Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Komnas KIPI Tegaskan Keamanan PCV untuk Imunisasi Pneumonia

Iki Radio - Vaksin Pulmeera, salah satu merek Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk program imunisasi pneumonia telah melalui seluruh tahapan uji keamanan sesuai standar internasional. Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Penggunaan Vaksin Pulmeera dalam Pelaksanaan Imunisasi PCV, Kamis (8/1/2026).

Anggota Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, menjelaskan bahwa seluruh vaksin PCV, termasuk Pulmeera, memiliki profil keamanan yang relatif sama karena dikembangkan dan diuji melalui proses ilmiah yang ketat sebelum digunakan secara luas.  

"Penentuan keamanan vaksin tidak dilakukan secara singkat. Mulai dari uji praklinis pada hewan coba hingga uji klinis fase 1, 2, dan 3 pada manusia, prosesnya bisa memakan waktu lebih dari 10 tahun,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa setiap kejadian medis yang muncul setelah imunisasi disebut sebagai KIPI, namun tidak seluruhnya disebabkan oleh vaksin. 

Oleh karena itu, sistem surveilans KIPI diterapkan secara berjenjang untuk mendeteksi, melaporkan, menginvestigasi, dan menganalisis setiap kejadian secara objektif dan berbasis bukti ilmiah.  

"KIPI dapat bersifat serius maupun non-serius. KIPI serius antara lain menyebabkan rawat inap, kondisi mengancam jiwa, atau menimbulkan keresahan masyarakat. Semua kejadian tersebut wajib dilaporkan dan dikaji kausalitasnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya observasi selama 15–30 menit pascaimunisasi guna mendeteksi reaksi cepat seperti anafilaksis, serta pencatatan nomor batch vaksin untuk mendukung proses investigasi apabila diperlukan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Imunisasi Tambahan Kemenkes, Endang Budi Hastuti menegaskan urgensi imunisasi PCV sebagai upaya pencegahan pneumonia. Indonesia masih termasuk dalam 10 negara dengan jumlah kematian balita tertinggi akibat pneumonia, dengan sekitar 14 persen kematian balita disebabkan oleh penyakit ini.

Data menunjukkan bahwa setiap jam terdapat 2–3 balita meninggal dunia akibat pneumonia, dengan beban pembiayaan perawatan yang mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahunnya. 

Pneumonia paling banyak menyerang bayi usia di bawah 12 bulan, sehingga perlindungan melalui imunisasi sejak dini menjadi sangat krusial.

Vaksin Pulmera telah memperoleh izin edar dari Badan POM dan digunakan sebagai bagian dari pengadaan vaksin PCV nasional. Penggunaan Pulmera juga telah melalui kajian dan mendapatkan rekomendasi dari Komite Imunisasi Nasional (KIN). 

“Pulmeera dapat digunakan sesuai jadwal imunisasi PCV yang berlaku dan dapat saling melengkapi dengan merek PCV lain, seperti Prevenar,” jelasnya.

Pulmeera merupakan vaksin PCV13 yang diberikan sebanyak tiga dosis, yakni pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan dosis lanjutan pada usia 12 bulan. Apabila terjadi keterlambatan, imunisasi kejar tetap dapat dilakukan sesuai ketentuan usia anak.

Tata Cara Sama, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Secara teknis, tidak terdapat perbedaan tata laksana antara Pulmera dan PCV merek lainnya. Vaksin diberikan secara intramuskular dengan dosis 0,5 ml, disimpan pada suhu 2–8 derajat Celsius, serta dilaporkan melalui sistem pencatatan imunisasi nasional. 

“Ini hanya perbedaan merek. Tata cara pemberian, dosis, jadwal, hingga pelaporan tetap sama. Masyarakat dan tenaga kesehatan tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

Melalui penguatan imunisasi PCV, pemerintah berharap angka kesakitan dan kematian balita akibat pneumonia dapat terus ditekan, sejalan dengan komitmen melindungi generasi masa depan Indonesia.

 

Pemkab Sergai Dukung Penguatan Profesionalisme Pers

Iki Radio - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) bersiap menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) untuk memilih ketua dan kepengurusan baru periode mendatang.

Pengurus PWI Sergai audiensi dengan Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Sergai Adlin Tambunan di Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Kamis (8/1/2026)

Hal tersebut disampaikan pengurus PWI Sergai saat audiensi dengan Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Sergai Adlin Tambunan di Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Kamis (8/1/2026).

