Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Anik Sunyahni, Sang "Ratu Kutut Manggung" yang Dedikasikan Hidupnya untuk Pelestarian Seni Sindhen

Iki Radio – Nama Anik Sunyahni sudah tidak asing lagi di dunia karawitan dan pewayangan modern Indonesia. Pesinden kelahiran Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada tahun 1976 ini dikenal luas lewat kepiawaiannya membawakan gending "Kutut Manggung", hingga publik menyematkan julukan ikonik "Ratu Kutut Manggung" kepadanya.

Lahir dari keluarga pencinta seni Jawa—dengan sang ayah, Atmowiyono, yang merupakan pemilik perangkat gamelan—bakat vokal Sunyahni sudah mengemuka sejak dini. Ia mulai mengasah teknik vokal karawitan dan tampil di atas panggung sebagai pesinden sejak usianya baru menginjak delapan tahun.

Karier profesionalnya melesat cepat. Saat berusia 14 tahun, Sunyahni sudah dipercaya mendampingi para dalang maestro tanah air, seperti Ki Anom Suroto dan Ki Mantep Sudarsono. Namanya kian melambung pada era 1990-an ketika ia merambah genre musik campursari, bergabung dengan kelompok Panitia Tetap (Pantap) Semarang, hingga mendapatkan kontrak dari stasiun televisi Indosiar.

Sepanjang perjalanan kariernya, Sunyahni tidak hanya tampil di berbagai panggung nasional, tetapi juga membawa harum nama Indonesia di kancah internasional. Ia tercatat pernah menunjukkan kebolehan mendhalang dan nyindhen di Suriname, Slovakia, Republik Ceko, hingga Taiwan. Di dalam negeri, berbagai penghargaan bergengsi telah dikantonginya, termasuk kesempatan tampil di Gedung MPR/DPR dan bertemu langsung dengan Presiden Soeharto.

Di balik gemerlap panggung, kehidupan pribadinya tetap berakar kuat di tanah Jawa. Pada 4 Oktober 2012, ia melangsungkan pernikahan dengan Budianto Dian Tibi, warga Tarudan, Sewon, Bantul, yang digelar di Joglo Wisma Sunyahni, Kalasan, Sleman.

Di tengah gempuran modernisasi dan menurunnya minat masyarakat terhadap seni tradisi, komitmen Sunyahni terhadap karawitan tidak pernah surut. Ia aktif mewariskan keahlian serta Pemahaman nilai filosofis syair karawitan kepada generasi penerus, termasuk kepada kedua putrinya, Puti dan Monika, agar seni sindhen tetap lestari dan dicintai.

 

Pemprov Riau Pacu Input KDKMP, Hasil Verval Langsung Masuk SIMKOPDES

Iki Radio - Sebanyak 209 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Riau telah menjalani proses verifikasi dan validasi. Dari jumlah tersebut, data 105 KDKMP telah dimasukkan ke Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih (SIMKOPDES).


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus mendorong agar hasil pemeriksaan lapangan yang telah dinyatakan lengkap segera dicatat dalam sistem sehingga proses verifikasi dan validasi tidak berhenti pada tahapan pemeriksaan.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari evaluasi dalam pemantauan nasional yang diikuti Pemprov Riau secara virtual dari Ruang Rapat Kediaman Sekretaris Daerah, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Minggu (20/9/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan percepatan verifikasi dan validasi harus diikuti dengan penginputan data secara konsisten agar perkembangan KDKMP di masing-masing daerah dapat dipantau.

“Proses verifikasi dan validasi terus kita percepat, termasuk memastikan hasil pemeriksaan yang sudah lengkap dapat segera diinput sehingga data KDKMP di Riau tetap terbarui,” ujarnya.

Menurut Syahrial, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terus diperkuat, terutama untuk memastikan kelengkapan data dan dokumen pendukung sebelum hasil verifikasi dan validasi dimasukkan ke dalam SIMKOPDES.

