Iki Radio/Berita Terbaru

Iki Yang Paling/Ngetop

Iki Ceritanya/Orang Terkenal

KLIK DISINI

Iki Dibaca Juga/Jangan Lewatkan

Iki Terbaru/Paling Greeess

Dunia Hiburan Berduka, Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

JAKARTA, Iki Radio — Kabar duka kembali menyelimuti industri perfilman dan hiburan Tanah Air. Aktor senior Yadi Mulyadi, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Yadi Timo, meninggal dunia pada usia 66 tahun pada Jumat (16/10/2026).

Kabar kepergian sang aktor pertama kali dibagikan oleh penulis skenario Joko Nugroho melalui unggahan emosional di akun Instagram pribadinya. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya Yadi Timo.

"RIP YADI TIMO. Subuh baru saja beranjak, hari baru saja dimulai. Terhenyak membaca khabar, satu teman baik pergi," tulis Joko Nugroho dalam unggahannya, Jumat (16/10/2026).

Kenangan dan Sosok Yadi Timo di Mata Rekan Kerja

Dalam unggahan belasungkawanya, Joko Nugroho mengenang sosok Yadi Timo bukan sekadar sebagai aktor senior, melainkan sebagai kakak kelas, teman baik, hingga sosok kritikus yang pedas namun penuh dukungan.

Joko menceritakan bagaimana Yadi sering memberikan kritik tajam sekaligus apresiasi terhadap hasil karyanya, serta menunjukkan sikap loyalitas yang luar biasa antarsesama insan seni.

"Lo bikin cerita apa sih Jok? Bikinlah yang pantes buat gue mainin," kenang Joko menirukan ucapan Yadi. Namun, setelah melihat hasilnya, Yadi tetap memuji dengan gayanya yang khas: "Gue nggak pernah ngajarin lo bikin se keren ini, darimana lo belajar?"

Joko juga mengenang momen solidaritas tinggi dari Yadi Timo ketika pengerjaan suatu proyek mengalami pergantian sutradara, hingga momen kebersamaan mereka di awal karier saat Yadi membagikan honor syutingnya secara sukarela agar rekan-rekannya bisa merasakan hasil kerja keras di lokasi.


Perjalanan Karier dan Warisan Karya

Yadi Timo dikenal sebagai salah satu aktor karakter paling berbakat di Indonesia. Karakter aktingnya yang kuat membuatnya kerap dipercaya memerankan berbagai peran ikonik, mulai dari tokoh antagonis yang licik hingga sosok ayah yang menderita.

Selama masa hidupnya, Yadi Timo telah membintangi puluhan judul film layar lebar dan serial televisi hit, di antaranya:

Film Layar Lebar:

  • Petualangan Sherina
  • Banyu Biru
  • Petualangan 100 Jam
  • Brownies
  • Marley (2022)

Serial Televisi / Sinetron:

  • Lorong Waktu
  • Kisah Sedih di Hari Minggu
  • Jin & Jun
  • Dan berbagai judul sinetron populer lainnya.

Kepergian Yadi Timo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta para penggemar karya-karyanya di panggung seni peran Indonesia. Selamat jalan, Yadi Timo.

 

Stok BBM Nasional Aman: Menteri ESDM dan Pertamina Ungkap Pemicu Antrean Panjang di Jatim dan Bali

JAKARTA/SURABAYA, Iki Radio — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) secara nasional dalam posisi aman. Pernyataan ini merespons keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Jawa Timur hingga Bali.

Bahlil menyampaikan bahwa berdasarkan laporan resmi dari PT Pertamina (Persero), ketahanan stok BBM nasional saat ini berada pada kisaran 16 hingga 18 hari.

"Secara nasional, BBM itu di 16-18 hari. Jadi stok BBM nasional Insyaallah itu aman," ujar Bahlil saat memberikan keterangan resmi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Menanggapi adanya gangguan pasokan di wilayah Jawa Timur dan Bali, Bahlil menjelaskan bahwa kendala utama tidak bersumber dari ketersediaan barang, melainkan pada urusan logistik dan armada pengiriman via laut.

