Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Menbud: Permainan Tradisional Benteng Anak Indonesia Hadapi Risiko Ruang Digital

Iki Radio - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan permainan tradisional harus kembali menjadi bagian dari kehidupan anak Indonesia, sebagai upaya memperkuat karakter sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ruang digital.

Kehadiran Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), dinilainya menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali permainan rakyat di tengah derasnya arus digitalisasi.

Menurut Fadli, pelindungan anak tidak cukup hanya dilakukan dengan membatasi akses terhadap platform digital berisiko tinggi, tetapi juga harus dibarengi penyediaan ruang bagi anak untuk bermain, berinteraksi, dan belajar melalui budaya bangsa.

"PP Tunas menjadi intervensi negara yang sangat penting agar anak-anak tidak terlalu banyak terpapar informasi di ruang digital yang sulit mereka saring. Kita tidak bisa menghindari era digital, tetapi kita bisa mengantisipasi dampaknya," ujar Fadli Zon dalam Festival Generasi Berani Exploring dalam rangka Hari Anak Nasional 2026, di Cibis Park, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Ia menyebut kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Komunikasi dan Digital menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan anak melalui pendekatan budaya.

Fadli Zon menjelaskan permainan tradisional bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan bagian dari objek pemajuan kebudayaan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. 

Dalam regulasi tersebut, permainan tradisional menjadi salah satu dari sepuluh objek pemajuan kebudayaan bersama bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, olahraga tradisional, seni, dan warisan budaya lainnya.

Karena itu, pemerintah berkomitmen mengembalikan permainan rakyat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari anak Indonesia. 

"Permainan tradisional bukan hanya warisan budaya, tetapi juga media pembelajaran karakter yang telah diwariskan lintas generasi," katanya.

Fadli mengungkapkan Indonesia memiliki kekayaan permainan tradisional yang sangat besar. Jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 2.000 jenis permainan yang tersebar di berbagai daerah. Sebagai negara dengan lebih dari 1.340 kelompok etnis, Indonesia memiliki keragaman budaya yang melahirkan beragam permainan rakyat dengan nilai-nilai lokal yang berbeda.

Untuk itu, Kementerian Kebudayaan tengah menyiapkan program pendataan dan registrasi permainan tradisional dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya. Selain itu, pemerintah juga merintis pembentukan Museum Permainan Tradisional yang akan menjadi pusat dokumentasi, edukasi, dan promosi permainan rakyat Indonesia. 

"Kita akan menghimpun seluruh permainan tradisional dari berbagai daerah agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Fadli.

Menurut Fadli, permainan tradisional memiliki nilai yang jauh melampaui hiburan. Melalui aktivitas bermain bersama, anak belajar tentang kejujuran, kerja sama, sportivitas, disiplin, hingga kemampuan menyelesaikan masalah. Pengalaman tersebut, kata dia, tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh interaksi melalui perangkat digital.

Ia berharap gerakan Generasi Berani Exploring menjadi awal kebangkitan permainan tradisional di Indonesia, sekaligus memperkuat ruang interaksi sosial anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. 

"Kita ingin anak-anak memiliki pengalaman bermain bersama teman-temannya di luar ruang, belajar bekerja sama, saling menghargai, dan membangun karakter melalui budaya bangsa," ujarnya.

Fadli juga mengapresiasi keterlibatan dunia usaha, komunitas permainan rakyat, akademisi, serta berbagai kementerian dalam mendorong gerakan perlindungan anak melalui revitalisasi permainan tradisional.

Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program edukasi, festival budaya, hingga pemanfaatan platform yang dimiliki Kementerian Kebudayaan untuk memperkenalkan kembali permainan rakyat kepada generasi muda. 

"Biarkan mereka berlari, biarkan mereka bermain, dan biarkan mereka menjadi anak-anak. Dengan cara itu kita tidak hanya melindungi mereka dari dampak negatif era digital, tetapi juga menjaga identitas budaya Indonesia tetap hidup," pungkas Fadli.