“Jangan sampai hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan di lapangan berhenti begitu saja. Harus segera ditindaklanjuti melalui penginputan data agar seluruh prosesnya dapat terus bergerak,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Taufik OH, mengatakan jumlah KDKMP yang telah diverifikasi maupun dimasukkan ke SIMKOPDES masih terus bertambah seiring dengan proses yang berjalan di daerah.

“Ini terus berprogres. Angka di dalam SIMKOPDES terus berubah karena setiap daerah masih melakukan penginputan,” jelas Taufik.

Untuk mempercepat proses tersebut, tim provinsi yang melakukan pendampingan ke kabupaten dan kota membawa perangkat kerja agar data dapat langsung dimasukkan ke dalam sistem apabila dokumen pendukung telah dinyatakan lengkap dan memadai.

“Tim yang turun di lapangan membawa laptop dan langsung melakukan input kalau data sudah dianggap bisa dan memadai,” katanya.

Taufik mengatakan pola tersebut dapat memangkas jeda antara pemeriksaan lapangan dan pencatatan dalam SIMKOPDES. Langkah itu juga memudahkan pemerintah memantau perkembangan masing-masing daerah serta menindaklanjuti kekurangan data yang masih ditemukan.

“Setiap hasil verval yang sudah lengkap kami dorong untuk segera diinput, sehingga prosesnya tidak menumpuk dan perkembangan masing-masing daerah dapat terus dipantau,” ujarnya.

 

Polisi Johor Gagalkan Dua Sindikat Narkoba, Tangkap 4 Orang Termasuk WNI

Iki Radio — Kepolisian Johor berhasil membongkar dua sindikat perdagangan narkoba di kawasan Kulai dan Kluang, Malaysia. Dalam operasi gabungan tersebut, petugas mengamankan empat orang tersangka—salah satunya seorang warga negara Indonesia (WNI) berusia 18 tahun—serta menyita lebih dari 25 kilogram narkoba berbagai jenis.

Kepala Kepolisian Johor, Datuk Ab Rahaman Arsad, menjelaskan bahwa penggerebekan pertama dilakukan oleh Divisi Penyelidikan Kejahatan Narkotika Daerah Kulai pada 11 September di dua lokasi sekitar Kampung Sepakat Baru, Senai.

Dari lokasi tersebut, polisi menangkap dua pria lokal dan seorang wanita warga setempat. Pada penggerebekan di sebuah rumah liar, petugas menemukan 72 gram sabu, 59 gram heroin, 5 gram pil Yaba, 57 gram ganja, serta 10 paket plastik berisi kafein. Selain itu, turut disita satu pucuk senjata api jenis CZ beserta 79 butir peluru 9mm.

"Penggerebekan kedua di lokasi yang sama mengamankan wanita berusia 18 tahun dengan barang bukti 75 gram sabu dan 10 gram heroin. Total barang haram yang disita pada kasus pertama mencapai 0,278 kg senilai RM11.401," ujar Ab Rahaman, dikutip dari Bernama, Minggu (20/9).

Dua pria yang ditangkap berperan sebagai pengedar, sementara sang wanita bertugas mengelola keuangan hasil penjualan. Ketiganya diketahui aktif menjalankan aksinya sejak Juni lalu. Hasil tes urine menunjukkan kedua pria positif morfin dan memiliki rekam jejak kriminal terkait narkoba, sedangkan sang wanita dinyatakan negatif.

Selain narkoba dan senjata, polisi menyita aset sindikat senilai RM155.788 berdasarkan Akta Narkotika Berbahaya (Penyitaan Harta) 1988, yang meliputi mobil Mercedes C180, truk Isuzu, dua unit sepeda motor, uang tunai RM51.000, serta perhiasan. Total nilai rampasan kasus pertama mencapai RM197.189. Para tersangka dijerat dengan Pasal 39B Akta Narkotika Berbahaya 1952, Pasal 30(3) Akta Racun 1952, dan Pasal 8 Akta Senjata Api (Hukuman Lebih Berat) 1971.