"Yang Pertamina laporkan ke saya tadi adalah distribusi dari daerah Jawa Timur ke Bali dan beberapa tempat, yang terkait dengan kapal," kata Bahlil.

Untuk mengatasi persoalan ini, Menteri ESDM menginstruksikan Pertamina agar segera mempercepat proses pengiriman dengan menambah armada kapal angkut. "Saya tadi memerintahkan mereka untuk segera menggandakan kapal agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan di daerah-daerah supaya bisa percepatan," tegasnya.


Peralihan Konsumsi dan Penyesuaian Pengiriman di Jatim

Sementara itu, pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus turut mengonfirmasi bahwa pasokan BBM bersubsidi di Jawa Timur tetap terjaga. Penjelasan ini menyikapi kepadatan dan antrean kendaraan yang sempat marak di wilayah Jember, Blitar, hingga Malang.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa stok BBM di fasilitas penyalur utama, seperti Terminal Tanjung Wangi, dalam posisi sangat mencukupi.

"Untuk kondisi stok, dapat kami sampaikan bahwa saat ini untuk wilayah Jember dan sekitarnya yang disuplai utamanya dari terminal kami di Tanjung Wangi dalam posisi terjaga dan tersedia. Kami terus memperkirakan kebutuhan masyarakat dan menyalurkan kebutuhannya tetap dengan mempertimbangkan kepatuhan terhadap kuota penugasan pemerintah pusat," ujar Ahad, Kamis (15/10/2026).

Ahad mengungkapkan, fenomena antrean di beberapa titik SPBU dipicu oleh pergeseran perilaku konsumsi masyarakat yang beralih dari BBM non-subsidi ke BBM bersubsidi.

"Kita sama-sama pahami bahwa ada peralihan konsumsi dari produk non-subsidi seperti Pertamax ke bersubsidi seperti Pertalite. Tentunya ini menjadi jumlah yang perlu kita sesuaikan ulang pada saat kita merencanakan pengiriman ke masing-masing SPBU," terang Ahad.

Pertamina memastikan akan terus memantau dinamika di lapangan serta mengoptimalkan pola pasokan agar penyaluran BBM bersubsidi tetap tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara merata.

 

Pastikan Status Lahan Gedung Baru, BPOM RI Sambangi BPKAD Kabupaten Madiun

MADIUN, Iki Radio – Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) terus mematangkan rencana pembangunan gedung kantor dan laboratorium Loka POM di Kabupaten Madiun. Untuk memastikan status legalitas lahan hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, perwakilan Biro Umum BPOM RI menyambangi kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun pada Jumat (16/10/2026).

Tim Biro Umum BPOM RI bersama Kepala Loka POM Madiun, Azis Jihaddudin, berkoordinasi langsung dengan pihak Pemkab Madiun guna mempercepat proses sertifikasi dan pemecahan sertifikat tanah atas nama BPOM. Langkah ini menjadi syarat mutlak sebelum pengerjaan fisik bangunan dapat direalisasikan.

Pengelola Barang Milik Negara (BMN) Biro Umum BPOM RI, Renggo Triwijoyo, menjelaskan bahwa koordinasi ini dilakukan untuk memastikan status lahan seluas 6 hektar yang berlokasi di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Caruban benar-benar bersih dan bebas dari kendala teknis maupun hukum (clean and clear).

"Kami berkoordinasi dengan BPKAD Pemkab Madiun dalam rangka mempercepat proses sertifikasi. Sertifikat tanah tersebut nantinya akan dipecah atas nama BPOM sebagai prasyarat utama sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik," ujar Renggo usai pertemuan di BPKAD Kabupaten Madiun, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, pemenuhan kelengkapan administrasi dan legalitas lahan sangat krusial karena BPOM RI telah memasukkan Madiun ke dalam usulan prioritas pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) secara bertahap bersama beberapa wilayah lainnya.

Menyinggung mengenai tahapan pembangunan, pada tahun pertama pihak BPOM akan memprioritaskan penyusunan Detail Engineering Design (DED) atau dokumen perancangan teknis gedung.

"Tahun depan agenda kita adalah penyusunan DED terlebih dahulu. Setelah rancangan selesai, usulan anggaran pembangunan fisik baru diajukan kembali," imbuhnya.