Gelar Rakor di Banyuwangi Menpar Mantapkan Revalidasi UGG Geopark Ijen

Iki Radio - Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Sabtu (25/7/2026). Salah satu agendanya adalah menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan berbagai stakeholder, terkait Revalidasi Geopark Ijen sebagai Unesco Global Geopark (UGG) yang akan dilaksanakan Agustus mendatang.

Rakor yang digelar di Pendopo Sabha Swaghta  itu dipimpin langsung Menpar didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, diikuti Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafii, General manager Geopark Ijen Abdillah Baras, Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo Probo Resni Aji, dan juga Kepala RKW 14 Kawah Ijen Balai Besar Konservasi SDA Jawa Timur Rusdi Santoso, serta jajaran Kemenpar. 

Geopark Ijen saat ini berstatus jaringan geopark Unesco yang ditetapkan pada 2023 lalu, dan merupakan yang terbaik dari 12 jaringan Geopark Indonesia yang ditetapkan Kemenpar pada 2024. Revalidasi UGG tahun ini merupakan evaluasi menyeluruh yang wajib dijalani setiap jaringan Geopark tiap empat tahun sekali, untuk memastikan standar internasional tetap terpenuhi. Hasil evaluasi nantinya menentukan status: Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan 2 tahun), atau Red Card (dicabut)

“Agenda kita kali ini membahas persiapan Revalidasi Ijen UNESCO Global Geoprak yang akan berlangsung pada 3-7 Agustus 2026. Keberhasilan mempertahankan predikat ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Menpar.

Ia mengatakan target dari Revalidasi ini adalah mempertahankan Green Card. Untuk itu diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor UNESCO dapat ditindaklanjuti bersama.

“Target kita semua tentunya mempertahankan Green Card untuk itu diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor dapat ditindaklanjuti termasuk penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas kemitraan, serta pengelolaan kawasan blue fire yang tetap mengedepankan aspek keselamatan dan prinsip pariwisata berkelanjutan,” ujar Menpar.

Geopark Ijen memiliki Keragaman geologi (Geodiversity), Keanekaragaman hayati (Biodiversity), Keragaman budaya (Cultural Diversity) hingga upaya mendorong perekonomian lokal.

“Sebagai Geopark Terbaik di Indoensia saya yakin Geopark Ijen akan bisa mempertahankan status Green Card nya pada penilaian UNESCO Global Geoprak ,” ujar Menpar.

Sementara Bupati Ipuk berterimajasih  pada Kemenpar yang mendukung UGG Ijen dalam revalidasi ini. Selama ini UGB Ijen dikelola dengan semangat  merawat warisan, menghidupkan budaya, serta menumbuhkan kesejahteraan tanpa mengorbankan keberlanjutan.

“Bagi kami, nantinya pengakuan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus menjaga kelestarian alam, meningkatkan kualitas edukasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujar Ipuk.

Ditambahkan Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baraas, menjelaskan ada lima rekomendasi dari UNESCO yang perlu menjadi perhatian pada pengelolaan Geopark Ijen. Antara lain, penguatan riset dan pemetaan geologi, meningkatkan promosi warisan geologi, penambahan panel informasi edukatif di area geopark, hingga hingga keaktifan badan pengelola dalam menggelar event nasional dan internasional.

“Rekomendasi sudah kita jalankan dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat,” kata Abdilla.

Usai Rakor, Menpar mengunjungi Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) yang merupakan pusat edukasi tentang Geopark di Banyuwangi. (*)

Peringati Harkopnas ke-79, Dekopinda Kabupaten Madiun Gelar Jalan Santai dan Pasar Murah di Desa Teguhan

Iki Radio – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Madiun kembali menggelar kegiatan Jalan Santai sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79. 

