Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Pemerintah Perkuat Pasokan Pangan, Beras SPHP Medium Ditambah 1 Juta Ton

Iki Radio - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan produksi dan ketersediaan beras nasional tetap aman di tengah kondisi El Nino dan musim kemarau yang berlangsung lebih panjang. Pemerintah juga memperkuat pasokan beras ke pasar dengan menambah alokasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium sebanyak 1 juta ton.

Kepastian tersebut disampaikan Mentan Amran usai menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan sejumlah kementerian/lembaga terkait di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026). 

“Kesimpulan semuanya, aman, aman. Produksi dan kebutuhan pangan kita aman,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan pasokan beras tetap tersedia sekaligus menjaga harga di tingkat konsumen. Salah satunya dengan mempercepat penyaluran beras SPHP serta mendorong beras medium dan premium masuk ke jaringan ritel. 

“Yang pertama, SPHP kita tambah dan beras medium juga premium dorong ke ritel-ritel. Yang kedua, beras pecah atau menir kita stop impornya. Yang ketiga, untuk menekan harga ini, operasi pasar besar-besaran. SPHP ditambah satu juta ton, kemudian bantuan pangan dipercepat,” tegasnya.

Menurut Mentan Amran, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi pemerintah menghadapi periode musim kemarau yang berpotensi menekan produksi dan pasokan di pasar. Pemerintah tidak menunggu tekanan pasokan terjadi, tetapi mengambil langkah lebih awal dengan memperkuat distribusi beras kepada masyarakat.

Dalam rapat tersebut, pemerintah memutuskan penambahan 1 juta ton beras SPHP medium untuk memperkuat ketersediaan beras di pasar. Beras tersebut akan disalurkan melalui berbagai saluran distribusi agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan penambahan tersebut merupakan keputusan pemerintah untuk memperkuat pasokan dan menjaga harga beras di pasar.  

“Untuk merespons itu, maka kami baru saja rapat memutuskan: kita tambah suplainya untuk beras subsidi yang kita kenal dengan SPHP. SPHP medium. Kita tambah lagi tadi 1 juta,” kata Zulkifli.

Karena itu, pemerintah menambah 1 juta ton SPHP medium yang akan disalurkan pada periode Oktober hingga Desember 2026 dan dilanjutkan hingga memasuki masa panen berikutnya. Beras SPHP tersebut ditujukan untuk menjaga pasokan sekaligus menekan kenaikan harga di pasar.

Mentan Amran menegaskan, selain memperkuat pasokan beras, pemerintah juga mempercepat bantuan pangan dan melakukan operasi pasar secara besar-besaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas pangan sekaligus memastikan masyarakat tidak kesulitan memperoleh beras. 

“Sudah didorong. Bulog kami minta percepat. Bulog minta percepat,” tegas Mentan Andi Amran Sulaiman saat ditanya mengenai pasokan beras premium di ritel modern.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat kebijakan hilirisasi beras dengan memanfaatkan stok beras Bulog yang mengalami penurunan mutu untuk kebutuhan industri tepung beras. Kebijakan tersebut sekaligus mendukung pengurangan ketergantungan terhadap impor beras pecah atau menir.

Mentan Amran mengatakan pemerintah telah menghentikan impor beras pecah dan mengoptimalkan stok dalam negeri untuk kebutuhan tersebut. 

“Beras yang diimpor itu 380 ribu ton, beras pecah, itu kita setop. Dari Bulog 380 ribu. Alhamdulillah, jadi kita tindak setop impor beras pecah, menir,” ujarnya.

Pemerintah juga memutuskan penyediaan SPHP jagung sebanyak 150 ribu ton untuk membantu peternak rakyat dan pelaku usaha kecil-menengah menghadapi tekanan pasokan jagung selama musim kemarau.

Seluruh langkah tersebut menunjukkan pemerintah melakukan mitigasi secara terukur untuk menjaga pasokan pangan dari hulu hingga hilir. Di tengah tantangan El Nino, pemerintah memastikan produksi dalam negeri tetap berjalan, sementara distribusi dan intervensi pasar diperkuat untuk menjaga kebutuhan masyarakat. 

“Operasi pasar besar-besaran. SPHP ditambah satu juta ton. Kemudian bantuan pangan dipercepat,” pungkas Mentan Amran.