Sementara Kepala Loka POM Madiun, Azis Jihaddudin menyebut, gedung yang bakal berdiri di atas lahan Puspem Caruban tersebut nantinya difokuskan pada fasilitas laboratorium uji. 

"Keberadaan laboratorium ini dinilai sangat vital untuk menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Loka POM Madiun dalam memperketat pengawalan serta pengawasan obat dan makanan di wilayah Madiun dan sekitarnya," terangnya.(ir)

Sertijab Danrem 081/DSJ: Kolonel Inf Erwin Agung Resmi Gantikan Kolonel Arm Untoro Hariyanto

SURABAYA, Iki Radio – Kodam V/Brawijaya menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) sekaligus Tradisi Penerimaan dan Pelepasan Warga Kodam V/Brawijaya di Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Kamis (15/10/2026).

Upacara yang dipimpin langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudi Saladin, diikuti oleh sekitar 100 personel TNI AD. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari penyegaran organisasi serta pembinaan personel guna menjaga kesinambungan kepemimpinan di tubuh TNI Angkatan Darat.

Dalam prosesi tersebut, posisi Danrem 081/DSJ resmi diserahterimakan dari Kolonel Arm Untoro Hariyanto, kepada pejabat baru, Kolonel Inf Erwin Agung.

Mayjen TNI Rudi Saladin menegaskan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika pembinaan organisasi TNI AD untuk meningkatkan efektivitas tugas kewilayahan.

"Serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan personel TNI AD untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas. Saya berharap pejabat baru dapat melanjutkan program-program positif yang telah berjalan, menghadirkan inovasi, serta melaksanakan amanah dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi demi kepentingan bangsa dan negara," ujar Mayjen TNI Rudi Saladin.

Pangdam juga mengimbau seluruh jajaran prajurit untuk terus memelihara ikatan jiwa korsa dan meningkatkan profesionalisme.

"Saya mengajak seluruh prajurit di jajaran Kodam V/Brawijaya untuk terus menjaga soliditas, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Jadikan setiap pergantian jabatan sebagai momentum untuk memperbarui semangat pengabdian," tambahnya.

Melalui pergantian kepemimpinan ini, Kolonel Inf Erwin Agung diharapkan dapat segera beradaptasi dengan dinamika wilayah tugasnya serta membawa Korem 081/DSJ semakin optimal dalam mendukung tugas pokok Kodam V/Brawijaya.

Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Kesiapan Koperasi Desa Merah Putih di Kediri

KEDIRI, Iki Radio — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau kesiapan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berlokasi di Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (15/10/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kelengkapan fasilitas serta ketersediaan komoditas dan barang bersubsidi yang akan disalurkan kepada masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Menko Pangan mengecek langsung berbagai komoditas utama, seperti beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, hingga minyak goreng. Tak hanya memeriksa komoditas pangan, Zulhas juga menjajal beberapa armada operasional fasilitas KDMP, di antaranya becak motor, mobil operasional, dan truk.

Zulhas menjelaskan bahwa pembangunan gedung KDMP beserta sarana pendukung dan isinya bisa menelan anggaran hingga Rp 3 miliar per unit. Koperasi ini dirancang untuk mendekatkan akses warga terhadap berbagai program bantuan pemerintah sekaligus memutar roda perekonomian di tingkat desa.

“KDMP ini nantinya untuk menyalurkan seluruh bantuan bersubsidi pemerintah. Mulai PKH, bantuan pangan, bantuan gas, pupuk, alsintan, pinjam KUR, segala macam yang disubsidi di sini. Untuk KUR saja Pemerintah mempersiapkan Rp 300 triliun, pupuk Rp 44 triliun, bantuan pangan kira-kira Rp 35 triliun, dan PKH sekitar Rp 90 triliun,” ujar Zulhas di Kediri, Kamis (15/10/2026).



Gandeng Pemda, TNI, dan Polri untuk Pengecekan Serentak

Untuk menjamin ketersediaan pasokan di lapangan, pemerintah pusat telah menerbitkan surat edaran resmi kepada para kepala daerah, pimpinan TNI, dan Polri untuk turut mengawasi keberadaan stok barang bersubsidi di setiap KDMP.