Untuk tahun 2026, kegiatan tahunan tersebut dipusatkan di Lapangan Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Minggu (26/7/2026).

Ketua Dekopinda Kabupaten Madiun, Sarwana, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan upaya konsisten untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat peran koperasi di tengah masyarakat.

"Kegiatan jalan santai ini rutin diselenggarakan setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Koperasi. Tujuannya adalah untuk menggerakkan kembali semangat koperasi sebagai soko guru perekonomian di Indonesia," ujar Sarwana, Sabtu (25/7/2026).

Sejalan dengan tema nasional Harkopnas ke-79, yaitu "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", peringatan tahun ini dirancang tidak hanya sebagai ajang olah raga ringan, tetapi juga sebagai ruang penguatan ekonomi kerakyatan.

Selain jalan santai, masyarakat yang hadir di Lapangan Desa Teguhan juga dimanjakan dengan beragam kegiatan menarik, diantaranya bazar UMKM dan pasar murah yang menampilkan produk unggulan lokal serta paket sembako terjangkau.

Donor darah dan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi warga, hingga berbagai pertunjukan menarik serta puluhan hadiah hiburan siap dibawa pulang oleh peserta yang beruntung.

Dekopinda Kabupaten Madiun mengajak seluruh lapisan masyarakat—mulai dari keluarga, tetangga, hingga kerabat—untuk hadir meramaikan acara ini. Mari bergerak bersama, hidup sehat, dan dukung kemajuan ekonomi lokal melalui gerakan koperasi.(ir)

Top

Memukau! Penampilan Niken Salindry di Panggung Wayang Kulit Hari Jadi Ke-458 Kabupaten Madiun

Iki Radio — Sinden kondang asal Kediri, Niken Salindry, berhasil membius ribuan pasang mata yang memadati Alun-Alun Reksogati Caruban pada Jumat (24/7/2026) malam.

Kehadirannya dalam pagelaran wayang kulit bersama dalang ternama Ki Cahyo Kuntadi menjadi salah satu magnet utama dalam panggung peringatan Hari Jadi Ke-458 Kabupaten Madiun.

Tampil energik pada sesi Limbukan, pedangdut sekaligus sinden muda ini membawakan beberapa tembang hits.

Suasana semakin pecah saat Niken melantunkan lagu berjudul "Negoro Angin", yang langsung disambut antusias oleh penonton dengan gemuruh sing-along di seluruh penjuru alun-alun.

Penampilan Niken Salindry benar-benar menghidupkan suasana pertunjukan wayang kulit yang mengambil lakon “Semar Mbangun Khayangan” itu. Kombinasi seni tradisi dan hiburan populer yang dibawakannya sangat luar biasa.

Pemilik nama lengkap Dimas Niken Salindry ini lahir di Kediri pada 29 Juni 2008. Darah seni mengalir kuat dari sang ayah, Ki Degleng Gondosupono, seorang dalang kondang, dan ibunya, Wiwin Arumita.

Perjalanan karier Niken terbilang istimewa. Usia 2 tahun Niken mulai mengenal dan meniti karier di dunia pesindenan. Usia 4 tahun sudah dipercaya tampil dalam pementasan wayang kulit profesional yang dipimpin oleh ayahnya.

Tahun 2023 namanya makin meroket secara nasional setelah membawakan ulang (cover) lagu "Mangku Purel" ciptaan Nurbayan versi campursari hingga melesat ke posisi 7 Trending YouTube.

Kualitas vokal dan daya pikat Niken di atas panggung tidak perlu diragukan lagi.

Pada tahun 2023, ia sukses menyabet penghargaan sebagai Penyanyi Cover Lagu Terambyar pada ajang Ambyar Awards MNCTV lewat lagu "Kalih Welasku" ciptaan Denny Caknan, Soepardi Aye, dan Banyu Onyonk.

