjadi lebih berprestasi dan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” imbuh Ipuk.

Desa Sukojati telah dipilih LKPP sebagai 12 Desa Piloting di Indonesia dalam upaya meningkatkan tata kelola proses Pengadaan Barang/Jasa Desa. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan surat komitmen pelaksanaan replikasi pengukuran tingkat kematangan pengadaan barang/jasa Desa. 

“Pertemuan ini sekaligus menyamakan persepsi, membahas langkah-langkah pelaksanaan ke depannya. Untuk meningkatkan perluasan pelaksanaan pengukuran tingkat kematangan pengadaan barang/jasa desa, LKPP akan melakukan replikasi ke desa lain untuk mendorong terciptanya proses saling belajar antar desa dalam perbaikan tata kelola menuju desa mandiri dan desa anti korupsi,” kata Bramuda. 

Kades Sukojati Untung menyatakan kebanggaannya pemerintahan desanya diapresiasi oleh pemerintah pusat. Dia menjelaskan, pihaknya menerapkan peraturan yang berorientasi pada pengadaan yang transparan.

“Jadi, pengadaannya tetap memperhatikan peraturan, baik Peraturan Bupati Banyuwangi maupun aturan lainnya tentang prinsip dan etika pengadaan barang dan jasa. Contohnya di setiap pengadaan kami selalu mencari harga pembanding untuk memastikan mendapatkan harga terbaik,” ungkap Untung.

“Hal ini sesuai dengan perintah Bupati dan Presiden, agar anggaran untuk desa juga harus berputar di desa itu sendiri,” tandasnya.

Sebelumnya, Desa Sukojati juga ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai salah satu percontohan desa anti korupsi dari sejak 2022. Selain itu, Desa Sukojati, juga pernah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI sebagai Pengelola Keuangan Terbaik pada 2023. (*)

Buka 15 Ribu Lowongan Kerja, Pemkab Madiun Gelar Job Fair dan Tegaskan Larangan Tahan Ijazah

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar bursa kerja atau Job Fair selama dua hari berturut-turut di Pendopo Ronggo Djumeno Kabupaten Madiun, 19 - 20 Mei 2026.

Agenda tahunan ini menyediakan sedikitnya 15.000 lowongan pekerjaan dari puluhan perusahaan guna menyerap tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi.

Berdasarkan data dashboard pendaftaran online hingga pagi hari pembukaan, tercatat sebanyak 4.310 pelamar telah mendaftarkan diri.

"Pendaftar dari Kabupaten Madiun ada 2.000 sekian, sementara dari luar Madiun—seperti Ngawi, Magetan, dan Nganjuk—mencapai sekitar 1.500-an. Secara regulasi acara ini memang dibuka untuk umum, namun kita tetap memprioritaskan warga Kabupaten Madiun yang mayoritas ingin bekerja dekat dengan orang tua," ujarnya saat ditemui di lokasi acara.

Dalam Job Fair kali ini, Disnakerin Kabupaten Madiun mengakumulasi kerja sama dengan total 60 perusahaan. 

Sebanyak 32 perusahaan membuka stan secara langsung (offline) di pendopo, sementara 28 perusahaan lainnya membuka lowongan secara online. Salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar adalah pabrik mainan di wilayah Ngawi dengan kebutuhan mencapai 4.000 personil.

Mengantisipasi karakter Generasi Z yang dikenal pemilih dalam mencari kerja, Disnaker menerapkan sistem opsi pilihan mirip seleksi perguruan tinggi.

"Gen Z ini kan gampang-gampang sulit, ya. Jadi sistem pendaftarannya kami buatkan opsi pilihan. Target kami tentu penyerapan sebanyak-banyaknya. Jika nanti ada yang belum diterima, datanya tetap kami fasilitasi untuk disalurkan ke perusahaan lain atau melalui agenda Job Fair mini di kantor Disnaker," jelas Arik.

Menanggapi kekhawatiran pelamar terkait maraknya isu penahanan ijazah asli oleh pihak perusahaan, mantan Kepala DPMPTSP ini dengan tegas menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar aturan resmi ketenagakerjaan.

