Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Tokoh Muda NU Sambut Kapolri Baru, Harap Estafet Kepemimpinan Polri Berlanjut

Iki Radio - Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) Ubaidillah Amin menyampaikan ucapan selamat atas disetujuinya Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru, menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Sebelumnya, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto telah mendapat persetujuan Komisi III DPR RI melalui proses uji kelayakan dan kepatutan untuk menjadi Kapolri.

Ubaidillah menyampaikan selamat kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin institusi Polri.

“Selamat atas terpilihnya Kapolri baru Komjen Pol. Suyudi Ario Seto,” ujar Ubaidillah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Menurut Ubaidillah, dirinya mengenal Suyudi sebagai sosok Muslim yang taat serta memiliki pengalaman dan rekam jejak karier yang baik di dunia reserse.

“Saya mengenal beliau sebagai sosok muslim yang taat dan memiliki karier sangat baik di dunia reserse,” katanya.

Selain pengalaman di bidang reserse, Ubaidillah menilai Suyudi merupakan sosok yang menghargai keberagaman. Menurutnya, sikap tersebut menjadi salah satu hal penting dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan institusi kepolisian yang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kapolri baru juga dikenal sebagai orang yang sangat menghargai keberagaman,” ujarnya.

Ubaidillah berharap kepemimpinan Suyudi dapat melanjutkan estafet kepemimpinan di tubuh Polri sekaligus mendorong peningkatan kinerja institusi tersebut ke depan.

“Sekali lagi selamat, semoga beliau dapat melanjutkan estafet kepemimpinan Polri, sehingga kinerja Polri akan terus lebih baik lagi ke depannya,” kata Ubaidillah.

Ia juga berharap amanah yang diberikan kepada Suyudi dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Semoga Kapolri baru dapat menjalankan amanah sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Tampil Tanpa Beban, Nurisa Dian Ashrifah Menyumbang Emas Kelima Indonesia di Asian Games 2026

Iki Radio — Atlet panahan Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah, tampil mengejutkan dengan merebut medali emas pada nomor compound perorangan putri Asian Games 2026. Keberhasilan atlet yang akrab disapa Hani ini sekaligus menjadi medali emas kelima bagi kontingen Indonesia, memastikan melampaui target awal empat emas yang ditetapkan pemerintah.

Hani mengaku tidak memikul beban berat maupun mematok target tinggi sejak awal kompetisi. Fokus utamanya hanya menjaga kenyamanan dan konsistensi di setiap lembaran tembakan.

"Dari awal saya tidak berekspektasi. Yang penting enak nembaknya. Sebenarnya dari kualifikasi saya cuma mencoba untuk menembak dengan nyaman. Hasilnya mengikuti. Ternyata di sesi kedua saya bisa menaikkan skor dan akhirnya peringkat delapan," ungkap Hani seusai laga.

Langkah Hani menuju podium tertinggi terbilang dramatis. Usai lolos dari kualifikasi, ia menembus perempat final dan langsung berhadapan dengan wakil India, Chikitha Taniparthi—pemanah unggulan yang sebelumnya telah mengoleksi dua emas di nomor beregu putri dan beregu campuran.

Mampu menumbangkan Chikitha, Hani melanjutkan kejutan di semifinal dengan menundukkan pemanah Korea Selatan, Kang Yeon Seo. Dalam laga semifinal tersebut, perubahan cuaca dan angin sempat menguji mentalitas bertandingnya.

"Dia kemarin mainnya bagus, perfect score terus. Jadi saya tidak berekspektasi. Ya sudah, nembak saja. Dari tadi belum ada angin, bahkan dari kemarin belum ada angin. Baru hari ini panas, matahari datang, kemudian angin. Saya sempat agak panik, lawan juga panik. Tapi alhamdulillah saya bisa menang, selisihnya empat poin," terangnya.