Darma Wijaya menyambut baik rencana pelaksanaan Konfercab PWI Sergai dan berharap proses pemilihan dapat berjalan lancar, demokratis, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu mendorong profesionalisme wartawan di daerah.

“PWI harus tetap solid dan kompak. Pers memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyampaian informasi yang objektif dan berimbang,” ujar dia.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai untuk terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan insan pers, khususnya PWI, guna menciptakan iklim informasi yang sehat dan konstruktif di tengah masyarakat.

Senada dengan itu, Adlin Tambunan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Konfercab PWI Sergai. Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung tertib dan menjadi momentum penguatan soliditas organisasi.

“Pemerintah Kabupaten Sergai mendukung penuh Konfercab PWI Sergai. Harapannya, organisasi tetap solid dan mampu menjaga kebersamaan demi kemajuan pers daerah,” kata Adlin Tambunan.

Sementara itu, Sekretaris PWI Sergai Sugiono menyampaikan bahwa Konfercab diharapkan menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran wartawan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Konfercab PWI Sergai kami harapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi serta penguatan peran wartawan dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Kabupaten Sergai,” terang dia.

 

Perkuat Upaya Perlindungan Kesehatan Anak, Kemenkes RI Hadirkan Vaksin Pulmera

Iki Radio - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat upaya perlindungan kesehatan anak dengan menghadirkan vaksin Pulmera sebagai salah satu merek Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dalam program imunisasi nasional.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional menekan angka kematian balita akibat pneumonia, penyakit infeksi paru yang hingga kini masih menjadi ancaman serius.

Pneumonia menyumbang sekitar 14 persen kematian balita di Indonesia, atau setara dengan dua hingga tiga balita meninggal setiap jam.

Kondisi tersebut menempatkan Indonesia dalam 10 besar negara dengan kematian balita akibat pneumonia tertinggi di dunia, sehingga penguatan pencegahan melalui imunisasi PCV menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.

Ketua Tim Kerja Imunisasi Khusus dan Tambahan Kementerian Kesehatan, dr. Endang Budi Hastuti, MKM, menjelaskan bahwa bakteri Pneumococcus merupakan penyebab utama pneumonia pada anak dan dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi. 

"Imunisasi PCV sangat krusial, terutama pada anak usia dini, karena dapat mencegah infeksi berat yang berisiko menyebabkan kematian,” jelasnya dalam sosialisasi secara daring Penggunaan Vaksin Pulmera dalam Pelaksanaan Imunisasi PCV yang diikuti Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten, dan Kota serta Kepala Puskesmas, Kamis (8/1/2026).  

Kehadiran vaksin Pulmeera melengkapi pilihan vaksin PCV yang sebelumnya telah digunakan pemerintah, seperti Prevenar dan Valenina.

Vaksin ini telah memperoleh izin edar dari Badan POM dan dipastikan memiliki keamanan serta efektivitas yang setara dalam memberikan perlindungan bagi bayi dan balita.

Selain menambah ketersediaan vaksin, Pulmeera juga memberikan fleksibilitas bagi orang tua. Berdasarkan kajian Komite Imunisasi Nasional (KIN), vaksin PCV bersifat interchangeable, sehingga Pulmera dapat digunakan untuk melanjutkan dosis PCV dari merek lain yang telah diberikan sebelumnya.

Endang menegaskan bahwa anak yang terlambat mendapatkan imunisasi PCV tetap dapat dikejar sesuai ketentuan usia.

Anak yang belum mendapatkan PCV pada usia 2 dan 3 bulan masih dapat diberikan dua dosis dengan interval empat minggu, kemudian dilanjutkan dosis ketiga minimal pada usia 12 bulan dengan jarak minimal delapan minggu dari dosis kedua.

Sementara itu, anak di atas usia 12 bulan yang belum pernah menerima PCV masih dapat diberikan dua dosis imunisasi dengan interval minimal delapan minggu, selama belum berusia 24 bulan. 

Bagi anak yang belum mendapatkan dosis lanjutan (dosis ketiga) pada usia 12 bulan, imunisasi tersebut masih dapat diberikan hingga usia 24 bulan.

"Adapun anak di atas usia 24 bulan hingga sebelum 5 tahun yang belum pernah menerima imunisasi PCV tetap dapat memperoleh satu dosis PCV sebagai perlindungan terhadap pneumonia," tambah Endang.