Pihak Disnaker mengaku telah melakukan dua kali technical meeting bersama seluruh perusahaan peserta sebelum Job Fair dimulai untuk menyamakan regulasi.

"Penahanan ijazah itu tidak boleh, sudah ada aturannya. Kemarin saat technical meeting langsung saya sampaikan sendiri. Untuk pendaftaran ini, ijazah hanya sebatas fotokopi atau bahkan cukup unggah berkas digital (PDF) lewat link," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Disnaker membuka posko aduan yang beroperasi secara permanen di kantor dinas. Masyarakat atau pencari kerja dipersilakan melapor jika menemukan adanya pelanggaran administrasi atau kecurangan oleh perusahaan.(ir)

DPD Partai GOLKAR Kabupaten Madiun

 


Ketua DPD Partai GOLKAR Kabupaten Madiun

Mengucapkan Selamat Memperingati HARI KEBANGKITAN NASIONAL, 20 Mei 2026



Sediakan 15 Ribu Lowongan, Job Fair Kabupaten Madiun 2026 Diserbu Ribuan Pencari Kerja

Iki Radio — Pemerintah Kabupaten Madiun sukses menggelar bursa kerja atau Job Fair 2026 di Pendopo Ronggo Djumeno pada Selasa (19/5/2026).


Acara ini langsung diserbu oleh ribuan pencari kerja yang memadati lokasi sejak pagi hari demi berburu pekerjaan impian.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Area pendopo dipadati oleh para pelamar yang kompak mengenakan pakaian formal kemeja putih dan celana hitam.

Berdasarkan data dari panitia penyelenggara, total pendaftar yang tercatat hingga hari pelaksanaan mencapai 4.500 orang. Dari jumlah tersebut 2.000 peserta merupakan warga asli Kabupaten Madiun, dan 1.500 peserta datang dari berbagai wilayah di luar Kabupaten Madiun.

Job Fair kali ini berhasil menggandeng 60 perusahaan berskala lokal maupun nasional. Untuk memaksimalkan jangkauan, panitia membagi sistem kehadiran perusahaan menjadi dua metode. Yakni hadir langsung di lokasi Job Fair (On-site di Pendopo) sebanyak 32 perusahaan, dan secara daring (online) sebanyak 32 perusahaan.

Perusahaan yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari wilayah Madiun Raya, melainkan juga dari luar kota seperti Pasuruan, bahkan hingga pulau Kalimantan.

Secara total, ada 15.000 lowongan pekerjaan dengan berbagai formasi yang siap diperebutkan.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan yang terlibat memang sedang melakukan ekspansi besar-besaran sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja baru.

"Ada perusahaan yang membutuhkan 200 tenaga kerja, 300 tenaga kerja, bahkan ada yang sampai membutuhkan 2.000 tenaga kerja sekaligus," ujar Bupati saat meninjau stand perusahaan.

Menurutnya, Job Fair ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjembatani kebutuhan industri dengan para pencari kerja, khususnya para lulusan baru (fresh graduate).

Pemkab Madiun sendiri memiliki target makro untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara bertahap.

Dari posisi saat ini yang berada di kisaran 4 persen, pemerintah menargetkan angka tersebut bisa ditekan ke angka 3 persen, dengan target jangka panjang menyentuh 1 persen.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tren ketenagakerjaan di Kabupaten Madiun menunjukkan performa yang positif.

Angka pengangguran terbuka turun menjadi 3,22 persen di tahun 2025, dibandingkan tahun 2024 yang sempat menyentuh 4,32 persen.

Jumlah pencari kerja yang belum mendapat pekerjaan berkurang sebanyak 4,575 orang (dari 19.285 orang pada 2024 menjadi 14.710 orang pada 2025).

Melihat ketertiban dan semangat para peserta sepanjang acara, Bupati Madiun mengaku sangat mengapresiasi keseriusan generasi muda daerah.

“Alhamdulillah, antusiasme anak-anak luar biasa. Mereka hadir tertib dan menunjukkan keseriusan untuk bekerja,” pungkasnya.(ir)

 

close
Pasang Iklan Disini