Puncaknya terjadi pada partai final saat Hani berhadapan dengan atlet Filipina, Amaya Amparo Cojuangco. Melalui pertarungan ketat, Hani menutup laga dengan kemenangan tipis 139-137. Ia tak menampik adanya faktor keberuntungan terkait kondisi angin saat penentuan tembakan.

"Saya benar-benar enggak kebayang sampai final. Yang penting dari awal saya nembak bagus saja. Iya, ini semesta sepertinya mendukung. Pas saya nembak anginnya enggak terlalu kencang, tapi pas Filipina nembak, lumayan kencang," ujar Hani.

Pemanah muda ini menyebut pencapaiannya sebagai kejutan terbesar dalam kariernya setelah berhasil menumbangkan para pemanah unggulan dunia dari India dan Korea Selatan.

"Ini plot twist banget dalam hidup saya. Saya lawan India dan Korea yang sudah menguasai panahan dan atlet top. Ternyata saya bisa," tutupnya.

Hajar Bangladesh 9-2, Indonesia Melaju Ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Iki Radio— Tim nasional Indonesia berhasil melangkah ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 usai menggilas Bangladesh dengan skor telak 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Skuad Garuda tampil sangat dominan sejak awal laga. Pada babak pertama, Indonesia sudah memimpin jauh dengan skor 6-1. Mitchell Baker menjadi bintang lapangan dengan menggelontorkan empat gol (quattrick), sementara dua gol Indonesia lainnya dicetak oleh Rizky Ridho dan Justin Hubner.

Selepas turun minum, anak-asuh John Herdman tidak mengendurkan serangan. Kevin Diks dan kawan-kawan langsung menggempur lini pertahanan Bangladesh. Pada menit ke-49, Ole Romeny sempat terjatuh di kotak penalti. Namun, setelah dipantau melalui Video Operation Room (VOR), wasit memutuskan tidak ada pelanggaran yang terjadi.

Memasuki sepuluh menit awal babak kedua, Indonesia sempat kesulitan menambah keunggulan meski terus mencatatkan peluang dan tembakan tepat sasaran. Pertahanan Bangladesh tampil jauh lebih solid dibanding babak pertama.

Guna memecah kebuntuan, John Herdman melakukan rotasi pemain. Pada menit ke-60, Rizky Ridho ditarik keluar dan digantikan oleh Luke Vickery. Karena lini depan masih tampak terburu-buru dan tak begitu tenang, Herdman kembali memasukkan Egy Maulana Vikri serta Dean James beberapa saat kemudian.

Serangan bertubi-tubi terus dilancarkan melalui Romeny, James, hingga sundulan Elkan Baggott. Namun, aksi gemilang kiper Bangladesh kerap menggagalkan peluang tersebut. Romeny sebenarnya sempat mencetak gol pada menit ke-84, tetapi dianulir lantaran hakim garis lebih dulu mengangkat bendera offside. Memasuki menit-menit akhir, Indonesia sempat tampak frustrasi menghadapi perlawanan Bangladesh yang kian membaik.

Keran gol Indonesia di babak kedua baru terbuka pada menit ke-90 ketika Luke Vickery sukses membobol gawang lawan memanfaatkan assist dari Ole Romeny. Namun, semenit berselang, Bangladesh mampu memperkecil kedudukan menjadi 7-2 lewat serangan balik cepat yang diselesaikan oleh Farhaan Ali Wahid.

Tensi pertandingan sempat memanas pada masa injury time. Terjadi keributan di lapangan yang memicu sejumlah pemain cadangan ikut masuk ke area permainan akibat insiden antara Romeny dan bek lawan.

Meski demikian, Indonesia mampu menutup laga dengan sangat klinis. Melalui situasi bola mati, Kevin Diks menyambut bola dengan sundulan terukur yang berbuah gol. Tak sampai semenit kemudian, Mitchell Baker menggenapi pesta gol Indonesia menjadi 9-2 usai mengonversi assist kedua dari Romeny pada laga ini.

