Iki Radio - Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan berkelanjutan. Capaian swasembada pangan Indonesia diperkuat oleh ketersediaan stok beras yang solid, termasuk di Provinsi Aceh yang saat ini memiliki cadangan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
![]() |
| Kementerian Pertanian melakukan pengecekan kondisi lahan pertanian |
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman
menyatakan, stok beras nasional saat ini berada pada level aman dengan total
lebih dari 3 juta ton. Ketersediaan tersebut menjadi fondasi penting dalam
menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya di wilayah yang
terdampak bencana.
“Stok beras nasional sekitar 3,2 juta ton. Termasuk di
Aceh, stoknya sangat kuat, cukup untuk tiga hingga enam bulan ke depan. Jadi
saudara-saudara kita yang terdampak bencana tidak perlu khawatir, pangan aman,”
ujar Mentan Amran saat kegiatan rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana di
Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara.
Ia menegaskan, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto,
pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga mempercepat
pemulihan sektor pertanian agar produksi pangan tetap berkelanjutan. Di Aceh,
cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 70 ribu
ton, seiring kembali berjalannya penyerapan gabah petani.
Menurut Mentan, upaya menjaga ketahanan pangan dilakukan
secara menyeluruh, mulai dari pendampingan petani, rehabilitasi lahan
pascabencana, hingga penyaluran sarana produksi. Langkah ini ditujukan agar
daerah terdampak, termasuk Aceh, segera kembali berproduksi dan berkontribusi
pada ketahanan pangan nasional.
“Alhamdulillah,
Indonesia telah satu tahun mencapai swasembada pangan. Ini merupakan capaian
strategis dan relatif cepat berkat kebijakan besar Bapak Presiden. Pemerintah
memastikan pangan tersedia, aman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,”
tegasnya.
Data menunjukkan, total stok beras yang dikelola Perum
Bulog di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 106,7 ribu
ton. Dari jumlah tersebut, Aceh memiliki stok terbesar sebesar 71,3 ribu ton,
disusul Sumatra Utara 25,7 ribu ton, dan Sumatra Barat 9,7 ribu ton.
Secara nasional, stok beras Bulog tercatat sekitar 3,35
juta ton, yang terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,23 juta
ton dan stok komersial sekitar 128 ribu ton. Ketersediaan ini dinilai krusial
dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Perum Bulog
Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan Bulog menjalankan mandat pemerintah
dalam mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan mulai 2026 dan
seterusnya.
“Bulog akan memaksimalkan peran penyerapan hasil petani,
pengelolaan cadangan pangan, hingga penyaluran beras ke seluruh wilayah
Indonesia, sesuai arahan Presiden dan Menteri Pertanian,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah optimistis swasembada pangan
nasional dapat terus dipertahankan melalui penguatan produksi, optimalisasi
penyerapan hasil petani, serta distribusi pangan yang efektif. Ketahanan pangan
diposisikan sebagai pilar utama dalam pemulihan pascabencana sekaligus
peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.






