Video kolaborasinya bersama Lala Atika saat membawakan lagu tersebut di kanal YouTube Kembar Music Digital bahkan sempat menduduki peringkat trending dan telah ditonton lebih dari 27 juta kali.

Kehadiran sosok seniman muda berbakat seperti Niken Salindry di panggung peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ini tak hanya hiburan semata, namun juga menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi seperti wayang kulit dan campursari tetap digandrungi oleh lintas generasi.(ir)

 

Pemkab Madiun Gelar Wayang Kulit Dengan Lakon "Semar Mbangun Khayangan*. Ini Ringkasan Cerita dan Maknanya

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Madiun, menggelar wayang kulit bersama dalang Ki Cahyo Kuntadi, di Alun Alun Reksogati Caruban, Jum'at (24/7/2026).

Pagelaran wayang dalam rangka Hari Jadi ke 458 Kabupaten Madiun ini, mengambil lakon "Semar Mbangun Khayangan". 


Lakon Semar Mbangun Khayangan adalah salah satu kisah pewayangan Jawa yang sangat populer dan syarat akan makna filosofis, sosial, dan spiritual.

Secara garis besar, lakon ini bukan bercerita tentang Semar yang membangun istana/kerajaan megah secara fisik di langit (Khayangan), melainkan tentang proses perbaikan moral, ketentraman, dan keadilan dalam hati manusia serta jiwa pimpinan negara.

Cerita berawal saat Kerajaan Amarta (tempat para Pandawa) sedang tertimpa musibah, wabah penyakit, bencana alam, dan ketidakpastian politik. 

Di saat yang sama, Semar Badranaya (pengasuh sekaligus pamomong para Pandawa) prihatin melihat kondisi tersebut dan memutuskan untuk "membangun khayangan".

Namun, niat Semar ini disalahartikan oleh para tokoh.

Prabu Kresna dan Para Pandawa, mengira Semar menjadi sombong/lupa diri karena orang kecil (punokawan) ingin membangun khayangan menyaingi para dewa. Prabu Kresna bahkan sempat ingin menghalangi atau menghukum Semar.

Para Dewa (Batara Guru), terusik dan merasa terancam karena menganggap tindakan Semar melangkahi wewenang dewa.

Semar mengutus anak-anaknya (Petruk, Gareng, Bagong) untuk meminta pusaka-pusaka keramat milik Pandawa (seperti Jamus Kalimasada) sebagai syarat "pembangunan" tersebut.

Pandawa menolak, sehingga terjadilah perselisihan antara anak-anak Semar dan para Pandawa. 

Dalam perselisihan ini, anak-anak Semar secara ajaib tidak bisa dikalahkan, menunjukkan bahwa kebenaran dan niat tulus Semar berada di pihak yang benar.

Setelah melalui berbagai kesalahpahaman dan pertarungan, Semar akhirnya menjelaskan maksud sebenarnya di hadapan Prabu Kresna, para Pandawa, dan para Dewa.

Khayangan yang dimaksud Semar adalah "Khayangan Jiwa" (Hati nurani manusia).

Mbangun khayangan berarti pembersihan diri memperbaiki watak dan jiwa para pemimpin (Pandawa) agar kembali jujur, adil, bijaksana, dan peduli pada rakyat kecil (wong alit).

Menata kembali tata pemerintahan agar negara kembali makmur, aman, dan tenteram (gemah ripah loh jinawi).

Mengingatkan para raja/penguasa bahwa kekuasaan adalah amanah, dan kesombongan hanya akan membawa kehancuran.

Setelah para Pandawa menyadari kekhilafan mereka dan kembali menata jiwa serta kepemimpinannya, bencana di Kerajaan Amarta pun sirna, dan kedamaian kembali terwujud.

Dalam cerita ini, tokoh Semar sebagai simbol rakyat kecil sekaligus manifestasi ketuhanan (Ismaya) yang menjadi pengingat nurani bagi para penguasa.