 

Penangkapan WNI di Kluang

Pada operasi kedua tanggal 13 September, Divisi Penyelidikan Kejahatan Narkotika Kluang menggerebek sebuah rumah di Jalan Jelutong, Taman Lin Seng, Kluang. Polisi membekuk seorang pria WNI berusia 18 tahun yang bertindak sebagai penjaga gudang penyimpanan narkoba.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 8,11 kg sabu dan 17,84 kg heroin yang dikemas dalam puluhan paket plastik dengan total nilai mencapai RM1,29 juta. Sindikat ini diperkirakan telah beroperasi sejak Januari lalu.

"Tersangka masuk ke Malaysia secara sah menggunakan paspor melalui Pelabuhan Klang pada 2025, tetapi telah melebihi masa berlaku visa kunjungan (overstay) selama dua bulan," jelas Ab Rahaman.

Tersangka WNI tersebut ditahan hingga 20 September untuk proses penyidikan lebih lanjut di bawah Pasal 39B Akta Narkotika Berbahaya 1952.

Secara keseluruhan, barang bukti narkoba yang berhasil disita dari kedua sindikat ini diperkirakan ditujukan untuk pasar lokal dan berpotensi merusak lebih dari 130.000 pengguna. Kepolisian Johor kini masih melacak keberadaan dalang utama serta anggota jaringan lainnya dari kedua sindikat tersebut.

 

Top

PROFIL Chelsa Berliana Nurtomo: Bintang Muda Voli Indonesia yang Gemilang di Kancah Internasional

Iki Radio - Pemain muda berbakat Chelsa Berliana Nurtomo makin mencuri perhatian pecinta bola voli tanah air. Atlet kelahiran Jakarta, 24 Juni 2007 ini terus menunjukkan performa gemilang, baik saat membela klub di Proliga maupun ketika dipercaya mengenakan jersi Timnas Voli Putri Indonesia.

Bermain di posisi middle blocker, pemain bertinggi badan 189 cm ini dikenal sebagai tembok kokoh bagi tim yang dibelanya. Berkat kemampuan blocking dan ketenangannya di lapangan, Chelsa berhasil menyabet penghargaan individu sebagai Best Middle Blocker Proliga 2025 sekaligus membawa klubnya, Jakarta Popsivo Polwan, mengamankan posisi runner-up.

Perjalanan karier Chelsa melesat cukup cepat. Namanya mulai dikenal luas saat membela Bharata Muda pada Livoli Divisi Utama 2023, serta memperkuat tim DKI Jakarta di ajang PON Aceh-Sumut 2024. Penampilan konsistennya berlanjut ketika berseragam Jakarta Pertamina Enduro pada Proliga 2024 sebelum akhirnya berlabuh di Jakarta Popsivo Polwan.

Di level internasional, Chelsa menjadi andalan di berbagai tingkatan umur hingga level senior. Ia tercatat pernah memperkuat Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia U21 2025, Princess Cup U18 2025, SEA V League, AVC Nations Cup 2025, membawa Timnas U18 menembus babak final Asian Youth Games 2025, hingga berlaga pada Asian Games 2026 di Aichi, Jepang.

 

BIODATA LENGKAP

  • Nama Lengkap: Chelsa Berliana Nurtomo
  • Nama Populer: Chelsa Berliana
  • Tempat, Tanggal Lahir: DKI Jakarta, 24 Juni 2007
  • Tinggi / Berat Badan: 189 cm / 70 kg
  • Posisi: Middle Blocker
  • Tangan Dominan: Kanan
  • Agama: Islam
  • Akun Instagram: @chellsa.b

Riwayat Klub

  • Bharata Muda (2023)
  • Jakarta Pertamina Enduro (2024)
  • Jakarta Popsivo Polwan (2025)