“Target kita petugas mampu mengecek 10.070 KDMP selama 8 hari, untuk memastikan barang-barang subsidi tersedia di KDMP. Kita telah membuat surat kepada Pangdam, Kapolda, Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk turun dan mengecek. Dengan tujuan jika ada pupuk subsidi atau gas subsidi yang kosong, langsung bisa diisi atau dilengkapi,” tegasnya.

Tantangan Awal: Transaksi Warga Masih Rendah

Meski didukung fasilitas dan anggaran besar, operasional awal KDMP di tingkat desa masih menghadapi tantangan sosialisasi. Pengelola KDMP Desa Sonorejo, Niswatul Hikmah, mengakui bahwa tingkat transaksi dan antusiasme masyarakat setempat saat ini masih relatif minim.

“Barang yang sudah ada di KDMP ini beras, minyak, gula, gas elpiji, pupuk subsidi, dan UMKM, yang harganya lebih murah dibandingkan dengan di pasaran. Antusias warga juga masih minim, dengan omzet per hari hanya Rp 150.000,” ungkap Niswatul.

Menurut Niswatul, kondisi ini terjadi karena sebagian besar warga belum memahami secara utuh fungsi dan peran KDMP, serta belum seluruhnya komoditas kebutuhan masyarakat tersedia secara lengkap di koperasi tersebut.

Sebagai informasi, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan program strategis pemerintah yang dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis desa. Selain berfungsi sebagai jaringan distribusi barang bersubsidi dan bantuan sosial, KDMP diharapkan mampu menggerakkan potensi usaha lokal serta memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat terdepan.

 

BMKG: El Niño Sangat Kuat Picu Kemarau Panjang, 76 Persen Wilayah Indonesia Masih Kering

JAKARTA, Iki Radio — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa fenomena El Niño masih berlangsung dengan intensitas sangat kuat pada awal Oktober 2026. Kondisi ini secara signifikan mengurangi potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, sehingga menyebabkan durasi musim kemarau menjadi lebih panjang dari biasanya.

BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia masih terdampak kekeringan cukup signifikan.

"Sekitar 76 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia masih mengalami musim kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi, sementara 8 persen telah memasuki musim hujan," tulis pernyataan resmi BMKG pada Jumat (16/10/2026).

Fenomena El Niño ini berpotensi memperpanjang kekeringan meteorologis di sejumlah area strategis, meliputi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, hingga Papua Selatan.

Potensi Hujan Lokal Tetap Ada akibat Dinamika Atmosfer

Kendati intensitas curah hujan secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, BMKG menyampaikan bahwa potensi hujan masih dapat terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Hal ini didorong oleh dinamika atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan dalam durasi relatif singkat.

Beberapa faktor atmosfer yang memengaruhi kondisi tersebut antara lain:

  • Madden-Julian Oscillation (MJO): Diprakirakan aktif secara spasial di Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara.
  • Gelombang Rossby Ekuatorial: Diprakirakan aktif di wilayah Samudra Hindia sebelah barat Sumatra.
  • Gelombang Kelvin: Diprakirakan aktif di Sumatra Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar Kalimantan, pesisir selatan Jawa, sebagian besar Sulawesi, NTT, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

"Aktivitas gelombang atmosfer tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal, meskipun kondisi curah hujan secara umum masih cenderung rendah," jelas BMKG.

Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem Singkat

Selain aktivitas gelombang atmosfer, BMKG mengidentifikasi adanya pola pertemuan dan perlambatan angin di wilayah Sumatra, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua. Pola ini mendukung pemusatan massa udara serta pembentukan awan hujan, dibantu oleh suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia yang menambah ketersediaan uap air.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca secara mendadak akibat kombinasi fenomena tersebut.

"Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang secara lokal," ujar BMKG menyimpulkan.

 

Bahlil Dorong Penggunaan CNG Jadi Alternatif LPG: Pangkas Biaya hingga 40% dan Tekan Impor

KARAWANG, Iki Radio — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pemanfaatan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG). Langkah strategis ini diambil guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi dan menekan beban anggaran negara.