Kualitas Udara Padang Sangat Tidak Sehat, BPBD Bagikan 11.000 Masker

Iki Radio - Kualitas udara di Kota Padang berada pada kategori sangat tidak sehat dengan nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai 214. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membagikan 11.000 masker gratis kepada masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN), Senin (7/9/2026).

Pembagian masker menjadi langkah cepat Pemko Padang untuk mengurangi paparan udara yang memburuk akibat kiriman kabut asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah provinsi tetangga.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan kondisi kualitas udara tersebut perlu direspons dengan langkah perlindungan, khususnya bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan.

“Indeks standar pencemaran udara Kota Padang saat ini mencapai 214 dan masuk kategori sangat tidak sehat. Pembagian masker ini sesuai dengan edaran Wali Kota Padang Fadly Amran untuk menyikapi kondisi cuaca berkabut,” ujar Hendri.

Masker dibagikan kepada masyarakat tanpa dipungut biaya, terutama pengguna jalan yang masih beraktivitas di tengah kondisi udara yang tidak sehat. Sasaran mencakup pengendara sepeda motor, pengendara mobil, pengguna angkutan umum, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

Distribusi 11.000 masker dilakukan secara serentak di empat lokasi yang menjadi titik aktivitas masyarakat, yakni di depan Balai Kota Padang di Jalan Bypass, Jalan A. Yani, Jalan Sawahan, dan kawasan Pasar Baru Pauh.

Petugas menyasar pengguna jalan yang melintas, terutama pengendara sepeda motor yang belum menggunakan masker. Pembagian juga dilakukan kepada pengendara kendaraan roda empat, angkutan umum, serta ASN yang berada di lingkungan Pemko Padang.

Aksi tanggap darurat tersebut dipimpin langsung Hendri Zulviton bersama jajaran BPBD. Kegiatan turut didampingi Asisten III Sekretariat Daerah Kota Padang Corri Saidan dan Kepala Bagian Pemerintahan Setdako Padang Rina Melati, serta melibatkan anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB). Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk membagikan masker, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi kualitas udara yang sedang memburuk.

Pemko Padang akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kabut asap. Jika kondisi tersebut masih berlanjut, distribusi masker akan kembali dilakukan sesuai kebutuhan dan perkembangan di lapangan.

Hendri mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan langsung terhadap udara luar ketika kondisi tidak memungkinkan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Dengan ISPU yang berada pada level sangat tidak sehat, respons pemerintah diarahkan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan sembari perkembangan kualitas udara terus dipantau. Pembagian masker menjadi salah satu langkah awal untuk mengurangi dampak paparan kabut asap terhadap warga Kota Padang.

Presiden Prabowo: Alokasi Anggaran Mitigasi Bencana Harus Ditambah

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto meminta alokasi anggaran mitigasi bencana ditambah secara signifikan agar pemerintah memiliki kesiapan lebih kuat menghadapi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurut Prabowo, rangkaian bencana dan kondisi kedaruratan di sejumlah wilayah menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk memperkuat kesiapsiagaan. 

“Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu,” kata Presiden.

Presiden Prabowo menilai respons pemerintah terhadap sejumlah bencana, termasuk di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, berlangsung cukup cepat dan masif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan dan pemulihan di daerah terdampak. 

“Untuk itu saya ucapkan terima kasih semua unsur yang telah bekerja keras,” ujar Presiden Prabowo Subianto. 

Selain penanganan bencana di Sumatra, Presiden mengevaluasi respons terhadap kebakaran hutan. Menurutnya, penanganan telah berlangsung cukup masif, meski masih terdapat keterlambatan di sejumlah lokasi yang perlu menjadi bahan perbaikan.

Karena itu, Prabowo meminta pemerintah memperkuat kesiapan sarana penanganan bencana, antara lain dengan memperbanyak helikopter, pompa air, peralatan pemadam kebakaran, serta alat berat di wilayah berisiko tinggi.

Presiden juga meminta ekskavator berukuran kecil ditempatkan lebih dekat dengan daerah yang secara rutin menghadapi kebakaran hutan maupun ancaman bencana lainnya.

Menurutnya, pemerintah perlu menyusun rencana induk atau masterplan mitigasi bencana secara menyeluruh sehingga personel dan peralatan telah tersedia sebelum kondisi darurat terjadi. 

“Persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,” tegas Prabowo.

Penguatan kesiapsiagaan juga mencakup kemampuan udara. Pemerintah mempertimbangkan penambahan helikopter, pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, serta pemanfaatan pesawat nirawak atau drone yang mampu membawa air guna membantu penanganan kebakaran.