Daftar Prestasi

  • Individu: Best Middle Blocker Proliga 2025
  • Klub: Runner-up Proliga 2025 (Jakarta Popsivo Polwan)
  • Timnas: Runner-up Princess Cup U18 2024, Runner-up MOJI Volleyball Cup 2025

 

Utang BLBI Lunas, Surplus BI Rp58 Triliun Digunakan untuk Pembayaran

Iki Radio - Kewajiban surat utang negara yang diterbitkan pemerintah dalam rangka penanganan krisis perbankan 1997–1998 dan berkaitan dengan program Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) telah lunas pada Agustus 2026.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pelunasan kewajiban tersebut dilakukan dengan memanfaatkan surplus Bank Indonesia (BI) yang disetorkan kepada Kas Negara.

“Sekarang, surat utang yang dalam rangka penanganan krisis 97–98 kemarin tuntas kami selesaikan pada bulan Agustus. Ini juga adalah suatu prestasi kita,” kata Suahasil dalam pernyataannya yang disiarkan melalui kanal resmi YouTube Kementerian Keuangan, dikutip di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Menurut Suahasil, surplus BI diketahui berdasarkan proses audit buku 2025. Sesuai ketentuan yang berlaku, surplus tersebut disetorkan kepada pemerintah dan menjadi penerimaan negara dari Kekayaan Negara yang Dipisahkan (KND).

Kementerian Keuangan telah menerima pendapatan KND sebesar Rp58 triliun. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membayar kewajiban surat utang negara yang diterbitkan pemerintah ketika menangani krisis ekonomi dan perbankan pada 1997–1998.

“Penggunaannya diatur untuk membayar kewajiban atau membayar penyelesaian surat utang RI. Surat utang negara yang ketika itu dikeluarkan dalam rangka penanganan krisis 97–98,” ujar Suahasil.

Pelunasan pada Agustus 2026 menjadi bagian dari rangkaian penyelesaian kewajiban pemerintah yang muncul akibat penanganan krisis 1997–1998. Sebelumnya, pemerintah telah melunasi sejumlah obligasi rekapitalisasi perbankan atau obligasi rekap pada Juli 2020.

“Ada beberapa jenis obligasi kami keluarkan ketika itu (krisis 1997–1998). Nah, ada yang sudah lunas di Juli 2020, ada yang lunas di (Agustus) kemarin,” kata Suahasil.

Dengan pelunasan tersebut, kewajiban surat utang yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis 1997–1998 telah diselesaikan. Surplus BI yang masuk ke Kas Negara menjadi salah satu sumber dana yang digunakan pemerintah untuk menuntaskan kewajiban tersebut.

 

Soekarno Run Banyuwangi 2026 Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal

Iki Radio - Sebanyak 4.900 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Soekarno Run di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Minggu (20/9/2026).

Peserta berasal dari berbagai wilayah, mulai Aceh hingga Papua, dan mengikuti sejumlah kategori lomba, yakni 21K, 10K, 5K, 3K, dan 1K.

Area start dan finish dipusatkan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Total hadiah yang diperebutkan dalam ajang tersebut mencapai Rp1 miliar.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi antusiasme peserta, termasuk anak-anak yang mengikuti kategori 1K.

Menurutnya, Soekarno Run tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga dimanfaatkan untuk mengenalkan sejarah Presiden Soekarno kepada generasi muda.

“Tujuan kita adalah ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, anak-anak kita. Terkait siapa sih sosok Soekarno itu, Bapak Bangsa kita,” ujarnya.

Materi mengenai perjalanan Soekarno dipasang di sejumlah titik, termasuk sepanjang barikade dan area foto, serta dilengkapi kostum bertema Bung Karno.

“Tentu ini juga bagian dari menggugah kembali anak-anak kita untuk cinta pada pada negara ini, nasionalisme ditumbuhkan,” ucapnya.

Ipuk mengatakan kategori 1K yang diperuntukkan bagi anak usia sekolah dasar juga diarahkan untuk mendorong kebiasaan hidup sehat sejak dini.