Penggunaan CNG dinilai berpotensi menghemat pengeluaran hingga 30% sampai 40% dibandingkan LPG. Atas dasar penghematan biaya yang signifikan tersebut, pemerintah kini mulai mengkaji penerapan CNG untuk skala kebutuhan rumah tangga.

"Tabung yang 12 kilogram itu sudah dipakai di beberapa restoran dan hotel, namun tabungnya yang 3 kilogram ini lagi diuji; kalau itu mampu kita adakan, maka impor kita yang 8 juta ton per tahun itu bisa kita selesaikan dengan kebutuhan yang ada di dalam negeri kita," tegas Bahlil saat meresmikan pengoperasian kilang LPG berskala menengah milik PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) yang bekerja sama dengan Pertamina Hulu di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).


Ketimpangan Produksi dan Beban Subsidi

Kebutuhan LPG nasional saat ini berada pada angka yang cukup tinggi, yaitu sekitar 8,5 juta ton per tahun untuk konsumsi masyarakat. Jika ditambah kebutuhan industri petrokimia di Cilegon—seperti PT Lotte Chemical Indonesia dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk—total kebutuhan LPG nasional membengkak menjadi sekitar 11 juta hingga 12 juta ton per tahun.

Di sisi lain, kemampuan produksi LPG dalam negeri baru menyentuh angka maksimal 1,8 juta ton per tahun. Ketimpangan ini memaksa Indonesia untuk mengimpor sekitar 7 juta hingga 8 juta ton LPG setiap tahunnya, yang berdampak serius pada stabilitas devisa dan anggaran subsidi negara:

  • Asumsi ICP US$ 70/barel: Anggaran subsidi LPG berada di kisaran Rp 87 triliun.
  • Asumsi ICP US$ 90–100/barel: Beban subsidi LPG membengkak hingga mendekati Rp 100 triliun.

Bahlil menjelaskan bahwa berbeda dengan LPG yang membutuhkan komponen hidrokarbon khusus, CNG memanfaatkan gas alam yang didominasi oleh metana dan etana (komponen C1 dan C2). Produksi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Indonesia sangat mencukupi, bahkan sebagian masih diekspor. Maka dari itu, optimalisasi gas alam domestik melalui CNG dianggap sebagai solusi paling rasional.


Langkah Strategis dan Tantangan Geopolitik Global

Untuk mempercepat langkah ini, Bahlil menginstruksikan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) serta Lemigas untuk mengakselerasi kajian dan pengembangan CNG bagi kebutuhan sektor usaha maupun rumah tangga.

Langkah ini juga dipicu oleh dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian—mulai dari konflik Israel-Palestina, ketegangan Israel-Amerika Serikat dengan Iran, hingga perang Rusia-Ukraina—yang mengancam pasokan dan harga energi dunia.

"Hampir semua dunia sekarang berpikir tentang bagaimana bisa mengamankan sektor energi mereka dari dalam negeri mereka masing-masing, ini tantangan kita," ujar Bahlil.


Diversifikasi Energi dan Akselerasi Perizinan

Selain penyerapan CNG, pemerintah juga menyiapkan berbagai terobosan lain untuk mewujudkan ketahanan energi nasional:

  • Pengembangan Bioetanol: Setelah sukses dengan mandatori B50 (biodiesel), pemerintah merencanakan pencampuran bioetanol dalam bensin berkadar E20 hingga E50.
  • Pemberdayaan Lahan Daerah: Bahlil mengajak Pemkab Karawang memanfaatkan lahan non-produktif untuk menanam komoditas bahan baku bioetanol (jagung, singkong, dan tebu) dengan jaminan pasar (offtaker) langsung oleh PT Pertamina.
  • Pangkas Birokrasi Perizinan: Menanggapi keluhan perizinan dari pelaku usaha, Bahlil meminta SKK Migas dan Ditjen Migas mempercepat proses izin operasional maksimal satu minggu jika syarat administrasi telah lengkap.

"Kalau sudah selesai persyaratannya dan aturannya sudah memenuhi syarat, paling lama seminggu sudah harus di meja saya untuk saya teken; kerja itu yang gede, tapi kalau cuma omon-omon enggak penting lagi," kata Bahlil menegaskan.