Prabowo Subianto juga meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji bahan dan metode yang paling efektif untuk mendukung operasi modifikasi cuaca.

Selain itu, kemampuan TNI Angkatan Laut direncanakan diperkuat untuk mendukung penanganan bencana. Presiden menyebut kapal yang akan masuk jajaran TNI AL dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional helikopter dan drone sehingga pengerahan bantuan ke lokasi terdampak dapat dilakukan lebih cepat.

Presiden turut menyoroti penanganan gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan kabut asap. Berbagai ancaman tersebut, menurutnya, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan cincin api atau Ring of Fire.


Kinerja Raih Status Sangat Tinggi, Bupati Madiun Tekankan Peningkatan Pelayanan Masyarakat

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus mematangkan akuntabilitas dan efektivitas kinerja birokrasi. Langkah ini diwujudkan melalui Evaluasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) di jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar pada Senin (7/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, Sekretaris Daerah Sigit Budiarto, Inspektur Kabupaten Madiun Joko Lelono, pimpinan OPD, serta tim LPPD Kabupaten Madiun. 

Untuk memperkuat kapasitas penyusunan laporan, Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Kabupaten Madiun menghadirkan Kepala Biro Pemerintahan dan Otoda Setda Provinsi Jawa Timur, Dr. Lilik Pudjiastuti, sebagai narasumber.

Dalam paparannya yang bertajuk Hasil EPPD dan Arah Penguatan Kinerja LPPD Kabupaten Madiun, Dr. Lilik Pudjiastuti mengungkapkan tren kinerja Kabupaten Madiun yang menunjukkan grafik positif.

Berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Nasional, skor Kabupaten Madiun mengalami lonjakan 0,33 poin dari angka 3,08 pada LPPD 2023 menjadi 3,41 pada LPPD 2024. Sementara itu, skor agregat pada Peta Kinerja LPPD Jatim 2025 tercatat mencapai 65,84.

Merujuk Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 100.2.7-739 Tahun 2026 tentang Hasil EPPD Secara Nasional Tahun 2025 berdasarkan LPPD Tahun 2024, Skor Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (KPPD) Kabupaten Madiun resmi menyentuh angka 3,4110 dan masuk dalam kategori status Sangat Tinggi.

Menanggapi capaian tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa LPPD merupakan refleksi kepemimpinan daerah, wujud sinergi seluruh elemen OPD, sekaligus menjadi rapor kinerja bagi kepala daerah. Ia menginstruksikan seluruh jajaran agar proses penyusunan laporan tidak sekadar formalitas semata.

"Capaian yang telah diraih harus menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Kita tidak hanya mengejar skor, tetapi memastikan setiap skor mencerminkan dampak positif terhadap pelayanan dan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Madiun," tegas Hari Wuryanto.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan pentingnya keakuratan data dalam setiap pelaporan mengingat anggaran yang digunakan bersumber dari rakyat. Ia juga mendorong jajaran OPD untuk terus menelurkan inovasi baru guna membawa Kabupaten Madiun ke tingkat yang lebih tinggi.

"Karena LPPD ini dilaporkan ke pemerintah pusat, kita harus mengerjakannya sebaik mungkin sebab program kerja kita menggunakan anggaran dari rakyat. Selain itu, OPD harus terus berinovasi. Saat ini posisi kita ada di kategori sangat inovatif, saya berharap ke depan bisa naik menjadi terinovatif," pungkasnya.(ir)

Penegakan Hukum Karhutla Riau, 44 Orang Jadi Tersangka

Iki Radio - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menetapkan 44 orang sebagai tersangka dari 41 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Riau.


Data tersebut disampaikan saat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, bersama Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, mengecek lokasi karhutla di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Minggu (6/9/2026).

Kapolda menegaskan penanganan karhutla dilakukan melalui penguatan pencegahan, pemadaman, hingga penegakan hukum terhadap kasus yang memenuhi unsur pidana.

“Pencegahan kita perkuat, pemadaman kita lakukan maksimal, tetapi penegakan hukum tetap berjalan. Kalau ditemukan unsur pidana, tentu akan kita proses,” tegas Herry.

Polda Riau bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai juga memperkuat sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah daerah, serta relawan di lapangan.