Kemenangan fantastis 9-2 ini memastikan langkah Timnas Indonesia mengunci satu tempat di partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026.

Tengku Dewi Putri Buka Suara Soal Tantangan Single Parent, Kembali Nge-DJ Jadi Sarana Self Healing

Iki Radio — Artis cantik Tengku Dewi Putri membagikan pengalamannya mengenai tantangan serta dinamika menjalani peran sebagai orang tua tunggal (single parent) bagi kedua buah hatinya yang masing-masing berusia 5,5 tahun dan 2 tahun. Mantan istri Andrew Andika ini menegaskan pentingnya untuk tetap tegar dan menikmati setiap proses dalam mengasuh anak, meski tak menampik kerap merasa lelah di balik layar.

"Gedebag-gedebuglah pokoknya, dinikmati aja. Tanggung jawab bukan ke diri kita doang, anak-anak juga masih kecil kan. Semangat aja tiap hari, (capek) ya pasti. Di konten mungkin ketawa-ketawa aja, tapi kalau pas momen-momen yang sedih sendiri ya cuma aku sama Tuhan yang tahu," ungkap Tengku Dewi, dikutip dari tayangan YouTube TRANS TV Official, Kamis (1/10/2026).

Untuk mengobati rasa lelah di tengah kesibukannya, wanita berusia 38 tahun tersebut memilih untuk menyalurkan energi positif melalui berbagai aktivitas dan hobi, seperti rutin berolahraga demi menjaga kebugaran tubuh serta kembali menekuni dunia Disc Jockey (DJ).


Kembali ke Dunia Musik Setelah Vakum 8 Tahun

Tengku Dewi mengaku sempat vakum dari panggung hiburan malam dan profesi DJ selama delapan tahun lantaran fokus pada kehidupan berumah tangga. Usai berpisah, ia memutuskan untuk kembali mengasah keahliannya di meja cetak piringan hitam tersebut.

Keputusan kembali ke dunia DJ dinilainya sangat tepat karena jam kerja yang relatif fleksibel. Hal ini memungkinkannya untuk memiliki waktu berkualitas (quality time) yang lebih banyak bersama anak-anak di rumah.

"Aku merasa untuk waktunya lebih banyak buat anak-anak, karena mostly nge-DJ itu paling lama 2 jam dan itu malam jadi anak-anak udah tidur. Kalau syuting tawaran ada, cuma itu kan pagi ke pagi, jadi mending aku fokus balik lagi ke DJ. Aku sekolah lagi terus aku balik lagi ke situ," jelasnya.

Selain alasan waktu, ketertarikan mendalam pada bidang musik menjadikan profesi ini sebagai sarana pelepasan stres dan pemulihan diri. "Aku memang suka banget musik, jadi pas aku balik (nge-DJ) aku merasa release, self healing juga," imbuh wanita bersuara khas tersebut.


Profesi DJ Makin Fleksibel dan Perkembangan Tren Saweran

Lebih lanjut, Tengku Dewi mengamati adanya pergeseran stigma dan tren industri musik DJ saat ini. Menurutnya, penampilan seorang DJ kini tak lagi terbatas pada ekosistem kelab malam semata. Banyak gelaran acara di pagi hari yang memanfaatkan sajian musik DJ untuk menghidupkan suasana.

"Sekarang DJ bukan cuma di kelab doang. Pagi-pagi ada acara running, padel, apa segala macam. Banyak acara-acara pagi pakai DJ," paparnya.

Tak hanya soal tempat tampil, ia juga menceritakan pengalaman menarik terkait fenomena saweran dari para penikmat musik yang dinilainya sudah jauh berbeda dibandingkan era ketika ia pertama kali memulai karier.