“Dan selanjutnya event Sukarno Run ini juga karena memang jarang ya ada event lari yang hanya 1K yang pesertanya dibatasi hanya untuk usia sekolah SD gitu ya,” katanya.

“Ini tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat di kepada anak-anak kita. Selain nanti ada nilai kompetisi di antara mereka,” sambungnya.

Selain sektor olahraga, Soekarno Run juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Menurut Ipuk, keterlibatan UMKM menjadi bagian dari pengembangan sport tourism sekaligus upaya mendorong pergerakan ekonomi lokal.

“Ini bagian dari pemberdayaan UMKM dan promosi pariwisata. Inilah sport tourism yang terus kita bangun di Kabupaten Banyuwangi,” kata Ipuk.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Soekarno Run dilaksanakan secara kolaboratif dengan dukungan berbagai pihak.

“Event seperti ini mendukung sport tourism di Banyuwangi yang sangat berdampak ke perekonomian lokal. Terima kasih kepada ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah. Terima kasih kepada para pihak yang mendukung program ini,” ujarnya.

Sementara itu, Penasihat Soekarno Run, Said Abdullah, mengatakan penyelenggaraan tahun depan direncanakan naik kelas menjadi ajang internasional dengan membuka kesempatan bagi peserta dari luar negeri.

“Kami DPD sudah rapat dan memutuskan, insyaallah hadiah tahun depan di Banyuwangi Rp5 miliar,” kata Said.

Menurutnya, peningkatan nilai hadiah juga akan diikuti dengan penambahan kelas perlombaan.

“Kalau Jawa Tengah punya Borobudur Marathon, kita di Jawa Timur punya Soekarno Run Banyuwangi,” katanya.

Ia menilai Banyuwangi memiliki pengalaman dalam menggelar berbagai kegiatan berskala besar sehingga dinilai siap menjadi lokasi pengembangan event olahraga yang lebih luas. (*)

Langkah Timnas Voli Putri Indonesia Terhenti di Perempat Final Asian Games 2026 Usai Dihentikan Thailand

Iki Radio - Langkah Timnas Voli Putri Indonesia harus terhenti pada babak perempat final Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Bertanding di Park Arena Komaki, Jepang, skuad Merah Putih urung melaju lebih jauh usai bertekuk lutut di hadapan Thailand dengan skor 0-3 (10-25, 27-29, 16-25).

Sejak awal set pertama, Thailand yang berstatus juara Asia langsung menekan melalui spike Thatdao Nuekjang. Indonesia sempat memberikan perlawanan lewat poin Namira Tegariani Maradanti serta variasi serangan Medi Yoku dan Ersandrina Devega. Monster block dari Azzahra Dwi Febyane (Gendis) juga sempat menumbuhkan harapan. Namun, koordinasi serangan yang kurang maksimal dan rapatnya benteng pertahanan bentukan pelatih Kiattipong Radchatagriengkai membuat Indonesia tertinggal jauh dan menyerahkan set pertama dengan skor 10-25.

Memasuki set kedua, anak asuh Marcos Sugiyama tampil bangkit dan mengejutkan lawan. Poin demi poin diraih lewat aksi ciamik Chelsa Berliana dan Gendis yang membuat lini pertahanan Thailand kocar-kacir. Indonesia bahkan sempat memimpin jauh hingga selisih 12 angka pada kedudukan 17-5.

Sayangnya, konsistensi skuad Garuda Mulia menurun di akhir set. Pornpun Guedpard dan kawan-kawan perlahan memangkas jarak hingga skor menipis menjadi 22-21. Meski serangan Chelsa sempat membawa Indonesia meraih set point hingga memaksa deuce, Thailand menunjukkan kematangannya dan menyapu set kedua lewat kemenangan dramatis 29-27.