Upaya tersebut difokuskan pada pencegahan dan penanganan cepat agar kebakaran tidak meluas, terutama di desa rawan, kawasan perkebunan, lahan gambut, serta wilayah yang memiliki riwayat kebakaran.

Sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar juga terus dilakukan hingga tingkat desa dan dusun. Bhabinkamtibmas bersama Babinsa dilibatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, kelompok tani, dan pemilik lahan.

Dalam pengecekan di areal PT Bumi Siak Pusako (BSP), Kecamatan Dayun, Kapolda dan Pangdam turut memastikan kesiapan personel serta peralatan pemadaman di lapangan.

Penanganan dilakukan mulai dari pemadaman hingga pendinginan lahan gambut untuk mencegah munculnya kembali titik api.

“Saya bersama Pangdam turun langsung melihat kondisi di Siak. Sementara untuk wilayah lain yang terpantau memiliki hotspot, jajaran sudah kita minta melakukan pengecekan di lapangan. Setiap indikasi harus segera ditindaklanjuti agar api tidak sampai meluas,” kata Herry.

Kapolda mengingatkan bahwa setiap hotspot atau titik panas tidak dapat langsung disimpulkan sebagai kebakaran aktif.

Karena itu, jajaran kewilayahan diperintahkan melakukan pemeriksaan langsung di lapangan atau ground check untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Kondisi Karhutla sangat dinamis. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Begitu ada hotspot, cek. Kalau ditemukan api, segera padamkan dan pastikan pendinginannya tuntas,” ujar Herry.

 

Wabup Madiun Ambal Warso, Berikut Sekilas Profil dr. Purnomo Hadi, Dari Direktur RSUD Dolopo Hingga Menjadi Wakil Bupati Madiun

Iki Radio — Jabatan Wakil Bupati Madiun periode 2025–2030 resmi diisi oleh dr. Purnomo Hadi. Pria kelahiran 7 September 1975 tersebut mengawali pengabdian barunya setelah dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025.

Sebelum menduduki kursi orang nomor dua di Kabupaten Madiun, Purnomo merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi di dunia kesehatan. Jabatan strategis terakhir yang diembannya sebelum pensiun dari status ASN adalah Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dolopo, Madiun.

Perjalanan pendidikan pria asli daerah ini dimulai dari jenjang sekolah dasar pada tahun 1981–1987 di SDN Tambakmas I. Tahun 1987–1990, di SMP Negeri Kebonsari, dan pada tahun 1990–1993 mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Geger, Kabupaten Madiun.

Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter (dr.), Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar tahun 1994–2001. Dan Magister Hukum (M.H.), Universitas Islam Malang (UNISMA) tahun 2025.

Gelar magister hukum tersebut diraihnya melalui studi pascasarjana dengan fokus tesis pada strategi peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penyusunan tesis ini diangkat langsung dari pengalaman rekam jejak kepemimpinannya saat mengelola RSUD Dolopo.

Kombinasi latar belakang medis, pengalaman birokrasi, serta pemahaman di bidang hukum menjadi modal penting bagi dr. Purnomo Hadi dalam mendampingi tata kelola pemerintahan Kabupaten Madiun untuk lima tahun ke depan.(ir)

300 Perenang Bersaing di Piala Panglima TNI 2026

Iki Radio - Komando Armada II (Koarmada II) menggelar Open Tournament Renang Piala Panglima TNI 2026 di Kolam Renang Jala Krida Tirta Akademi Angkatan Laut (AAL), Bumimoro, Surabaya, Minggu (6/9/2026).

Open Tournament Renang Piala Panglima TNI 2026 di Kolam Renang Jala Krida Tirta Akademi Angkatan Laut (AAL), Bumimoro, Surabaya, Minggu (6/9/2026).


Kegiatan yang dibuka Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I G.P. Alit Jaya tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI yang akan diperingati pada 5 Oktober 2026.

Turnamen renang tersebut diikuti sebanyak 300 peserta, terdiri atas 150 peserta umum dan 150 peserta dari unsur TNI/Polri. Keikutsertaan peserta dari berbagai kalangan menjadikan turnamen ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet renang potensial.

Untuk kategori umum, peserta dibagi berdasarkan kelompok umur (KU) Kadet 1, Kadet 2, dan Kadet 3. Nomor yang dipertandingkan meliputi gaya bebas 50 meter, gaya dada 50 meter, gaya punggung 50 meter, dan gaya kupu-kupu 50 meter untuk kategori putra dan putri.