Kendati potensi penghematannya besar, keberhasilan transisi dari LPG ke CNG ini nantinya akan sangat bergantung pada hasil uji coba lapangan, kesiapan infrastruktur, ketersediaan tabung 3 kg yang aman, serta percepatan distribusi gas di tingkat nasional.

 

Lebih Murah, Kopdes Merah Putih Boyolali Diserbu Warga

BOYOLALI, Iki Radio — Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, diserbu warga yang ingin berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari.

Selain menyediakan bahan pangan dengan harga jauh lebih terjangkau dibanding toko ritel lain, kedatangan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Yandri Susanto, pada Kamis (15/10/2026) kian menambah antusiasme masyarakat setempat.


Manajer Kopdes Merah Putih Desa Pandeyan, Dea Hagania Laia, mengungkapkan bahwa sejak resmi beroperasi pada 14 September 2026, koperasi ini konsisten melayani kebutuhan pokok warga. Produk yang disajikan mencakup sembako (beras, minyak goreng, gula), gas LPG, hingga pupuk bersubsidi untuk petani.


“Berdasarkan pengalaman dan dialog dengan warga yang berbelanja, harganya cukup terjangkau, bahkan lebih murah daripada di luar,” ujar Dea di sela-sela kegiatan.


Ia mencontohkan, minyak goreng Minyakita di koperasi ini dibanderol Rp15.700 per liter, sedangkan pasaran di luar mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000. Begitu pula dengan gas LPG 3 kg yang dijual seharga Rp16.000, jauh lebih hemat dibanding toko lain yang mematok harga sekitar Rp20.000.



Mudahkan Petani dan Wadahi UMKM Lokal


Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan rumah tangga, Kopdes Merah Putih Pandeyan juga mendistribusikan pupuk bersubsidi—seperti Urea, NPK Phonska, dan pupuk organik—sehingga para petani lokal tidak perlu lagi melangkah jauh untuk mendapatkan pasokan pupuk.


Selain itu, koperasi mulai merangkul para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa. Saat ini, sebanyak lima produk UMKM lokal telah dipasarkan setelah lolos seleksi kualitas.


“Ke depan, kami berharap dapat memperluas kerja sama dengan pelaku UMKM lainnya di Desa Pandeyan,” tambah Dea.


Saat ini, omzet harian koperasi diperkirakan telah mencapai Rp300.000 hingga Rp500.000 per hari. Pengelola optimistis angka ini akan terus berkembang seiring makin dikenalnya peran Kopdes di tengah masyarakat.



Sambutan Hangat dari Masyarakat


Kehadiran koperasi ini disambut penuh gembira oleh para emak-emak setempat. Lastri, salah seorang pembeli, mengaku senang bisa memborong kebutuhan dapur seperti minyak goreng, beras, mi instan, hingga perlengkapan mandi dengan harga miring.


“Semua ada di sini, lebih murah. Ibu-ibu kalau murah tentu lebih senang,” tutur Lastri tersenyum.


Hal senada disampaikan warga Pandeyan lainnya, Pipit. Ia merasakan langsung selisih harga berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per barang dibandingkan pasar umum. Menurutnya, perbedaan harga tersebut sangat membantu menjaga kestabilan anggaran belanja rumah tangga.


“Saya berharap ke depan produk yang tersedia semakin lengkap, dan jam operasional koperasi bisa diperpanjang,” harap Pipit.



Pemprov Jateng Pacu Verifikasi dan Kompetensi SDM


Pengembangan Kopdes Merah Putih di Jawa Tengah saat ini terus dipacu oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Hingga akhir September 2026, progres verifikasi dan validasi gerai telah mencapai 61,67 persen dari total 4.230 Kopdes prioritas—melebihi target yang ditetapkan secara nasional.


Guna memperkuat tata kelola, Pemprov Jateng juga menyiapkan program sertifikasi kompetensi bagi 5.040 bendahara Kopdes pada Oktober hingga November 2026 mendatang.


Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pengembangan unit bisnis KDKMP (Kopdes) wajib menyesuaikan potensi komoditas unggulan masing-masing daerah.


“Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama, harus disesuaikan dengan kearifan lokal daerahnya,” tegas Luthfi.

close
Pasang Iklan Disini