Khayangan adalah ketenangan batin, keadilan sosial, dan tatanan moral yang luhur.

Dari cerita ini dapat diambil pesan bahwa kesejahteraan suatu bangsa tidak diukur dari megahnya bangunan fisik, melainkan dari keluhuran budi pekerti para pemimpinnya dan kepedulian mereka terhadap rakyat kecil.(ir)

Optimis Capai Target, PAD Kabupaten Madiun 2026 Sentuh Angka 46,77 Persen

Iki Radio – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun optimistis mampu mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga akhir tahun anggaran. Optimisme ini didasari oleh realisasi PAD pada semester pertama yang menunjukkan tren positif dan telah melampaui target berkala yang ditetapkan.

Kepala Bapenda Kabupaten Madiun, Yudi Hartono


Kepala Bapenda Kabupaten Madiun, Yudi Hartono mengungkapkan bahwa target PAD secara umum untuk Kabupaten Madiun ditetapkan sebesar Rp433,2 miliar. Hingga pertengahan tahun ini, realisasinya telah menyentuh angka 46,77 persen.

"Sesuai PP Nomor 69 Tahun 2010, target pendapatan pada Triwulan I sebesar 15% dan Triwulan II sebesar 40%. Saat ini realisasi kita sudah merangkak di angka 46,77%. Artinya, capaian semester pertama ini sudah melampaui target yang ditentukan," ujar Yudi, Jum'at (24/7/2026).

Dijelaskan, secara rinci beberapa sektor pendapatan menunjukkan performa yang cukup menggembirakan.

Dari sektor pajak daerah, menyumbang realisasi sebesar 53,71%, atau surplus hampir 13% dari target proporsional semesteran.

Hasil pengelolaan kekayaan daerah menjadi penyumbang tertinggi dengan capaian 74,47%. Retribusi daerah mencatat realisasi sebesar 39,57%.

Dan lain lain pendapatan daerah yang sah mencapai angka 69,56%.

Untuk penerimaan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2), dari target sebesar Rp30,5 miliar (dengan target di tingkat kecamatan sekitar Rp31,7 M), saat ini telah terealisasi 55,49%. 

Yudi optimis angka ini akan melesat mendekati jatuh tempo pembayaran.

"Jatuh tempo PBB-P2 adalah 30 September. Biasanya menjelang batas akhir tersebut, pembayaran dari masyarakat akan melonjak drastis hingga mendekati atau bahkan melebihi 100 persen," jelasnya.

Terkait pajak dari sektor swasta, Yudi menjelaskan bahwa potensi dari pajak parkir khusus—seperti yang berada di area pabrik atau kawasan industri—dikelola dengan sistem self-assessment. Pengusaha menghitung sendiri kewajiban pajaknya setiap bulan, sementara Bapenda bertugas melakukan pengawasan.

Sementara itu, untuk penerimaan opsen dari pajak provinsi, hasilnya juga menunjukkan angka signifikan.

Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari target Rp52,8 miliar telah terealisasi sebesar 50%.

Sedangkan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dari target Rp16 miliar telah mencapai realisasi 56,41%.

Menjawab isu mengenai penelusuran objek pajak dan kepemilikan tanah, Bapenda Kabupaten Madiun terus melakukan pemutakhiran data secara berkala berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan Surat Pemberitahuan Tax (SPT) yang ada.

"Untuk pemutakhiran data tanah, kami berkolaborasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Karena yang mengeluarkan hak atas tanah adalah BPN, sedangkan data perpajakannya ada di kami," pungkasnya.(ir)

74 Calon Paskibraka Bojonegoro Ikuti Pemusatan Diklat

Iki Radio - 74 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 resmi mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan sebagai persiapan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pembukaan pendidikan berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (23/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memberikan motivasi kepada para peserta agar terus menanamkan semangat belajar, menjaga akhlak, serta memiliki cita-cita besar demi meraih masa depan yang lebih baik.