Pada set ketiga, Thailand langsung memegang kendali permainan. Masuknya Arneta Putri sempat memberikan angin segar hingga Indonesia mampu menyamakan skor 6-6. Namun, rentetan kesalahan mendasar dan serangan yang kurang akurat kembali dimanfaatkan dengan baik oleh Thailand. Tim Negeri Gajah Putih tersebut akhirnya menyudahi perlawanan Indonesia di set ketiga dengan skor 16-25, sekaligus menyegel tiket ke babak semifinal.

Menpora Erick Targetkan Indonesia Raih Minimal Empat Emas di Asian Games 2026

Iki Radio - Indonesia menargetkan sedikitnya empat medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong prestasi olahraga nasional di panggung Asia.

Erick menyampaikan target tersebut saat meresmikan Rumah Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya, Jepang, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Erick, target empat emas bukan batas akhir. Ia membuka peluang kontingen Indonesia meraih medali lebih banyak dengan mempertimbangkan rekam jejak prestasi Indonesia pada penyelenggaraan Asian Games sebelumnya.

“Kita targetnya empat, tapi kalau kita lihat dari sejarah, kita pernah dapat 8 emas, 11 emas saat jadi tuan rumah Asian Games tahun 1962. Mudah-mudahan dengan kerja keras seluruh tim, perolehan medali emas kita bisa lebih dari empat,” ujar Erick.

Erick mengatakan pemerintah memberikan perhatian terhadap olahraga sebagai bagian dari pembangunan prestasi nasional. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk mendorong kemajuan olahraga Indonesia.

“Bapak Presiden (Prabowo) sangat komit bahwa olahraga ini menjadi hal yang sangat penting untuk bangsa kita. Tidak hanya sebagai duta bangsa, tetapi mencerminkan kedigdayaan,” kata Erick.

Menurut Erick, atlet yang berlaga di ajang internasional tidak hanya membawa kepentingan kompetisi, tetapi juga membawa nama Indonesia melalui prestasi dan perjuangan di arena olahraga.

Karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat persiapan kontingen Indonesia menghadapi kejuaraan internasional.

Salah satunya melalui penguatan program pemusatan latihan nasional atau pelatnas yang disesuaikan dengan skala kejuaraan. Program pembinaan disiapkan untuk menghadapi berbagai ajang, mulai dari SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.

Erick mengatakan penguatan pembinaan tersebut diperlukan agar atlet memiliki persiapan yang memadai untuk menghadapi persaingan di tingkat internasional.

Selain pembinaan, perhatian pemerintah juga diberikan melalui apresiasi kepada atlet yang berhasil meraih prestasi.

Erick menyebut bonus bagi atlet peraih medali Asian Games 2026 kini mencapai Rp3 miliar. Menurutnya, apresiasi tersebut merupakan bagian dari kehadiran negara dalam mendukung perjuangan atlet.

“Negara hadir untuk mendorong para pejuang bangsa, pahlawan bangsa, untuk terus memastikan banyaknya bendera Merah Putih berkibar,” tegasnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dorongan bagi atlet untuk memberikan penampilan terbaik selama mengikuti pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Peresmian Rumah Indonesia menjadi salah satu bagian dari dukungan terhadap kontingen Merah Putih selama berada di Jepang.

Rumah Indonesia tidak hanya disiapkan sebagai tempat pelayanan dan kebutuhan atlet, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat interaksi dan diplomasi olahraga Indonesia selama penyelenggaraan Asian Games.

Keberadaan Rumah Indonesia diharapkan memberikan dukungan bagi atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus cabang olahraga selama menjalani rangkaian pertandingan.

Bagi pemerintah, perjuangan atlet di arena pertandingan merupakan bagian dari upaya mengangkat prestasi olahraga sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia dalam pergaulan olahraga internasional.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi salah satu momentum untuk mengukur hasil pembinaan atlet nasional. Dengan target minimal empat emas dan dukungan pemerintah melalui pembinaan serta apresiasi prestasi, kontingen Indonesia diharapkan mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa lebih banyak Merah Putih berkibar di Jepang.

close
Pasang Iklan Disini