Vaksin PCV, termasuk Pulmera, diberikan melalui suntikan intramuskular di area paha dengan dosis 0,5 mililiter. Dengan semakin luasnya akses dan kejelasan panduan imunisasi kejar, pemerintah berharap tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan terlindungi hanya karena keterlambatan jadwal imunisasi.

Melalui penguatan imunisasi PCV, Kemenkes mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak mendapatkan perlindungan optimal sejak dini demi mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat menuju Generasi Emas 2045. 

 

Validasi Data Kemiskinan, Pemkab Bojonegoro Pasang Stiker di Rumah KPM

Iki Radio - Proses pemasangan stiker keluarga miskin bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial di Kabupaten Bojonegoro hampir tuntas. 

Hingga awal Januari 2026, realisasi pemasangan telah mencapai 97 persen dari total 50.987 rumah KPM.

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan validasi, verifikasi, dan akurasi data kemiskinan, sehingga penyaluran bantuan sosial dapat tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardianto, menjelaskan bahwa pemasangan stiker mengacu pada Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah (Damisda) Kabupaten Bojonegoro.

“Stiker kategori keluarga miskin ditempel pada rumah keluarga yang terdaftar dalam Data Kemiskinan Daerah. Dasarnya adalah Damisda Semester I periode Januari hingga Juni 2025,” ujar Agus, Rabu (7/1/2026).

Ia menyampaikan bahwa sebanyak 97 persen rumah KPM telah dipasangi stiker, dan proses tersebut ditargetkan rampung pada minggu pertama Januari 2026. 

Mengingat kondisi sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis, pembaruan data kemiskinan perlu dilakukan secara berkala.

“Data kemiskinan itu dinamis, sehingga perlu dilakukan pembaruan. Ke depan, akan dilakukan perbaikan data melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” jelasnya.

Melalui langkah stikerisasi ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak hanya memastikan kelayakan penerima bantuan, tetapi juga mendorong peran serta masyarakat dalam pengawasan dan validasi program bantuan sosial.

“Kami membuka ruang pengaduan bagi masyarakat. Jika terdapat data yang dinilai belum sesuai dengan kondisi lapangan, masyarakat dapat menyampaikan melalui perangkat desa setempat. Selanjutnya, Dinas Sosial akan memproses dan melakukan perbaikan data sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Pemkab Kayong Utara Dorong Produktivitas Pertanian Berkelanjutan

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara Kalimantan Barat, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Bupati Kayong Utara Romi Wijaya dalam Zoom Meeting Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dilaksanakan di Aula Pendopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Rabu (7/1/2026).

Momentum Panen Raya Nasional menjadi wujud sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Dalam keterangannya, Bupati Kayong Utara menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian secara berkelanjutan, sejalan dengan kebijakan serta petunjuk teknis yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya maksimal sesuai ketentuan dan petunjuk teknis yang ada, demi meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar Romi Wijaya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai langkah strategis telah dan terus dilakukan, antara lain penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), peningkatan koordinasi lintas sektor, serta dorongan penerapan praktik pertanian yang efektif dan ramah lingkungan.

“Produksi pertanian di Kabupaten Kayong Utara saat ini menunjukkan tren yang positif. Hal ini menjadi kontribusi nyata daerah dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Romi Wijaya juga menyampaikan apresiasi kepada para petani yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan. Ia berharap para petani terus bersemangat dan bangga terhadap profesinya.

“Petani adalah pahlawan pangan bangsa. Peran petani sangat strategis dalam menjaga keberlanjutan kehidupan dan ketahanan pangan masyarakat,” tegasnya.

Melalui partisipasi dalam Panen Raya Nasional ini, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara optimistis sektor pertanian daerah akan terus berkembang, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani, serta berkontribusi signifikan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Menag Nasaruddin Umar Ajak Jajaran Kemenag Jadi Teladan Penjaga Kerukunan

Iki Radio - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta seluruh jajaran Kementerian Agama untuk menjadi teladan sekaligus penjaga harmoni dan kerukunan di tengah masyarakat. 

Menteri Agama Nasaruddin Unar saat membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) serta melepas Jalan Santai Kerukunan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, di Lapangan Merdeka Bone, Rabu (7/1/2026).