"Kelas XI adalah modal untuk menentukan masa depan. Setelah lulus nanti, pilihan hidup ada di tangan kalian sendiri. Jika ingin sukses, kuncinya adalah belajar dengan sungguh-sungguh, terus berikhtiar, serta selalu berbakti dan memohon doa kepada orang tua. Keberhasilan bukan berada di tangan orang lain, tetapi berada di tangan kita sendiri," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, kerja keras, dan ketangguhan. Teguran dari guru maupun pembina, lanjutnya, harus dipandang sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Selain memberikan motivasi, Wakil Bupati turut memperkenalkan berbagai program beasiswa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai bentuk investasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program tersebut meliputi Beasiswa Desa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, Beasiswa Prestasi, Beasiswa Gus dan Ning bagi santri, hingga bantuan penyelesaian tugas akhir bagi mahasiswa.

"Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berinvestasi pada sumber daya manusia melalui berbagai program beasiswa. Kami ingin semakin banyak anak-anak Bojonegoro yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi, meraih cita-cita, dan kelak menjadi kebanggaan orang tua serta daerahnya," ungkapnya.

Di akhir arahannya, Nurul Azizah mengajak seluruh peserta Paskibraka untuk tetap optimistis dan terus memperjuangkan mimpi mereka.

"Jangan pernah kehilangan semangat. Bermimpilah setinggi-tingginya dan perjuangkan mimpi itu dengan kerja keras. Jadilah anak-anak Bojonegoro yang sukses, membanggakan orang tua, serta membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Amir Syahid melaporkan bahwa 74 peserta yang mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan merupakan hasil seleksi ketat dari 551 pelajar SMA/SMK sederajat di Kabupaten Bojonegoro. Mereka telah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan dan Pancasila, Tes Intelegensi Umum, pemeriksaan kesehatan, parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan, hingga penilaian kepribadian dan rekam jejak media sosial. 

Prestasi Paskibraka Bojonegoro juga terus menunjukkan peningkatan. Dalam empat tahun terakhir, Kabupaten Bojonegoro berhasil meloloskan satu peserta menjadi Paskibraka tingkat nasional, yakni Reihan Nifan Arkana dari SMA Negeri Taruna Bojonegoro, serta dua peserta lainnya Sandya dan Satriya terpilih sebagai Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.

Ombudsman Gorontalo Soroti Tingginya Harga Bahan Pokok

Iki Radio - Tingginya harga pangan di Provinsi Gorontalo pada 20 - 22 Juli 2026  dipandang sebagai persoalan serius pelayanan publik yang menuntut perhatian nyata dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

Wahiyudin Mamonto, Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Gorontalo

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga minyak goreng di pasar tradisional Gorontalo tercatat Rp27.000 per kilogram pada 20 Juli 2026 dan meningkat menjadi Rp27.100 per kilogram pada 22 Juli 2026, serta berada pada posisi tertinggi dibanding provinsi lain dalam data yang tersedia.

Pada komoditas beras di pasar modern, Gorontalo tercatat Rp20.250 per kilogram pada 20 Juli 2026, 21 Juli 2026, dan 22 Juli 2026, dan pada ketiga tanggal tersebut juga berada pada posisi harga tertinggi secara nasional.

"Fakta ini menunjukkan bahwa masyarakat Gorontalo menanggung beban harga kebutuhan pokok yang lebih berat dibanding banyak daerah lain, padahal beras dan minyak goreng merupakan komoditas yang sangat mendasar dalam kehidupan sehari-hari," kata  Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman  Perwakilan Provinsi Gorontalo, Wahiyudin Mamonto, Kamis (23/7/2026).

Wahiyudin mengatakan, disparitas harga bahan pokok tersebut terlihat jelas dari data pembanding. Pada komoditas beras pasar modern, Jawa Tengah tercatat Rp16.900 per kilogram pada 20 Juli 2026, Rp16.900 per kilogram pada 21 Juli 2026, dan Rp16.950 per kilogram pada 22 Juli 2026.