"Zaman aku dulu sama sekarang beda. Kalau dulu tuh sawer malu-malu, kayak DJ itu egonya tinggi. Kalau sekarang woahhh langsung tuh," kelakar Tengku Dewi menutup perbincangan.

Kecamatan Balerejo Gelar Sarasehan Budaya Damai Kampung Pesilat guna Cegah Konflik Antar Perguruan

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat komitmen penjagaan kondusivitas wilayah berbasis seni budaya dan olahraga. 

Melalui Pemerintah Kecamatan Balerejo, forum Sarasehan Implementasi Budaya Damai Kampung Pesilat melalui Paguyuban Kampung Pesilat sukses digelar di Pendopo Kecamatan Balerejo pada Kamis (1/10/2026). 

Kegiatan ini bertujuan merawat kerukunan sekaligus meminimalisir potensi konflik antar perguruan pencak silat.

Acara tersebut dihadiri sekitar 130 peserta, terdiri dari jajaran Forkopimcam/Muspika Balerejo, Kepala Desa, perwakilan Kepala Dusun (Kasun), Babinsa, Bhabinkamtibmas, pengurus PPNI, hingga jajaran ketua ranting dan pengurus dari 9 perguruan pencak silat se-Kecamatan Balerejo.

Camat Balerejo, Suci Wuryani, dalam pemaparannya menegaskan pentingnya analisis faktor internal dan eksternal dalam menyukseskan keberhasilan visi Madiun. Menurutnya, potensi besar pencak silat harus diarahkan menjadi modal sosial dan ekonomi daerah.

"Madiun merupakan bumi kandung tempat lahir dan berkembangnya belasan perguruan pencak silat besar. Di Balerejo sendiri ada sembilan perguruan yang berjalan lancar, damai, dan sejahtera. Keberadaan Perbup Nomor 48 Tahun 2025 tentang Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia menjadi payung hukum dan identitas kuat kita," ujar Suci Wuryani.

Camat Balerejo menekankan perlunya kewaspadaan terhadap ancaman isu citra negatif akibat oknum, serta mendorong langkah konkrit seperti pembentukan paguyuban hingga tingkat desa, dialog berkala, dan aksi sosial gotong royong. 

"Mari kita buktikan bahwa Kampung Pesilat adalah kampung damai. Kita hilangkan ego sektoral, karena di atas warna baju sakral, kita semua adalah manusia yang dipenuhi pancaran sinar Ilahi," tambahnya.

Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, yang hadir mendampingi Bupati Madiun, memberikan apresiasi atas kekompakan dan sinergi masyarakat serta jajaran Forkopimcam Balerejo. Dalam sambutannya yang hangat dan penuh keakraban, dr. Purnomo menekankan bahwa kondusivitas daerah merupakan kunci utama berjalannya pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga.

"Suatu daerah ingin maju dan pembaruannya lancar karena dampaknya langsung pada kesejahteraan masyarakat. Kunci utamanya adalah terciptanya kondusivitas daerah," tutur Purnomo Hadi.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Madiun memaparkan 4 Komponen Dasar penciptaan kondusivitas wilayah.

Yang pertama adalah penegakan hukum dan keamanan rormal, yang mencakup kehadiran aktif TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) serta penguatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

Kehadiran pemerintah yang adil, adaptif, dan amanah, ditopang oleh regulasi Perda maupun Perbup (seperti Perbup No. 48 Tahun 2025 dan kebijakan turunan PP 16/2026). Peran aktif tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas pesilat. Mengingat dari sekitar 739.000 penduduk Kabupaten Madiun, sebanyak 57% (sekitar 422.000 jiwa) merupakan anggota perguruan pencak silat, maka kerukunan komunitas ini menjadi pondasi mutlak stabilitas daerah.

Serta penciptaan lapangan kerja melalui iklim investasi dan hilirisasi. Terbukti pada triwulan II tahun 2026, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun mencapai 7,48%, tertinggi dalam 10 tahun terakhir dan berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur.