Pesan tersebut disampaikan Menag saat membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) serta melepas Jalan Santai Kerukunan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, di Lapangan Merdeka Bone, Rabu (7/1/2026).

Menag menegaskan bahwa peringatan HAB tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi harus dimaknai sebagai momentum memperkuat kebersamaan, persaudaraan, dan kontribusi nyata Kementerian Agama bagi masyarakat. 

“Peringatan HAB ke-80 ini luar biasa, bukan hanya karena antusiasme masyarakat yang begitu besar, tetapi karena kerukunan begitu terasa. Semua melebur, saling menyapa tanpa melihat latar belakang agama apa pun. Inilah wajah Indonesia sesungguhnya,” ujar Menag. 

Menag juga mengapresiasi pelaksanaan HAB ke-80 di Sulawesi Selatan yang diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai daerah. Menurutnya, keterlibatan lintas agama dan elemen masyarakat mencerminkan kuatnya modal sosial bangsa Indonesia.

Ia menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama dalam pembangunan nasional. 

Menag menyebut, berdasarkan survei nasional, Indeks Kerukunan Umat Beragama Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dan berada pada level tertinggi sejak Indonesia merdeka. 

“Kerukunan hari ini adalah yang tertinggi sejak Indonesia merdeka berdasarkan survei nasional. Saya berharap capaian ini terus dipertahankan. Kita ingin Kementerian Agama selalu menjadi garda terdepan dalam memelihara harmoni,” tegasnya.

Pelaksanaan HAB ke-80 di Kabupaten Bone diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya Jalan Sehat Kerukunan yang diikuti tokoh lintas agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Khonghucu, serta tokoh adat, perempuan, pemuda, aparatur sipil negara (ASN) Kemenag, dan masyarakat umum. 

“Ini bukan sekadar jalan santai. Ini simbol persaudaraan kita. Orang dari berbagai kabupaten datang, berbaur, saling menyapa. Mereka lupa identitas agamanya apa, yang ada adalah persaudaraan,” ujar Menag.

Sebagai simbol usia Kementerian Agama yang telah menginjak 80 tahun, sebanyak 80 balon diterbangkan sebelum peserta bergerak menyusuri rute jalan santai yang telah disiapkan panitia.

Selain Jalan Sehat Kerukunan, rangkaian HAB ke-80 Kemenag Sulsel juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, antara lain donor darah serentak, bakti sosial bagi fakir miskin, penyandang disabilitas, dan warga prasejahtera, ziarah makam pahlawan, penggalangan donasi untuk korban bencana di Aceh dan Sumatra Barat, serta zikir dan doa kebangsaan di Masjid Agung Bone. Kegiatan lainnya meliputi rapat kerja dan temu lintas agama di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung.

Dalam sesi bersama media, Menag menilai pelaksanaan HAB ke-80 juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat. Ia memperkirakan perputaran ekonomi yang signifikan dari kehadiran puluhan ribu peserta. 

“Bayangkan, jika yang hadir sekitar 50 ribu orang dan masing-masing membelanjakan Rp500 ribu saja, sudah puluhan miliar rupiah berputar di Bone. Ini berkah untuk masyarakat,” ujarnya.

Menag juga menyampaikan bahwa pelaksanaan HAB Kementerian Agama ke depan akan digilir ke kabupaten dan kota lain agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.

Di akhir sambutannya, Menag mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Kabupaten Bone sebagai wilayah yang ramah, terbuka, dan rukun.  

“Bone hari ini menorehkan sejarah. Jadilah tuan rumah yang baik, terus rawat kerukunan ini. Semoga HAB ke-80 membawa keberkahan bagi Sulawesi Selatan dan Indonesia,” pungkas Menag.

Acara tersebut ditutup dengan pelepasan peserta Jalan Santai Kerukunan oleh Menag Nasaruddin Umar bersama Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, jajaran Kementerian Agama RI, serta para tokoh lintas agama.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Terima Bintang Jasa dari Presiden Prabowo

Iki Radio - Awal tahun 2026 menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Bojonegoro. Di tengah hamparan sawah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Presiden Prabowo Subianto secara resmi, menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wirakarya kepada Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, Rabu (7/1/2026).

Bupati Bojonegoro Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI, Sukses Tingkatkan Pertanian

Penghargaan Bintang Jasa ini  tertuang dalam Keppres Nomor 1/TK dan 2/TK Tahun 2026, diberikan atas prestasi gemilang Wahono dalam, mentransformasi sektor pertanian di “Bumi Angling Dharma” hanya dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinannya.