Dengan demikian, selisih harga beras antara Gorontalo dan Jawa Tengah berada pada kisaran Rp3.300 sampai Rp3.350 per kilogram.

Pada komoditas minyak goreng pasar tradisional, Sulawesi Barat tercatat Rp23.250 per kilogram pada 20 Juli 2026 dan 22 Juli 2026, sedangkan Kalimantan Utara berada pada angka Rp23.300 per kilogram pada dua tanggal yang sama. Artinya, harga minyak goreng di Gorontalo lebih tinggi sekitar Rp3.700 sampai Rp3.850 per kilogram.

"Selisih ini bukan angka kecil, melainkan gambaran konkret bahwa masyarakat Gorontalo harus membayar lebih mahal untuk kebutuhan pokok yang sama," ujar Wahiyudin.

Dalam perspektif Ombudsman, persoalan harga pangan tidak cukup dilihat semata sebagai dinamika pasar. Ketika dua komoditas strategis menempati posisi harga tertinggi secara nasional selama beberapa hari berturut-turut, kondisi itu patut dibaca sebagai indikator bahwa pelayanan publik pada sektor yang sangat mendasar belum berjalan secara optimal.

Negara tidak cukup hanya memantau data harga, tetapi juga berkewajiban menghadirkan respons yang cepat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan ketika keterjangkauan kebutuhan dasar masyarakat terganggu.

Dalam kerangka pelayanan publik, keterjangkauan pangan merupakan bagian penting dari pemenuhan hak warga atas layanan dasar yang layak.

Beras dan minyak goreng memiliki dampak langsung terhadap rumah tangga.

Tingginya harga dua komoditas ini dapat menambah pengeluaran bulanan, mempersempit daya beli, dan memperberat beban kelompok masyarakat yang paling rentan.

"Karena itu, persoalan harga pangan harus ditempatkan bukan hanya sebagai isu ekonomi, tetapi sebagai isu pelayanan publik yang menyentuh kepentingan luas masyarakat," ucap Wahiyudin.

Dari sudut pengawasan pelayanan publik, posisi Gorontalo sebagai daerah dengan harga tertinggi menunjukkan perlunya evaluasi atas efektivitas pengendalian harga, stabilisasi pasokan, koordinasi antarinstansi, dan pengawasan tata niaga komoditas strategis.

Ombudsman berpandangan bahwa kualitas pelayanan publik tidak boleh diukur hanya dari ada atau tidaknya program, rapat, atau langkah administratif, tetapi dari hasil nyata yang dirasakan masyarakat. Bila harga pangan tetap tinggi, maka wajar apabila publik mempertanyakan efektivitas kebijakan yang telah dijalankan, ketepatan waktu intervensi, serta sejauh mana masyarakat memperoleh penjelasan yang jujur dan memadai mengenai keadaan tersebut.

"Semakin mendasar kebutuhan yang terdampak, semakin besar pula kewajiban negara untuk memberikan jawaban yang cepat, terbuka, dan berbasis tindakan nyata," tutur Wahiyudin.

Dari sudut kepatutan pelayanan publik, masyarakat berhak mengetahui mengapa harga pangan di daerahnya berada pada posisi tertinggi dibanding wilayah lain.

Penjelasan itu penting agar masyarakat tidak hanya menerima akibat berupa harga tinggi, tetapi juga memahami penyebab, langkah yang telah ditempuh pemerintah, dan arah perbaikannya.

Dalam prinsip pelayanan publik yang baik, masyarakat tidak cukup diberi imbauan untuk bersabar, melainkan harus diberi kepastian bahwa penyelenggara negara bekerja secara serius dan bertanggung jawab.