Sementara itu, peserta dari unsur TNI/Polri berlaga dalam kategori putra, putri, serta beregu campuran. Nomor yang diperlombakan meliputi gaya bebas 50 meter, gaya dada 50 meter, dan estafet gaya bebas 4 x 50 meter untuk kategori beregu campuran.

Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I G.P. Alit Jaya saat membacakan sambutan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan, penyelenggaraan Open Tournament Piala Panglima TNI merupakan bentuk komitmen TNI dalam mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga nasional.

Menurutnya, turnamen tersebut memiliki sejumlah tujuan, antara lain menjadi parameter keberhasilan pembinaan atlet, mencari bibit atlet potensial, meningkatkan kualitas dan prestasi olahraga nasional, serta memperkuat komunikasi antarpengurus olahraga di berbagai tingkatan.

“Tujuan kedua adalah mencari dan menemukan bibit-bibit atlet yang memiliki potensi untuk berprestasi sebagai wujud keikutsertaan TNI dalam membantu pemerintah di bidang pembinaan olahraga nasional,” ujarnya.

Selain berorientasi pada prestasi, turnamen tersebut juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan kebersamaan antara TNI, Polri, dan masyarakat. Interaksi yang terbangun melalui kegiatan olahraga diharapkan dapat memperkuat solidaritas, jiwa korsa, serta kemanunggalan TNI dan Polri dengan rakyat.

Panglima TNI juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Para juri dan wasit diminta menjalankan tugas secara jujur dan bijaksana dengan tetap mengutamakan keamanan serta kenyamanan seluruh peserta.

Lebih lanjut, olahraga prestasi tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Proses pembinaan melalui olahraga juga berperan dalam membentuk karakter atlet, seperti sportivitas, kejuangan, kehormatan, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepercayaan diri.

Sementara itu, Pangkoarmada II mengatakan, Open Tournament Renang Piala Panglima TNI 2026 menjadi wadah untuk menggali potensi atlet renang, baik dari kalangan umum maupun TNI/Polri, sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga renang di tingkat nasional.

Melalui turnamen tersebut, Koarmada II turut menunjukkan dukungan terhadap pengembangan olahraga prestasi sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat melalui semangat kompetisi yang sehat dan sportif.

Gunung Anak Krakatau Level Siaga, Kemenhub Batasi Pelayaran Radius 3 Kilometer

Iki Radio - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) meningkatkan kewaspadaan keselamatan pelayaran di Perairan Selat Sunda menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada pada Level III atau Siaga, Minggu (6/9/2026).

Melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, DJPL mengimbau seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya aktivitas vulkanik, termasuk letusan, lontaran material, abu vulkanik, maupun gangguan terhadap keselamatan navigasi.

Kepala KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha mengatakan, keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama seiring meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Kami mengimbau seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau,” ujar Yogie.

Ia menegaskan, selama status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga), kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Nakhoda juga diminta melakukan perencanaan pelayaran dengan memperhatikan kondisi cuaca, arah sebaran abu vulkanik, serta informasi keselamatan pelayaran yang diterbitkan instansi berwenang.

Apabila ditemukan indikasi bahaya yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran, nakhoda diminta segera mengambil tindakan penghindaran yang diperlukan dan melaporkannya kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, Syahbandar terdekat, atau instansi terkait.

Di tengah peningkatan kewaspadaan tersebut, layanan penyeberangan pada lintasan Merak–Bakauheni dan sebaliknya masih berjalan normal.

DJPL memastikan operasional penyeberangan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran. Pembatasan saat ini berlaku terhadap pergerakan kapal dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

“Layanan penyeberangan Merak-Bakauheni dan sebaliknya saat ini masih berjalan normal dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan keselamatan pelayaran,” kata Yogie.

DJPL melalui KSOP Kelas I Banten dan KSOP Kelas IV Bakauheni terus melakukan pemantauan serta koordinasi terhadap kondisi pelayaran di Perairan Selat Sunda.

Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan setiap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat segera ditindaklanjuti apabila berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran.

Para nakhoda diminta senantiasa memantau informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi pemerintah terkait lainnya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi laut di kawasan Selat Sunda sekaligus memastikan aktivitas pelayaran tetap berlangsung sesuai dengan kondisi dan ketentuan keselamatan yang berlaku.

close
Pasang Iklan Disini