Di samping itu, dr. Purnomo Hadi turut mengapresiasi raihan prestasi 5 pesilat wanita asal Balerejo yang berhasil meraih Juara 3 Lomba Senam Kampung Pesilat Perwosi Kabupaten Madiun 2026. 

Sebagai wujud penghormatan pemerintah daerah terhadap warisan tradisi silat, Pemkab Madiun juga merencanakan pembangunan Monumen Kampung Pesilat di area Delta depan Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun sebagai simbol persatuan seluruh perguruan.(ir)

Perkuat Identitas Dan Gali Potensi Pencak Silat, Pemkab Madiun Bakal Produksi Film Hingga Bangun Monumen

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mengoptimalkan potensi daerah sebagai "Kampung Pesilat". Salah satunya diwujudkan melalui agenda Sarasehan Implementasi Budaya Damai Kampung Pesilat yang digelar di Pendopo Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan yang digagas melalui Paguyuban Kampung Pesilat ini bertujuan untuk meminimalisir potensi konflik antarperguruan serta memelihara kerukunan antaranggota pesilat di tingkat akar rumput.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa potensi pencak silat di Kabupaten Madiun terus mendapat perhatian penuh dari pemerintah daerah, baik dari sisi penguatan regulasi maupun wadah komunikasi secara berkala.

"Secara regulasi sudah kita buatkan. Kebetulan kita wadahi untuk forum komunikasi dengan teman-teman perguruan pencak silat dari desa sampai kabupaten. Semuanya ada; silat desa ada, tingkat kecamatan ada, kemudian kabupaten juga ada," ujar Hari Wuryanto.

Ia menambahkan, pertemuan rutin menjadi salah satu sarana efektif untuk merekatkan hubungan antarperguruan. Jika di tingkat kecamatan seperti Balerejo sarasehan diadakan setiap tiga bulan sekali, Pemkab Madiun mengagendakan silaturahmi serupa setiap dua bulan sekali.

Sebagai bentuk komitmen dalam mempertegas identitas Kabupaten Madiun sebagai wadah pencak silat Indonesia, Pemkab Madiun juga tengah menyiapkan sejumlah infrastruktur dan sarana pendukung kebudayaan.

Hari Wuryanto mengungkapkan, Pemkab Madiun berencana membangun Monumen Kampung Pesilat di kawasan strategis daerah.

"Kita mau buat Delta... istilahnya nanti Monumen Kampung Pesilat di selatan Alun-alun. Rencananya tahun depan, 2027," jelasnya.

Selain pembangunan fisik, Pemkab Madiun juga sedang merancang karya audio-visual berupa film tematik pencak silat untuk memperkenalkan nilai-nilai luhur dan kebudayaan silat Madiun kepada masyarakat luas. Saat ini, proses produksi film tersebut telah berjalan.

"Sudah proses ini, on process. Mudah-mudahan nanti tahun depan juga sudah bisa klir, bisa diputar, dan semua masyarakat bisa lihat," pungkasnya.

Melalui sinergi antara regulasi, wadah silaturahmi rutin, fasilitas publik, dan promosi budaya, Pemkab Madiun berharap tradisi pencak silat tidak hanya menjadi warisan budaya yang membanggakan, tetapi juga menjadi pilar perdamaian dan persatuan bagi seluruh masyarakat Madiun.(ir)

Presiden Prabowo Melakukan Reshuffle Kabinet Merah Putih Per 1Oktober 2026, Ini Daftarnya

Iki Radio — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melakukan perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih beserta jajaran pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). 

Perombakan besar-besaran ini mencakup pergeseran sejumlah posisi menteri utama, pimpinan lembaga, hingga pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Salah satu rotasi yang paling mencuri perhatian terjadi di tubuh Polri. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolri, kini resmi dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. 