Bupati Setyo Wahono dinilai sukses menerjemahkan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo mengenai kemandirian pangan ke dalam aksi nyata di tingkat akar rumput.

Sebagai putra asli daerah yang lahir dari keluarga Kepala Desa, Wahono membuktikan bahwa kedekatan emosional dengan petani adalah kunci keberhasilan kebijakan.

“Kami bergerak searah dengan instruksi Bapak Presiden. Bojonegoro tidak boleh hanya menjadi penonton, tapi harus menjadi tulang punggung pangan nasional,” tegas Wahono usai menerima penghargaan.

Berdasarkan data capaian tahun 2025, Bojonegoro kini bertransformasi menjadi pilot project nasional berkat tiga terobosan utama, diantaranya :

Revolusi Air (Pompanisasi) : Melalui program pompanisasi besar-besaran, lahan tadah hujan yang dulunya hanya panen dua kali, kini meningkat menjadi tiga kali setahun (IP300).

Mekanisasi Modern : Untuk menekan angka kehilangan hasil (losses), Pemkab telah mendistribusikan ratusan unit alat mesin pertanian (Alsintan) modern kepada kelompok tani.

Reformasi Pupuk : Lewat penguatan Koperasi Unit Desa (KUD) dan optimalisasi Kartu Petani Mandiri, distribusi pupuk subsidi kini jauh lebih tepat sasaran dan bebas dari hambatan birokrasi.

Kerja keras ini membuahkan hasil manis. Pada tahun 2025, produksi padi Bojonegoro mencatatkan surplus yang sangat signifikan. Hal ini menempatkan Bojonegoro sebagai penyumbang cadangan pangan nasional yang vital.

Keberhasilan Setyo Wahono memberikan pesan kuat bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari desa.

Pendekatan “pemerintah hadir di tengah sawah” yang ia terapkan telah membangun kembali kepercayaan petani terhadap negara.

Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan bahwa Bojonegoro kini berada di garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan total bagi Indonesia.

Satu Tahun Capai Swasembada, Ketahanan Pangan Indonesia Makin Kuat

Iki Radio - Indonesia mencatatkan tonggak sejarah baru dalam pembangunan nasional melalui capaian swasembada pangan tahun 2025. 

Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 yang digelar di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Capaian tersebut berhasil diraih lebih cepat dari target nasional, yakni hanya dalam waktu satu tahun dari target awal empat tahun yang telah ditetapkan pemerintah.

Momentum bersejarah ini ditandai melalui Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 yang digelar di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi simbol keberhasilan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. 

Menurut Presiden, suatu negara tidak dapat dikatakan benar-benar merdeka apabila kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain. 

“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangan tergantung bangsa lain,” tegas Presiden.

Capaian swasembada pangan 2025 tecermin dari sejumlah indikator utama yang menunjukkan penguatan signifikan sektor pertanian nasional. 

Produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton, meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan tahun 2024. Kenaikan tersebut menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025.

Selain itu, stok beras Perum Bulog pada akhir 2025 tercatat mencapai 3,24 juta ton, dan sempat menyentuh angka 4,2 juta ton, yang merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan pangan nasional. 

Kondisi ini memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus memberikan ruang kebijakan yang lebih stabil dalam menjaga harga dan pasokan di dalam negeri.

Keberhasilan swasembada pangan juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) pada tahun 2025 tercatat mencapai 125,35, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, yang menunjukkan peningkatan daya beli dan pendapatan petani secara signifikan.

Dari sisi perdagangan, sektor pertanian nasional juga menunjukkan kinerja ekspor yang kuat. Nilai ekspor pertanian pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai Rp629,7 triliun, meningkat 33,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Capaian tersebut menegaskan bahwa pertanian Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga semakin kompetitif di pasar global.

Pemerintah menegaskan bahwa swasembada pangan 2025 bukanlah titik akhir, melainkan fondasi bagi penguatan kemandirian nasional yang berkelanjutan. 

Kedepan, pemerintah berkomitmen menjaga konsistensi produksi, memperluas swasembada ke komoditas strategis lainnya, serta memastikan manfaat pembangunan pertanian dirasakan secara merata oleh petani, nelayan, dan masyarakat luas. 

close
Pasang Iklan Disini