Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang terbaik, cepat, dan dekat bagi masyarakat.
Melalui program strategis "Bahana Bersahaja" yang digelar di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Pemkab Madiun sukses membangun kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan puluhan jenis pelayanan publik langsung di tengah permukiman warga.
![]() |
| Salah satu stand layanan dalam kegiatan BAHANA BERSAHAJA di Lapangan Desa Bangusari Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, Rabu (10/6/2026) |
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin erat antara pemerintah daerah dengan berbagai instansi vertikal.
Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa esensi dari program ini adalah memberikan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Alhamdulillah, kami ingin Pemerintah Kabupaten Madiun memberikan layanan terbaik untuk masyarakatnya. Salah satunya kita bekerja sama dengan Polri dalam memberikan layanan perpanjangan dan pencetakan SIM di tempat ini. Warga tidak harus jauh-jauh pergi ke Polres, cukup datang ke sini sudah bisa diproses," ujar Bupati Hari Wuryanto, Rabu (10/6/2026).
Bupati membeberkan, setidaknya ada 38 jenis pelayanan yang dibuka selama kegiatan berlangsung. Respons masyarakat pun sangat luar biasa. Menariknya, manfaat dari program ini tidak hanya dinikmati oleh warga lokal Kelurahan Bangunsari saja, melainkan juga menyedot perhatian warga dari kecamatan lain.
"Tadi saya sempat mendata, khusus untuk layanan SIM saja sudah ada 16 yang tercetak. Yang memanfaatkan layanan ini tidak hanya orang Bangunsari, tadi ada yang dari Kecamatan Balerejo hingga Dagangan. Semua bisa terlayani ke sini," tambahnya.
Keberhasilan pelayanan publik di arena Bahana Bersahaja ini tidak lepas dari gotong royong multipihak.
Selain Kepolisian (Polri), Pemkab Madiun turut menggandeng sejumlah instansi vertikal lainnya demi menghadirkan pelayanan satu pintu yang komprehensif. Di antaranya BPJS, Kementerian Agama, Imigrasi, Kantor Pajak, Pegadaian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan sejumlah instansi lain.
Di samping urusan administrasi dan perizinan, pelaksanaan Bahana Bersahaja yang berlangsung selama dua hari (9-10 Juni 2026) di Bangunsari ini juga membawa dampak signifikan terhadap roda perekonomian lokal, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Bupati mengaku bangga melihat geliat para pelaku usaha yang mulai sadar akan pentingnya legalitas usaha dan jaminan mutu produk mereka.
"Utamanya adalah peningkatan UMKM yang ada di Bangunsari. Tadi pengurusan NIB (Nomor Induk Berusaha) lumayan banyak, begitu juga dengan sertifikat halalnya. Ini membuktikan apa yang dijajankan oleh teman-teman UMKM kita secara syar'i sah dan halal. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas dari pelayanan dan produk UMKM kita," lanjutnya.
Komitmen Pemkab Madiun tidak berhenti saat acara seremonial berakhir. Bupati Hari Wuryanto memastikan bahwa Kelurahan Bangunsari akan terus mendapatkan sentuhan program pembangunan berkelanjutan pasca-kegiatan Bahana Bersahaja.
Tercatat ada 15 program kerja yang telah disiapkan pemerintah daerah, termasuk penguatan fasilitas infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.
"Kami ada 15 program, termasuk fasilitas infrastruktur yang menunjang kegiatan masyarakat. Salah satunya tadi kita bangun sarana di sisi selatan berupa pavingisasi untuk jalur jogging (jogging track)," tambahnya.
Pembangunan fasilitas olahraga ini, menurut Bupati, merupakan langkah konkret pemerintah untuk merangsang pola hidup bersih dan sehat di kalangan masyarakat Kabupaten Madiun.
"Kami pengin masyarakat Bangunsari juga sehat. Salah
satu sarana untuk sehat itu adalah dengan berolahraga. Mudah-mudahan dengan
adanya fasilitas baru ini, masyarakat kami semakin gemar berolahraga supaya
fisiknya tetap sehat dan bugar," pungkasnya.(ir)









.jpeg)
.jpeg)