Konsistensi harga beras Gorontalo yang tetap berada pada angka Rp20.250 per kilogram selama tiga hari berturut-turut menunjukkan bahwa persoalan ini bukan fluktuasi harian yang sempit.

Demikian pula minyak goreng yang naik dari Rp27.000 per kilogram menjadi Rp27.100 per kilogram dalam dua tanggal pengamatan memperlihatkan bahwa harga di Gorontalo bukan hanya tinggi, tetapi juga bergerak naik ketika daerah lain masih berada pada level yang lebih rendah.

Keadaan ini menandakan perlunya respons yang lebih serius, karena data yang tersedia telah memberikan sinyal yang cukup jelas mengenai beban yang dihadapi masyarakat.

Dalam kerangka pengawasan Ombudsman, kondisi ini layak menjadi bahan evaluasi atas responsivitas penyelenggara pelayanan publik. Responsivitas berarti kemampuan pemerintah membaca persoalan masyarakat, mengenali risiko, dan mengambil tindakan yang tepat sebelum beban warga menjadi semakin berat.

Jika data menunjukkan harga kebutuhan pokok berada pada posisi tertinggi, maka tindakan korektif seharusnya tidak ditunda atau dibiarkan berjalan tanpa penjelasan. Keterbukaan informasi juga menjadi unsur penting, karena masyarakat berhak mengetahui kebijakan apa yang sedang ditempuh, pihak mana yang bertanggung jawab, dan kapan perbaikan diharapkan terjadi.

Ombudsman memandang bahwa pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah, dan instansi teknis terkait perlu segera menyampaikan penjelasan resmi kepada publik mengenai kondisi harga beras dan minyak goreng di Gorontalo sebagaimana tercermin dalam data PIHPS.

Penjelasan itu perlu memuat keadaan aktual, langkah yang sudah dilakukan, rencana intervensi berikutnya, dan ukuran keberhasilan yang dapat dipantau oleh masyarakat.

Wahiyudin mengungkapkan pengawasan terhadap tata niaga komoditas strategis perlu diperkuat agar tidak terdapat hambatan yang menyebabkan masyarakat menanggung harga lebih tinggi tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penyampaian informasi harga dan langkah penanganannya juga harus dilakukan secara berkala, jelas, dan mudah diakses sebagai bagian dari kewajiban pelayanan publik.

Persoalan ini juga harus dilihat dalam kerangka keadilan pelayanan publik antarwilayah. Ketika masyarakat di daerah lain dapat memperoleh komoditas yang sama dengan harga yang jauh lebih rendah, sedangkan masyarakat Gorontalo harus membayar lebih mahal, maka muncul persoalan kesetaraan manfaat dari kebijakan publik.

Pelayanan publik yang baik menuntut agar perbedaan kondisi wilayah tidak berujung pada melemahnya perlindungan terhadap hak masyarakat atas kebutuhan dasar yang terjangkau. Karena itu, tingginya harga pangan di Gorontalo tidak boleh dinormalisasi sebagai keadaan biasa, tetapi harus dijadikan dasar untuk memperkuat evaluasi, akuntabilitas, dan tindakan korektif.

Pada akhirnya, data PIHPS yang menunjukkan Gorontalo berada pada posisi tertinggi secara nasional untuk minyak goreng pasar tradisional dan beras pasar modern pada 20 - 22 Juli 2026 merupakan sinyal kuat bahwa negara perlu hadir lebih efektif dalam melindungi kepentingan dasar warga.

Ombudsman berpandangan bahwa temuan ini harus dijadikan dasar evaluasi dan tindakan nyata agar masyarakat tidak terus menanggung beban harga kebutuhan pokok yang tinggi tanpa kepastian penyelesaian. Dengan demikian, persoalan harga pangan harus diperlakukan sebagai ukuran konkret kualitas pelayanan publik, akuntabilitas kebijakan, dan keberpihakan negara kepada masyarakat. 

close
Pasang Iklan Disini