Sementara itu, Dudung digeser untuk mengemban amanat baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Posisi Kapolri kini resmi dipegang oleh Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut dilantik dan diserahkan tongkat komando langsung oleh Presiden Prabowo setelah sebelumnya disetujui secara aklamasi dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI serta disahkan dalam rapat paripurna DPR pada Kamis pagi. Dengan pelantikan ini, Suyudi resmi menyandang pangkat bintang empat.

Perubahan signifikan lainnya menyasar sektor strategis ekonomi dan energi. Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus tetap memegang jabatannya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026.

Selain itu, posisi Menko PMK kini dipercayakan kepada Sugiono, sedangkan jabatan Menteri Luar Negeri diisi oleh Arrmanatha Nasir.

Berikut adalah daftar pejabat negara yang resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 1 Oktober 2026:

1. Bahlil Lahadalia – Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM

2. Sugiono – Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

3. Dudung Abdurachman – Menko Bidang Politik dan Keamanan

4. Arrmanatha Nasir – Menteri Luar Negeri

5. Muhammad Sarmuji – Menteri Perindustrian

6. Drajad Hari Wibowo – Wakil Menko Bidang Perekonomian

7. Nurkholisoh Ibnu Aman – Wakil Menteri Keuangan

8. Luky Alfirman – Wakil Menteri Keuangan

9. Muhammad Saleh Mustafa – Wakil Menteri Pertanian

10. Irwan Meilano – Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan

11. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo – Kepala Staf Kepresidenan

12. Komjen Pol Dedi Prasetyo – Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional

13. Aryanto Wibowo – Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

14. Muhammad Fadil Imran – Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa

15. Nuzran Joher – Ketua Ombudsman Republik Indonesia

16. Radian Syam – Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia

17. Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri)

18. Komjen Pol Wahyu Hadiningrat – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri)

Pelantikan serentak ini menandai langkah penyegaran taktis dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat efektivitas kinerja kabinet dan stabilitas keamanan nasional.

Presiden Lantik Jajaran Baru Kabinet Merah Putih dan Pimpinan Lembaga Negara

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto melantik dan mengambil sumpah sejumlah menteri, wakil menteri, serta pejabat negara dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pelantikan tersebut mencakup Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029, Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Badan Reforma Agraria Nasional, Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, serta pimpinan Ombudsman Republik Indonesia.

Keputusan Presiden mengenai pengangkatan para pejabat dibacakan Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti.

Pejabat yang dilantik pada jajaran menteri adalah Bahli Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dudung Abdurahman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri, serta Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian.

Pada jajaran wakil menteri, Dradjad Hari Wibowo dilantik sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan, Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian, serta Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.

Untuk jabatan lainnya, Listyo Sigit Prabowo diangkat sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Sementara Arianto Wibowo diangkat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, sedangkan Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Pada jajaran Ombudsman Republik Indonesia untuk sisa masa jabatan 2026–2031, Nuzran Joher diangkat sebagai Ketua dan Radian Syam sebagai anggota.

Pengangkatan tersebut tercantum dalam sejumlah Keputusan Presiden yang ditetapkan pada 30 September 2026.

Setelah pembacaan keputusan, Presiden Prabowo memimpin pengambilan sumpah atau janji jabatan para menteri, wakil menteri, dan pejabat negara.

Presiden terlebih dahulu menanyakan kesediaan para pejabat untuk diambil sumpah atau janji sesuai agama masing-masing.

Para pejabat kemudian mengikuti sumpah yang dipandu Presiden untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menaati peraturan perundang-undangan, menjunjung tinggi etika jabatan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” demikian salah satu bagian sumpah yang dipandu Presiden.

Pelantikan dilanjutkan dengan pengucapan sumpah Ketua Ombudsman Republik Indonesia di hadapan Presiden.

Dalam sumpah tersebut, Ketua Ombudsman menyatakan akan menjalankan kewajiban dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta menaati peraturan perundang-undangan.

close
Pasang Iklan Disini